Apakah Anda sudah tahu tentang investasi syariah? Apakah Anda sudah tahu mengenai sejarah Investasi Syariah di Indonesia?

Investasi syariah semakin lama semakin banyak peminatnya. Tetapi, apa sih yang sebenarnya membuat investasi Syariah ini memiliki banyak peminatnya?

Yuk kita cari tahu bagaimana sejarah investasi Syariah di Indonesia.

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Learn and Invest

 

Sejarah Investasi Syariah di Indonesia

Syariah, siapa sih di sini yang belum pernah mendengar kata tersebut? Semakin banyaknya produk keuangan yang tersedia di Indonesia dan banyaknya penduduk Indonesia yang beragama Islam.

Kata Syariah pun menjadi tidak asing lagi di telinga kita. Kemunculan Syariah pertama kali adalah dari bank-bank yang asalnya konvensional, kemudian memiliki bank yang Syariah.

Sebenarnya, perbankan Syariah pertama di Indonesia ini lahir dengan mulai beroperasinya Bank Muamalat pada tanggal 1 Mei 1992. Kemudian, dengan hadirnya perbankan Syariah ini pun tentu tidak cukup untuk memenuhi keinginan investor yang sudah melek akan investasi Syariah.

Lalu, pada tanggal 3 Juli 1997, mulai diterbitkan Reksa Dana Syariah pertama oleh PT Danareksa Investment Management. Dengan kehadiran dari reksa dana Syariah ini tentu masyarakat Indonesia pun memiliki banyak alternatif dalam berinvestasi dan produk perbankan.

Tidak sampai situ saja, untuk melengkapi instrumen bisnis yang bertujuan untuk memandu para investor yang ingin menginvestasikan dana secara Syariah. Maka, Bursa Efek Indonesia bekerja sama dengan PT Danareksa Investment Management, kemudian meluncurkan Jakarta Islamic Index pada tanggal 3 Juli 2000.

Tito Sulistio Startup Bisa Melantai Di Bursa Efek Indonesia 01 - Finansialku

[Baca Juga: Ketahui Berbagai Macam Investasi Syariah Yang Ada Di Indonesia]

 

Lahirnya Jakarta Islamic Index ini ternyata menjadi tonggak sejarah perkembangan bisnis keuangan Syariah lainnya.

Untuk menguatkan dan mendorong iklim investasi di kalangan pengusaha muslim, pada tanggal 18 April 2001, Dewan Syariah Nasional, Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI), mengeluarkan fatwa yang berkaitan langsung dengan pasar modal.

Fatwa Nomor 20/FSN-MUI/IV/2001 tentang Pedoman Pelaksanaan Investasi Reksa Dana Syariah. Dengan adanya fatwa ini juga semakin membuat investasi Syariah berkembang lebih pesat lagi.

Pada awal September 2002, muncullah obligasi Syariah dari PT Indosat Tbk. Instrumen ini merupakan obligasi Syariah pertama dan akad yang digunakan adalah akad mudharabah.

Kemudian, pada tanggal 14 Maret 2003, DSN-MUI dan Bapepam menandatangani MoU mengenai kesepahaman antara Bapepam dan DSN-MUI untuk mengembangkan pasar modal berbasis Syariah di Indonesia yang menandai perkembangan Pasar Modal Syariah di Indonesia.

Perkembangan institusional kelembagaan Pasar Modal Syariah ini terus berlanjut dengan dibentuknya Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) dan Tim Pengembangan Pasar Modal Syariah pada tahun 2003.

Investasi-Pasar-Modal-Syariah-2

[Baca Juga: Yuk Kita Ketahui Bagaimana Investasi Syariah di Indonesia]

 

Pada 7 Mei 2008, perkembangan Pasar Modal Syariah mencapai tonggak sejarah baru dengan disahkannya UU nomor 19 tahun 2008 tentang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).

Jika dilihat dari sejarah perkembangan pasar modal Syariah, ternyata sekarang semakin beragam investasi Syariah yang sudah ada di Indonesia. Kenapa sih prinsip Syariah ini menjadi banyak sekali peminatnya?

Coba deh lihat video berikut ini:

 

Investasi Syariah, Investasi yang Mengedepankan Transparansi, Keterbukaan dan Keadilan

Investasi Syariah muncul ketika adanya pengharaman dari MUI, yaitu sistem bunga. Keuangan Syariah lahir saat umat Islam harus menghindari sistem bunga.

Oleh karena itu, banyak alternatif-alternatif Lembaga Keuangan Syariah yang menghindari sistem bunga yang sudah haram oleh MUI tahun 2003. Sejak saat inilah, maka lahir bank Syariah, asuransi Syariah, pasar modal Syariah, reksadana Syariah dan lembaga keuangan syariah lainnya.

Sekarang investasi Syariah itu sudah ada di obligasi, ada sukuk di Indonesia. Artinya, sekarang sudah banyak pilihan dan alternatif bagi muslim dan non muslim untuk berinvestasi.

Investasi Syariah ini menghindari sistem bunga, dimana penempatan dana, selain di produk-produk dan usaha-usaha yang halal, juga basisnya berdasarkan hasil pendapatan, sehingga dibagi secara adil, lewat bagi hasil.

Biasanya, instrumen investasi Syariah sudah memakai label Syariah dan mereka secara legalitas diatur oleh Fatwa Dewan Syariah Nasional.

Misalkan bank, dalam undang-undang sudah mengakui adanya bank konvensional dan bank Syariah. Bank Syariah, mulai dari bank umum Syariah hingga Bank Pembiayaan Rakyat Syariah atau BPR Syariah.

Investasi-Pasar-Modal-Syariah-1

[Baca Juga: Apa Yang Dimaksud Dengan Manajemen Keuangan Syariah?]

 

Di level mikro ada kopsa, koperasi Syariah dan Baitul maal tamwil dan Lembaga mikro keuangan Syariah lainnya.

Untuk yang non bank sudah ada solusinya, yaitu Pegadaian Syariah, asuransi Syariah dan semua berbasiskan akad-akad Syariah. Biasanya akad-akad tersebut berbasiskan bagi hasil yang dikenal dengan sistem musyarakah atau mudharabah.

Adapun untuk kepentingan barang dan komoditas menggunakan akad jual-beli. Sedangkan, untuk kepentingan sewa menggunakan akad ijarah. Sehingga, para pelaku bisnis Syariah, mereka tidak pusing karena ada panduannya.

Secara rasio pun masuk akal, mudah dipahami. Sehingga produk-produk dari Syariah pun menjadi banyak peminatnya.

Sistem dari investasi Syariah itu, selain menghindari dari sistem bunga atau riba, juga menghindari dari transaksi yang sifatnya spekulatif. Yang artinya, sistem Syariah adalah berdasarkan keterbukaan, transparansi dan semua produk harus berdasarkan sektor riil. Semua produk harus ada underlying asset-nya.

Jadi, uang bukan hanya sebagai alat tukar, alat satuan nilai, tetapi uang juga menjadi alat tukar untuk modal.

Kriteria dan Cara Memilih Perumahan Murah di Kota Besar 04 Uang Tunai - Finansialku

[Baca Juga: Ulasan Tentang Riba Asuransi Syariah, Apakah Ada?]

 

Setiap produk investasi Syariah pasti ada underlying asset-nya. Investasi Syariah ini bedanya adalah menggabungkan sektor riil dan sektor keuangan.

Dengan adanya sistem Syariah ini juga menghindari penyakit ekonomi, selain riba, ada maysir. Maysir adalah transaksi yang mengandung pertaruhan. Seperti perjudian, money game, sehingga ada pihak yang diuntungkan dan ada pihak yang dirugikan.

Sistem Syariah benar-benar menghindari hal tersebut. Sistem Syariah ini juga menghindari transaksi yang bersifat gharar. Gharar ini mengandung penipuan,

ketidakjelasan dari sisi kualitas dan kuantitas. Sehingga sistem Syariah ini bisa bertahan karena memiliki basis transparansi, keterbukaan dan keadilan.

Iklan Banner Online Course Yuk Buat Sendiri Rencana Keuangan Anda - Finansialku 728 x 90

Iklan Banner Online Course Yuk Buat Sendiri Rencana Keuangan Anda - Finansialku 336 x 280

Keuntungan yang didapat adalah keuntungan yang disahkan dalam syariat yaitu dalam bentuk bagi hasil. Jika jual beli, dalam bentuk margin. Kalau sewa-menyewa, dalam bentuk fee (ujrah).

Oleh sebab itu, keuntungan yang didapat adalah keuntungan yang bersih, transparan dan adil. Dimana jika mendapatkan untung, maka akan dibagikan secara merata dan kalau rugi pun akan dibagikan secara merata.

 

Investasi Syariah, Sudah Pasti Berkah dan Aman

Sudah dijelaskan bagaimana perkembangan investasi Syariah dan mengapa investasi Syariah ini banyak sekali peminatnya. Sudah saatnya kita mulai berinvestasi yang sesuai dengan Syariat Islam.

Sebelum Anda berinvestasi, pastikan Anda sudah mengetahui mengenai investasi yang Anda ingin gunakan. Salah satu investasi yang sering kita dengar adalah investasi reksadana.

Anda bisa belajar terlebih dahulu sebelum memulai investasi reksadana. Bacalah ebook dari Finansialku mengenai investasi reksadana untuk pemula di bawah ini.

Gratis Download Ebook Panduan Investasi Reksa Dana untuk Pemula

Download Panduan Berinvestasi Reksa Dana untuk Pemula -Finansialku.com

Download Ebook Sekarang

 

Setelah Anda membaca ebook tersebut dan masih memiliki pertanyaan mengenai investasi reksadana atau keuangan lainnya.

Anda bisa langsung menanyakan ke perencana keuangan Finansialku.com dengan menggunakan fitur Tanya Jawab di Aplikasi Finansialku.

Daftar Aplikasi Finansialku

Download Aplikasi Finansialku di Google Play Store

 

Setelah membaca artikel ini, saya yakin Anda telah mengetahui bagaimana sejarah investasi Syariah di Indonesia.

Bagikan informasi ini kepada teman atau saudara Anda yang belum mengetahui bagaimana sejarah investasi Syariah di Indonesia. Semoga bermanfaat!

 

Sumber Referensi:

  • Admin. 9 Juli 2018. Sejarah Kelahiran Pasar Modal Syariah di Indonesia. Sharianews.com – https://bit.ly/2LMTkGP

 

Sumber Gambar:

  • Investasi Syariah di Indonesia – https://bit.ly/2Q5buly