Siapa yang harus mengurus keuangan keluarga suami atau istri? Terkadang pasangan baru menikah sering sekali menanyakan hal ini. Kali ini kami, Finansialku.com akan membahas penjelasan lebih detilnya.  

 

Rubrik Finansialku

rubrik-ask-the-financial-planner

 

Siapa yang Harus Mengurus Keuangan Keluarga Suami atau Istri?

Menurut Anda siapakah yang harusnya mengurus keuangan keluarga, suami atau istri? Silakan share pengalaman dan komentar Anda pada bagian kolom komentar di bawah ini.

Dalam artikel kali ini, kami akan membahas sebenarnya siapa yang harus mengurus keuangan keluarga, suami atau istri?

Salah satu teman, kami ada yang bertanya melalui Facebook:

Siapa yang Harus Mengurus Keuangan Keluarga Suami atau Istri 2 - Finansialku

Pertanyaan: Pak ketika saya nanti menikah seharusnya yang mengatur keuangan itu saya atau calon suami saya?

 

Jika Anda ingin bertanya mengenai keuangan, silahkan Like Facebook Finansialku dan ajukan messages.

 

Jawaban: Idealnya Suami dan Istri Menjadi Satu Tim dalam Mengurus Keuangan Keluarga

Surplus atau minus dalam keuangan keluarga, adalah tanggung jawab pasangan. Di Indonesia budaya yang kerap kali kita temui adalah, suami menyerahkan seluruh gaji kepada istri untuk dikelola. Suami seolah-olah tidak terlalu peduli dengan harian keuangan keluarga.

5 Manfaat jika Anda & Pasangan Kompak Mengurus Keuangan Keluarga - Finansialku

[Baca Juga: 5 Manfaat jika Anda & Pasangan Kompak Mengurus Keuangan Keluarga]

 

Ketika Anda dan pasangan menikah, sebenarnya sudah tidak lagi aku dan dia, melainkan “kita”. Memang ada beberapa perbedaan ketika Anda melakukan pernikahan pisah harta (menggunakan prenuptial agreement). Jika Anda dan pasangan kompak dalam mengurus keuangan, maka akan ada banyak sekali manfaat, seperti:

 

#1 Menghilangkan beda persepsi dan kesalahpahaman

Jika Anda dan pasangan sama-sama mengurus keuangan, mulai dari membuat anggaran dan mengontrol keuangan harian, maka tidak akan terjadi kesalahpahaman. Setidaknya kemungkinan terjadi salah paham menjadi lebih minimum. Anda dapat menggunakan catatan keuangan yang sederhana, seperti catatan di buku atau menggunakan Aplikasi Finansialku.

Tampilan Anggaran Keuangan Keluarga Aplikasi Finansialku - Perencana Keuangan Independen Finansialku

 

  • Mulailah dengan membuat anggaran bulanan, karena anggaran adalah cara yang paling mudah untuk merencanakan (planning) dan mengontrol (controlling) pengeluaran rumah tangga.
  • Jangan malas catat pemasukan dan pengeluaran harian. Apakah Anda dan pasangan termasuk orang yang sulit menahan diri untuk belanja? Silakan coba catat pengeluaran harian Anda. Rata-rata orang akan lebih berhemat dan bisa menahan diri jika rajin mencatat keuangan.

 

#2 Meningkatkan kebersamaan dan kekompakan dalam hubungan suami istri

Pasangan suami istri tentu saja akan lebih kompak dan lebih dekat hubungannya jika memperjuangkan hal yang sama.

Banyak suami yang beranggapan bahwa mengurus keuangan adalah hal yang mudah. Atau saya terlalu sibuk dengan pekerjaan, sehingga sudah tidak ada waktu untuk mengurus keuangan keluarga. Jika pasangan Anda sudah berpikiran demikian, coba diingatkan untuk apa suami Anda bekerja? Toh pada ujungnya untuk kesejahteraan keluarga. Kenapa tidak memberikan waktu untuk memikirkan keuangan keluarga (bersama Anda)

anda-tidak-percaya-diri-mengelola-keuangan-keluarga-ini-solusinya-finansialku

[Baca Juga: Anda Tidak Percaya Diri Mengelola Keuangan Keluarga? Ini Solusinya]

 

Bagaimana jika Anda dan pasangan belum percaya diri mengurus keuangan keluarga? Jawabannya sebaiknya tingkatkan pengetahuan dan kemampuan Anda mengenai keuangan. Setidaknya baca informasi-informasi atau pengetahuan mengenai keuangan. Cari sumber-sumber yang terpercaya, karena tidak semua informasi yang ada di internet benar. Anda dapat download Aplikasi Finansialku di Google play store untuk mengetahui update informasi keuangan keluarga.

 

#3 Permasalahan keuangan keluarga dapat segera terselesaikan

Apa pun permasalahan keuangan keluarga Anda, dapat terselesaikan jika Anda berdua kompak. Beberapa permasalahan keuangan yang sering kami temui adalah:

  • Utang kartu kredit yang sudah ada sebelum melakukan pernikahan.
  • Utang-utang konsumtif dalam keluarga: cicilan mobil yang tidak kunjung lunas, utang kartu kredit yang selalu dibayar minimum, utang KTA yang terus meningkat dan lain sebagainya. Silakan baca: 2 cara melunasi cicilan utang.
  • Penghasilan masih tidak cukup, sedangkan pengeluaran meningkat (terlebih jika sudah ada anak). Solusinya adalah Anda berdua perlu kompak dalam meningkatkan penghasilan aktif, penghasilan investasi dan penghasilan pasif. Anda sebagai istri, juga dapat meningkatkan pemasukan tanpa harus menjadi wanita karir.

 

#4 Tujuan keuangan dapat lebih terwujud

Ternyata pasangan yang kompak dalam mengurus keuangan dan melakukan perencanaan keuangan (financial planning) akan lebih cepat mewujudkan tujuan-tujuan keuangannya. Nah apakah Anda sudah menyiapkan dana atau uang untuk:

  • Biaya pendidikan anak?
  • Biaya untuk melunasi utang KPR?
  • Biaya untuk liburan keluarga?
  • Biaya untuk pensiun nanti?

Ada banyak mimpi-mimpi dan keinginan-keinginan yang pastinya ingin diwujudkan. Jika Anda masih belum tahu darimana harus memulai untuk mewujudkan tujuan keuangan, maka Anda sebaiknya memulai dari merencanakan keuangan. Banyak sekali keuntungan yang dapat Anda peroleh jika merencanakan keuangan. Silakan hubungi perencana keuangan atau gunakan Aplikasi Finansialku untuk membantu mengelola dan merencanakan keuangan.

Aplikasi Finansialku Iklan 1 - Perencana Keuangan Independen Finansialku

 

#5 Sangat dimungkinkan Anda dan pasangan dapat segera mencapai kebebasan keuangan (financial freedom)

  • Apakah Anda ingin memiliki waktu dan kesempatan untuk melakukan hal-hal yang disenangi, tanpa harus memikirkan waktu untuk bekerja?
  • Apakah Anda ingin memiliki waktu lebih banyak untuk bersama dengan keluarga dan anak-anak?

Jika ya, maka Anda perlu mencapai kondisi kebebasan keuangan (financial freedom). Banyak orang ingin mencapai atau mendapatkan kebebasannya dan saya kira Anda juga menginginkan hal yang sama bukan? Kebebasan keuangan memang tidak mudah didapatkan, memang membutuhkan kerja keras, memang membutuhkan waktu dan oleh sebab itulah diperlukan kekompakan.

 

Mengurus Keuangan Keluarga Adalah Tanggung Jawab Anda Berdua. Namun Masing-Masing Beda Tugasnya.

Mengurus keuangan keluarga memang tanggung jawab suami dan istri.

  • Jika keuangan keluarga Anda saat ini sedang sehat dan sejahtera, maka itulah prestasi Anda dan pasangan.
  • Sebaliknya jika keuangan keluarga Anda saat ini sedang bermasalah, maka itulah permasalahan Anda dan pasangan.

Dalam prakteknya Anda dan pasangan harus menentukan pembagian tugas masing-masing. Namun Anda dan pasangan harus tahu kondisi keuangan keluarga saat ini. Jangan sampai pasangan Anda tidak mengetahui kondisi saat ini. Jika Anda ingin memulai, silakan coba saran-saran ini:

  1. Belajar membuat anggaran bersama.
  2. Suami dan istri sama-sama mencatat keuangan. Di Aplikasi Finansialku, Anda berdua dapat memasukkan informasi keuangan, jadi tidak ada alasan repot atau sulit mencatat keuangan.
  3. Anda berdua harus membuat sebuah rencana keuangan (financial planning).
  4. Anda berdua harus sama-sama belajar berinvestasi.
  5. Anda berdua harus sama-sama kompak mewujudkan tujuan-tujuan keuangan, baik tujuan jangka pendek (tujua dalam waktu 12 bulan ke depan), tujuan jangka menengah (2-5 tahun) dan tujuan jangka panjang (lebih dari 5 tahun).

 

Jangan lupa share artikel ini kepada pasangan dan saudara-saudara Anda, karena mereka juga punya permasalahan yang sama dengan Anda.

 

Apakah Anda mengalami kesulitan dalam mengurus keuangan keluarga? Silakan kirim pertanyaan Anda pada kolom komentar di bawah ini, karena perencana keuangan kami akan membantu menjawabnya.

 

Download E-Book Perencanaan Keuangan untuk Umur 20 an (GRATIS)

Ebook Perencanaan Keuangan untuk Usia 20 an Perencana Keuangan Independen Finansialku

 

Download Sekarang