Siklus Krisis Ekonomi 10 Tahunan IHSG: Mitoskah? Akankah Terjadi di 2018? Inilah Datanya!

Memasuki tahun 2018, banyak investor saham mulai membicarakan peluang terjadinya siklus krisis ekonomi 10 tahunan.

Pertanyaannya, benarkah akan terjadi siklus krisis ekonomi 10 tahunan tersebut?

Mari kita simak ulasan dari tim Creative Trader berikut.

 

Artikel ini dipersembahkan oleh:

 

Rekam Jejak IHSG Tahun 2017

Jika kita ingin memprediksi pergerakan IHSG di tahun 2018, maka kita juga perlu meninjau kembali kinerja IHSG di tahun 2017. Apa yang terjadi pada IHSG di tahun 2017 tentunya berpengaruh pada pergerakannya di 2018.

Tahun 2017 menjadi tahun yang sangat luar biasa untuk IHSG, secara total tahun ini IHSG berhasil mengalami kenaikan sebanyak 20,15%, IHSG pun ditutup di angka 6.355,65 di akhir tahun 2017 lalu.

Bukan cuma itu kenaikan IHSG yang luar biasa namun tahun ini adalah yang pertama kalinya dalam sejarah IHSG tidak mengalami kejatuhan ketika investor asing melakukan aksi jual besar-besaran.

Siklus Krisis Ekonomi 10 Tahunan IHSG

IHSG memberi Return yang tinggi, Namun Investor Asing malah Menjualnya

 

Meskipun naik secara luar biasa, Namun kita sebagai pelaku pasar pun harus mengetahui bahwa harga sebuah aset, termasuk saham, tidak bisa naik terus (menggelembung).

Dalam setiap kenaikan harga yang sehat, harus disertai dengan penurunan yang sewajarnya. Kenaikan yang tidak henti-hentinya justru membuat IHSG dalam bahaya kejatuhan yang tidak kalah hebatnya, dan memasuki tahun 2018 ini ketakutan tersebut mulai muncul di kalangan investor.

Karena itulah, timbul ketakutan bahwa di tahun 2018 ini akan terjadi krisis ekonomi yang menyebabkan Market Crash di IHSG, atau bahkan di market dunia.

Belum lagi munculnya analisa-analisa yang mengatakan bahwa siklus krisis ekonomi 10 tahunan di IHSG, semakin memperbesar peluang kalau market akan crash di tahun 2018.

 

Benarkah isu Siklus Krisis Ekonomi 10 Tahunan?

Yang menjadi pertanyaan adalah: Benarkah siklus 10 tahunan berpotensi membuat Market Crash di tahun ini? Dalam artikel ini, kami akan membahas mengenai siklus krisis ekonomi ini.

Seberapa besar ancaman krisis ekonomi yang menunggu di tahun ini? Mengapa begitu banyak analis membahas mengenai siklus ini? Dan tentunya apa yang perlu kita lakukan sebagai investor ritel untuk menghadapi tahun yang penuh tantangan ini?

 

Siklus Krisis Ekonomi 10 Tahunan di 2018

Pertama mari kita bahas mengapa istilah krisis 10 tahunan banyak dibahas beberapa bulan terakhir:

Kita tahu bahwa tahun 2008 lalu bursa saham dunia mengalami kejatuhan. Kejatuhan ini disebabkan karena Amerika Serikat yang merupakan ‘kiblat’ pasar saham dunia masuk ke dalam masa krisis.

Krisis ekonomi tersebut kita kenal dengan sebutan Subprime Mortgage, krisis tersebut menyeret kejatuhan bursa-bursa saham di seluruh dunia termasuk di Indonesia.

Kejatuhan IHSG tahun 2008 lalu dihubungkan dengan krisis yang terjadi di Indonesia tahun 1998 lalu, kebetulan selisihnya 10 tahun, dan 10 tahun setelahnya adalah tahun 2018.

Krisis Ekonomi 1998, memberikan pelajaran yang berharga

 

Namun pertanyaannya apa yang terjadi di IHSG di tahun 1998 lalu? Tidak banyak yang ingat tentunya. Penulis pun yakin lebih dari 90% analis di bursa saham Indonesia saat ini belum berinvestasi saham pada saat itu. Jadi siklus krisis ekonomi 10 tahunan hanyalah istilah yang dibuat-buat yang entah dimulai oleh siapa.

Namun karena mayoritas analis yang ada di bursa saat ini tidak memiliki ingatan sama sekali tentang apa yang terjadi pada IHSG di tahun 1998 lalu, dan satu-satunya yang diingat adalah tahun 1998 lalu ada krisis moneter, maka mereka menganggap IHSG juga mengalami kejatuhan tahun 1998 lalu.

Jadi kalau 1998 IHSG jatuh, tahun 2008 juga jatuh, siapa tahu 2018 juga IHSG akan jatuh. Dari situlah awalnya munculah istilah siklus krisis ekonomi 10 tahunanNamun sebenarnya jika kita pikirkan dengan tenang sebenarnya banyak hal yang kurang kuat dari argumen siklus tersebut.

 

#1 Krisis Ekonomi 10 Tahun ini Belum Pantas Disebut Siklus

Pertama: Karena baru terjadi 1 kali, apa pun yang baru terjadi 1 kali tidak pantas disebut siklus. 

Satu satunya fakta yang benar dalam kasus ini adalah tahun 2008 lalu terjadi Market Crash di IHSG, dan dari 1998 ke 2008 selisihnya 10 tahun. Cuma Itu!

Kejadian yang baru terjadi 1 kali tentu tidak layak disebut siklus. Ada sebuah contoh yang dapat menggambarkan isu ini.

Pada suatu hari terjadi hujan deras tepat jam 12 siang, kebetulan waktu malamnya muncul bulan purnama.

Seminggu kemudian kembali terjadi hujan deras tepat jam 12 siang, lalu ada orang yang berasumsi mengatakan bahwa malamnya akan muncul bulan purnama kembali.

Saat ditanya alasannya kenapa, orang tersebut berkata: ”karena memang siklusnya seperti itu”. Tentu kita akan menganggap analisa orang tersebut tidak berdasar.

 

Hal ini jelas sangat berbeda dengan Siklus Window Dressing yang terus kami bahas akhir tahun lalu, di mana kami sudah membuktikan bahwa dalam 10 tahun terakhir IHSG selalu naik di bulan Desember.

Kami pun menggunakan sampel 10 tahun terakhir, yang memang menunjukkan hal tersebut. Sehingga tidaklah heran IHSG terbang tinggi dan terus mencetak rekor pada bulan Desember lalu.

 

#2 IHSG Ternyata Tidak Jatuh di Tahun 1988 dan 1998

Kedua: IHSG tidak jatuh di tahun 1988 dan tahun 1998.

Entah siapa yang pertama memulai istilah siklus krisis ekonomi 10 tahunan di IHSG. Kemungkinan besar analis tersebut belum berinvestasi di pasar saham, dan kemungkinan tidak menganalisa dulu data-data IHSG yang lalu. Mengapa?

Mari lihat grafik berikut.

Grafik Pertumbuhan IHSG dari Tahun ke Tahun

 

Meskipun kita semua tahu kalau di tahun 1998 lalu terjadi krisis moneter, namun di tahun tersebut IHSG tidak mengalami penurunan. Krisis dimulai di tahun 1997 sampai awal 1998, dan di pertengahan kedua tahun 1998 IHSG sudah mengalami kenaikan, dan grafik IHSG sendiri tidak turun pada tahun 1998.

Jadi, sebenarnya selisih antara satu krisis ke krisis lainnya adalah 11 tahun, dan bukan 10 tahun lalu, seperti yang kita lihat pada grafik di atas.

Bukan cuma itu di tahun 1988 lalu pun IHSG malah tidak mengalami penurunan, melainkan mengalami kenaikan tahunan terbesarnya dalam sejarah IHSG. Pada tahun 1988, dalam 1 tahun IHSG naik 264%, rekor kenaikan dalam 1 tahun yang sangat luar biasa.

Rekor ini, bahkan kemungkinan besar tidak akan pernah terpecahkan bahkan sampai 100 tahun kedepan.

Kedua penjelasan di atas menunjukan bahwa Siklus Krisis 10 tahunan itu tidak ada sama sekali di IHSG. Satu-satunya fakta yang benar adalah di tahun 2008 lalu IHSG mengalami crash, sisanya salah.

 

Apakah Anda tertarik untuk berinvestasi saham? Silahkan download Gratis ebook: Panduan Berinvestasi Saham Untuk Pemula.

Gratis Download Ebook Panduan Berinvestasi Saham Untuk Pemula

Ebook Panduan Investasi Saham untuk Pemula Finansialku.jpg

Download Ebook Sekarang

 

Tetap Waspada IHSG di 2018

Sekarang kita tahu bahwa siklus 10 tahunan IHSG tidak ada, namun apakah pergerakan IHSG di 2018 aman dari penurunan?

Justru, hanya karena tidak ada siklus tersebut, bukan berarti tahun 2018 IHSG tidak akan turun cukup signifikan. Kenapa?

Alasannya sudah dikatakan di atas, bahwa IHSG sudah cukup lama mengalami kenaikan di 2017. IHSG terus memecahkan rekor tanpa mengalami penurunan.

Jika IHSG Turun, dan Anda nyangkut, Inilah yang perlu dilakukan

 

Seperti yang dikatakan di paragraf awal, setelah kenaikan yang signifikan harga saham umumnya akan mengalami penurunan, itu adalah siklus yang sangat biasa terjadi di bursa saham.

Tidak peduli ini tahun 2018, 2017, 2019 atau 2050 sekalipun, penurunan harga saham setelah mengalami kenaikan yang cukup lama selalu terjadi.

 

Tahun 2018 yang Penuh Tantangan

Andai kata IHSG malah kembali naik secara luar biasa di tahun 2018 ini tanpa adanya penurunan, pasti akan ada analis yang memunculkan istilah siklus krisis 11 tahunan, dimana tahun 1997 lalu IHSG krisis, tahun 2008 lalu juga krisis, maka diprediksi di tahun 2019 nanti akan kembali krisis.

Intinya di sini, bukan tahun berapa, tapi kenaikan IHSG itu sendiri. Kalau IHSG justru mengalami penurunan signifikan akhir tahun lalu dan IHSG bukan ditutup di 6.300 melainkan 5.300, maka istilah siklus tersebut kemungkinan tidak akan pernah kita dengar sama sekali.

Kesimpulannya, meskipun siklus krisis ekonomi 10 tahunan tidak bisa dibuktikan secara ilmiah, kenaikan IHSG sepanjang tahun 2017 lalu membuat tahun 2018 ini menjadi tahun yang penuh tantangan dan kesempatan untuk kita sebagai investor dan trader saham di Indonesia. Selamat Berinvestasi!

 

Disclaimer: Artikel ini tidak bertujuan untuk merekomendasikan instrumen investasi tertentu, hanya sebagai materi edukasi. Keputusan membeli tetap sepenuhnya ada di tangan investor

 

Sudahkah Anda berinvestasi saham? Bagaimana pendapat Anda terhadap kemungkinan adanya siklus krisis ekonomi 10 tahunan ini? Silahkan comment atau share ke pembaca lainnya ya. Terima Kasih.

 

Sumber Referensi:

 

Sumber Gambar:

  • Crisis – https://goo.gl/a8U2Rb
  • Economic – https://goo.gl/aEz8KL
  • IHSG 2017 – https://goo.gl/tjQi7C
  • IHSG Yearly – https://goo.gl/jD9s4R
  • Market Crash – https://goo.gl/2F52Jc

About the Author:

Creative Trading System
Creative Trading System merupakan perusahaan yang berisi orang-orang kreatif yang memfokuskan energi, pengetahuan dan kreativitasnya untuk menemukan metode terbaru dalam berinvestasi di Pasar Modal Indonesia. Tim Creative trader dikenal dengan berbagai research yang dilakukan untuk mempelajari dan mendeteksi pergerakan Market Maker dan Investor Asing. CTS juga pionir dan market leader dalam pengembangan Analisa Bandarmologi di Bursa Saham Indonesia.

Leave A Comment