Strategi Menyelesaikan Transaksi: Ungkapan “Tidak ada uang yang mudah diperoleh di market” sangatlah tepat. Sebab memerlukan proses panjang hingga akhirnya profit bisa diperoleh.

Pernahkah Anda mengalami, analisa sudah tepat, strategi dan indikator sudah canggih, manajemen risiko sudah mantap, ehhh gara-gara salah timing saat jual posisi, malah jadi rugi?

Atau dengan sabar menanti target profit dijemput, tetapi justru harga mendekati target cut loss, setelah itu Anda turunkan target profit dan terjual. Huff leganya.

Sayangnya setelah di cut profit, justru harga terus naik sesuai posisi transaksi Anda tersebut? Seandainya saja belum dijual pasti lumayan profitnya.

Lalu bagaimanakah agar bisa menjual posisi di waktu yang tepat sehingga keuntungan maksimal? Bagaimana cara mengenali timing tersebut? Apa sajakah parameter yang perlu disimak?

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Learn and Invest

 

Membuat Strategi Menjual Tepat Waktu

Menjual posisi di waktu yang tepat tidak kalah pentingnya dibandingkan entry di waktu yang tepat pula.

Di dunia trading, rasanya timing sangatlah penting.

Umumnya, kesalahan trader adalah hanya fokus di analisa dan open posisi. Rupanya hal ini masih belum cukup. Meski trading itu sederhana, faktanya tidak mudah dilakukan begitu saja.

Walaupun sederhana dan terlihat santai, trading membutuhkan banyak pembelajaran dan waktu berproses, tidaklah instan.

Hanya pribadi yang serius dan tekun sajalah yang mampu menghasilkan profit konsisten bahkan meraih trading for living.

Ada beberapa pendekatan untuk membuat strategi exit yang efektif, yaitu:

 

#1 Tentukan Time Frame Bertransaksi

Mula-mula, rencanakan dulu berapa lama Anda hendak berada di market atau berapa lama Anda hendak memegang posisi.

Trader jangka panjang berbeda dengan trader jangka pendek. Sebab lamanya Anda di market berpengaruh terhadap berbagai faktor yang perlu disimak.

Trader jangka panjang bisa memegang suatu posisi mata uang selama beberapa bulan hingga tahunan. Tentukanlah berapa target profit yang bisa dicapai setelah melewati jangka waktu tersebut.

Lalu, Anda dapat mengatur perintah di platform untuk target profit, cut loss ataupun memasang perintah trailing stop supaya profit yang diterima bisa dikunci, ketika terjadi fluktuasi harga.

Strategi Menyelesaikan Transaksi. Beli Itu Mudah, Jualnya Lebih Sulit! 02 - Finansialku

[Baca Juga: Apakah Tepat Investasi Forex Bagi Milenial?]

 

Jangan lupa dengan volatilitas di dunia forex, sehingga jangan memasang target terlalu sempit.

Biasanya, trader jangka panjang menggunakan parameter analisa fundamental untuk bertransaksi seperti data-data ekonomi, proyeksi ekonomi, dan sebagainya.

Sedangkan trader jangka pendek, biasanya memegang posisi kurang dari 1 hari hingga beberapa minggu.

Target profit ditentukan dengan bantuan berbagai parameter analisa teknikal seperti support resisten di Fibbonaci, garis MA, dan price action.

Kisaran target tersebut tentunya lebih sempit dibandingkan trader jangka panjang. Ada kalanya target cut loss yang ditentukan pula pada range harga sempit tergantung profil risiko trader.

 

# 2 Menentukan Besaran Risiko

Selain mempertimbangkan besaran profit yang ingin diperoleh, supaya seimbang trader juga perlu mempertimbangkan faktor risiko. Artinya, berapa besar batas risiko kerugian yang bisa ditoleransi tanpa mengganggu perekonomian dan kesehatan portofolio trader.

Cara untuk mengendalikan risiko biasa dicapai dengan mengatur berapa banyak posisi yang hendak dibeli saat bertransaksi.

Selain itu, berapa besaran target cut loss jika kondisi pasar tidak sesuai analisa.

Apakah Tepat Investasi Forex Bagi Milenial 03 Risiko - Finansialku

[Baca Juga: Mengapa 95% Trader Forex Rugi? Kenali Penyebab dan Cara Antisipasinya]

 

Trader nekad cenderung memasang stop loss yang jauh atau batas toleransi kerugiannya tinggi.

Namun memasang target cut loss yang terlalu sempit juga justru benar-benar membuat trader menjadi rugi sungguhan yang tadinya kerugian tersebut hanya sementara.

Umumnya trader sukses menggunakan rasio risk:reward sebesar 1:2 atau 1:3.

 

#3 Bantuan Analisa Fundamental dan Teknikal

Terkadang trader pemula bingung dan membutuhkan petunjuk yang jelas kapan harus menjual posisinya. Tentunya, kita tidak bisa terpaku hanya pada target profit dan target cut loss.

Supaya hasil trading bisa konsisten dan tidak subjektif ataupun dikendalikan oleh emosi, maka digunakanlah analisa fundamental dan teknikal.

Tidak perlu menguasai keduanya sekaligus. Anda bisa memilih salah satunya.

Analisa fundamental menggunakan berbagai pendekatan mendasar terhadap pasangan mata uang, misalnya kebijakan negara, kebijakan politik dan data- data ekonomi negara bersangkutan.

Sedangkan analisa teknikal mengandalkan price action. Beberapa tools analisa teknis yang sering digunakan, yaitu nilai Fibonacci, pivot, garis MA, angka-angka signifikan seperti tertinggi atau terendah yang baru dicapai, dan sebagainya.

 

Bantuan Analisa Teknis

Sama seperti analisa ketika hendak membuka posisi, untuk menjual posisi juga perlu strategi yang detail supaya bisa mengambil keputusan dengan mantap.

Pasar bergerak dengan dinamis dan harga berubah dengan cepat maka dibutuhkan teknik ampuh untuk mengatasinya. Teknis tersebut haruslah teruji dan bisa menghasilkan profit konsisten tentunya.

Berikut ini beberapa teknik analisa teknikal untuk membantu trader exit dengan profit maksimal:

 

#1 Pola Candlestick

Ilmu candlestick merupakan awal mula digunakannya analisa teknikal. Meski telah digunakan ratusan tahun, hingga saat ini ilmunya masih efektif.

Pola candlestick menunjukkan sejarah psikologi harga di masa lalu dan dipercaya bahwa pola masa lalu berpotensi besar untuk kembali berulang.

Candlestick menunjukkan berbagai pola untuk harga naik, harga turun dan pembalikan tren (doji).

Infografis-Pola-CandleStick-2

[Baca Juga: Infografis: Ada Apa Saja Pola Candlestick?]

 

Meskipun ada banyak pola candlestick, jangan khawatir. Anda hanya cukup menguasai pola candlestick yang memiliki pengaruh kuat, seperti engulfing, harami, marubozu, dan pola lainnya.

Dengan memahami pola-pola tersebut, Anda dapat melakukan cut profit ataupun cut loss, ketika candle membentuk pola berlawanan dengan arah Anda.

Biasanya penggunaan candlestick dikonfirmasi juga dengan volume transaksi.

 

#2 Pergerakan Harga Tidak Wajar

Normalnya harga bergerak dalam kisaran fluktuasi harga 15-20% dalam suatu periode. Terkadang, kedua tren bergerak konsolidasi sehingga strategi konvensional cenderung menghindari risiko dengan melakukan cut profit yang diikuti dengan ciri volatilitas yang rendah.

Strategi price action memungkinkan kita untuk mengetahui perubahan tren secara dini dengan melihat breakout atau breakdown pada harga.

Pada time frame pendek, perubahan tren ini bisa saja palsu. Contohnya sebentar naik, tidak lama tren kembali turun seperti semula. Hal ini disebut kondisi failed breakout.

Bisakah Kaya Dari Forex 01 - Finansialku

[Baca Juga: Trend is Your Friend: Panduan Mengenal Tren Dalam Trading Forex]

 

Jika hal ini terjadi, amannya trader menutup posisi setelah terjadi failed breakout. Jika harga sudah kembali ke tren semula, barulah kembali membuka posisi. Dan daerah harga gagal breakout tersebut dijadikan resisten atau target exit.

 

#3 Indikator Analis Teknikal

MA adalah indikator teknis paling terkenal dan banyak digunakan oleh trader sebab paling sederhana nan cocok untuk berbagai instrumen trading.

MA menampilkan pergerakan harga rata-rata dalam periode waktu tertentu. MA dapat digunakan untuk menentukan arah tren, apakah sedang uptrend atau downtrend.

Uptrend ditandai dengan MA periode waktu singkat berada di atas MA periode waktu panjang. Berlaku sebaliknya untuk downtrend.

Biasanya garis MA yang umum digunakan adalah MA 20, 50, 100.

Garis MA juga digunakan sebagai alternatif untuk menentukan support dan resistance.

Umumnya, jika harga menembus support garis MA, maka harga turun, sedangkan jika harga menembus garis resistance MA, maka harga naik.

Dalam menentukan harga exit juga bisa berpatokan dengan MA. Jika harga tidak kuat melewati MA, maka bisa melakukan cut loss maupun cut profit.

 

Exit Tanpa Permainan Perasaan

Dengan bantuan berbagai parameter di atas, trader dapat mengambil keputusan dan menjual posisi dengan tepat tanpa dipengaruhi oleh perasaan.

Faktor perasaan bisa membuat trader subjektif dan terombang ambing oleh keraguan dan ketakutan.

 

Di antara berbagai teknik di atas, manakah yang paling Anda andalkan?

Share jawaban Anda pada kolom yang tersedia. Terima kasih!

 

Sumber Referensi:

  • Van K Tharp, PhD. 2009. Super Trader Make Consistent Profits in Good and Bad Markets. New York: McGraw Hill.

 

Sumber Gambar:

  • Strategi Menyelesaikan Transaksi 01 – https://bit.ly/2UPmk3P
  • Strategi Menyelesaikan Transaksi 02 – https://bit.ly/2KpUUxr