Surat Berharga Negara (SBN) atau bisa disebut dengan obligasi negara adalah salah satu instrument investasi, lho. Seperti apa SBN ini?

Langsung simak yuk ulasannya di artikel Finansialku ini!

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Learn and Invest

 

Surat Berharga Negara

SBN atau Surat Berharga Negara adalah produk investasi yang diterbitkan dan dijamin oleh Pemerintah Republik Indonesia kepada individu Warga Negara Indonesia.

SBN menjadi alternatif produk investasi yang aman, mudah, terjangkau dan menguntungkan. Melalui SBN, masyarakat juga berpartisipasi dalam pembiayaan dan pembangunan negara.

Dalam artikel ini, Finansialku akan membahas lebih rinci tentang SBN dan jenis-jenisnya.

 

#1 Saving Bond Ritel (SBR)

Saving Bond Retail sama seperti namanya, memang mirip dengan tabungan (saving) atau deposito bank karena tidak bisa diperdagangkan di pasar sekunder.

Artinya, SBR hanya bisa dibeli pada masa penawaran dan disimpan hingga waktu jatuh tempo, kecuali investor memilih fasilitas early redemption (pencairan awal).

Masa pencairan awal ini adalah pilihan dan biasanya bisa diambil setelah setahun berinvestasi.

SBN Sebagai Upaya Stabilisasi Rupiah 01 Finansialku

[Baca Juga: Baca 3 Tips Efektif Investasi SBN Ini Kalau Mau Untung]

 

Karena untuk ritel investasi awal SBR sangat rendah, mulai dari Rp 1 juta (unit) hingga Rp 3 miliar (3000 unit).

Biasanya, tenor dari SBR tidak terlalu panjang, seperti SBR006 yang terbit pada April lalu memiliki tenor 2 tahun saja.

Imbalan atau kupon SBR biasanya ditetapkan floating with floor atau mengambang dengan batas minimal.

GRATISSS Download!!! Ebook Panduan Investasi Reksa Dana untuk Pemula

Download Panduan Berinvestasi Reksa Dana untuk Pemula -Finansialku.com

Download Ebook Sekarang

#2 Obligasi Ritel Indonesia (ORI)

ORI adalah Obligasi Negara yang bisa diperdagangkan oleh investor ritel.

Tujuan diterbitkannya ORI adalah untuk memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada masyarakat atau investor individual untuk secara langsung memiliki dan memperdagangkan secara aktif dalam perdagangan Obligasi Negara.

Kupon ORI bersifat tetap dan dibayar tiap bulan. Sebagai instrumen investasi, Sukri dapat diperjualbelikan di pasar sekunder.

Artinya, investor yang membeli ORI tidak harus memegangnya hingga jatuh tempo tetapi bisa menjualnya di pasar.

 

#3 Sukuk Ritel (Sukri)

Sukri secara umum mirip dengan ORI tetapi berbasis syariah. Sukri dijual kepada investor individu melalui Agen Penjual dengan pembelian minimal Rp 5 juta.

Imbalan Sukuk Ritel bersifat tetap, dibayar tiap bulan. Sebagai instrumen investasi, Sukri dapat diperjualbelikan di pasar sekunder.

 

#4 Sukuk Tabungan (ST)

Sedangkan ST secara struktur mirip dengan SBR tetapi berbasis syariah. ST dijual kepada investor individu masyarakat Indonesia melalui agen penjual dengan pembelian minimal Rp 2 juta.

Kupon ST biasanya floating with floor dan dibayarkan tiap bulan. Sama seperti SBR, ST tidak dapat diperdagangkan, tetapi memiliki fasilitas early redemption.

 

Istilah-istilah Dalam Surat Berharga Negara (SBN)

Adapun istilah-istilah yang biasanya akan kamu temukan dalam penjualan SBN antara lain:

 

#1 Kupon

Kupon atau bunga adalah imbal hasil yang dibayar kepada pemilik (investor) SBR.

Kupon ini dihitung dalam persentase terhadap jumlah pokok utang dan waktu setahun. Namun, pembayarannya bisa dilakukan setiap bulan sekali.

Misalnya, bila seorang investor membeli SBR seharga Rp 100 juta dengan, kupon 8 persen per tahun, maka dalam setahun investor akan mendapatkan bunga Rp 8 juta.

Akan tetapi karena pembayaran setiap bulan sekali, maka investor akan menerima bunga Rp 8 juta: 12 = Rp 666.666,67 setiap kali pembayaran kupon.

Jenis kupon bisa saja fixed (tetap) atau floating (mengambang). Kupon fixed besaran bunganya selalu tetap dari awal hingga jatuh tempo. Sementara kupon floating bisa berubah bergantung dengan acuan.

 

#2 Floating With Floor

Untuk seri sebelumnya, SBR005, ditetapkan kupon floating with floor dengan nilai kupon minimal 8,15 persen per tahun.

Apabila diterjemahkan, floating with floor berarti kupon yang mengambang dengan kupon minimal.

“Mengambang” artinya besaran kupon SBR akan disesuaikan dengan perubahan tingkat suku bunga Bank Indonesia atau 7 Day Reverse Repo Rate (7DRRR) sebagai acuan.

Sedangkan “kupon minimal” artinya tingkat kupon pertama yang ditetapkan akan menjadi kupon minimal yang berlaku sampai dengan jatuh tempo.

Artinya, bila suku bunga acuan naik, kupon bisa disesuaikan naik tetapi bila acuan turun, kupon tidak akan turun lebih rendah daripada batas minimal.

 

#3 Jatuh Tempo dan Tenor (Maturity)

Tenor adalah jangka waktu investasi atau masa berlaku SBR. Setelah jangka waktu ini habis, maka SBR akan jatuh tempo.

Artinya, uang pokok (modal) pemegang SBR akan dikembalikan seluruhnya oleh pemerintah. Tenor SBR biasanya adalah dua tahun.

 

#4 Masa Penawaran

Masa penawaran adalah jangka waktu yang ditetapkan untuk memesan produk SBR.

Masyarakat yang berencana membeli SBR006 hanya bisa memesan pada jangka waktu yang nanti akan ditetapkan oleh pemerintah.

 

#5 Tanggal Penetapan

Usai investor melakukan proses pemesanan pada masa penawaran, Kementerian Keuangan akan menetapkan total jumlah pesanan SBR yang masuk.

 

#6 Setelmen

Setelmen adalah tanggal penyelesaian. Artinya, pada tanggal ini seseorang yang telah memesan SBR pada masa penawaran sudah resmi menjadi investor.

Mulai tanggal ini, perhitungan kupon SBR pun dimulai.

 

#7 Kuota

Pemerintah menetapkan nilai minimal pembelian SBR adalah Rp 1 juta (1 unit).

Kemudian, seorang investor bisa membeli berkali-kali dalam masa penawaran tetapi total nilai pembelian yang bisa dilakukan adalah Rp 3 miliar (3000 unit) untuk satu individu.

Artinya, kuota individu adalah sebesar Rp 3 miliar untuk satu seri SBR.

Sementara itu, pemerintah juga menetapkan kuota nasional, atau jumlah SBR yang diterbitkan dan tersedia bagi seluruh investor dalam satu seri penawaran.

Contoh, pada penerbitan SBR005, kuota nasional pada awalnya sebesar Rp 2 triliun. Akan tetapi, karena minat masyarakat besar pada produk ini, kuota nasional akhirnya ditambah hingga mencapai Rp 5 triliun.

 

#8 Early Redemption

Fasilitas early redemption adalah pencairan lebih awal dana investor yang dimiliki di produk SBR.

Jadi, meskipun investor tidak dapat menjualnya di pasar sekunder, investor dapat mencairkan maksimal sebanyak 50 persen dananya di SBR.

Early redemption pada produk SBR biasanya minimal Rp 1 juta (dari kepemilikan awal Rp 2 juta) atau jumlah dengan kelipatan Rp 1 juta.

 

#9 Mitra Distribusi

Mitra distribusi adalah perusahaan-perusahaan yang ditunjuk Kementerian Keuangan sebagai agen penjual SBR, salah satunya adalah Bareksa.

 

Sekian penjelasan singkat mengenai SBN, apakah ada disini Sobat Finansialku yang berencana atau bahkan sudah membeli SBN?

Share pengalaman kalian di kolom komentar ya!

 

Sumber Referensi:

  • sbn.bareksa.com

 

Sumber Gambar:

  • SBN – https://bit.ly/3eWJIn7