Anda perlu membuat tujuan keuangan yang baru ketika Anda menjadi orang tua tunggal, supaya keluarga Anda bisa hidup lebih tenteram di masa mendatang. Inilah tips keuangan untuk orang tua tunggal!

Menjadi orang tua tunggal bukanlah hal yang mudah. Dalam hal perencanaan keuangan memiliki tantangan untuk jangka panjang.

Seperti kata Thomas Carlyle, “Manusia tanpa suatu tujuan ibarat sebuah kapal tanpa kemudi-anak terlantar-, hal sia-sia, bukan siapa-siapa.”

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Finansialku Planner

 

8 Tips Keuangan untuk Orang Tua Tunggal

Terkadang, roda kehidupan terasa berputar cepat. Banyak hal yang tak terduga bisa tiba-tiba datang lalu menghancurkan segala yang telah dimiliki seseorang. Kebangkrutan, utang, perceraian, hingga kecelakaan, adalah hal-hal tak terduga yang selalu ditakuti setiap orang biasa.

Sayangnya, masih banyak dari mereka yang tak mengantisipasi perencanaan keuangannya dari jauh-jauh hari. Nah, berikut ini tips keuangan untuk orang tua tunggal:

 

#1 Siapkan Dana Darurat

Dana darurat berfungsi seperti asuransi yang akan memecahkan banyak masalah yang mungkin kita alami kalau terjadi sesuatu yang tidak diinginkan dalam kehidupan finansial. Dana ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan primer di saat darurat.

Jadi Anda bisa bertahan hidup selama tiga sampai enam bulan sekalipun tidak punya penghasilan sama sekali.

Dana Darurat Keluarga 01 - Finansialku

[Baca Juga: Cara Menghitung Dana Darurat Dengan Aplikasi Finansialku]

 

Semakin dinamis pekerjaan kita, yang artinya jumlah penghasilan bulanan tidak tetap, dana darurat pun harus lebih besar jumlahnya. Lebih besar dari orang yang bekerja di kantor, yang tiap bulannya sudah bisa memprediksi jumlah yang akan diterima.

Jadi, seorang pedagang (yang pendapatannya fluktuatif) harus punya dana darurat yang lebih besar dibandingkan dengan seorang pekerja kantoran, walaupun jumlah pendapatan mereka sama.

Pada umumnya, dana darurat jumlahnya berkisar antara tiga sampai enam kali dari pengeluaran bulanan kita. Tiga kali itu mungkin angka yang cukup OK buat yang masih belum punya tanggungan.

Kalau sudah punya tanggungan anak, lebih baik siapkan dana darurat sebesar enam kali pengeluaran bulanan.

Dana darurat juga harus digunakan pada saat yang darurat. Sebelum memutuskan memakai dana darurat, pastikan dulu beberapa hal berikut:

  1. Kejadian yang benar-benar di luar rencana atau kontrol kita misalnya bencana alam atau kecelakaan.
  2. Kejadian benar-benar penting. Misalnya, kendaraan kita rusak parah atau rumah harus direnovasi.
  3. Kejadiannya benar-benar darurat. Misalnya: kecelakaan.

 

#2 Miliki Asuransi Kesehatan untuk Anda dan Anak

Kita sering mendengar tentang ludesnya harta keluarga hanya karena dipakai untuk mengobati penyakit kritis yang diderita oleh salah satu anggota keluarga. Padahal, mungkin butuh waktu bertahun-tahun bagi kita untuk dapat mengumpulkan harta sebesar itu.

Pada saat kita menjadi orang tua tunggal, kita adalah tulang punggung keluarga. Kitalah yang sehari-hari bekerja untuk membayar pengeluaran keluarga setiap bulan. Berarti, keluarga Anda sangat bergantung pada Anda.

Asuransi Kesehatan Reimburse dan Asuransi Kesehatan Cashless 01 - Finansialku

[Baca Juga: Selain Premi Murah dan Klaim Cepat, Apa Saja Kriteria Pilih Asuransi Kesehatan?]

 

Bisakah Anda membayangkan apa yang akan terjadi bila tiba-tiba Anda tidak bisa bekerja lagi karena adanya gangguan fisik, misalnya kecelakaan? Keluarga Anda pasti akan kehilangan penghasilan sehingga kebutuhan pokok keluarga Anda tidak akan terbeli.

Dalam buku The Quiet Millionaire (Miliarder Pendiam), perencana keuangan Brett Wilder menceritakan kisah-kisah tragis tentang hilangnya sebuah kesuksesan secara tiba-tiba.

Menurutnya, banyak orang gagal hanya karena tak punya asuransi kesehatan, atau bahkan terlalu banyak membayar asuransi lantaran kurangnya wawasan dan pemahaman.

 

#3 Miliki Asuransi Jiwa untuk Anda

Pengamat asuransi, Herris Simanjuntak memandang asuransi sebagai pelindung dari sebuah penderitaan secara finansial. Salah satunya adalah asuransi jiwa, yang selama ini masih belum dianggap penting.

Istilah “manfaat kematian” yang tercantum pada kontrak asuransi jiwa akan menggantikan Income Anda dan membantu keluarga yang Anda cintai untuk memenuhi kebutuhannya.

Untuk mengetahui apakah seseorang membutuhkan asuransi jiwa, Herris mengajak memikirkan risiko terburuk yang mungkin terjadi.

“Bagaimana jika Anda meninggal besok? Risiko finansial apa yang akan terjadi terhadap keluarga Anda? Apakah mereka memiliki cukup uang untuk membayar seluruh tagihan Anda, seperti perawatan rumah sakit, biaya pemakaman, utang?”

Lebih Baik Mana, Asuransi Murni atau Asuransi Unitlink 03 Asuransi Jiwa - Finansialku

[Baca Juga: Bagaimana Cara Memaksimalkan Cash Value atau Nilai Tunai Dalam Asuransi Jiwa?]

 

Herris menegaskan, asuransi merupakan pengeluaran terbaik dalam memperhitungkan risiko hidup.

Ketika suatu waktu musibah datang, asuransi itulah yang menolong seseorang untuk melunasi tagihan, melanjutkan bisnis keluarga, memenuhi kebutuhan finansial, dan hal-hal lainnya.

 

#4 Rencanakan Keuangan untuk Menjaga Lifestyle Anda

Tanpa catatan anggaran, seseorang takkan pernah sadar bahwa telah terkumpul sejumlah dana besar yang hilang untuk keperluan-keperluan tak penting itu.

Penulis ternama, John C. Maxwell, mengibaratkan catatan anggaran sebagai panduan yang bisa menuntun seseorang untuk memiliki “sesuatu yang berharga” di masa depan.

Sebagai orang tua tunggal yang menjadi tantangan adalah harus mampu mengatur anggaran belanja yang efisien dan dapat diselesaikan dengan baik. Hindari pembelian barang yang tidak perlu penting agar uang Anda bisa berputar dengan cepat.

Anda bisa membaca ebook dari Finansialku di bawah ini sebagai referensi untuk dapat merencanakan keuangan dengan tepat.

Gratis Download Ebook Perencanaan Keuangan untuk Usia 30 an

Perencanaan Keuangan Untuk Usia 30 an - Finansialku Mock Up

Download Ebook Sekarang

 

#5 Siapkan Dana Pendidikan Anak

Saat ini biaya pendidikan sangat mahal. Kalau mengikuti jenjang pendidikan formal, biaya pendidikan yang terasa paling mahal adalah di perguruan tinggi. Selain tinggi, biaya pendidikan di Indonesia juga selalu naik setiap tahunnya.

Salah satu tujuan keuangan Anda sebagai orang tua adalah mempersiapkan dana pendidikan untuk anak.

Hal ini merupakan keharusan karena mempersiapkan dana pendidikan merupakan salah satu kewajiban yang harus Anda penuhi sebagai orang tua.

Jangan Terlambat Menyiapkan Dana Pendidikan Anak - Perencana Keuangan Independen Finansialku

[Baca Juga: Anti Galau! Pahami Cara Cerdas Menyiapkan Dana Pendidikan Anak]

 

Kunci keberhasilan menyiapkan dana pendidikan adalah persiapkan dana pendidikan tersebut sejak sekarang, jangan besok, minggu depan, apalagi tahun depan.

Keuntungan bila Anda menyiapkan dari sekarang adalah jumlah yang harus Anda tabung tidak akan jadi terlalu besar dan memberatkan Anda, dan target besar yang jauh di depan mata Anda bisa dicapai.

Sebagai contoh, anggap anak Anda sekarang berumur 0 tahun dan Anda belum memiliki persiapan dana apa-apa pada saat ini.

Untuk mempersiapkan biaya kuliah sebesar Rp250 juta pada saat umurnya 18 tahun, Anda hanya perlu menabung sebesar Rp61.000 per bulan ke dalam sebuah investasi berbunga 25% per tahun (bunga berbunga bulanan).

Kalau Anda menunda menabung dan mulai menabung pada tahun ketiga. Berdasarkan perhitungan, untuk bisa mencapai jumlah Rp260 juta itu tadi, ternyata Anda harus menabung sebesar Rp100.000 per bulan, bukan lagi sebesar Rp61.000.

Kalau Anda menunda menabung dan mulai menabung pada tahun kesepuluh, maka untuk bisa mencapai jumlah yang sama, Anda harus menabung sebesar Rp620.000 per bulan, bukan lagi sebesar Rp100.000 dan bukan Rp61.000.

Dana pendidikan ini bisa diperoleh dengan cara menabung dari sekarang atau Anda juga mengambil alternatif asuransi pendidikan.

Asuransi pendidikan adalah kontrak antara sebuah perusahaan asuransi dan nasabah yang memiliki anak, yang menyebutkan bahwa si nasabah (sebagai orang tua) akan mendapatkan jumlah dana pendidikan tertentu dari perusahaan asuransi kalau anaknya mencapai jenjang-jenjang pendidikan tertentu.

Apabila terjadi risiko kematian pada si orang tua sementara anaknya belum mendapatkan dana pendidikannya secara utuh, maka sisa dana pendidikan tadi dijamin akan tetap diberikan.

Dengan mengambil asuransi pendidikan, berarti Anda menabung dan mengambil asuransi jiwa secara bersamaan. Namun biasanya preminya lebih mahal dibandingkan Anda menabung sendiri.

Dalam Aplikasi Finansialku telah disediakan kalkulator untuk biaya pendidikan, dan berapa banyak yang harus Anda tabung, juga investasi apa yang tepat untuk Anda supaya bisa mencapai dana yang tepat.

Anda bisa mengunakan bantuan kalkulator biaya pendidikan pada Aplikasi Finansialku untuk memudahkan perhitungan tersebut.

Anda bisa download Aplikasi Finansialku melalui link di bawah ini atau melalui Google Play Store.

 

#6 Persiapkan Dana Hari Tua Anda

Anda tentu menyadari bahwa Anda tidak bisa selamanya bekerja. Suatu saat Anda harus berhenti bekerja karena usia yang tidak lagi memungkinkan untuk Anda bisa terus bekerja.

Terlebih lagi saat Anda menjadi orang tua tunggal, Anda harus menanggung keluarga Anda seorang diri.

Mempersiapkan masa pensiun harus menjadi salah satu tujuan keuangan yang sebaiknya Anda persiapkan sejak sekarang, di luar tujuan-tujuan keuangan keluarga yang lain.

Cara mempersiapkan program pensiun sebetulnya sederhana. Pada dasarnya Anda perlu memiliki sejumlah dana pada saat pensiun karena dana itulah yang akan Anda gunakan untuk membiayai hidup Anda ketika sudah pensiun.

Tak Perlu Takut Hadapi Masa Tua, Ini Produk Dana Pensiun yang Bisa Dipertimbangkan! 01 - Finansialku

[Baca Juga: Waspada, 5 Penyebab Gagal Pensiun Dini! Hitung Dana Hari Tua Sekarang!]

 

Untuk mengetahui seberapa besar standar biaya hidup pensiun yang Anda perlukan, lakukan cara berikut: sekarang Anda berumur 30 tahun. Bayangkan bahwa Anda baru saja pensiun pada umur 60 tahun.

Tentunya, anak Anda sudah mandiri dan lepas tanggung jawab Anda. Segala pengeluaran untuk mereka sudah akan hilang. Biaya transportasi mungkin juga akan berkurang karena Anda tidak lagi pergi bekerja.

Namun, beberapa biaya lain mungkin saja naik. Biaya-biaya kesehatan mungkin meningkat seiring dengan tidak ada inflasi (atau inflasi 0%) dari sekarang sampai Anda pensiun, maka Anda bisa menentukan berapa jumlah standar biaya hidup Anda kelak ketika sudah pensiun.

Misalnya Anda ingin pensiun dengan standar biaya hidup sebesar Rp5 juta per bulan menurut nilai uang sekarang, maka dengan asumsi setiap tahun ada inflasi sebesar 10%, maka tabelnya adalah sebagai berikut:

Jadi jelas jika Anda sekarang berusia 35 tahun dengan standar biaya hidup sebesar Rp5 juta per bulan, maka sudah sama dengan Rp54,1 juta pada saat Anda berusia 60 tahun. Bila disetahunkan, sama dengan Rp650 juta.

 

#7 Persiapkan Waris

Budaya di Indonesia sering kali salah dalam memandang waris. Waris merupakan hal yang tabu untuk dibicarakan.

Padahal dalam perencanaan keuangan, ini merupakan hal yang penting yang tidak kalah dari perencanaan dana darurat, asuransi, dana pendidikan dan dana pensiun.

Kematian merupakan hal yang tidak dapat diprediksi. Menyusun waris sedini mungkin dapat juga mengantisipasi adanya kesulitan di masa depan. Jangan sampai konflik karena waris menjadi sumber masalah keluarga.

Adanya perencanaan waris, seluruh aset dan harta yang dimiliki dapat diberikan dengan jumlah yang tepat kepada keluarga sesuai dengan hukum.

Terutama apabila ahli waris adalah anak-anak yang masih kecil atau belum dewasa. Anda perlu menentukan wali yang tepat untuk anak Anda ketika Anda nanti tiada.

 

#8 Ubah Penghasilan Aktif Menjadi Penghasilan Investasi dan Pasif

Pendapatan aktif kita, mulai kita ubah ke aset-aset yang dapat menghasilkan pendapatan untuk kita. Tentunya agar aset kita dapat mendatangkan uang, kita harus memiliki mesin atau sistem bisnis.

Investasi bisa dijadikan salah satu cara agar Anda dapat segera mencapai kebebasan keuangan. Kini, sudah banyak ragam jenis produk investasi yang bisa Anda pilih sesuai dengan kebutuhan.

Salah satu produk investasi yang bisa Anda gunakan adalah emas. Emas merupakan logam mulia yang selalu mengalami peningkatan harga setiap harinya.

Selain itu, emas juga sangat cocok untuk dijadikan investasi jangka panjang karena dapat bertahan terhadap arus inflasi.  

Di Finansialku.com terdapat berbagai saran untuk mengubah penghasilan aktif menjadi penghasilan investasi juga penghasilan pasif. Anda juga bisa menanyakan pada perencana keuangan kami mengenai langkah-langkah yang tepat untuk merencanakan keuangan Anda.

 

Jangan lupa bagikan artikel di atas ya! Terutama bagi teman atau kerabat Anda yang membutuhkan informasi tersebut. Semoga bermanfaat, terima kasih.

 

Sumber Referensi:

  • Admin. Top Financial Planning Tips Single Parents. Abcnews.go.com – https://abcn.ws/2RTIFti
  • Budi Safa’at. 2015. 99 Perbedaan Cara Mengelola Uang Miliarder vs Orang Biasa. Jakarta: Grasindo.
  • Safir Senduk. 2000. Seri Perencanaan Keuangan Keluarga Mengelola Keuangan Keluarga. Jakarta: PT Elex Media Komputindo
  • Candra Chahyadi. 2015. Revolusi Uang Perubahan Radikal Mindset dan Cara Mengelola Uang. Bandung: PT Visi Anugerah Indonesia

 

Sumber Gambar:

  • Orang Tua Tunggal – http://bit.ly/2RM4Q4y