Butuh tips wanita karier? Bagaimana cara mencapai keseimbangan hidup antara karier dan keluarga?

Kali ini Finansialku akan membagikan tips bagi para wanita karier supaya dapat melakoni kedua peran tersebut secara seimbang. Check it out!

 

Problematika Wanita, Antara Karier dan Keluarga

Menjalani pilihan sebagai wanita karir sekaligus ibu rumah tangga, memang bukan hal yang mudah.

Pada akhirnya, tidak sedikit yang menyerah karena merasa tertekan akibat tidak mampu menyeimbangkan kedua peran tersebut.

Ada yang memilih untuk mengorbankan keluarga, karena telah bersusah payah membangun karier yang cemerlang. Hingga perpisahan dengan pasangan dirasa sebagai jawaban.

Tidak sedikit juga yang memilih untuk meninggalkan pekerjaan dan memberikan fokusnya secara penuh pada keluarga karena merasa bahwa keluarga adalah segalanya.

Problematika seperti ini sangat banyak dijumpai, terlebih bagi wanita yang memilih bekerja dengan status sudah berkeluarga. Memang, tidak mudah menemukan kata ‘seimbang’ atau titik tengah antara karier dan keluarga.

Namun, tidak ada sakit yang tidak ada obatnya. Begitupun dalam hal ini, tidak ada masalah yang tidak ada solusinya. Bukan begitu, ladies?

Lalu apa yang harus dilakukan untuk mencari solusi tersebut? Kunci awalnya, tanyakan pada diri sendiri.

Ladies, Inilah Tips Mencapai Keseimbangan Karier dan Keluarga 02

[Baca Juga: Mengurus Keuangan Rumah Tangga Ala Wanita Karier]

 

Bertanya pada Diri Sendiri

Sobat Finansialku, siapa yang tidak ingin sukses menjalani peran sebagai wanita karier tapi bisa memberikan yang terbaik juga untuk keluarga?

Kondisi seperti ini pasti menjadi dambaan setiap wanita meskipun bukan hal mudah karena dibalik itu semua ada tantangan yang harus dihadapi. Mengingat antara karier dan keluarga adalah dua tanggung jawab yang berat.

Sebaiknya coba bertanya pada diri sendiri. Mengenai:

 

#1 Apa Hal yang Lebih Penting, Karier atau Keluarga?

Nah, untuk menjawab pertanyaan ini sebenarnya tidak ada yang benar atau salah, baik memilih karier lebih penting atau memprioritaskan keluarga.

Keduanya punya nilai kebenaran bagi masing-masing individu. Sebab banyak faktor yang melatarbelakangi penilaian ini pada setiap orang.

Faktanya, banyak yang berpikir bahwa karier lebih penting karena keluarganya tidak ingin merasakan hidup susah. Sehingga, dengan bekerja maksimal dan mendapatkan uang, dianggap sebagai cara untuk melindungi keluarga.

Namun, di sisi lain ada yang menilai bahwa keluarga adalah segalanya. Sehingga uang bisa dicari tapi waktu kebersamaan dengan keluarga tak bisa terganti.

Sehingga, yang harus ditekankan adalah memilih nilai yang diyakini oleh diri sendiri dan juga pasangan. Sehingga akan timbul saling pengertian satu sama lain.

Kenapa harus memilih nilai yang diyakini diri sendiri dan pasangan? Bukankah kita pribadi yang akan menjalaninya?

Tujuannya yaitu untuk meminimalkan tekanan yang dirasakan. Banyak permasalahan terjadi karena nilai yang kita yakini bertolak belakang dengan pasangan, sehingga memicu perdebatan bahkan berujung perpisahan.

So, tanyakan apa yang menjadi prioritas diri sendiri dan komunikasikan bersama pasangan.

 

#2 Apa Alasan yang Mendasari Nilai Tersebut?

Setelah memilih prioritas baik itu karier atau keluarga, selanjutnya tanyakan pada diri sendiri alasan yang mendasari pilihan tersebut?

Jika memilih untuk mengutamakan karier, alasan apa yang membuat kita lebih memilih bekerja dibandingkan keluarga?

Umumnya, kebanyakan orang menjawab bahwa alasan bekerja yaitu untuk mendapatkan uang atau income untuk keluarga.

Tapi sayangnya, ada keluarga yang merasa pekerjaan menjadi sumber masalah karena banyak menyita waktu hingga melupakan bahwa keluarga memerlukan perhatian dan kehadiran kita.

Cobalah untuk mengatur mindset dari perspektif yang lebih seimbang, sehingga bisa tetap menjalani pekerjaan tanpa mengabaikan keluarga.

Dengan mindset dan perspektif yang tepat, kita akan lebih mudah menjalani hidup sesuai dengan nilai yang dianggap penting.

Dengan bertanya pada diri sendiri, secara tidak langsung memberikan kesempatan untuk bisa mengevaluasi diri.

Sehingga diharapkan, nilai apapun yang dipilih merupakan kepusan bijak serta mendapat dukungan dari orang terdekat. Let’s do it!

 

banner -the truth about money and relationships

 

Tips Agar Karier dan Keluarga Bisa Seimbang

Ladies, berbicara tentang karier dan keluarga untuk para wanita bisa dikatakan kondisi yang sulit untuk bisa mengaturnya.

Terlebih pemikiran yang berkembang di masyarakat, masih menekankan tugas utama wanita adalah fokus mengurus rumah dan keluarga.

Itulah sebabnya, sekalipun wanita memilih bekerja tetap diharapkan dapat mengatur urusan domestik rumah tangga. Lain halnya dengan pria yang cenderung fokus bekerja tanpa dibebani urusan rumah dan keluarga.

Nantinya, ketika ada beberapa urusan rumah dan keluarga yang terbengkalai, wanita kerap menjadi tersangka hingga memicu pertengkaran.

Padahal jika dilihat konteksnya, pasangan tersebut sama bekerja sehingga diharapkan ada pengertian antara satu sama lain.

Supaya peran sebagai wanita karier dapat terlaksana tanpa mengesampingkan berbagai urusan rumah dan keluarga, kita bisa melakukan beberapa tips berikut ini:

 

#1 Memilih Pekerjaan yang Fleksibel

Tips pertama yaitu memilih pekerjaan yang fleksibel. Dalam hal ini mencakup soal waktu dan kehadiran di tempat bekerja. Tidak perlu khawatir, saat ini sudah banyak jenis pekerjaan tersebut yang memiliki fleksibilitas.

Misalnya, melakukan pekerjaan-pekerjaan sampingan atau mengkreasikan hobi menjadi uang. Selain itu, Anda juga bisa memberikan jasa dari keahlian yang dimiliki, seperti membuka les untuk murid-murid sekolah, menjadi penulis freelance, menjual produk makanan homemade, dan sebagainya.

 

#2 Buat Skala Prioritas

Wanita memang identik dengan segudang pekerjaan yang setiap harinya harus diselesaikan. Urusan rumah dan keluarga saja sudah cukup banyak apalagi ditambah dengan pekerjaan lainnya.

Maka dari itu, tips yang kedua supaya karier dan keluarga bisa seimbang yaitu membuat daftar kegiatan atau pekerjaan yang harus diselesaikan dalam hari tersebut. Lalu, usahakan untuk menyelesaikan pekerjaan berdasarkan skala prioritas.

Pekerjaan mana yang sebaiknya dilakukan di awal, dan mana yang bisa dikesampingkan untuk diselesaikan di penghujung hari.

Masalah yang kerap terjadi, kita memiliki kecenderungan untuk melakukan pekerjaan yang terlihat mudah, pekerjaan yang kita sukai, atau terlihat genting dan menyita perhatian.

Hal ini bisa mendistraksi kita untuk melakukan pekerjaan yang seharusnya diselesaikan di awal dan paling penting. Sehingga jika di penghujung hari ada beberapa pekerjaan yang belum bisa terselesaikan, masih bisa dijadwalkan ulang di keesokan harinya.

Ladies, Inilah Tips Mencapai Keseimbangan Karier dan Keluarga 03

[Baca Juga: Begini Cara Mempersiapkan Dana Pensiun bagi Para Wanita Karier]

 

#3 Membagi Waktu

Tips ketiga adalah membagi waktu menjadi beberapa bagian. Pembagian waktu ini tidak bersifat mutlak yang berlaku untuk semua keluarga, melainkan disesuaikan dengan kegiatan atau kebiasaan yang ada di masing-masing keluarga.

Dengan membagi waktu menjadi beberapa bagian, akan mempermudah Anda memberikan waktu untuk pekerjaan dan keluarga secara maksimal.

Contoh sederhananya, pukul 06.00-07.00 adalah waktu untuk mempersiapkan diri mengawali hari. Kita bisa memanfaatkan waktu ini untuk membuat jadwal kegiatan, menulis jurnal, berdoa, dan sebagainya.

Lalu, di pukul 07.00-08.00 adalah waktu untuk keluarga yang bisa digunakan untuk beraktivitas olahraga bersama atau sekedar sarapan bersama.

Kemudian jam 08.00-12.00 adalah waktu aktivitas masing-masing. Misalnya kita bekerja, anak-anak pergi sekolah. Seterusnya buat pembagian waktu ini hingga malam hari tiba.

Saat membagi waktu, yang perlu diingat yaitu selalu menyediakan jam prime time bersama anak-anak. Pilihannya bisa setelah makan malam atau menjelang waktu tidur anak-anak.

Jika pembagian waktu dalam satu hari sudah dibuat, saatnya disepakati bersama anggota keluarga lainnya dan komitmen untuk disiplin mengikuti pembagian waktu ini.

 

#4 Fokus Satu Hal di Satu Waktu

Tips yang keempat, setelah memiliki pembagian waktu dalam satu hari. Maka fokuslah satu hal dalam setiap waktu tersebut.

Misalnya ketika waktu bersama keluarga, jangan sampai terdistraksi dengan pekerjaan. Begitupun jika waktu bekerja, maka fokuslah bekerja dan jangan memikirkan urusan rumah.

Jika tidak disipilin menerapkan hal ini, maka pekerjaan pun tidak akan optimal dan kebersamaan dengan keluarga juga tidak berkualitas.

Lagi-lagi kuncinya adalah komunikasi dengan pasangan dan anak-anak mengenai hal ini. Berikan pengertian kepada anak-anak mengenai alasan yang mendasari kenapa kita harus bekerja.

Selain itu beri tahu konsekuensi yang harus dijalani bersama dan buat pengaturan bersama. Ingat, tanpa dukungan orang-orang terdekat maka akan sulit mengatur keseimbangan antara karier dan keluarga.

 

#5 Lupakan Kesempurnaan

Last but not least, tips yang kelima dan juga terakhir yaitu melupakan kesempurnaan. Sebagaimana manusia biasa, rasa lelah dalam menjalani berbagai pekerjaan memang sangat manusiawi.

Maka dari itu kerjakan apa yang bisa dikerjakan, dan jangan menuntut kesempurnaan pada diri sendiri. Eits, bukan berarti bekerja asal-asalan ya.

Tujuannya hanya untuk meminimalisasi tekanan yang tidak perlu pada diri sendiri. Karena, rasa lelah akan semakin kita rasakan jika segala sesuatu yang dikerjakan harus mencapai kesempurnaan.

Ingat, Anda bukan wonder woman. Jadi, lakukan yang terbaik sesuai kemampuan kita. Selain itu, jangan sungkan untuk meminta bantuan orang lain apabila diperlukan.

 

Menjalani Kehidupan Karier dan Keluarga, Why Not?

Ladies, jika Anda tengah dihadapkan pada pilihan untuk berkarier atau memilih keluarga. Tidak ada salahnya mencoba beberapa tips yang sudah dibahas, untuk menemukan titik ‘seimbang’ antara keduanya. Sehingga tidak harus menyerah pada salah satunya.

Keduanya bisa berjalan beriringan, selagi Anda dan pasangan juga anak-anak memiliki sikap saling pengertian dan memberikan dukungan satu sama lain.

Mengenai tips wanita karier lainnya bisa didapatkan melalui Aplikasi Finansialku pada fitur Artikel atau beberapa sumber lainnya seperti Audiobook Finansialku dan Channel Youtube Finansialku.

Sudah download aplikasinya? Jika belum, yuk download sekarang juga di Google Playstore atau Appstore.

Download Aplikasi Finansialku Sekarang!!

Download Aplikasi Finansialku

 

Oh ya, jika memerlukan saran lebih lanjut mengenai kondisi ini atau permasalahan keluarga lainnya terutama yang berkaitan dengan keuangan keluarga, saya sebagai perencana keuangan di Finansialku siap membantu Anda.

Anda bisa terhubung melalui aplikasi Finansialku maupun web konsultasi Finansialku.

Jika menggunakan aplikasi Finansialku, Anda hanya perlu mengunjungi fitur Konsultasi Keuangan lalu pilih nama saya, Nelly Novia, CFP® dan langsung saja chat di situ.

Jika ingin berkonsultasi lebih intens dan kompleks, berbicara langsung melalui telepon atau google meet maupun zoom, Anda bisa terhubung dengan saya melalui konsultasi.finansialku.com untuk buat janji.

Anda juga bisa dapatkan informasi keuangan khususnya keuangan keluarga melalui Instagram saya di @nellynov.

Terima kasih.

 

Jika Anda punya pengalaman seputar menyeimbangkan antara karier dan keluarga, jangan ragu untuk bagikan cerita tersebut melalui kolom komentar di bawah ini.

Semoga informasi kali ini memberikan manfaat dan pencerahan khususnya bagi para wanita karier. Selamat mencoba…

 

Sumber Gambar:

  • 01 – https://bit.ly/31S4krp
  • 02 – https://bit.ly/39PxD2c
  • 03 – https://bit.ly/3uxPXVp