Terjadinya fenomena sandwich generation di Indonesia semakin marak, apakah marabahaya atau berkah?

Penasaran? Yuk, baca penjelasan dan informasi selengkapnya pada artikel ini!

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Finansialku Planner

 

Sandwich Generation

Istilah sandwich generation berawal dari kondisi yang mirip dengan roti sandwich. Tau kan, roti sandwich? Itu loh isian yang terjepit diantara dua roti.

Nah, itulah yang terjadi dengan kebanyakan orang-orang di Indonesia, yah negara lain juga sih tapi kita fokus di Indonesia ya…

Jadi perumpamaan ini adalah metafora, jika kondisi keuangan selain untuk dirinya sendiri, mereka harus membiayai orang tua dan anak mereka.

Di Indonesia, sandwich generation ini booming yang terjadi turun menurun dan sesuai dengan pepatah film Indonesia banget, yaitu harta yang paling berharga adalah keluarga.

Ironis juga ya, padahal seharusnya keluarga itu saling membangun maju, bukan saling menarik untuk diam tempat. Sandwich generation itu warisan yang dilestarikan turun temurun.

 

Awal Sandwich Generation

Salah satu negara dengan kasus sandwich generation yang paling parah adalah Korea. Hal ini merupakan akibat perang Korea pada tahun 1950, yang menyebabkan para pejuang perang yang selamat tidak memiliki persiapan apapun untuk masa tuanya.

Korea identik dengan sistem kekeluargaan, yaitu keluarga besar yang tinggal bersama untuk mendukung kondisi finansial anggota keluarga yang lanjut usia.

Hmm, kirain kondisi ini hanya di Indonesia.

Berada dalam sandwich generation tentu membuat kecenderungan kamu menghadapi berbagai masalah finansial. Bayangkan saja, kamu harus menanggung tiga generasi sekaligus: orangtua, diri kamu sendiri, dan anak-anak.

Tanggungannya pun macam-macam, mulai dari biaya sekolah anak, biaya rumah tangga sehari-hari, hingga biaya pengobatan jika ada anggota keluarga yang sakit.

Tidak hanya memengaruhi kondisi finansial, berada di posisi sandwich pun akan berdampak pada karier, waktu pribadi, serta kesehatan mental kamu, loh.

Apa Itu Generasi Sandwich 03 Generasi Sandwich 3 - Finansialku

[Baca Juga: Apa Itu Generasi Sandwich? Bagaimana Prioritas Keuangan Mereka?]

 

Kenapa Bisa Terjadi Sandwich Generation?

Berdasarkan pengantar sebelumnya, apa sih yang menjadikan sandwich generation itu langgeng banget dari generasi ke generasi?

Banyak yang menghibur diri kalo ini adalah kewajiban untuk membalas budi orang tua. Yakin? Kalau dikasih pilihan gak usah ber-sandwich-sandwich ria mau gak? Balas budi sama orang tua gak melulu soal uang.

Gimana sih sandwich generation ini terbentuk di Indonesia?

 

#1 Orang tua Kita Tidak Punya Dana Pensiun

Nah bercermin dari ini, kita gak usah mengulang sejarah masa lalu ya. Kita harus siapin dana pensiun kita, supaya jangan merepotkan anak.

Hitung pakai Aplikasi Finansialku berapa yang kita perlukan dengan memperhatikan detailnya. Ketika angkanya sudah keluar, baru pilih instrumen investasi yang cocok.

Download dulu aja Aplikasi Finansialku melalui link gambar di bawah ini:

 

#2 Glorifikasi Pepatah Masa Lalu

Tau dong pepatah yang isinya “BALAS BUDI” dan “BANYAK ANAK BANYAK REZEKI”.

Ini sih kalau menurut pantauan zaman, sudah lama banget ya, sudah usang. Ya zaman dulu, orang gak tau apa itu investasi dan akhirnya menjadikan anaknya sebagai investasi.

Orang zaman dulu banyak yang punya sawah, jadi anak-anaknya yang kerja di sawah orang tuanya. Sekarang apa masih relevan?

Apa Itu Generasi Sandwich 01 - Finansialku

[Baca Juga: Apa itu Sandwich Generation dan Kenapa Bisa Terjadi?]

 

Biarpun BANYAK ANAK BANYAK REZEKI juga, hari gini biaya anak mahal sekali. Jadi disarankan kalau pendapatan saja masih serabutan jangan berani punya anak, Kasihan kan anaknya jadi korban ego orang tua dan keadaan. :(

 

Bagaimana Mematahkan Siklus Sandwich Generation?

Mau keluar dari siklus sandwich generation? Tentu Saja Bisa!!!! Sandwich generation bisa dipatahkan dengan cara:

 

#1 Perencanaan Keuangan yang Matang

Kondisi dan nilai budaya tiap keluarga yang dianut, tentu berbeda, tapi yang pasti, perencanaan keuangan sangat penting untuk dilakukan.

Sandwich generation terjadi karena orang tua kita belum ngeh soal dana pensiun.

Kalau kamu masih kebingungan, tidak perlu ragu untuk meminta bantuan jasa perencana keuangan yang lebih ahli.

 

Simak deh video di bawah ini:

 

#2 Open your Mind

Zaman sudah berubah loh, ini bukan tahun 1919. Sudah saatnya upgrade ilmu dan cara memandang suatu masalah.

Tidak selamanya hal yang turun temurun dan hal yang dilestarikan itu baik. Tidak semua yang banyak itu selalu benar. Iya, benar dan salah itu relatif dalam menjustifikasi sandwich generation ini.

Kalau kamu hasil produk yang menjadikan kamu sebagai sandwich generation, apakah kamu mau kalau anak kamu juga mengalami hal yang sama? Terjepit sana sini untuk urusan keuangan yang tidak pernah cukup.

Jangan lupa untuk memperhatikan kesehatan mental sendiri ya. Jangan sampai kamu malah menjadi stres karena harus mengurus ini-itu.

Bijaksana Mengelola Uang Belanja Keluarga 01 - Finansialku

[Baca Juga: 5 Solusi Keuangan Generasi Sandwich Indonesia dan Cara Memutus Rantainya]

 

Cara Balas Budi Kepada Orang Tua, Selain Dengan Uang

Kebanyakan kita berpikir kalau cara membahagiakan orang tua adalah dengan materi. Melimpahi hidupnya dengan uang dan semua hal yang bersifat kebendaan.

Tapi membahagiakan orang tua tak harus dengan materi. Misalnya seperti hal-hal berikut ini:

 

#1 Perhatian dan Kasih Sayang

Orang tua kita mungkin tak pernah menuntut atau meminta apapun dari kita. Tapi orang tua adalah orang yang paling berjasa dalam hidup.

Kasih sayang mereka memang tak pernah kita balas sepenuhnya. Sudah banyak pengorbanan dan hal-hal yang mereka lakukan untuk kita.

Kita sebagai anak, memberi perhatian dan kasih sayang walau sedikit sudah jadi bentuk bakti kita sendiri kepada mereka.

“To care for those who once cared for us is one of the highest honors.” – Tia Walker

 

#2 Jadi Orang Sukses

Melakukan yang terbaik di hidup ini dan menjadi orang sukses termasuk cara kita untuk membahagiakan orang tua. Menjaga nama baik orang tua dan keluarga pun bisa jadi cara untuk membuat orang tua merasa bahagia.

Mengajaknya mengobrol atau jalan santai di dekat rumah pun sudah bisa jadi bukti kita mencintainya. Menyisihkan sedikit waktu dan kesempatan untuk hadir di dekat orang tua jadi cara paling sederhana sekaligus tak ternilai untuk membahagiakan orang tua.

“Never complain about what your parents couldn’t give you. It was probably all they had.”

 

Bersyukurlah kalau saat ini kita masih punya kesempatan membahagiakan orang tua. Walau kita belum kaya, kita masih punya waktu untuk menciptakan kenangan dan momen-momen baru.

Seandainya pun kita sudah kaya, kita tetap bisa berusaha untuk rendah hati dan hidup sederhana secukupnya seperti yang selama ini diajarkan oleh orang tua kita.

Doa orang tua juga jadi pintu keberkahan kita.

Semoga kedua orang tua kita selalu diberi kesehatan. Semoga kita bisa memanfaatkan setiap detik dan waktu hidup kita yang berharga untuk jadi kebanggaan keluarga :)

 

Apakah kamu mau menjadi orang yang bisa menyenangkan orang tua? Dengan cara seperti apa kamu membahagiakan orang tua?

Share pengalaman dan pendapatmu pada kolom di bawah ini, terima kasih.

 

Sumber Referensi:

  • Devina Ellora. 5 Februari 2018. Sandwich Generation, Fenomena Finansial yang Terjadi Pada Generasi Masa Kini. Journal.sociolla.com – https://bit.ly/2MNLoFM
  • Fimela. 26 Desember 2016. Tak Perlu Menunggu Kaya untuk Membahagiakan Kedua Orang Tua. Fimela.com – https://bit.ly/2KJberM

 

Sumber Gambar:

  • Sandwich Generation – https://bit.ly/2XjRqSE

 

Free Download Ebook Pentingnya Mengelola Keuangan Pribadi dan Bisnis

Ebook Pentingnya Mengelola Keuangan Pribadi dan Bisnis - Mock Up - Finansialku Jurnal