Paket stimulus ekonomi yang dikeluarkan oleh Pemerintah Indonesia bertujuan untuk memperbaiki kondisi ekonomi Indonesia yang sedang lesu. Ekonomi yang lesu seperti apa? Ada banyak indikator yang menggambarkan tingkat kesehatan keuangan sebuah negara. Di Indonesia banyak orang yang menggunakan indicator seperti nilai tukar Dollar Amerika (USD) dengan Rupiah dan nilai indeks harga saham gabungan (IHSG).

kantor-bursa-efek-indonesia-bei-jakarta-_121125202401-756 paket stimulus ekonomi Pemerintah Indonesia

 

Kali ini Finansialku akan membahas mengenai paket stimulus ekonomi Pemerintah Indonesia dan implikasi singkatnya bagi keuangan keluarga atau keuangan pribadi Kita.

 

Paket Stimulus Ekonomi

Paket stimulus ekonomi Pemerintah Indonesia yang dikolaborasikan oleh kebijakan Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan diharapkan mampu meningkatkan ekonomi Indonesia. Apa sajakah isi paket Stimulus Ekonomi Pemerintah Indonesia?

Paket stimulus ekonomi dikeluarkan oleh pemerintah Indonesia pada tanggal 23 Agustus 2013, memiliki 4 tujuan utama:

1.

Memperbaiki neraca transaksi berjalan dan menjaga nilai tukar Rupiah.

 
  • Memberikan additional deduction tax  atau pengurangan pajak untuk industri padat karya dengan ekspor minimal 30% dari total produksinya.
  • Meningkatkan porsi penggunaan biodiesel dalam porsi solar untuk mengurangi impor migas.
  • Menaikkan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) yang semula 75% menjadi 125% – 150%.
  • Memperbaiki ekspor mineral dengan memberikan relaksasi prosedur yang terkait dengan kuota.
2.

Menjaga pertumbuhan ekonomi.

 
  • Memberikan insentif dedeuctable tax (pengurangan pajak) kepada industri padat karya jika melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK).
  • Penghapusan pajak pertambahan nilai (PPN) buku nonfiksi.
  • Penghapusan PPnBM bagi produk yang sudah tidak dikategorikan barang mewah.
  • Aturan pengupahan yang lebih adil.
  • Kebijakan additional deduction tax untuk biaya riset dan pengembangan (RnD) yang dilakukan di Indonesia.
3.

Menjaga daya beli masyarakat dan tingkat inflasi.

 
  • Mengubah aturan mengenai tata niaga kebutuhan pokok dari pembatasan kuantitas menjadi mekanisme berpatokan pada harga.
4.

Mempercepat investasi

 
  • Menerbittkan daftar negative investasi (DNI).
  • Menyederhanakan perizinan yang terkait investasi.
  • Memberikan insentif berupa pembebasan pajak (tax holiday) dan pengurangan pajak (tax allowance).


Bank-Indonesia-Logo

 Paket Stimulus yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia adalah:

1.

Meningkatkan pasokan valas

 
  • Memperluas tenor term deposit (TD) valas menjadi 1 malam – 12 bulan.
  • Memberi kemudahan bagi eksportir membeli valas dengan underlying (dokumen dasar atau basis) dokumen penjualan valas.
  • Memperbolehkan transaksi forex swap (swap penukaran mata uang asing) dengan BI sebagai pass-on transaksi bank dengan pihak terkait.
  • Mengecualikan rekening vostro non-residen dalam aturan utang luar negeri jangka pendek perbankan.
2.

Manajemen likuiditas Rupiah: menerbitkan Sertifikat Deposito Bank Indonesia (SDBI).

Otoritas-Jasa-Keuangan-LogoPaket Stimulus yang dikeluarkan oleh Otoritas Jasa Keuangan adalah:

 

Menjaga harga saham

 
  • Emiten boleh buyback (membeli kembali sahamnya) maksimal 20% dari modal disetor tanpa persetujuan rapat umum pemegang saham (RUPS) dan paling lambat tiga bulan. Bagi emiten baru, boleh buyback dengan syarat menerbitkan keterbukaan informasi paling lambat tujuh hari.
  • Saham bisa dialihkan dengan catatan harga tidak boleh di atas harga rata-rata harga buyback.
  • Transaksi jual hanya dapat dilakukan melalui satu anggota bursa.
  • Jumlah penjualan saham per hari maksimal 20% dari total saham yang dibeli kembali.

Sumber Harian Bisnis dan Investasi Kontan Sabtu 24 Agustus 2013.

 

Dampak Paket Stimulus Ekonomi untuk Keuangan Keluarga

Paket stimulus ekonomi yang dikeluarkan oleh Pemerintah Indonesia, Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan sifatnya makro ekonomi (menyangkut kondisi ekonomi Bangsa Indonesia). Paket Stimulus Ekonomi tersebut tidak langsung menyasar ke kekuangan keluarga.

Beberapa hal yang dapat Kita pelajari dari paket stimulus tersebut adalah:

  1. Adanya pengurangan pajak (tax deduction) untuk industry yang mampu mengekspor minimal 30% hasil produksinya menyebabkan Industri atau perusahaan-perusahaan dapat meningkatkan penjualannya ke luar negeri. Hal ini dapat menyebabkan adanya uang asing datang ke Indonesia.
  2. Kenaikan pajak pertambahan nilai barang-barang mewah seperti mobil impor dapat mengurangi peningkatan impor
  3. Kebijakan OJK untuk buyback dapat mendorong emiten-emiten untuk melakukan buyback (membeli kembali sahamnya). Buyback adalah salah satu aksi korporasi yang berguna untuk meningkatkan harga saham. Perusahaan penerbit saham membeli kembali sahamnya karena harga di pasar dianggap terlalu murah. Ketika perusahaan buyback biasanya harga saham emiten tersebut akan meningkat. Informasi emiten buyback adalah salah satu indicator yang digunakan trader untuk membeli saham emiten tersebut. 

Artikel kali ini sifatnya lebih ke ekonomi makro, tetapi sebagai salah satu bagian dari melek keuangan dan salah satu IQ keuangan yaitu meningkatkan pengetahuan atau informasi dibidang keuangan.

Paket stimulus ekonomi Pemerintah Indonesia, Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan berguna untuk memperbaiki nilai tukar Rupiah dengan Dollar Amerika (USD) serta memperbaiki investasi pasar modal di Indonesia. Kenaikan nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika dapat menyebabkan kenaikan beberapa barang, contoh barang-barang elektronik dan lainnya.

 

 

Jangan lupa baca artikel Finansialku lainnya:

finansialku

Bagaimana Cara Bebas dari Utang?

Baca
finansialku

Ingin Bekerja menurut Passion?

Baca
finansialku

Cara Berinvestasi Emas dengan Berkebun Emas, Ya atau Tidak?

Baca
finansialku

Mengatur Keuangan Keluarga: BOCOR HALUS

Baca
finansialku

Cepat Kaya karena Pasangan? Cek Perjanjian Pranikah

Baca