Pendapatan residual adalah syarat wajib untuk mencapai bebas keuangan. Kali ini perencana keuangan independen Finansialku akan membahas sebuah ide dari Robert G. Allen mengenai pendapatan residual dan cara mencapai bebas keuangan.

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Finansialku Planner

 

Dua Jenis Pendapatan Linear dan Pendapatan Residual

Robert G. Allen seorang ahli dibidang keuangan personal, mengatakan seseorang harus memiliki beberapa sumber pendapatan atau dalam bahasa Inggrisnya multiple streams of income.

Sebelum membahas lebihhh dalam, Robert membagi dua jenis pendapatan yaitu pendapatan linear dan pendapatan residual. Apa perbedaan pendapatan linear dan pendapatan residual? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, Anda dapat menjawab pertanyaan berikut:

 

Tingkatkan Pendapatan Residual dan Anda akan Bebas Keuangan - Perencana Keuangan Independen Finansialku

[Baca Juga: Sudahkah Anda Mengelola Keuangan Keluarga dengan Benar?]

 

Dalam satu bulan, berapa kali Anda menghasilkan pendapatan?

  1. Sekali sebulan, yaitu tanggal 10 atau 25.
  2. Beberapa kali dalam sebulan, misal mendapatkan hasil investasi, penghasilan uang kos dan lainnya.

 

[Baca Juga: Apa itu Kebebasan Keuangan?]

 

Jika Anda menjawab dengan pilihan A, berarti pendapatan Anda bertipe linear. Namun, jika Anda menjawab pilihan B, berarti Anda lebih bertipe pendapatan residual.

 

Jadi ide dari Robert  G. Allen adalah menambah sumber pendapatan, khhususnya pendapatan residual. Robert tidak menyarankan Anda untuk menambahh sumber pendapatan dengan membuka toko, mengelolanya dan Anda menjadi tidak dapat meninggalkan toko tersebut. Sebaliknya Robert, menyarankan untuk menambah pemasukan dari pendapatan residual, seperti menjadi penulis buku, membuat aplikasi (software), berinvestasi di pasar modal, reksa dana dan lainnya.

 

Ketika membaca ide dari Robert G. Allen, kami teringat dengan pemikiran dari Kiyosaki. Keduanya memiliki ide yang sama, tetapi kemasannya yang berbeda. Kiyosaki membedakan tiga jenis pendapatan yaitu pendapatan aktif (pendapatan karena seseoran bekerja), pendapatan investasi dan pendapatan pasif. Jika ditarik benang merah, maka pendapatan investasi dari pendapatan pasif tergolong dalam pendapatan residual.

 

Apa Hubungan Pendapatan Residual dan Bebas Keuangan?

Jika pendapatan residual seseorang bisa mencapai lebih besar atau dari dua kali pengeluaran, maka orang tersebut sudah mencapai kondisi bebas keuangan. Hal tersebut memang tidak mudah, tetapi bukan hal yang mustahil untuk dicapai.

 

  [Baca Juga: Menjadi Orang yang Berani Keluar dari Zona Nyaman]

 

Kondisi Indonesia saat ini, mirip dengan kondisi Amerika pada era setelah perang dunia ke II. Masa-masa kebangkitan kelas menengah dengan jumlah yang besar. Pada saat itu masyarakat kelas menengah Amerika juga mengalami permasalahan keuangan yang dialami oleh masyarakat kelas menengah Indonesia saat ini.

Solusi dari ahli-ahli keuangan di Amerika adalah mengubah pendapatan linear menjadi pendapatan residual. Dari gaji bulanan, mulai diinvestasikan, misal di reksa dana. Hasil investasi tersebut digunakan untuk membeli waralaba, rumah kos atau aset lainnya. Selain itu juga, masyarakat kelas menengah mulai kreatif, menjadikan hobinya sebagai salah satu sumber pendapatan residual, contoh penulis buku, pembuat software, menjadi pemusik dan lain sebagainya.

 

 

Kesimpulan

Salah satu cara untuk mencapai kondisi bebas keuangan, menurut Robert G. Allen adalah meningkatkan pendapatan residual. Tambah sumber-sumber pemasukan dari investasi dan pendapatan pasif. Jangan fokus pada menambah pendapatan linear (pendapatan aktif).

 

Menurut Anda, apa yang dapat Anda lakukan untuk meningkatkan pendapatan residual?

 

Image Credit:

  • Passive Income – http://goo.gl/ATvlZq

 

Download E-Book Perencanaan Keuangan untuk Umur 20 an (GRATIS)

Ebook Perencanaan Keuangan untuk Usia 20 an Perencana Keuangan Independen Finansialku

Download Sekarang