Apa saja fakta unik tentang kecerdasan emosional yang mungkin tidak diketahui para entrepreneur? Mengapa demikian? Kali ini, Finansialku akan membahas 10 fakta unik tentang kecerdasan emosional yang mungkin tidak diketahui para entrepreneur.

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Start It Up

 

Pengertian Kecerdasan Emosional

Kecerdasan emosional atau emotional quotient (EQ) adalah skill yang dimiliki seseorang dalam mengatur, menerima, menganalisis dan mengendalikan emosi diri terhadap lingkungan. Menurut Howard Gardner (1983), pokok-pokok kecerdasan emosional adalah pengendalian emosi, kepekaan interpersonal, merespon secara positif, memotivasi diri secara intrapersonal dan bernegosiasi atau pengambilan jalan tengah dari komunikasi.

 

Ciri-ciri Seseorang Dengan Kecerdasan Emosional Tinggi

Terdapat 7 ciri-ciri seseorang dengan kecerdasan emosional yang tinggi terutama bagi para entrepreneur, yaitu:

  1. Mampu mengartikulasikan pengalaman emosional.
  2. Bisa membaca kekuatan dan kelemahan.
  3. Memiliki sejarah yang baik tentang menilai seseorang.
  4. Sering dimintai pendapat.
  5. Mudah mengikhlaskan rasa kehilangan.
  6. Memahami perasaan orang lain tanpa pengalaman sejenis.
  7. Menerima kepercayaan atau pemikiran orang lain.

 

10 Fakta Unik tentang Kecerdasan Emosional yang Mungkin Tidak Diketahui Para Entrepreneur

Tanpa disadari, ada beberapa hal yang menjadi fakta unik terkait kecerdasan emosional seseorang. Fakta-fakta tersebut selanjutnya biasa mendukung proses berwirausaha yang dijalani seseorang. Berikut adalah uraian tentang 10 fakta unik dalam naungan kecerdasan emosional.

 

Fakta 1: EQ Lebih Penting 4 Kali Lipat Dibanding IQ

Meskipun seseorang memiliki kepintaran atau level IQ yang tinggi, ternyata EQ jauh lebih dibutuhkan di bidang entrepreneur. Pasalnya, bidang usaha ini sangat berkaitan dengan hubungan yang bersifat humanis. Seseorang bisa sukses jika memiliki EQ tinggi dibandingkan yang IQ nya tinggi. Dari berbagai penelitian yang ada, terbukti bahwa signifikansi orang sukses yang memiliki EQ tinggi dibanding IQ tinggi mencapai 4 kali lipatnya.

10 Fakta Unik tentang Kecerdasan Emosional yang Mungkin Tidak Diketahui Para Entrepreneur 02 - Finansialku

[Baca Juga: Kecerdasan Emosional, Kecerdasan Spiritual dan Kecerdasan Intelektual adalah Cara Menjadi Sukses]

 

Fakta 2: Penyaluran Emosi Dapat Dipelajari dan Dilupakan

Penyaluran emosi seseorang bisa berbeda-beda. Hal ini dipengaruhi oleh latar belakang keluarga, budaya, pendidikan dan lain sebagainya. Namun, tanpa disadari penyaluran ini juga bisa dipelajari dan dilupakan. Misalnya, jika seorang entrepreneur mempunyai cara yang buruk dalam menyalurkan emosi sehingga usahanya menjadi sepi pelanggan. Dengan melupakan cara buruk dan mempelajari cara positif penyaluran emosi, maka bukan tidak mungkin customer akan meningkat dan lebih nyaman saat berkomunikasi.

 

Fakta 3: Emosi Dapat Menular Melalui Resonansi Limbik

Salah satu bagian di otak manusia yaitu sistem limbik akan dapat melakukan resonansi karena rangsangan tertentu. Jika ingin memiliki kondisi emosional yang stabil atau positif, maka seseorang harus bergaul dengan “Si Sabar” atau “Si Periang”. Dengan demikian, sistem limbik akan beresonansi sehingga kondisi emosional tersebut bisa menular.

 

Fakta 4: Emosi Menjadi Dasar Setiap Keputusan

Banyak usaha yang dijalankan seorang entrepreneur yang gagal. Tidak jarang, keputusan secara emosional dan tiba-tiba menjadi penyebab kebangkrutan. Mengapa demikian? Meskipun disanggah dengan dalih melaksanakan sesuatu berdasar logika, tetapi emosi tetap selalu menjadi dasar setiap keputusan. Jadi, jangan melakukan apapun saat kondisi emosional sedang tidak stabil karena akibatnya bisa fatal.

Quiz Jika Anda menjadi Entrepreneur, Apa Tipe yang Cocok untuk Anda 02 - Finansialku

[Baca Juga: Quiz: Jika Anda menjadi Entrepreneur, ApaTipe Entrepreneur yang Cocok untuk Anda?]

 

Fakta 5: Mengubah Gaya Hidup Pasti Akan Mengubah Kondisi Emosi

Saat kehidupan berubah baik secara sosial dan ekonomi, maka kondisi emosi juga akan berubah. Misalnya saja, jika seseorang yang dulunya single kini menjalani hidup sebagai kepala rumah tangga, otomatis lebih banyak tanggung jawab yang diembannya sehingga dapat menimbulkan efek negatif ataupun efek positif. Jadi, jika seorang entrepreneur melakukan “perpindahan” secara sosial atau ekonomi maka sebaiknya tata ulang kondisi emosi secara hati-hati.

 

Fakta 6: Seseorang Menjadi Semakin Emosional Saat Mencoba Menghindarinya

Secara biologis, hormon dan metabolisme sangat erat kaitannya dengan pikiran atau perasaan. Pikiran dan perasaan mempengaruhi sistem saraf pusat sehingga kondisi emosi pada titik tertentu tidak bisa dihindari implementasinya. Seperti jika ada cabang usaha yang harus tutup karena tidak laku, rasa marah, sedih atau kecewa pasti muncul. Jangan hindari perasaan tersebut karena hal itu sangat wajar. Hormon bekerja karena adanya rangsang seperti rasa sedih yang muncul akibat berita duka. Semakin disembunyikan, seseorang akan menjadi lebih emosional karena tidak bisa menunjukkan perasaan sesungguhnya.

6 Pelajaran Entrepreneurship yang Harus Diajarkan Orang Tua ke Anak 1 - Finansialku

[Baca Juga: 6 Pelajaran Entrepreneurship yang Harus Diajarkan Orang Tua ke Anak]

 

Fakta 7: Emosi Berpengaruh Pada Kesehatan, Hubungan, dan Finansial

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, hormon dan metabolisme sedikit banyak terpengaruh oleh kondisi emosi. Namun siapa sangka, ternyata kondisi hubungan dan finansial juga dapat dipengaruhi oleh emosi. Misalnya saat seseorang marah karena karyawannya tidak fokus bekerja, maka kemarahan itu akan dibawa ke rumah dan mengganggu hubungan keluarga. Karena sikap marah juga, seseorang bisa kehilangan karyawan yang sebenarnya hanya melakukan kesalahan kecil sehingga mempengaruhi omzet.

 

Fakta 8: Tubuh, Bahasa, dan Emosi Saling Berkaitan

Marah dan kecewa akan membantu wajah menjadi cemberut. Hal ini secara kesehatan dapat menurunkan elastisitas tubuh terutama di bagian muka. Tidak heran, banyak orang yang pemarah atau pemurung terlihat jauh lebih tua dari usianya, atau jauh lebih tua dari orang yang murah senyum.

Temukan Cara Hebat untuk Menjadi Entrepreneur Kreatif dalam Mencapai Kesuksesan 02 - Finansialku

[Baca Juga: Ukuran Kesuksesan Diukur Dengan Kekuatan Dari Keinginan]

 

Fakta 9: Emosi Harus Diimplementasikan Secara Positif

Apabila emosi diimplementasikan secara positif, maka lingkungan akan memberi support. Namun, jika emosi dilampiaskan secara negatif, maka lingkungan akan menghindari orang itu dan jelas hal ini berpengaruh pada usaha ekonomi.

 

Fakta 10: Kecerdasan Emosional Dapat Dipelajari

Melalui teknik dan strategi tertentu, kecerdasan emosional dapat dipelajari. Secara teoritis, jenis kecerdasan ini sudah banyak ditulis oleh pengarang buku-buku non fiksi. Selain lewat buku, seseorang juga bisa mempelajarinya dari video, seminar atau kuliah terbuka.

Mengubah Sebuah Keinginan Menjadi Sebuah Tindakan Nyata untuk Kesuksesan 01 - Finansialku

[Baca Juga: Utamakan Bukti Tindakan Bukan Janji Kata-Kata]

 

Mengecek Tingkat Kecerdasan Emosional Diri Sendiri

Apabila Anda ingin mengecek tingkat kecerdasan emosional diri sendiri, Anda dapat berkunjung ke psikolog. Jika tidak memiliki banyak waktu, yang dapat dilakukan adalah mencari tes online tentang tingkat kecerdasan di website terpercaya.

 

Bagaimana tingkat kecerdasan emosional Anda? Apa saja cara yang akan Anda lakukan untuk meningkatkan kecerdasan emosional dalam bidang entrepreneurship? Jelaskan pendapat Anda dan informasikan keterangan di atas pada teman yang juga ingin mengembangkan kecerdasan emosionalnya, terima kasih.

 

Sumber Referensi:

  • Lyn Boyer. Emotional Intelligence: 10 Things You May Not Know. Lynboyer.net – https://goo.gl/s4lmqg
  • Jayson Demers. 11 Mei 2017. 7 Signs That You’re an Emotionally Intelligent Person. Entrepreneur.com – https://goo.gl/2yGVDx

 

Sumber Gambar:

  • Kecerdasan Emosionalhttps://goo.gl/18sm3h
  • Thumbs Up – https://goo.gl/2JymE5

 

Download Ebook Investasi Reksa Dana untuk Pemula

Download Panduan Berinvestasi Reksa Dana untuk Pemula Finansialku.com

Download Ebook Reksa Dana