Apa saja yang harus dilakukan oleh orang tua, khususnya ibu rumah tangga dalam mendidik anak agar tidak menjadi materialistis? Orang yang materialistis, tidak cukup baik loh untuk masa depan anak.

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Lifestyle (rev)

 

Cara Mendidik Anak, agar Tidak Menjadi Materialistis

Setiap orang tua tentunya ingin anak-anak tumbuh menjadi orang yang baik, dalam kehidupan. Doa orang tua kepada anak-anaknya adalah menjadi anak yang soleh, berbakti dengan orang tua dan berguna bagi banyak orang. Tentu kata materialistis jauh dari doa orang tua. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata materialistis berarti: bersifat kebendaan; mengenai benda.

6-cara-mendidik-anak-agar-tidak-menjadi-materialistis-finansialku

[Baca Juga : Apakah Orang Tua Perlu Beli Asuransi Kesehatan Anak?]

 

Secara tidak sengaja, terkadang orang tua terlalu mudah mengiyakan permintaan anak-anak. Contoh, biar tidak repot, orang tua mengiyakan kemauan anak untuk membeli mainan terbaru, gadget terbaru dan lain sebagainya. Anak-anak menjadi terbiasa untuk meminta mainan terbaru, barang-barang terbaru dan kurang menghargai uang. Dampak paling buruk anak yang materialistis adalah mereka menjadi shopaholic, membeli barang-barang yang tidak dibutuhkan (pemborosan) dan terbiasa memenuhi segala keinginan (bukannya kebutuhan).

Jika seorang anak tumbuh dalam lingkungan yang materialistis, besar kemungkinan si anak akan menghadapi masalah dengan keuangannya. Tentu Anda sebagai orang tua tidak ingin, menciptakan kebiasaan buruk bukan? Oleh sebab itu ikuti 6 langkah berikut ini untuk mendidik anak Anda, agar tidak menjadi seorang materialistis.

 

#1 Tunjukkan bahwa Bahagia Itu Bisa dengan Harga Murah

Orang tua harus menanamkan kepada anak-anak bahwa kebahagiaan itu tidak harus memiliki mainan mahal, tidak harus jalan-jalan ke luar negeri, tidak harus makan di restoran mewah dan lain sebagainya. Lakukan hal-hal yang menyenangkan dan meningkatkan rasa kebersamaan dan kekompakan. Dengan kemajuan teknologi sekarang ini, kebersamaan keluarga bisa menjadi sumber pemasukan. Coba perhatikan channel Youtube dari Evan Tube.

Anak 8 Tahun ini Bisa Dapat 13 Miliar dari Bisnis Video YouTube, Masa Kita Kalah - Perencana Keuangan Independen Finansialku

[Baca Juga: Anak 8 Tahun ini Bisa Dapat 13 Miliar dari Bisnis Video YouTube, Masa Kita Kalah?]

 

#2 Buat Kebiasaan Bersyukur dan Berterima Kasih

Kami meyakini 2 hal yang membuat seseorang tidak bahagia adalah lupa bersyukur dan berterima kasih, serta selalu membandingkan dengan orang lain.

  • Sayangnya jarang sekali orang tua yang mengajarkan anak-anaknya untuk selalu berterima kasih dan bersyukur.
  • Sayangnya banyak orang tua yang berusaha membandingkan anaknya dengan anak orang lain, contoh dalam hal nilai, pencapaian, prestasi dan lain sebagainya.

 

Nancy Shah, seorang psikologi Amerika di bidang pendidikan anak (parenting) menyarankan orang tua untuk selalu mengingatkan, mengingatkan dan mengingatkan anak untuk mengucap syukur.  Nancy mengatakan berdasarkan penelitian dan pengalamannya, energy positif (positive thinking) membawa kebahagiaan. Materialistis membawa ketidak puasan, ketidak bahagiaan dan selalu merasa tidak cukup.

 

#3 Berikan Penghargaan Kepada Anak, Setiap Pencapaian

Setiap orang, termasuk anak-anak kecil akan menjalani masa-masa yang sulit. Contoh:

  • Anak-anak mengerjakan tugas yang membutuhkan kerja keras, keuletan, ketekunan.
  • Anak-anak harus belajar giat, karena materi ujian yang cukup berat atau menghadapi ujian nasional yang cukup ketat.

Berilah anak-anak hadiah, dengan pengalaman-pengalaman seru. Ada sebuah penelitian yang mengatakan bahwa pengalaman seperti naik sepeda gunung, hiking, pergi memancing memberikan pengalaman lebih dibanding hadiah berupa barang. Dan pengalaman tersebut akan menempel pada memori anak-anak. Ada sebuah nilai dari setiap interaksi dan pengalaman yang dilakukan bersama. Apakah Anda masih ingat pengalaman pertama kali naik perahu bersama orang tua Anda?

apakah-kebahagiaan-dibeli-bagaimana-cara-membeli-kebahagaiaan-finansialku

[Baca Juga: Apakah Kebahagiaan Dapat Dibeli? Bagaimana Cara Membeli Kebahagiaan?]

 

#4 Hati-Hati dengan Apa yang Anda Katakan

Pepatah di Indonesia mengatakan, mulutmu harimaumu. Ayo para orang tua, khususnya ibu rumah tangga berhati-hati saat berbicara dengan anak-anak. Anak-anak kecil Anda tidak akan pernah tahu brand mahal, barang-barang mewaj jika Anda tidak memulai.

Bukan berarti Anda tidak boleh membeli barang mewah, tetapi pastikan Anda berbicara tepat pada waktunya. Anda boleh memperkenalkan barang-barang mewah, status sosial, social currency ketika Anda sudah tahu membedakan mana kebutuhan dan keinginan, apa yang harus dilakukan untuk mengelola keuangan dan lain sebagainya. Jika anak-anak masih terlalu kecil dan salah mengartikan, maka dapat mempengaruhi tumbuh kembangnya di masa yang akan datang.

 

#5 Ajarkan Kepada Anak, Untuk Memberikan Perhatian Lebih Kepada Sesama

Ajarkan anak-anak Anda untuk bersikap empati dan memperhatikan lingkungan sekitar. Ajarkan anak-anak untuk mau menolong sesama, mau berbagi, mau beramal dan memberikan sedekah serta bisa mengatakan tidak jika dibutuhkan. Anda pasti sudah tahu, jika anak-anak belajar dari melihat dan mencotoh. Oleh sebab itu kebiasaan tersebut akan timbul, jika Anda memberikan contoh kepada anak-anak.

Apakah Anda Termasuk Tipe Orang Hemat atau Pelit [Quiz] - Perencana Keuangan Independen Finansialku

[Ikuti Quiz : Apakah Anda Termasuk Orang Hemat atau Pelit?]

 

#6 Jelaskan Nilai-Nilai Sebuah Keluarga

Masih teringat lirik lagu: Harta yang paling berharga, adalah keluarga. Istana yang paling indah, adalah…Keluarga. Puisi yang paling bermakna, adalah keluarga. Ajarkan nilai-nilai sebuah kekeluargaan, rasa saling menghargai, berempati, toleransi dan lainnya. Nilai-nilai tersebut yang nantinya akan dibawa oleh anak dalam kehidupan sosial. Dengan pelajaran nilai-nilai tersebut, diharapkan anak tidak menjadi seorang yang materialistis.

 

Anak Materialistis adalah Kesalahan Orang Tua

Jika saat ini Anda melihat atau mendengar orang tua yang mengeluhkan anaknya menjadi materialistis, maka hal tersebut adalah kesalahan orang tua. Siapa yang menanam, dia yang menuai. Kesalahan orang tua dalam mendidik anak dapat merusak masa depan anaknya. Termasuk kesalahan dalam mendidik keuangan, dapat menjadikan keuangan masa depan anak berantakan.

 

Apa saja yang sudah Anda ajarkan kepada anak-anak mengenai uang dan rasa bersyukur? Apakah Anda sudah mendidik anak-anak untuk menjauhi dari sikap materialistis?

 

Referensi:

  • Deborah Skolnik. 27 Juni 2016. 6 Tactics to Help Keep Kids From Growing Up Materialistic. Learnvest.com – https://goo.gl/rLYMu6

 

Sumber Gambar

  • Children Play – https://goo.gl/oP7XFN

 

Download Ebook Perencanaan Keuangan

dan ayo mulai menetapkan tujuan keuangan Anda!

Ebook Perencanaan Keuangan (Menetapkan Tujuan dan Mewujudkannya)

Download Sekarang