Menjadi emiten yang menjadi one stop shopping place terbesar di Indonesia, di tengah pandemi ini bagaimana prospek PT Ace Hardware Tbk. (ACES)?

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Learn and Invest

 

Analisa Fundamental

Menjadi salah satu emiten yang tetap melakukan ekspansi di 2020 ini, perusahaan perdagangan yang memiliki 206 gerai ACE Hardware dan 56 gerai Toys Kingdom, menjadi ones stop shopping place terbesar di Indonesia, Ace Hardware menargetkan pasar kalangan menengah ke atas.

Di tengah pertumbuhan ekonomi domestik dan internasional yang melambat, purchasing power indonesia yang melambat karena pemberlakuan PSBB hingga Work From Home yang berdampak pada penurunan penjualan berbagai emiten ritel.

Pandemi diketahui memukul perolehan laba bersih industri ritel. Pandemi saat ini membuat sektor perdagangan dan ritel sangat tertekan, begitu juga dengan Ace Hardware yang terkena dampaknya.

SSSG yang juga turun dibanding tahun 2019, tetapi kebutuhan rumah tangga dan perlengkapan lainnya masih dibutuhkan dikala pandemi.

Pemberlakuan PSBB Covid19 membuat beberapa gerai harus tutup hingga pembatasan jam operasional karena kebijakan pembatasan pengoperasian Mall.

Namun, sebagai salah satu lead market ritel di Indonesia, ACES diketahui tetap berekspansi untuk prospek di tahun 2021, membuka gerai baru di beberapa daerah walau tidak segencar tahun lalu dan promosi aktif melalui marketplace dan social media, kinerja yang terlihat masih mengalami peningkatan walau tipis ditengah Covid19.

Mengenal-Peluang-Bisnis-Waralaba-Ace-Hardware-3-Finansialku

[Baca Juga: Analisa Saham ERAA: Prospek Emiten Erajaya Swasembada]

 

Kompetitor yang diketahui tidak terlalu ketat, jika dilihat yang sama model bisnisnya adalah IKEA, Miniso namun masih tersegmen dan tidak seluas ACES.

Untuk e-commerce dan market place yang juga menawarkan bermacam produk rumah tangga, namun perbandingan harga tidak terlalu jauh.

Seperti dikutip dari pernyataan Analyst Mirae Asset, Christine menyatakan, barang ACES yang di import dari China, sejak tax amnesti yang berlaku untuk barang impor, para kompetitor kecil cukup struggle, sehingga perbedaan harga tidak terlalu berbeda.

Untuk kebutuhan rumah tangga ACES masih menjadi lead market sejauh ini, Apakah ACES masih memiliki prospek yang bagus setelah pandemi, apakah layak untuk disimpan dalam jangka panjang?

 

Ebook GRATIS, Panduan BERINVESTASI SAHAM Untuk PEMULA

9 Ebook Panduan Investasi Saham Untuk Pemula

 

Kinerja Keuangan Ace Hardware (ACES)

Jika dilihat dari kinerja Ace Hardware, fundamentalnya menunjukkan nilai yang baik atas revenue dan net profitnya terus bertumbuh.

Di 2020 ini juga terdampak oleh pandemi Covid-19, mereka juga mengalami penurunan laba mencapai 24,05% dibanding periode yang sama di 2019.

Dikutip dari laporan keuangan konsolidasian per semester I-2020 ACES (idx.co.id). Kinerja keuangan ACES di 2020 ini bisa dinilai cukup baik ditengah pandemi saat ini, pada triwulan I-2020 Ace Hardware mencatatkan penurunan penjualan bersih 8,00% dibanding tahun sebelumnya.

Namun kinerja ACES yang merosot di semester I-2020 tidak terlalu dalam. Untuk melihat apakah saham ini tergolong mahal/murah, kita bisa melihat valuasi Price Book Value (PBV) nya yang ada di 5,37x per Juni 2020, yang tergolong premium/overvalue dalam industri sektor perdagangan.

Untuk Price to Earning Ratio ACES ada di 74,31x per Juni 2020.

Consolidated financial statements as of June 30, 2020

Consolidated financial statements as of June 30, 2020

 

Jika melihat aset nya yang terus bertumbuh selama 5 tahun terakhir, per Juni 2020 ACES memiliki Aset Lancar Rp 4,7 triliun dan Aset tidak Lancar Rp. 2,3 triliun yang artinya Asetnya tergolong aman dan likuid karena Aset lancar yang lebih besar.

Consolidated financial statements as of June 30, 2020 2

Consolidated financial statements as of June 30, 2020

 

Jika melihat Liabilitas, ACES memiliki utang yang cenderung kecil. Liabilitas naik sebesar 6,55% menjadi Rp 2,098 Triliun dibanding periode yang sama di tahun 2019.

Ace Hardware dinilai masih mampu mengatasi pandemi, DER yang berada di 0,42 per juni 2020 menandakan bahwa 42% equity ACES mampu untuk membiayai debt, masih lebih tinggi equity, tergolong aman apalagi di kala pandemi saat ini.

Consolidated financial statements as of June 30, 2020 3

Consolidated financial statements as of June 30, 2020

 

Penjualan barang terbesar ada di segmen Produk Perbaikan Rumah yang diketahui mengalami penurunan tipis 7,5% karena volume penjualan yang lebih rendah dibanding 2019.

Lalu diikuti segmen Produk Gaya Hidup yang turun 5,8% dari tahun lalu dan Produk Permainan turun sebesar 18,94%.

Penjualan segmen Perbaikan Rumah turun tipis karena tidak terlalu berpengaruh walau PSBB berlangsung, beberapa masyarakat yang memutuskan Work From Home/Study From Home tentu membutuhkan berbagai perlengkapan penunjang kenyamanan saat bekerja.

Consolidated financial statements as of June 30, 2020 4

Consolidated financial statements as of June 30, 2020

 

Perseroan diketahui mencetak EPS periode kuartal II tahun ini di 21,06 turun dibanding kuartal II tahun lalu di 27,74 (data dari Indopremier) yang berarti di tahun 2020 ini perusahaan mengalami penurunan laba bersih dari tahun lalu.

EPS berfungsi untuk melihat bagaimana sebuah emiten menghasilkan laba per saham nya.

Terkait historis dividen PT Ace Hardware Tbk. selalu naik sejak 2016, di tengah pandemi ini ACES tetap membagikan dividen walau turun.

Untuk investor yang mencari saham dividen ini bisa jadi salah satu pilihan dari sektor trade, service and investment.

dividen aces

Dividen ACES

 

Analisa Teknikal Ace Hardware

Hingga penutupan market Sesi I- 02 November 2020, saham PT Ace Hardware terlihat meneruskan tren sideways dari Juli 2020. Untuk analisa teknikal jangka panjang terhadap emiten ini, dalam grafik kerangka waktu Weekly.

Sejak Maret 2020 mengalami uptrend, terlihat potensi bullish masih ada. Melihat besarnya prospek ritel ini di periode berikutnya.

Saat tulisan ini ditulis (02/11), ACES mengalami bearish di sesi-I perdagangan pada harga 1525/unit. Secara analisa teknikal yang dibuat dengan menggunakan ChartNexus maka terlihat ada uptrend setelah rebound di Maret 2020.

Indikator MACD, berada di garis nol yang menandakan sinyal buy namun tekanan beli yang turun ada kemungkinan akan terjadi koreksi harga di kemudian hari.

Indikator Stochastic menggunakan kerangka waktu Weekly terlihat sinyal cenderung sell, namun wait and see bisa jadi pertimbangan.

Untuk menentukan Open position indikator EMA (20), EMA (50) dan EMA (100) membentuk pola bullish, ini menjadi kesempatan yang menarik hingga resistance 1650 atau lebih tinggi dari resistance nya di 1666.

Jika mampu naik lagi bisa mencapai target price di area resistance 1790 dan cut loss jika melewati garis support-nya di 1450/1360, diekspektasi di semester II/Kuartal 4 akan ada peningkatan penjualan karena ada Natal dan Tahun baru.

analisis teknikal

 

Kesimpulan

Kinerja perseroan yang masih wajar dan cukup kuat di 2020, adanya ekspektasi sentimen positif hingga akhir tahun, terlebih ada prediksi peningkatan penjualan di momen Natal dan Tahun baru.

Peluang bisnis di industri perdagangan masih sangat menjanjikan.

Ace Hardware bisa menjadi salah satu pilihan investasi, buy on weakness bisa jadi pilihan juga mengkaji dari berbagai sudut pandang dan memutuskan ingin berinvestasi tetap berada di tangan Anda.

 

Disclaimer: Penyebutan nama saham tidak bermaksud memberikan opsi buy/sell atau pun rekomendasi untuk saham tertentu. Artikel menunjukkan fakta dan analisa dari penulis. Berdasar laporan keuangan dan diambil dari sumber dianggap terpercaya. Data dapat berubah tergantung kondisi. Seluruh tulisan dan tanggapan adalah opini pribadi.

 

Itulah analisa saham ACES dan prospeknya ke depan yang bisa membantu pertimbangan investasi Anda. Punya pertanyaan? Anda bisa tanyakan dalam kolom komentar.

Anda juga bisa bergabung dalam grup komunitas belajar saham Finansialku untuk info terbaru dan diskusi mengenai saham dengan praktisi dan pakarnya.

 

Sumber Referensi:

  • Aplikasi IPOTGO
  • Annual Report PT Ace Hardware (www.idx.co.id)
  • Mirae Asset Sekuritas

 

Sumber Gambar:

  • Aplikasi ChartNexus
  • Consolidated Financial Statements ACES, June 2020
  • RTI Business