Saat memilih produk asuransi jiwa, pernahkah Anda mempertimbangkan untuk tergabung dalam asuransi jiwa syariah?

Sebelum merasakan benefit dan menikmati manfaatnya, mari mengenal lebih jauh mengenai asuransi jiwa syariah, apa saja fitur dan keuntungannya dibanding asuransi jiwa konvensional. Cari tahu semuanya disini.

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Finansialku Watch

 

TTS: Apa itu Asuransi Jiwa Syariah?

Tahukah Anda pepatah “tak kenal maka tak sayang”? Maka dari itu, Anda juga harus mengenal asuransi jiwa syariah terlebih dahulu sebelum bisa memanfaatkannya secara maksimal dan merasakan benefitnya.

Yuk cari tahu seberapa dalam pengetahuan Anda soal asuransi ini dengan bermain bersama Finansialku berikut ini. Klik tombol di bawah untuk memulai!

Mainkan TTS di sini!

 

Bagaimana dengan hasil TTS Anda? Apakah Anda bisa menjawab mayoritasnya dengan benar?

Jika iya, artinya Anda sudah mengenal produk asuransi ini cukup dalam.

TTS_ Yakin Anda Udah Tahu Tentang Asuransi Jiwa Syariah_ 02

[Baca Juga: Mau Investasi Syariah dan Menguntungkan, Coba Cek SUKRI SR-009 yang Memberikan Kupon 6,9 Persen]

 

Namun jika belum, Anda tidak perlu khawatir. Finansialku akan berbagi informasi soal asuransi jiwa syariah lebih dalam sebagai berikut:

 

Mengenal Asuransi Jiwa Syariah Lebih Dalam

Beberapa tahun terakhir ini, banyak sekali tumbuh produk-produk syariah di Indonesia. Mulai dari produk tabungan syariah, pinjaman syariah, pinjaman rumah syariah hingga asuransi syariah.

Mengingat semakin berkembangnya produk syariah di Indonesia, yuk mengenal lebih dalam soal salah satu produknya yakni asuransi jiwa syariah.

Asuransi syariah pada dasarnya merupakan produk perbankan syariah yang sistem pelaksanaannya berdasarkan hukum Islam (syariah).

Sebagai implementasi dari kaidah dasar muamalah, terdapat prinsip dasar yang menjadi pedoman agar seluruh aktivitas dalam ranah keuangan tersebut sesuai dengan prinsip-prinsip syariah.

Jadi, asuransi jiwa syariah adalah salah satu implementasi asuransi syariah, dimana asuransi jiwa yang menerapkan hukum Islam dengan 3 akad di dalamnya, yakni akad Ta’awun, akad Takafuli, dan akad Tabarru’.

TTS_ Yakin Anda Udah Tahu Tentang Asuransi Jiwa Syariah_ 03

[Baca Juga: Pilih Kredit Emas atau Nabung Emas? Belinya di Pegadaian Atau Bank Syariah?]

 

Penerapan akad Ta’awun dilakukan dengan membentuk suatu dana kumpulan untuk kepentingan bersama. Dana ini terhimpun dari premi asuransi yang dibayarkan oleh pemegang polis.

Saling melindungi tercermin melalui Akad Takafuli yaitu memberikan perlindungan berupa penggantian atas terjadinya suatu risiko sebagaimana yang telah disepakati bersama.

Hal ini yang kemudian dikenal dengan ta’awun wa takafuli.
Terakhir, mengharapkan berkah diimplementasikan melalui Akad Tabarru’ dimana dana yang telah terkumpul dihibahkan oleh peserta dengan tujuan untuk tidak diambil kembali.

Berikut adalah ulasan singkat soal asuransi jiwa syariah. Nah, tentunya Anda bertanya-tanya apa bedanya asuransi syariah ini dengan asuransi konvensional?

Sebenarnya terdapat banyak jenis perusahaan dan produk asuransi. Namun seiring dengan perkembangan produk syariah (misal: produk keuangan dan investasi), muncul produk asuransi syariah.

Untuk dapat mengetahui perbedaanya dengan jelas, yuk simak ulasannya berikut ini:

 

Perbandingan Asuransi Jiwa Syariah dan Konvensional

Menurut AAJI (Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia), definisi asuransi adalah:

Sebuah perjanjian hukum antara perusahaan asuransi dengan pihak yang menggunakan asuransi.

 

Dengan kata lain, asuransi akan melindungi aset berharga Anda, misalnya kesehatan, kendaraan bermotor, atau bahkan jiwa.

Berbeda dengan dana darurat, asuransi merupakan sebuah perjanjian dengan perusahaan asuransi dimana Anda akan membayar polis pada periode tertentu dan akan menerima benefitnya saat dibutuhkan.

Asuransi disini berfungsi sebagai pengaman saat terjadi sesuatu. Asuransi juga perlu disiapkan sebelum Anda lanjut melangkah ke investasi. Asuransi dibutuhkan apabila ternyata dana darurat Anda tidak mencukupi.

Pada intinya ada tiga hal yang perlu Anda siapkan. Pertama-tama adalah dana darurat dahulu, kemudian baru dilanjutkan dengan asuransi, dan barulah melangkah ke investasi.

Jika dana darurat tidak cukup, Anda bisa mengandalkan asuransi sebagai rencana cadangan.

Lalu mengapa muncul asuransi jiwa syariah? Apakah asuransi jiwa konvensional tidak cukup?

TTS_ Yakin Anda Udah Tahu Tentang Asuransi Jiwa Syariah_ 04

[Baca Juga: Apa Saja Perbedaan Saham Syariah dan Saham Konvensional yang Harus Diketahui Para Investor]

 

Nah, meski tujuan asuransi antara syariah dan konvensional sama, tentunya ada perbedaan mendasar antara keduanya. Jika tidak, tentu asuransi konvensional saja sudah cukup. Penasaran?

Pada dasarnya, perbedaan utama antara Asuransi Jiwa Syariah dengan Asuransi Jiwa Konvensional terletak pada konsep dasar dan cara pengelolaan dana yang sesuai dengan prinsip-prinsip Islam atau Syariah.

Asuransi Jiwa Syariah adalah asuransi yang didasari prinsip saling tolong menolong dan melindungi diantara para pesertanya melalui kontribusi ke Dana Tabarru, yaitu kumpulan dana kebajikan dari uang kontribusi para peserta asuransi ini yang setuju untuk saling bantu bila terjadi risiko di antara mereka.

Dana ini kemudian dikelola sesuai prinsip Syariah dan di bawah pengawasan Dewan Syariah untuk menghadapi risiko tertentu.

Sementara dalam Asuransi Jiwa Konvensional, Nasabah membayarkan sejumlah premi atas proteksi yang dibelinya ke perusahaan asuransi.

Bila terjadi risiko atas Nasabah, perusahaan asuransi jiwa akan memberikan sejumlah santunan asuransi.

Maksudnya adalah, jika dalam periode atau waktu pertanggungan, terjadi risiko pada orang yang membeli asuransi (tertanggung), maka perusahaan asuransilah yang akan membayarkan uang pertanggungan tersebut.

Dapat disimpulkan asuransi syariah menerapkan berbagi risiko (risk sharing). Jika dibandingkan dengan asuransi jiwa tradisional, prinsipnya adalah memindahkan risiko (risk transfer).

Selain itu, dalam Asuransi Jiwa Syariah, ada beberapa jenis transaksi yang harus dihindari yaitu gharar atau ketidakpastian, riba atau tambahan dan maysir atau judi.

Jadi, dana Nasabah pada asuransi ini khususnya unit link, tidak akan diinvestasikan pada hal-hal yang bertentangan dengan syariat Islam, contohnya produk keuangan dan perbankan dengan konsep riba, rokok, dan minuman keras.

TTS_ Yakin Anda Udah Tahu Tentang Asuransi Jiwa Syariah_ 05

[Baca Juga: 7 Alasan Bisnis Online dan Freelance adalah Jalan Tercepat Mencapai Kebebasan Finansial]

 

Ketiga, Asuransi syariah diawasi dengan ketat oleh Dewan Syariah Nasional (DSN). Asuransi jiwa tradisional tidak diawasi oleh Dewan Syariah Nasional.

Perbedaan keempat yaitu asuransi syariah membagi hasil keuntungan investasi ke seluruh nasabah.

Perusahaan pengelola mendapatkan bagian berupa biaya pengelolaan. Pada asuransi jiwa tradisional, keuntungan sepenuhnya milik perusahaan asuransi.

Kelima, uang yang dibayarkan nasabah ke perusahaan asuransi syariah tetap menjadi milik nasabah.

Perusahaan asuransi jiwa syariah bertugas untuk mengelolanya saja. Pada perusahaan asuransi konvensional, premi yang dibayarkan oleh nasabah menjadi milik perusahaan sepenuhnya.

Terakhir, asuransi jiwa ini tidak mengenal dana hangus. Pada asuransi jiwa tradisional, premi akan hangus jika tidak ada klaim. Lalu apa yang terjadi jika Anda gagal bayar polis hingga selesai?

TTS_ Yakin Anda Udah Tahu Tentang Asuransi Jiwa Syariah_ 06

[Baca Juga: Kenali Perbedaan Reksa Dana Syariah dan Reksa Dana Konvensional]

 

Yang terjadi adalah dana yang sudah dibayarkan kecuali dana Tabarru’ akan kembali sepenuhnya kepada Anda.

Dana Tabarru’ tidak bisa kembali karena sudah dipisahkan untuk menolong sesama nasabah asuransi yang membutuhkan dan sudah menjadi upah atau ujrah bagi perusahaan asuransi syariah.

Oleh karena itu, pertimbangkan untuk memilih asuransi syariah ketimbang asuransi konvensional jika keuangan Anda sedang mepet dan Anda tidak yakin bisa melunasi polis asuransi hingga selesai.

 

Mekanisme Asuransi Syariah

Seperti telah diungkapkan sebelumnya, prinsip utama asuransi berbasis syariah adalah tidak ada pihak (nasabah, perusahaan asuransi dan pihak lainnya) yang dirugikan. Nasabah menyetorkan sejumlah dana yang dikenal dengan dana tabarru’. 

Contoh ada seorang peserta meninggal dunia dalam masa perjanjian. Ahli waris akan mendapatkan dana santunan dari dana tabarru’ dengan jumlah yang telah disepakati dari awal.

TTS_ Yakin Anda Udah Tahu Tentang Asuransi Jiwa Syariah_ 07

[Baca Juga: 3 + 1 Prinsip Investasi Syariah yang Harus Diketahui oleh Calon Investor. Sudah Tahukah Anda Apa yang Dimaksud Riba?]

 

Jika peserta berumur panjang hingga perjanjian habis, maka mereka akan mendapatkan bagi hasil yang telah disepakati dari awal.

Perusahaan asuransi jiwa ini bertugas untuk mengelola dana tabarru’ tersebut mendapat persetujuan dari seluruh peserta. Persetujuan dari peserta menjadi syarat dalam pengelolaan, termasuk investasi berbasis syariah.

 

Mengenal Asuransi yang Akan Dipilih

Kami berharap artikel ini menggambarkan asuransi jiwa syariah dengan cukup jelas bagi Anda.

Setelah mengenal produk asuransi jiwa ini lebih dalam, apakah Anda tertarik untuk ikut menikmati benefitnya?

Tentunya asuransi syariah selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik dan mengutamakan keuntungan nasabahnya.

Tetapi hal yang sering Anda lupakan adalah, dengan Anda bergabung menggunakan produk asuransi syariah, Anda turut membantu perusahaan asuransi syariah akan semakin bertumbuh ke arah yang lebih baik.

Alhasil Anda juga sudah berpartisipasi dalam pengembangan keuangan syariah. Nah, mengapa tidak mulai menikmati benefitnya dari sekarang?

 

Apakah Anda memiliki pertanyaan mengenai asuransi jiwa syariah lainnya? Silakan tinggalkan komentar Anda di bawah.

Jika ada pertanyaan, silakan ajukan pertanyaan Anda pada kolom di bawah ini. Perencana Keuangan kami siap membantu Anda, terima kasih.

 

Sumber Referensi:

  • Mommies Daily. 2017. Mengenal Konsep Asuransi Jiwa Syariah. Mommiesdaily.com – http://bit.ly/2OP9zCU
  • Admin. Pengertian Asuransi Jiwa Syariah. Prudential.co.id – http://bit.ly/2IQzjee
  • Yogie Respati. 25 April 2017. Empat Alasan Mengapa Kamu Perlu Asuransi Syariah. Akucintakeuangansyariah.com – http://bit.ly/33ugwgS
  • Kompas.com. 26 Maret 2017. 6 Keuntungan Yang Hanya Dimiliki oleh Asuransi Syariah. Ekonomi.kompas.com – http://bit.ly/2Megkwo

 

Sumber Gambar:

  • Asuransi  01 – http://bit.ly/31iQLyu
  • Asuransi  02 – http://bit.ly/2ovXkRb
  • Asuransi  03 – http://bit.ly/2MfFquP
  • Asuransi  04 – http://bit.ly/31jRuzn
  • Asuransi  05 – http://bit.ly/2plced3
  • Asuransi  06 – http://bit.ly/2oGqQ6A
  • Asuransi  07 – http://bit.ly/2IQSzbz