Buat kamu yang bingung memilih instrumen investasi apa yang cocok untuk mahasiswa, yuk cari tahu tipsnya dalam artikel berikut ini!

 

Dilema Memilih Instrumen Investasi

Sebagai mahasiswa, pasti memiliki keterbatasan dalam hal dana atau modal investasi. Sebagian besar masih mengandalkan orang tua untuk kebutuhan sehari-hari.

Ada juga yang sudah memiliki penghasilan sendiri, tapi harus membiayai kebutuhan kuliah terlebih dahulu.

Karena kondisi tersebut, mahasiswa menjadi bingung apakah sebaiknya berinvestasi atau tidak. Padahal, investasi sebaiknya dimulai sedini mungkin. Semakin dini kamu memulai, semakin besar potensi meraih keuntungan dari hasil investasimu.

Sebetulnya, mahasiswa masih bisa kok berinvestasi walaupun dananya terbatas. Dengan syarat, mengetahui cara memilih instrumen investasi yang cocok dengan kondisi keuanganmu.

 

Tips Memilih Instrumen Investasi yang Cocok untuk Mahasiswa

Niat untuk investasi sudah ada. Akan tetapi, masih bingung untuk memilih instrumen yang cocok. Berikut ini beberapa tips buat kamu yang bingung memilih instrumen investasi.

 

#1 Cek Kemampuan Keuanganmu

Kemampuan keuangan seseorang berbeda-beda. Oleh karena itu, instrumen investasi yang cocok antara satu orang dengan yang lainnya pun pasti berbeda juga.

Jika ada temanmu yang cuan gara-gara investasi saham, belum tentu kamu pun akan seberuntung itu.

Hal pertama yang perlu kamu lakukan adalah mengecek kemampuan keuanganmu. Coba tanyakan kepada diri sendiri, seberapa banyak sih uang yang bisa kamu investasikan per bulannya?

Ini berhubungan dengan kemampuanmu dalam mengelola keuangan. Kamu harus bisa menyisihkan uang untuk berinvestasi.

Memang, sebagai mahasiswa, kamu pasti banyak keperluan mendadak seperti membeli buku kuliah, biaya fotocopy, dsb. Belum lagi biaya hidup sehari-hari. Oleh karena itu, penting bagi kamu untuk memiliki anggaran.

Bagaimana Memilih Instrumen Investasi yang Cocok untuk Mahasiswa 01 - Finansialku

[Baca Juga: Hal-hal yang Perlu Dipelajari Mahasiswa Ekonomi Sebelum Investasi]

 

Zaman sekarang, teknologi semakin canggih. Kamu dapat membuat anggaran tanpa harus repot-repot nulis di kertas atau buku. Apalagi, rentan hilang. Nah, kamu dapat dengan mudah menuliskan anggaranmu di aplikasi Finansialku.

Aplikasi ini menyediakan fitur pembuatan anggaran yang sangat mudah digunakan. Kalau kamu pengguna baru, silakan daftar terlebih dahulu. Aplikasi Finansialku dapat kamu download di Google Play Store, maupun App Store.

Setelah kamu menyisihkan anggaran untuk kebutuhan harianmu, saatnya kamu menyisihkan dana untuk investasi. Mulailah dari modal yang kamu punya dulu. Mulai dari apa yang ada.

Misalnya, kamu hanya bisa menyisihkan Rp 100 ribu pada bulan tersebut. Itu tak masalah. Sekarang, banyak instrumen investasi yang bisa dibeli dengan uang Rp 100 ribu. Cocok untuk kamu yang punya dana terbatas.

Lakukan beberapa bulan terlebih dahulu. Setelah itu, kamu evaluasi.

 

#2 Cari Instrumen Apa yang Sesuai dengan Dana Tersebut

Setelah kamu mengetahui seberapa besar uang yang bisa kamu sisihkan untuk investasi, saatnya kamu memilih instrumen investasinya. Carilah instrumen Investasi yang sesuai dengan dana yang kamu miliki.

Misalnya, kamu hanya bisa menyisihkan Rp 100 ribu. Ada banyak instrumen investasi yang menerima dana investasi Rp 100 ribu. Misalnya, reksadana, tabungan emas, atau P2P Lending.

Sebetulnya, ada banyak pilihan instrumen investasi untuk mahasiswa yaitu reksadana, saham, tabungan emas, obligasi, properti, dan P2P Lending.

Jika kamu pemula, kami sarankan untuk memilih investasi reksadana dan tabungan logam mulia atau emas. Selain karena menerima dana investasi Rp 100 ribu, reksadana dan tabungan emas relatif lebih aman.

Bagaimana Memilih Instrumen Investasi yang Cocok untuk Mahasiswa 02 - Finansialku

[Baca Juga: Pentingnya Investasi dalam Mengelola Keuangan Mahasiswa Ekonomi]

 

Kalau ingin lebih kekinian, kamu bisa berinvestasi di P2P Lending yang menawarkan jaminan. Dengan begitu, danamu akan jauh lebih aman.

Kalau kamu mahasiswa ekonomi dan mau mempraktikkan ilmu ekonominya, kamu bisa memilih saham. Minimal, kamu bisa membaca laporan keuangan.

Kamu pun bisa membaca berita bisnis dan menganalisa dampaknya. Misalnya, pemerintah menurunkan suku bunga. Nah, kamu harus analisa bagaimana dampak kondisi tersebut terhadap saham yang kamu beli.

 

#3 Cari Tahu Seluk Beluknya

Kalau kamu sudah menemukan investasi yang cocok dengan jumlah uang yang bisa kamu sisihkan, kini saatnya kamu mempelajarinya.

Pelajari investasi tersebut. Hal ini mirip seperti membeli suatu barang. Kamu pasti membandingkan harganya, mengecek speknya, dsb. Dalam hal memilih investasi pun sama. Kamu harus membandingkan produk investasi sedetail mungkin.

Setiap instrumen investasi memiliki risikonya masing-masing. Kamu pun harus memahami hal ini. Pelajari risikonya. Jangan cuma ingin untungnya saja.

Kamu pun harus ingat bahwa tidak semua jenis investasi bisa dibeli dengan uang Rp 100 ribu.

Oleh karena itu, kamu harus belajar banyak tentang instrumen investasi. Sebagai mahasiswa, kamu memiliki banyak peluang untuk belajar dan menemukan sumber-sumber pembelajaran.

Dengan begitu, kamu bisa menemukan investasi yang cocok dengan kondisi keuanganmu.

Kamu pun dapat mempelajari investasi reksadana lewat audiobook dari Finansialku berikut ini. Lewat audiobook ini, kamu akan belajar hal-hal dasar tentang reksadana bagi pemula. Yuk, dengarkan audiobooknya dengn klik tombol oranye di bawah ini.

 

banner -mudah cara memilih reksa dana yang tepat

 

 

Yuk, Mulai Konsisten Berinvestasi!

Memilih investasi yang cocok untuk mahasiswa itu gampang-gampang susah. Kamu harus berhati-hati dalam memilihnya. Akan tetapi, kalau kamu punya niat, pasti ada jalan.

Bukan seberapa banyak uangnya, tetapi seberapa bisa kamu konsisten berinvestasi. Tentukan, berapa kamu bisa konsisten menyisihkan uang per bulannya.

Kalau uang yang kamu mampu investasikan adalah 10 persen dari pendapatanmu, tidak masalah. Asalkan 10 persen tersebut jangan diganggu-gugat. Lakukan bulan depannya juga.

Atau, kalau kamu merasa bingung dengan sistem persen, tidak apa-apa jika kamu pakai nominal. Misalnya, Rp 100 ribu per bulan. Yang penting, kamu sudah memenuhi jumlah minimal yang kamu tentukan.

Konsisten dalam berinvestasi mendidik dirimu sendiri supaya bisa disiplin dalam membuat prioritas. Dengan berinvestasi secara rutin, nilai uangmu akan terus bertumbuh.

Masih bingung dalam memilih instrumen investasi yang tepat? Kamu dapat berkonsultasi dengan perencana keuangan Finansialku lewat aplikasi Finansialku.

Di masa pandemi seperti ini, berkonsultasi lewat aplikasi Finansialku jauh lebih mudah dan aman, kan? Perencana keuangan Finansialku siap membantumu.

 

Itu dia tips bagaimana cara memilih instrumen investasi yang tepat bagi mahasiswa. Sekarang, kamu sudah tidak bingung lagi, kan?

Jangan lupa share artikel ini pada teman-teman mahasiswamu supaya mereka pun sadar bahwa investasi itu tak sesulit yang dibayangkan. Terima kasih.

 

Sumber Gambar:

  • Investasi 1 – https://bit.ly/31OQne2
  • Investasi 2 – https://bit.ly/31Ludci