Yuk cari tahu bagaimana strategi menyiapkan dana darurat bagi Anda! Nyatanya, semua orang membutuhkan dana darurat.

Namun masih banyak yang salah menggunakannya dan kebingungan mengumpulkannya lagi Jika Anda juga salah satunya, simak pembahasan mengenai dana darurat berikut ini.

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Finansialku Planner

 

Apa itu Dana Darurat?

Dana darurat, mungkin sudah sering Anda mendengar perencana keuangan menjelaskan pentingnya dana darurat. Namun sebenarnya apa sih dana darurat itu?

Sesuai namanya, dana darurat merupakan sejumlah dana yang perlu disiapkan untuk menghadapi keadaan yang darurat, dan merupakan sebuah komponen yang wajib dalam rencana keuangan yang solid.

Bagaimana definisi dana darurat menurut beberapa sumber? Simak definisinya berikut ini:

No.SumberDefinisi Dana Darurat
1InvestopediaAn account that is used to set aside funds to be used in an emergency, such as the loss of a job, an illness or a major expense. The purpose of the fund is to improve financial security by creating a safety net of funds that can be used to meet emergency expenses as well as reduce the need to use high interest debt, such as credit cards, as a last resort.
2Businessdictionary.comMoney which is set aside for an emergency situation, such as unexpected unemployment or injury, or a natural disaster which destroys one’s home and belongings. Having an emergency fund should be part of any individual or family’s disaster plan.

 

Kesimpulannya, dana darurat dirancang khusus untuk mengatasi keadaan darurat yang membutuhkan cadangan finansial.

Dana ini merupakan tindakan pencegahan kegagalan finansial saat Anda sedang membutuhkan dana cepat.

Mempersiapkan Dana Darurat 03 Tabungan - Finansialku

[Baca Juga: Kebebasan Finansial Bukan Berarti Kaya dan Bebas Utang Lho! Tapi…]

 

Menurut moneycrashers.com, dana darurat dapat dikategorikan menjadi 2, yaitu sebagai berikut:

 

#1  Short-Term Emergency Fund

Short-term emergency fund atau dana darurat jangka pendek adalah dana yang tersedia untuk keadaan darurat yang dibutuhkan segera.

Mengingat kebutuhannya yang segera, maka tentunya dana darurat ini harus mudah diakses.

Sebagai contoh Anda menyimpannya dalam sebuah tabungan yang bisa diambil menggunakan kartu debit kapan saja dimana saja.

Tujuan dari dana darurat jangka pendek adalah untuk keadaan darurat yang lebih kecil, misalnya saat mobil mogok dan membutuhkan reparasi, atau kebocoran di langit-langit rumah.

Dana darurat tipe ini juga terkadang digunakan sebagai cadangan saat Anda menunggu dana darurat jangka panjang Anda bisa dicairkan dalam kondisi keadaan darurat yang ekstrim.

Gratis Download Ebook Pentingnya Mengelola Keuangan Pribadi dan Bisnis

Ebook Pentingnya Mengelola Keuangan Pribadi dan Bisnis - Mock Up - Finansialku Jurnal

DOWNLOAD EBOOK SEKARANG

 

#2 Long-Term Emergency Fund 

Long-term emergency fund atau dana darurat jangka panjang memungkinkan Anda untuk menabung demi keadaan darurat dalam skala besar atau ekstrim, seperti Putus Hubungan Kerja (PHK) atau bencana alam seperti gempa bumi dan banjir.

Kemudahan akses tetap merupakan hal penting disini, namun Anda bisa memilih instrument investasi yang lebih menguntungkan (yang umumnya membutuhkan waktu lebih lama untuk dicairkan).

Dengan syarat Anda sudah memiliki dana darurat jangka pendek untuk mengatasi masa pencairan tersebut.

Mempersiapkan Dana Darurat 04 Emergency Fund - Finansialku

[Baca Juga: Dengan Cara Ini, Dana Darurat dan Investasi Bisa Dipersiapkan Secara Bersamaan]

 

Sayangnya, meski sudah mengenal apa itu dana darurat, masih banyak orang yang malah menggunakannya untuk keadaan yang tidak darurat. Sebagai contohnya membayar utang.

Akibatnya, dana darurat kembali menjadi nol.

Bagaimana solusinya? Mari kita melihat bagaimana strategi menyiapkannya jika telah terpakai seperti telah dirangkum oleh Finansialku berikut ini.

 

 

#1 Paparkan Dengan Jelas Tujuan dan Kebutuhan Dana Darurat

Pada tahap pertama Anda harus menentukan apa tujuan dari dana darurat dan berapa jumlah dana darurat yang Anda butuhkan.

Hanya dengan demikian Anda bisa menentukan berapa yang bisa Anda simpan setiap bulannya.

Setelah Anda mengetahui tujuan yang smart, maka kini saatnya membangun pola pikir. Pola pikir inilah yang akan membedakan Anda dari mereka yang gagal mencapai tujuannya.

Jangan jadikan tujuan sebagai beban, melainkan jadikan sebagai motivasi yang akan mendorong Anda untuk menjadi lebih baik lagi.

Kemudian tentukan berapa lama waktu yang Anda butuhkan untuk mencapai jumlah dana darurat yang dituju berdasarkan kemampuan finansial Anda.

Iklan Banner Perencanaan Dana Membeli Mobil - 728x90

Download Aplikasi Finansialku di Google Play Store

Dengan cara ini, Anda bisa mengatur keuangan dengan lebih jelas sehingga tidak mustahil untuk mempersiapkan dana darurat sambil meraih tujuan finansial lainnya.

Tetapi perlu diingat untuk menaati tujuan tersebut dan jangan mengubah tujuan di tengah-tengah. Jika demikian besar kemungkinan Anda akan memanfaatkan dana darurat untuk kebutuhan lain lagi.

 

#2 Dana Darurat Sebaiknya Terpisah

Dana darurat sebaiknya disimpan terpisah dari rekening gaji, rekening kebutuhan sehari-hari ataupun tabungan jangka pendek lainnya.

Hal ini bertujuan agar Anda tidak lupa dan menggunakan dana darurat untuk kebutuhan sehari-hari.

Dengan membuat akun bank tabungan dana darurat yang terpisah, persiapan dana darurat kita akan lebih matang karena bank identik dengan tempat penyimpanan uang yang sangat aman.

Bila kejadian darurat seperti orang tua yang mendadak sakit atau mendadak butuh dana pendidikan, kita dapat menarik dana darurat dengan lebih aman.

Mempersiapkan Dana Darurat 05 Dana Darurat - Finansialku

[Baca Juga: Para HRD: 7 Alasan Pentingnya Dana Darurat untuk Karyawan di Perusahaan Anda]

 

#3 Gunakan Uang Kembalian

Pernahkah Anda menemukan sisa uang kembalian di kantung dan merasa sangat beruntung? Kini mulailah gunakan uang-uang tersebut untuk mencicil dana darurat Anda.

Meski jumlahnya kecil, akan jauh lebih berguna saat Anda menggunakannya untuk mencicil dana darurat dibandingkan menggunakannya untuk hal-hal yang tidak terlalu menambah nilai.

 

#4 Otomasikan Prosesnya

Banyak orang mengelak dari kewajiban dana daruratnya dengan alasan lupa atau tidak pernah memiliki cukup uang untuk memulainya.

Untungnya kini alasan tersebut bisa diatasi dengan mudah, yakni dengan otomasi proses.

Anda bisa menjadwalkan pembayaran atau tabungan dengan fitur auto debet, yakni menabung dengan sistem transfer berkala antar rekening secara otomatis.

Sehingga sejumlah uang dari tabungan harian Anda akan langsung dialokasikan pada tabungan khusus dana darurat tanpa alasan apapun.

Dengan kata lain, Anda perlu membuka 2 rekening, di mana rekening pertama dijadikan rekening utama yang sering digunakan sedangkan rekening kedua dijadikan rekening untuk menabung.

Jika Anda sudah memberi persetujuan, pihak bank akan mentransfer sejumlah uang secara berkala dari rekening utama ke rekening kedua tersebut.

Teknik menabung ini tentunya lebih praktis dibandingkan menyetor uang ke teller secara berkala, dan akan sangat membantu jika Anda sering lupa menabung.

Lalu atur juga keuangan dengan sistem yang terotomasi. Dengan aplikasi Finansialku, Anda bisa mulai mencatat pengeluaran dan pemasukan, membuat anggaran, dan masih banyak lagi.

Bagi Anda pengguna baru, silahkan download Aplikasi Finansialku di Google Play Store.

 

#5 Gunakan “Wasted Money”

Sebuah studi menunjukkan bahwa hampir setiap rumah tangga menyia-nyiakan sedikitnya 10% dari penghasilannya setiap bulan.

Anda bisa menemukan wasted money ini dengan mengecek kesesuaian anggaran dengan realisasinya.

Anda kemudian bisa mengeliminasi aktivitas yang memang hanya menyia-nyiakan uang, misalnya memesan terlalu banyak makanan sehingga harus dibuang, atau membiarkan lampu menyala di siang haru.

Eliminasi aktivitas-aktivitas tersebut dan manfaatkan uangnya untuk mencicil dana darurat Anda.

Mempersiapkan Dana Darurat 06 Wasted Money - Finansialku

[Baca Juga: Ini 5 Langkah Menyusun Kembali Dana Darurat yang Terpakai di Hari Lebaran]

 

#6 Dana Darurat Harus Bebas Risiko

Seperti telah diungkapkan sebelumnya, dana darurat bukanlah dana yang bisa dipermainkan. Dana ini harus selalu ada dan jumlahnya tidak boleh berkurang.

Dengan demikian, tidak disarankan untuk menaruhnya dalam instrument investasi yang berisiko mengalami kerugian seperti investasi saham, reksa dana, dan lainnya.

 

#7 Tambah Pemasukan/Kurangi Pengeluaran

Gaji minim tapi mau nabung untuk dana darurat?

Jika Anda sudah merasa tidak bisa menghemat lebih banyak lagi, maka tandanya Anda harus memulai mencari alternatif lain, yaitu mencari pemasukan lebih.

Memang terdengar sulit, sejak kapan sih mencari uang itu mudah?

Tetapi bukan berarti tidak mungkin lho! Bagi Anda yang ingin mencari pemasukan tambahan, cobalah beberapa langkah berikut ini:

  • Pertama: coba daftar di website-website penyalur jasa freelance
  • Kedua: belajar berinvestasi, biar uang yang bekerja untuk Anda
  • Ketiga: kurangi pengeluaran dengan mencari bocor halus

 

Sekarang coba saya beri tantangan bagi Anda. Coba ingat-ingat berapa uang yang Anda keluarkan kemarin?

Mempersiapkan Dana Darurat 07 Pengeluaran - Finansialku

[Baca Juga: Kenali Perbedaan Menabung Dan Investasi yang Perlu Anda Ketahui]

 

Jika Anda tidak ingat, tandanya Anda tidak pernah mencatat pengeluaran dan pemasukan. Mencatat pengeluaran dan pemasukan bisa sangat membantu untuk menabung lho.

Dengan tahu kondisi keuangan, Anda bisa mengestimasikan berapa banyak uang yang dapat dialokasikan untuk ditabung.

Sebaliknya jika Anda bahkan tidak ingat berapa besar pengeluaran Anda setiap harinya, ujung-ujungnya malah kekurangan uang di akhir bulan.

 

#8 Kalau Mau Lebih Cepat, Belajar Berinvestasi

Daritadi diberikan alternatif tips untuk menabung demi mempersiapkan dana darurat. Tapi pernahkah terpikirkan bahwa mungkin uang tergerus inflasi atau tidak cukup besar nilainya saat dibutuhkan nanti?

Hal ini mungkin saja terjadi, karena menabung pun harus cerdas. Jika tidak, bisa saja uang Anda malah mengecil nilainya.

Cobalah suatu hari cek jenis-jenis tabungan berikut bunganya. Per 2017, suku bunga deposito standar berada di kisaran 4 hingga 8% per tahunnya. Nilai tersebut belum dipotong pajak 20% lho.

Padahal suku bunga deposito sudah lebih besar dibandingkan dengan tabungan.

Lalu jenis tabungan apa yang tingkat pengembaliannya tinggi?

Jawabannya tidak ada. Jika ingin tingkat pengembalian yang lebih tinggi, Anda harus mencoba investasi.

Memang terdapat risiko yang lebih besar dibandingkan dengan menabung, namun high risk high return ternyata benar adanya. Tenang saja, risiko yang tinggi bisa diatasi dengan cara mempelajari pasar.

Dengan berlatih setiap hari mengecek kondisi pasar, lama kelamaan Anda akan mengerti cara mainnya dan mulai memahami pergerakan pasar.

Mempersiapkan Dana Darurat 08 Investasi - Finansialku

[Baca Juga: Mengukur Peluang Keuntungan Menabung di Saham PT Bank CIMB Niaga Tbk]

 

Jenis investasi apa yang cocok? Semuanya kembali lagi ke karakter Anda masing-masing.

Memang betul hasil investasi tinggi merupakan dambaan setiap orang, namun umumnya instrument investasi dengan tingkat pengembalian tinggi juga berisiko tinggi.

Oleh karena itulah, dalam pengelolaan dana darurat, hindari mencari keuntungan tinggi. Namun pertimbangan unsur keamanan dan kemudahan pencairannya.

 

#9 Penyimpanan Tidak Harus Berbentuk Uang

Penyimpanan dana darurat bukan berarti selalu berbentuk uang, seperti tabungan. Anda bisa mempertimbangkan opsi penyimpanan lain, misalnya dalam bentuk logam mulia.

Logam mulia cenderung aman karena harganya cenderung naik dalam jangka panjang. Selain itu, emas mudah dicairkan kapan saja dimana saja. Ditambah lagi emas tidak mudah tergerus inflasi.

Dengan demikian, jangan terpatok dengan menyimpan uang saja, carilah instrument terbaik yang aman bagi dana darurat Anda.

Mempersiapkan Dana Darurat 09 Saving - Finansialku

[Baca Juga: Apa Iya Dana Darurat Bisa Disimpan Pada Produk Reksa Dana?]

 

Mau Mengajukan Utang Lagi? Pikir Terlebih Dulu!

Akibat perekonomian yang semakin sulit, kredit atau utang dijadikan solusi bagi kebutuhan hidup. Tetapi inilah salah satu kesalahan besar yang umum dilakukan walau Anda tahu ini salah.

Sebelum Anda menggunakan dana darurat untuk bayar utang, lebih baik pikir terlebih dahulu!

Anda pasti tahu sangat banyak kebutuhan yang harus dipenuhi, nah disinilah Anda harus tahu manakah yang lebih penting dan manakah yang masih bisa ditunda atau dibatalkan.

Jangan sampai Anda terlilit utang karena tidak berhasil membedakan keinginan dan kebutuhan. Dan jangan sampai pula menggunakan dana darurat untuk membayar utang-utang tersebut.

Jika sudah terjadi sekali, tidak apa-apa. Manfaatkan beberapa strategi di atas untuk menyiapkan kembali dana darurat yang sudah terpakai membayar utang.

Intinya, jangan sampai Anda jatuh dua kali dalam lubang yang sama ya!

 

Apakah Anda sudah menyiapkan dana darurat? Bagikan pengalaman Anda pada kolom komentar di bawah.

Jika ada pertanyaan, silakan ajukan pertanyaan Anda pada kolom di bawah ini. Perencana Keuangan kami siap membantu Anda, terima kasih.

 

Sumber Referensi:

  • Jr Planner. 10 Oktober 2012. Dana Darurat: Definisi Dan Aspek Penting. Catatankeluargamuda.com – https://goo.gl/1uiJJg
  • Miranda Marquit. How to Start & Build Up Your Emergency Fund in Savings. Moneycrashers.com – https://goo.gl/KRkaEz
  • Admin. Cara Mempersiapkan Dana Darurat dengan Baik dan Benar. Simulasikredit.com – https://goo.gl/vqR5Um
  • Shirley Christie. 21 November 2012. 4 Tips Efektif Mengumpulkan Dana Darurat. Liveolive.com – https://goo.gl/SBKjsi

 

Sumber Gambar:

  • Mempersiapkan Dana Darurat – https://goo.gl/jPyqzX
  • Tabungan – https://goo.gl/jzgyrV
  • Emergency Fund – https://goo.gl/HCQKda
  • Dana Darurat – https://goo.gl/qFaFnb
  • Wasted Money – https://goo.gl/64iJwQ
  • Pengeluaran – https://goo.gl/9vHAcG
  • Investasi – https://goo.gl/E7KUrs
  • Saving – https://goo.gl/SmRDuM