Kini berinvestasi saham dinilai jauh lebih mudah. Pasalnya, sekarang banyak pembicara dan analis saham yang membuka layanan rekomendasi saham?

Namun di balik kemudahan yang ditawarkan oleh para ‘ahli saham’ tersebut, tentunya ada juga sisi negatif dari stockpick saham. Seperti apa negatifnya?

Tim Creative Trader akan membahasnya dari sisi Bandarmologi berikut.

 

Artikel ini dipersembahkan oleh:

 

Maraknya Layanan Rekomendasi Saham/Stockpick

Bila Anda bergabung dalam sebuah grup saham, Anda akan menemukan banyak investor saham yang selalu menanyakan rekomendasi saham harian untuk dibeli. Tentunya banyak di antara pakar-pakar saham yang membuka layanan tersebut.

Fakta tersebut menunjukan bagaimana populernya layanan rekomendasi saham/stockpick di kalangan investor ritel di Indonesia.

Hal ini memang dapat dipahami karena ada begitu banyak pakar-pakar saham independen yang secara aktif menawarkan layanan membership rekomendasi saham.

[Baca Juga: Pentingnya Money Management: Mengatur Ritme Pernapasan Investasi Saham]

 

Secara konsep layanan rekomendasi saham berbayar memang memenuhi kebutuhan para investor pemula, atau investor sibuk yang tidak memiliki waktu untuk menganalisis atau belajar menganalisis.

Mereka pun memilih untuk berlangganan rekomendasi premium, supaya saham yang akan dibeli paling tidak sudah dianalisis oleh analis profesional atau trader yang sudah berpengalaman.

Banyak dari layanan premium tersebut bahkan menjanjikan untuk memberi komando kapan harus membeli dan kapan harus menjual saham. Sebuah solusi praktis untuk para investor atau trader yang terlalu sibuk untuk memperoleh kesuksesan di pasar modal.

Ada beberapa alasan mengapa sebagian pakar saham, seperti Creative Trading System, tidak menawarkan layanan stockpick.

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, ada 3 cerita yang akan membuat Anda menyadari apa bahayanya stockpick.

 

Cerita #1: Anak Ajaib Yang Bisa Tebak Pergerakan Harga Saham

Enam sampai tujuh tahun yang lalu sempat ada layanan membership saham yang sangat fenomenal, layanan ini dibuat oleh seseorang pakar saham yang sangat terkenal pada saat itu.

Pakar saham ini sangat istimewa karena dia adalah seorang anak SMA yang dianggap sebagai ‘anak ajaib’ yang bisa mengetahui pergerakan harga saham di masa yang akan datang.

Pada saat itu anak ini menawarkan layanan membership rekomendasi saham berupa email yang dikirim setiap sore untuk memberikan rekomendasi untuk saham yang dibeli besoknya.

Layanan tersebut dijual dengan harga Rp500 ribu sebulan, dan dari konon katanya member dari layanan tersebut sempat mencapai 1000 orang lebih. Artinya, hanya dari layanan ini saja anak tersebut sudah memperoleh ‘cuan’ 500 juta per bulan.

Skill-Trader-Saham-Sukses-1

[Baca Juga: Mulai Main Saham Untuk Pelajar dan Mahasiswa? Dengerin Nasihat Warren Buffett, Investor Saham Tersukses Di Dunia]

 

Bagi rekan-rekan yang baru masuk bursa saham beberapa tahun kebelakang tentu akan bertanya-tanya mengenai identitas ‘anak ajaib’ ini, dan pertanyaan yang lebih besar adalah: ke mana dia sekarang?

Setelah beberapa saat berada di puncak, popularitas anak ini terus mengalami penurunan, anggota member stockpick-nya pun terus berkurang dan akhirnya ditutup. Dalam 3 tahun terakhir nama anak ini hampir tidak pernah terdengar meskipun anak ini masih tinggal di Indonesia.

Menurut Anda apakah alasan di balik kemunculan dan hilangnya anak tersebut? Bagaimana bisa seorang anak yang awalnya terkenal ke seluruh Indonesia karena kemampuannya, secara tiba-tiba bisa kehilangan kemampuan tersebut? Tidakkah Anda merasa ada yang aneh? Baik kita lanjut ke cerita berikutnya.

 

Cerita #2: Pakar Saham Ciptaan Bandar

Tahukan Anda, kalau Bandar memiliki kemampuan untuk ‘menyulap’ salah satu anak buahnya menjadi pakar saham terkenal di kalangan investor ritel di Indonesia, yang dapat mempengaruhi dan dipercaya ratusan bahkan ribuan investor ritel?

Caranya sangat mudah, ambil contoh, satu Bandar memiliki rencana untuk mengangkat harga suatu saham dari yang saat ini harganya di 200. Saham ini awalnya tidak liquid dan tidak banyak dikenal orang, sebutlah kode sahamnya LAJU.

Sebelum menggerakan saham ini sang BANDAR memerintahkan orang suruhannya tersebut untuk membuat status di ‘sosial media’ yang bertuliskan, ‘LAJU terus melaju sampai KM 500’.

Dan ketika harga saham LAJU sudah naik ke atas level 350, mulailah orang tersebut membicarakan bahwa dia sudah memberi ‘kode’ kalau saham LAJU akan terbang sejak jauh-jauh hari.

Saat terbukti harga LAJU sudah naik dari 200 ke 350, hal tersebut umumnya akan membuat investor ritel berbondong-bondong membeli saham ini sebelum harganya sampai ke 500.

Kalau perlu bisa ditambahkan screencap portfolio yang disebarkan oleh pakar tersebut di berbagai social media, yang menunjukan kalau dia membeli saham LAJU di harga 200 dalam jumlah sangat besar, dan sekarang harganya sudah 350 membanggakan posisi floating profit miliaran rupiah di saham LAJU.

Bandar-Saham-Harga-Saham-7

[Baca Juga: Inilah 3 Skill Yang Perlu Dimiliki Untuk Menjadi Trader Saham Sukses!]

 

Hal ini akan membuat banyak investor pemula percaya dan terkagum-kagum akan ‘kesaktian’ pakar tersebut.

Padahal kita sama-sama tahu untuk memperoleh ‘screencap’ keuntungan milyaran rupiah tidak selalu dibutuhkan keahlian trading, terkadang hanya dibutuhkan sedikit keahlian ‘photoshop’ untuk membuat ‘screencap’ keuntungan palsu.

Menariknya kombinasi kedua strategi tersebut dalam dalam waktu singkat bisa ‘menyulap’ seseorang yang sebelumnya tidak pernah terdengar namanya di market menjadi tokoh yang dipuja-puja oleh para investor ritel, dan setiap rekomendasinya didengarkan dan dipercaya investor ritel.

 

Jika Anda belum melakukan trading saham, dan tertarik untuk melakukannya, Silahkan download Gratis ebook: Panduan Berinvestasi Saham Untuk Pemula.

Gratis Download Ebook Panduan Berinvestasi Saham Untuk Pemula

Ebook Panduan Investasi Saham untuk Pemula Finansialku.jpg

Download Ebook Sekarang

 

Cerita #3: Ketika Bandar Buka Layanan Stockpick

Jika Anda sudah percaya akan keberadaan Bandar di pasar modal, dan Anda mengetahui kalau Bandar memiliki kemampuan untuk menggerakan suatu harga saham. Pernahkan Anda membayangkan, bagaimana jadinya jika Bandar menawarkan layanan stockpick berbayar kepada para investor ritel

Bandar bisa menggunakan sosok ‘pakar saham’ ciptaannya untuk menarik perhatian investor ritel, dan menawarkan rekomendasi saham harian, memberikan komando kapan membermember-nya harus membeli, dan kapan harus menjual di saham yang mereka perintahkan.

Bandar-Saham-Harga-Saham-4

[Baca Juga: Mau Belajar Investasi Saham Tapi Modal Terbatas dan Masih Awam? Begini Caranya!]

 

Dengan begitu mengeluarkan layanan stockpick, Bandar bisa memperoleh keuntungan dari berbagai sisi:

  • Pertama dari biaya membershipanggaplah 500 per bulan dikali 200 member saja sudah 100 juta per bulan.
  • Kedua, dan yang lebih penting bagi Bandar tentunya adalah dengan merilis layanan stockpick mereka bisa mengendalikan investor ritel untuk membeli saham yang mereka inginkan di harga yang mereka inginkan.

 

Selama ini salah satu penyebab banyak orang memiliki pandangan negatif terhadap ‘Bandar saham’ karena ada sejumlah Bandar yang dengan sengaja mengerek saham yang fundamentalnya tidak jelas untuk memancing investor ritel membeli saham tersebut, dan ujung-ujungnya menyebabkan investor ritel nyangkut di saham dengan fundamental jelek di harga tinggi.

Kita bisa membayangkan bagaimana mudahnya Bandar menjebak para investor ritel ke saham-saham seperti itu jika mereka merilis layanan stockpick.

Dengan merilis layanan stockpick mereka tidak perlu lagi susah-susah menutupi pergerakan mereka, karena mereka bisa mengendalikan para investor ritel yang notabene akan menjadi ‘korban’ dari pergerakan mereka nantinya.

Tentunya Bandar tidak akan langsung membantai calon-calon korbannya di awal mereka merilis stockpick.

Awalnya para investor ritel akan dibuat merasakan ‘manisnya’ dulu, karena Bandar tahu, ketika seseorang menemukan cara mudah untuk mendapatkan uang, akan sangat sulit untuk orang tersebut berhenti, dan cenderung terus mengulangi metode yang sama.

Bahkan dengan jumlah uang yang semakin lama semakin besar, sambil mengajak sebanyak mungkin orang untuk bergabung dan mengikuti metode instan memperoleh keuntungan tersebut.

Sama seperti Money Game akan ada saatnya dimana sistem ini akan kolaps dan akhirnya bisa ditebak, investor ritel yang semula sempat merasakan keuntungan, akhirnya terpaksa menerima realita kalau keuntungan tersebut sudah diambil kembali oleh Bandar.

Bahkan modal yang sebelumnya sempat bertumbuh, sekarang sudah nyangkut di saham-saham tidak jelas di harga yang sangat tinggi.

Tentunya setelah menjebak investor ritel, pakar saham ciptaan Bandar tersebut akan kehilangan pamornya, namun tentu itu bukan masalah bagi Bandar, dengan metode yang sama mereka dapat menciptakan ‘pakar’ saham yang baru, dan mengulangi strategi yang sama lagi.

 

Sebagai trader, Anda pun dapat mencatat setiap transaksi yang Anda lakukan, sambil mengelola keuangan pribadi Anda. Silahkan gunakan Aplikasi Finansialku untuk mencatat setiap pembelian maupun penjualan saham.

Daftar Aplikasi Finansialku

Download Aplikasi Finansialku di Google Play Store

 

Apakah Anda pernah mencoba trading saham?

Silahkan ceritakan pengalaman Anda mengenai trading yang pernah Anda jalani. Terima Kasih!

 

Sumber Referensi:

 

Sumber Gambar:

  • Bandar Saham – https://goo.gl/3Fqtf7
  • Rekomendasi Saham Stockpick – https://goo.gl/4aw94b