Berkebun emas, apakah cara investasi emas batangan yang dapat diandalkan? Kali ini Finansialku akan membahas lebih dalam mengenai cara investasi emas batangan dengan sistem berkebun emas. Berikut ini penjelasan detailnya mengenai berkebun emas.

 

Rubrik Finansialku

Learn And Invest

 

Bagaimana Cara Kerjanya Investasi Emas Batangan dengan Berkebun Emas

Berkebun emas adalah salah satu strategi berinvestasi emas batangan yang sempat booming di tahun 2011-2013. Pada prinsipnya berkebun emas memanfaatkan kemampuan dari gadai emas dan dengan spekulasi. Gadai emas artinya kita menitipkan emas yang dimiliki untuk ditukarkan dengan sejumlah uang tunai. Biasanya bank akan memberikan pinjaman sebesar 80% – 85% dari harga emas. Misal 25 gram emas seharga Rp15 juta, akan mendapat pinjaman sebesar Rp12 juta. Kemudian uang tunai tersebut digunakan sebagai modal untuk membeli emas kedua dan seterusnya.

Cara Investasi Emas Batangan dengan Berkebun Emas, Apakah Menguntungkan atau Tidak?

[Baca Juga: Gadai Emas di Pegadaian dan Bank Syariah, Bagaimana Caranya? Apakah Untung?]

 

Strategi berinvestasi emas batangan dengan berkebun emas tepat jika: harga emas dapat DIPASTIKAN mengalami kenaikan setiap tahunnya. Sayangnya tidak ada kepastian yang menunjukkan harga emas pasti naik. Sebagai informasi 20-30 tahun yang lalu, harga emas pernah mengalami stagnansi. Stagnansi tersebut tentu saja akan merugikan orang yang berkebun emas. Jika Anda ingin mengetahui perkembangan harga emas hari ini, silakan cek di:

Cek Harga Emas Hari Ini

 

Sebenarnya bagaimana cara kerja berkebun emas, kenapa cara ini sangat berbahaya? Sebelum kami menjawab pertanyaan tersebut, mari kita pelajari cara kerja berkebun emas!

Catatan: Angka ini kami ambil dari salah satu website yang menjelaskan perhitungan berkebun emas. Mari kita perhatikan setiap bagian perhitungan!

 

Cara Kerja Investasi Emas Batangan dengan Cara Berkebun Emas

Beberapa asumsi yang digunakan dalam perhitungan di bawah ini:

  • Asumsi berkebun emas batangan 25 gram.
  • Harga emas batangan 25 gram bersertifikat logam mulia ANTAM adalah Rp9 juta (mengikuti website sumber yang ditulis beberapa tahun yang lalu).
  • Uang tunai yang dimiliki adalah Rp12.750.000.
  • Asumsi Anda dapat menabung sebesar Rp3.750.000 setiap bulannya.
  • Nilai gadai emas (loan to value), sebesar 80% dari harga taksir bank.
  • Biaya taksir bank sebesar Rp300.000 per gram
  • Biaya penitipan Rp2.500 per gram per bulan

Catatan: Nilai gadai, nilai taksir, biaya penitipan, biaya taksir akan berbeda-beda nilainya antara bank yang satu dengan yang lain. Nilai di atas adalah asumsi perhitungan.

 

Tahap 1

Membeli emas batangan 25 gram dengan uang tunai

Rp12.750.000 – Rp9.000.000 = Rp3.750.000

Jadi sekarang sudah memiliki emas 25 gram dan sisa uang sebesar Rp 3.750.000

 

Tahap 2

Gadai emas 25 gram tersebut. Misal harga taksir sebesar Rp300.000. Jika nilai gadai emas adalah 80% dari nilai taksir, maka investor akan mendapat uang sebesar Rp300.000 x 80% x 25 gram = Rp6.000.000

dan biaya penitipan sebesar:

Rp2.500 x 25 gram x 12 bulan = Rp750.000

Sisa uang yang dimiliki adalah:

Rp3.750.000 – Rp750.000 = Rp3.000.000

 

Tahap 3

Beli mas batangan 25 gram yang kedua dari hasil uang gadai dan ditambah sisa uang yang dimiliki.

Rp6.000.000 + Rp3.000.000 = Rp9.000.000

Jadi posisi emas sekarang:

  1. 25 gram (gadai)
  2. 25 gram (ditangan)
  3. Uang kas = 0, jadi harus menabung terlebih dahulu sampai ada dana tambahan

Emas kedua jangan digadai terlebih dahulu, tunggu sampai Anda memiliki modal tambahan untuk menutup biaya penitipan dan uang untuk membeli emas berikutnya.

 

Tahap 4

Misal uang sudah terkumpul dan dilakukan pengulangan (langkah 2 sampai dengan langkah 3) hingga mencapai 5 kali, maka hasilnya:

  1. 25 gram (gadai)
  2. 25 gram (gadai)
  3. 25 gram (gadai)
  4. 25 gram (gadai)
  5. 25 gram (ditangan)
  6. Uang kas = 0, jadi harus nabung terlebih dahulu sampai ada dana tambahan. Seiring berjalannya waktu emas (diasumsikan) naik, sehingga harga emas 25 gram menjadi Rp12.000.000.

Jadi pada tahap ini total modal adalah:

Rp9.000.000 + (4 x Rp3.750.000) = Rp24.000.000

 

Tahap 5

Jual emas kelima, sehingga investor mendapat uang Rp12.000.000.

  1. 25 gram (gadai)
  2. 25 gram (gadai)
  3. 25 gram (gadai)
  4. 25 gram (gadai)
  5. Uang kas = 0, jadi harus nabung terlebih dahulu sampai ada dana tambahan. Seiring berjalannya waktu emas (diasumsikan) naik, sehingga harga emas 25 gram menjadi Rp12.000.000.

 

Tahap 6

Dengan uang kontan ditangan sebesar Rp12.000.000, kita dapat menebus emas 3 dan 4. Setelah ditebus, masing-masing emas dijual dengan harga Rp12.000.000, maka investor akan memiliki uang kontan sebesar 2 x Rp12.000.000 = Rp24.000.000

  1. 25 gram (gadai)
  2. 25 gram (gadai)
  3. Uang kontan Rp24.000.000

 

Tahap 7

Lakukan langkah yang sama untuk melunasi emas nomor 2 dan nomor 1.

  1. Uang kontan Rp36.000.000

Berapa keuntungannya?

  • Uang ditangan Rp36.000.000
  • Modal awal Rp24.000.000
  • Keuntungan Rp12.000.000
  • Jika dihitung persentase, maka keuntungan dengan skema (asumsi perhitungan di atas) adalah 33%.

 

Sumber: sumber 3

 

Apa Plus Minusnya Berkebun Emas

Jika Anda perhatikan sekilas penjelasan atau skema di atas cukup menggiurkan karena, dengan uang yang terbatas, kita dapat membeli beberapa gram emas. Cara berinvestasi seperti di atas harus diakui berpotensi menghasilkan keuntungan tinggi, karena adanya unsur leverage. Dalam bahasa keuangan, kata leverage (atau pengungkit) berarti dengan bantuan uang orang lain, daya beli kita menjadi bertambah. Contoh:

  • Jika investor tanpa menggunakan uang dari gadai, maka investor hanya dapat membeli 1 buah emas. Beli (emas 25 gram, 1 buah) di harga Rp9.000.000 dan jual ketika harga (emas 25 gram, 1 buah) sudah mencapai Rp12.000.000. Artinya investor hanya untung Rp3.000.000.
  • Jika investor menggunakan uang dari gadai, maka investor dapat membeli beberapa buah emas. Jika menggunakan skema di atas (asumsi dan dasar perhitungan), maka investor dapat berpotensi untung Rp12.000.000.

Mau Kredit Emas, Dimana Tempatnya dan Apa Saja Risikonya

[Baca Juga: Mau Kredit Emas, Dimana Tempatnya dan Apa Saja Risikonya?]

 

Kerugiannya, coba Anda hitung jika asumsi-asumsi perhitungan di atas meleset. Contoh:

  • Harga emas 25 gram hanya naik menjadi Rp9.500.000 selama 2 tahun, atau malah konstan selama beberapa tahun.
  • Kenaikan harga emas lebih kecil daripada biaya penitipan emas per tahun.
  • Coba pertimbangkan jika harga taksir bank berbeda-beda (harga taksir emas ke 4 lebih kecil dibandingkan dengan harga taksir emas ke 3).

Perhitungan di atas, akan tepat jika asumsi-asumsi perhitungannya benar. Namun tidak ada jaminan bahwa asumsi tersebut pasti terpenuhi. Ingat dalam investasi Anda harus dapat menghitung risiko terbesar, jangan berjudi (aturannya: berinvestasi bukan berjudi).

Apakah sudah ada sikap resmi dari pemerintah terhadap cara investasi berkebun emas? Melansir dari sumber Viva Bisnis (tanggal 21 Januari 2012), Bank Indonesia dengan tegas melarang pembiayaan gadai emas dengan tujuan spekulasi.

 

Apa Bedanya Investasi Emas dan Spekulasi Emas?

Sebenarnya apa perbedaan antara orang yang investasi emas dengan orang yang spekulasi emas? Secara umum, perbedaan keduanya terletak pada potensi risiko yang mereka tanggung.

  • Seorang investor, pasti akan menghitung potensi kerugian maksimal yang dapat terjadi. Jika kerugian tersebut tidak merusak kondisi keuangannya (secara signifikan), maka investor tersebut dapat melakukan analisis lebih lanjut mengenai potensi keuntungan.
  • Seorang spekulan, cenderung mengabaikan potensi kerugian maksimal yang dapat terjadi. Bisa jadi kerugian tersebut dapat mengganggu keuangan keluarganya dan membuat keadaan menjadi berantakan.

 Bagaimana Cara Investasi untuk Sumber Pemasukan

[Baca Juga: Bagaimana Cara Investasi untuk Sumber Pemasukan?]

 

Teman-teman pembaca, seperti yang kita ketahui bersama emas sendiri adalah investasi yang sudah ada sejak zaman dahulu. Emas juga bukan termasuk alat untuk berjudi atau berspekulasi. Permasalahannya ada beberapa orang yang menyalahgunakan emas sebagai barang untuk spekulasi (mengasumsikan harga emas pasti naik). Apakah ada masa-masa emas tidak mengalami kenaikan harga? Silakan cek grafik berikut ini:

Cara Investasi Emas Batangan dengan Berkebun Emas, Apakah Menguntungkan atau Tidak?

Harga emas, tahun 2007 – 2017 dalam satuan Rupiah per gram

sumber: Goldprice.org – https://goo.gl/giXJdW,

diakses 5 April 2017 pukul 21.33 WIB

 

Jadi, Apakah Boleh Berkebun Emas?

Dilihat dari dasar-dasar perhitungan berkebun emas, ada banyak hal yang sifatnya spekulasi. Investasi berkebun emas akan berantakan jika harga emas mengalami stagnansi (tetap) atau kenaikan harga emas tidak sebanding dengan biaya penitipan. Idealnya silakan gunakan emas untuk investasi, tetapi jangan gunakan emas untuk spekulasi.

 

Apakah Anda memiliki ketertarikan untuk investasi dengan cara ini? Berikan komentar dan pendapat Anda mengenai informasi dari artikel ini yaitu investasi emas dengan cara berkebun emas.

 

Sumber Artikel:

  1. Lukas Setia Atmaja. 25 Februari 2013. Hati-hati berkebun emas. Kontan.co.id – https://goo.gl/mOsQ8r
  2. Antique, Sukirno. 21 Januari 2012. BI Larang Kebun Emas, Bagaimana Cara Kerjanya. Vivanews.co.id – https://goo.gl/K9BnNf
  3. Buda Kerja Online Weebly. Rangkuman Teori dan Praktek Ber-Kebun Emas. https://goo.gl/nLtnMh
  4. Joseph Nguyen. Juni 2009. What is the difference between investing and speculating? Investopedia.com – https://goo.gl/iZtTJU

 

Sumber Gambar:

  • Investing gold – https://goo.gl/xLbzHw

 

 

Download E-Book Panduan Investasi Emas Untuk Pemula (GRATIS)

Download Ebook Panduan Berinvestasi Emas untuk Pemula - Harga Emas Hari Ini - Finansialku

Download Ebook Sekarang