Sudah tahukah kamu cara menabung untuk usia 20-an? Jika kamu berpikir bahwa dengan gaji minim dan usia masih muda tidak perlu menabung, maka kamu salah besar. Menabung sebenarnya bisa dimulai kapan saja tidak mempedulikan seberapa besar atau kecil gajimu. Agar kamu bisa mempersiapkan masa depan dengan lebih baik, mari kita lihat 5 cara menabung untuk usia 20-an yang harus mulai kamu praktikkan meskipun gaji masih minim.

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Finansialku Planner

 

Gaji Minim Harus Nabung?

Pada usia 20-an, biasanya kamu baru saja lulus kuliah dan mulai bekerja. Oleh karena itu, tentunya pendapatan atau gaji yang diperoleh juga biasanya masih tergolong kecil. Namun salah besar lho jika kamu berpikir bahwa gaji minim artinya tidak perlu menabung. Harusnya mindset yang benar adalah:

“Justru karena gaji masih UMR, maka saya harus lebih rajin menabung dan berinvestasi.”

 

5 Cara Menabung untuk Usia 20 an yang Harus Mulai Kamu Praktikkan Meskipun Gaji Masih Minim 02 - Finansialku

[Baca Juga: Sebelum Menabung di Bank, Inilah Jenis-jenis Tabungan dan Tips Memilih Tabungan yang Tepat]

 

Dengan kata lain, kamu harus belajar mengatur keuangan sejak dini. Tidak punya dasar pendidikan keuangan? Jangan cemas. Kabar baiknya adalah, mengatur keuangan mudah untuk dipelajari dan dipraktikkan. Menabung bukan berarti kamu tidak makan dan tidak minum kok. Penasaran gimana caranya?

Melalui artikel berikut, Finansialku akan menjabarkan 5 cara menabung untuk usia 20-an yang harus mulai kamu praktikkan meskipun gaji masih minim.

 

 

5 Cara Menabung untuk Usia 20-an yang Gajinya Masih Minim

Setiap kali kamu berniat menabung, seringkali muncul alasan seperti ini:

  1. Aduh, untuk makan saja sudah pas-pasan, gimana mau nabung?
  2. Nanti dulu deh nabungnya, tunggu gaji agak besar dulu
  3. Nabung untuk apa? Belum ada rencana menikah kok, tunggu kalo sudah punya pacar aja deh.

Coba deh kamu ingat-ingat, apakah kamu juga pernah beralasan seperti itu? Kalo saya sendiri jujur pernah memberi alasan seperti itu, dan saya menyesalinya sekarang. Di saat teman-teman saya sukses dan bisa mencicil rumah atau berinvestasi, saya masih kerepotan membayar DP rumah.

Jika kamu tidak ingin seperti saya, coba lihat 5 cara menabung dari Finansialku. Jadikan masa depan kamu lebih cerah dengan 5 cara mudah berikut:

#1 Biar Bisa Nabung: Tambah Pemasukan atau Kurangi Pengeluaran

Gaji minim tapi mau nabung? Bukan berarti kamu harus menghemat sampai tidak makan. Bukannya nabung, yang ada malah habis uang banyak untuk biaya rumah sakit. Jika kamu sudah merasa tidak bisa menghemat lebih banyak lagi, maka tandanya kamu harus memulai mencari alternatif lain, yaitu mencari pemasukan lebih.

Memang terdengar sulit, sejak kapan sih mencari uang itu mudah? Tetapi bukan berarti tidak mungkin lho!

Kenali Perbedaan Menabung Dan Investasi yang Perlu Anda Ketahui 02 - Finansialku

[Baca Juga: Kenali Perbedaan Menabung Dan Investasi yang Perlu Anda Ketahui]

 

Bagi kamu yang ingin mencari pemasukan tambahan, cobalah beberapa langkah berikut ini:

  • Pertama: coba daftar di website-website penyalur jasa freelance
  • Kedua: belajar berinvestasi, biar uang kamu yang bekerja untuk kamu
  • Ketiga: kurangi pengeluaran dengan mencari bocor halus

 

Sekarang coba saya beri tantangan bagi kamu:

Coba kamu ingat-ingat berapa uang yang kamu keluarkan kemarin?

 

Jika kamu tidak ingat, tandanya kamu tidak pernah mencatat pengeluaran dan pemasukanmu. Mencatat pengeluaran dan pemasukan bisa sangat membantu untuk menabung lho.

Dengan tahu kondisi keuanganmu, kamu bisa mengestimasikan berapa banyak uang yang dapat dialokasikan untuk ditabung. Sebaliknya jika kamu bahkan tidak ingat berapa besar pengeluaran kamu setiap harinya, ujung-ujungnya malah kamu kekurangan uang di akhir bulan.

Sebelum baca tips kedua, mari download Aplikasi Finansialku di Google Play Store atau daftar Aplikasi Finansialku di sini untuk membantu pengaturan keuanganmu.

Daftar Aplikasi Finansialku

Download Aplikasi Finansialku di Google Play Store

 

#2 Jangan Menyisihkan tapi Prioritaskan

Pernahkah kamu mendengar orangtua kita mengajarkan “Jangan dihabiskan semua uangnya, sisihkan sebagian untuk ditabung.” Sayangnya ajaran itu sudah kuno dan ternyata salah. Sisihkan sama saja dengan SISAKAN, yang artinya baru akan dilakukan jika ada sisa uang. Jika kamu mengikuti prinsip sisihkan atau sisakan, maka akan sulit untuk menabung secara konsisten.

Lalu bagaimana seharusnya? Sebaiknya kamu memprioritaskan menabung, dengan kata lain tidak ada alasan untuk tidak menabung. Setiap bulan uang harus sudah dibagi-bagi dan tabungan menjadi salah satu prioritas utama.

Berikut ini adalah sebuah sistem pengelolaan uang yang sedang kami sempurnakan, semoga sistem ini memberikan pandangan baru untuk kamu:

Cara Mengelola Keuangan Keluarga Versi 2.0 - Perencana Keuangan Independen Finansialku

[Baca Juga: Jangan Pernah Sisihkan Uang untuk Menabung dan Berinvestasi]

 

Dapat kamu lihat bahwa tabungan dan investasi memiliki prioritas yang lebih tinggi daripada kewajiban membayar utang atau cicilan dan pengeluaran atau biaya rumah tangga. Dengan mengikuti skema tersebut, tidak akan ada lagi alasan: saya tidak menabung atau berinvestasi, karena uang tidak cukup.

Jika kamu masih berpikir, “Masa menabung harus diutamakan daripada pengeluaran rumah tangga?” Tentu saja. Alasannya sederhana, dengan menabung atau berinvestasi, uang akan bekerja dengan sendirinya. Tambahan uang itu bisa membantu kamu melunasi utang lebih cepat dan menambah uang untuk kebutuhan rumah tangga. Masuk akal bukan?

Sederhananya adalah kamu memperoleh pendapatan pasif dan cara ini merupakan cara yang menyenangkan untuk menambah pemasukan. Bayangkan saja mendapat uang tanpa harus berbuat apapun, enak bukan?

#3 Kurangi atau Hilangkan Utang Pakai Kartu Kredit

Masih pakai kartu kredit? Jika kamu ingin menabung sejak dini, coba kurangi atau hilangkan pemakaian kartu kredit. Mengapa? Kartu kredit memang memudahkan transaksi non-tunai, tetapi tahukah kamu bahwa banyak yang tidak berhasil mengatur pemakaian kartu kredit dan pada akhirnya terlilit utang konsumtif yang tidak ada habisnya?

Selain sulitnya mengatur banyak tagihan kartu kredit, penggunaan terlalu banyak kartu juga mempengaruhi riwayat kredit kamu lho. Pemberi pinjaman akan dengan mudah melihat bahwa kamu kesulitan membayar dan akan ragu dalam memberi kamu pinjaman di kemudian hari.

Apakah Anda Mengajukan Hutang Untuk 4 Pengeluaran Ini Celaka Kalau Anda Pakai Hutang untuk Alasan Nomor 3 02 - Finansialku

[Baca Juga: Apakah Anda Mengajukan Hutang Untuk 4 Pengeluaran Ini? Celaka Kalau Anda Pakai Hutang untuk Alasan Nomor 3]

 

Nah, kebayang kan gimana sulitnya menabung kalau kamu masih punya utang konsumtif? Ujung-ujungnya uang kamu habis untuk mencicil tagihan kartu kredit yang semakin banyak bunganya. Mulai sekarang hentikan pemakaian kartu kredit untuk memudahkan kamu menabung lebih banyak.

 

#4 Mau Mengajukan Utang? Mikir!

Selain utang kartu kredit, sangat banyak jenis kredit pada zaman sekarang. Akibat perekonomian yang semakin sulit, kredit atau utang dijadikan solusi bagi kebutuhan hidup. Tetapi inilah salah satu kesalahan besar yang umum dilakukan walau kamu tahu ini salah. Sebelum kamu jatuh ke lubang UTANG yang dalam, lebih baik MIKIR terlebih dahulu!

Kamu pun pasti tahu tantangan bagi usia 20-an: menikah, beli rumah, beli motor, beli mobil, membangun keluarga. Tetapi manakah yang lebih penting? Disinilah kamu harus menentukan, manakah yang penting dan manakah yang masih bisa ditunda atau dibatalkan. Jangan sampai kamu terlilit utang karena tidak berhasil membedakan keinginan dan kebutuhan. Sebagai contoh:

 

Utang motor dengan tujuan menambah pemasukan sebagai ojek online: BOLEH

Utang motor dengan tujuan pamer dan untuk jalan-jalan sama pacar: PIKIR DULU

 

Utang mobil dengan tujuan menambah pemasukan sebagai taxi online: BOLEH

Utang mobil dengan tujuan ajak keluarga jalan-jalan dan pamer: PIKIR DULU

 

Utang rumah pertama karena baru menikah dan tidak punya tempat tinggal: BOLEH

Utang rumah kedua hanya untuk ditinggali saat liburan: PIKIR DULU

 

Melalui ilustrasi tersebut kamu sudah bisa membedakan mana yang penting dan mana yang tidak bukan? Intinya bukan berarti tidak boleh berutang sama sekali. Utang sah-sah saja, selama kamu memikirkan tujuannya dengan matang sebelum mengambil keputusan.

Sorry, Menabung di Bank Tidak Akan Membuat Anda Kaya. Ini Cara Menabung yang Benar 01 - Finansialku

[Baca Juga: Sorry, Menabung di Bank Tidak Akan Membuat Anda Kaya. Ini Cara Menabung yang Benar]

 

#5 Kalau Mau Lebih Cepat, Belajar Berinvestasi

Dari tadi diberikan alternatif tips untuk menabung demi mempersiapkan masa depan. Tapi pernahkah terpikirkan bahwa mungkin uang tergerus inflasi atau tidak cukup besar untuk masa depanmu? Hal ini mungkin saja terjadi, karena menabung pun harus cerdas. Jika tidak, bisa saja uang kamu malah mengecil nilainya.

Cobalah suatu hari cek jenis-jenis tabungan berikut bunganya. Per 2017, suku bunga deposito standar berada di kisaran 4% hingga 8% per tahunnya. Nilai tersebut belum dipotong pajak 20% lho. Padahal suku bunga deposito sudah lebih besar dibandingkan dengan tabungan.

 

Lalu jenis tabungan apa yang tingkat pengembaliannya tinggi?

Jawabannya: tidak ada. Jika ingin tingkat pengembalian yang lebih tinggi, kamu harus mencoba investasi. Memang terdapat risiko yang lebih besar dibandingkan dengan menabung, namun HIGH RISK HIGH RETURN ternyata benar adanya.

Tenang saja, risiko yang tinggi bisa diatasi dengan cara mempelajari pasar. Dengan berlatih setiap hari mengecek kondisi pasar, lama kelamaan kamu akan mengerti cara mainnya dan mulai memahami pergerakan pasar.

Baru-Baru Ini Saya Coba Website dan Aplikasi Keuangan untuk Cara Menghemat Uang, Perencanaan Keuangan dan Investasi 01 - Finansialku

[Baca Juga: Mengukur Peluang Keuntungan Menabung di Saham PT Bank CIMB Niaga Tbk]

 

Jenis investasi apa yang cocok? Semuanya kembali lagi ke karakter kamu masing-masing. Misalkan kamu tipe orang yang santai, maka kamu bisa mencari investasi yang cenderung aman dan keuntungannya baru terasa dalam jangka panjang, misalnya investasi emas.

Tetapi jika kamu tipe orang yang gerak cepat dan tancap gas, cobalah investasi yang pergerakannya fluktuatif dalam jangka pendek, seperti saham atau trading forex.

Nah, jika kamu sukanya main aman, cobalah investasi dengan risiko rendah seperti obligasi atau reksa dana.

Apapun yang terjadi ingatlah untuk pantang menyerah. Kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda, sama halnya dalam investasi. Kamu baru akan sukses setelah belajar dari sebuah kesalahan. Pengalaman tersebutlah yang mengajarkan kamu bagaimana sebuah kesalahan sebaiknya diatasi dan dihindarkan untuk ke depannya.

Sebelum Investasi Deposito, Kenali Cara Kerja Deposito, Strategi Investasi Deposito dan Cara Menghitung Bunga Deposito 01 - Finansialku

[Baca Juga: Pilih Mana: Menabung di Deposito Bank atau Menabung di Saham Bank?]

 

Menabung Sejak Dini adalah Keharusan

Tidak menabung sejak muda adalah kesalahan besar. Ingat, SALAH BESAR! Saya saja menyesal tidak menabung sedari dulu. Gaji kecil bukanlah alasan, justru perlu dijadikan dorongan yang memacu kamu untuk menabung lebih banyak. Artikel ini bertujuan untuk mencegah kamu melakukan kesalahan yang sama.

Jangan takut untuk memulai, karena kini sudah banyak tools yang dapat membantu kamu mengatur keuanganmu. Salah satunya adalah aplikasi Finansialku yang dapat kamu akses di sini atau kamu bisa langsung download aplikasinya di Google Play Store.

 

Apakah kamu memiliki pertanyaan mengenai cara menabung untuk usia 20-an yang harus mulai kamu praktikkan lainnya? Tinggalkan komentar kamu di bawah. Jika ada pertanyaan, silakan ajukan pertanyaan kamu pada kolom di bawah ini. Perencana Keuangan kami siap membantu kamu, terima kasih.

 

Sumber Referensi:

  • Agung Candra Setiawan. Menabung: 7 Cara Aman Mengelola Uang Penghasilan Anda. Keluarga.com – https://goo.gl/58oNyo

 

Sumber Gambar:

  • Merayakan Kesuksesan – https://goo.gl/BCw5it
  • Loncat – https://goo.gl/MUfTcY

 

Download E-Book Perencanaan Keuangan untuk Umur 20 an (GRATIS)

Ebook Perencanaan Keuangan untuk Usia 20 an Perencana Keuangan Independen Finansialku