Bagaimana Dampak Beri Iming-iming Hadiah ke Anak?

Pernahkah Anda memberikan iming-iming hadiah ke anak? Jika pernah, sudah tahukah apa dampaknya?

Parents, pendidikan keuangan merupakan sebuah hal yang penting bagi buah hati, jadi kenali dampak iming-iming hadiah ini bagi anak:

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Finansialku Planner

 

Sering Beri Iming-iming Hadiah ke Anak?

Apa Anda sering mengatakan hal semacam ini kepada buah hati Anda?

  • “Wah, pintar sekali anak papa. Nanti papa belikan hadiah ya.”
  • “Kalau dapat juara 1 semester ini, nanti dibelikan hadiah yang kamu mau.”
  • “Mana nih yang pinter makan? Ayo makannya yang cepet biar nanti dikasih hadiah.”

Bagaimana Dampak Beri Iming-iming Hadiah ke Anak 02 Hadiah Anak 2 - Finansialku

[Baca Juga: Hubungan Ibu dan Anak Bisa Makin Rukun dengan Mempraktikkan 6 Cara Ini]

 

Tiga contoh di atas hanyalah sedikit dari banyaknya iming-iming hadiah yang diberikan orang tua kepada anaknya.

Selalu ada situasi yang seolah-olah mengharuskan Anda untuk mengucapkan kalimat tersebut, terutama ketika anak tidak lekas melakukan apa yang Anda perintahkan.

Dengan memberikan iming-iming, anak-anak akan lebih mudah menuruti apa yang Anda perintahkan.

Tetapi apakah benar cara ini efektif?

Untuk menjawabnya Anda harus melihat dari 2 sudut pandang berbeda:

  • Di satu sisi, dengan iming-iming hadiah, anak mungkin akan langsung tergerak melakukan sesuatu. Hal ini bisa memicu anak untuk mencapai suatu titik positif tertentu.
  • Di sisi lain, tindakan memberikan imbalan seperti ini sama seperti menyuap anak. Jika hal ini terus dilakukan, anak-anak akan tumbuh menjadi sosok yang mudah disuap.

Dampak negatif jangka panjangnya adalah anak bisa tumbuh menjadi sosok yang manipulatif. Mereka tahu bagaimana mengambil keuntungan dari orang lain. 

Jadi, penting untuk membedakan iming-iming yang Anda berikan kepada buah hati Anda. Iming-iming itu bisa berupa hadiah namun bisa juga berubah jadi sogokan.

Bedanya adalah hadiah diberikan ketika anak berhasil memperoleh sesuatu yang positif. Sementara “sogokan” diberikan ketika anak tidak mau melakukan kewajibannya.

Nah, apa dampaknya saat Anda memberikan iming-iming yang condong ke arah sogokan ini? Yuk simak ulasan Finansialku berikut ini:

Iklan Banner Perencanaan Dana Pendidikan Anak - 728x90

Download Aplikasi Finansialku di Google Play Store

Dampak Beri Iming-iming Hadiah ke Anak

Mungkin terdengar lebay sekali saat kami memberi tahu dampak Anda beri iming-iming hadiah ke anak. Namun hal ini merupakan sebuah kebiasaan, dan kebiasaan yang buruk tidak boleh dibiarkan berlarut-larut.

Kebiasaan yang diajarkan orang tua kepada anak-anaknya akan membentuk pribadi si anak tersebut, sehingga penting untuk mendidik mereka dengan kebiasaan baik.

Bagaimana Dampak Beri Iming-iming Hadiah ke Anak 03 Hadiah Anak 3 - Finansialku

[Baca Juga: Mengajarkan Anak tentang Keuangan Berdasarkan Kelompok Usia]

 

Memang apa saja sih dampak beri iming-iming hadiah ke anak ini? Berikut jawabannya:

 

#1 Dapat Mendorong Sikap Konsumtif

Orang tua umumnya menawarkan iming-iming dalam bentuk materi seperti, permen, es krim, mainan, kue, dan aksesori.

Materi yang ditawarkan biasanya sesuatu yang sangat disukai sang buah hati, agar si anak semakin bersemangat untuk mendapatkannya.

Namun hal ini adalah sesuatu yang bisa membangun dan menumbuhkan sikap konsumtifnya. Anak dengan mudah dapat memperoleh sesuatu yang disukainya hanya dengan memenuhi permintaan orang tuanya.

Mereka akan menganggap bahwa sah-sah saja membuat orang tuanya membelikan keinginannya hanya dengan sedikit berusaha.

Lama kelamaan, anak bisa memanfaatkan situasi ini dan mulai menjadikannya senjata seperti dibahas pada poin ke-2 di bawah ini:

 

#2 Dapat Membentuk Sikap Manipulatif

Jika kebiasaan memberi iming-iming hadiah ke anak diteruskan, suatu saat, mereka akan belajar menjadikan hal ini sebagai senjata untuk menyerang balik Anda.

Artinya, anak akan mulai mendikte orangtua agar mau membelikan sesuatu yang diinginkan. Sebagai contohnya:

  • “Aku mau mengerjakan PR sekarang, asal ibu mau membelikan balon warna merah.”
  • “Aku mau makan asal boleh nonton Youtube di iPad.”

 

Mungkin saat masih kecil sikap manipulatif ini tidak berbahaya, tetapi bayangkan saat anak tumbuh dewasa dengan sikap ini.

Tentunya sangat berbahaya karena akan membuatnya berpikir untuk selalu memperoleh apa yang diinginkannya dengan memanfaatkan orang lain.

Anak akan mulai berhenti menghormati apa yang namanya kerja keras demi memperoleh sesuatu.

Iklan Banner Perencanaan Dana Pendidikan Anak - 728x90

Download Aplikasi Finansialku di Google Play Store

#3 Merasa Uang Tidak Berharga

Banyak anak yang menganggap bahwa uang itu datang dengan sendirinya, tanpa perlu dicari. Terlebih saat Anda selalu memberikannya iming-iming hadiah di setiap kesempatan.

Anak akan semakin tidak menghargai uang dan tidak memahami sulitnya memperoleh uang tersebut.

Perlu diingat bahwa penting untuk menyalurkan pendidikan finansial sejak dini untuk kebutuhannya di masa depan. Bagaimanapun, kelak buah hati Anda akan menjadi generasi penerus yang perlu mengembangkan kondisi finansial dunia.

 

#4 Menjadikan Anak Tidak Disiplin

Orang tua yang selalu menawarkan iming-iming, bisa jadi malah membuat anak menjadi tidak disiplin. Bagaimana bisa?

Saat terlalu banyak diberi iming-iming hadiah, Anak hanya mau melakukan sesuatu bila mendapat imbalan dari orangtuanya. Ketika tidak mendapatkan imbalan, anak tidak melakukan seperti yang diharapkan orangtuanya.

Jadilah kebiasaan anak mengabaikan perintah orang tuanya saat tidak ada imbalan yang diterimanya. Berbahaya sekali bukan?

 

#5 Lupa akan Tujuan Melakukan Sesuatu

Saat terbiasa memperoleh hadiah atau sogokan saat berhasil melakukan sesuatu, tentunya ini akan menjadi motivasi tunggal anak saat melakukan apapun.

Secara tidak sadar, anak akan kesulitan untuk memahami proses dan tindakan yang dia kerjakan karena di dalam pikirannya hanya terlintas hadiah dan hadiah.

Anak memang mengerjakannya, tetapi dia kurang mampu untuk mengerti makna dari apa yang dia kerjakan.

Akibatnya anak tidak akan belajar mengenai beberapa hal dasar dalam sebuah proses melakukan sesuatu, misalnya tanggung jawab, percaya diri, dan lain sebagainya.

Iklan Banner Perencanaan Dana Pendidikan Anak - 728x90

Download Aplikasi Finansialku di Google Play Store

Cara Memberi Iming-iming Hadiah agar Berdampak Positif

Melihat dampak negatif dari iming-iming hadiah bukan berarti tidak boleh melakukannya sama sekali.

Namun disini Anda harus belajar agar Anda berada di pihak yang benar dan memberikan iming-iming secara efektif tanpa dimanfaatkan oleh sang anak.

Anda tentu tahu bahwa dewasa ini anak semakin cerdas, dan kita tidak boleh kalah akan kecerdasan buah hati kita.

Bagaimana Dampak Beri Iming-iming Hadiah ke Anak 04 Hadiah Anak 4 - Finansialku

[Baca Juga: Ada 9 Cara Terbaik Mengajarkan Anak Tentang Beramal]

 

Jadi bagaimana cara memberi iming-iming hadiah yang efektif dan berdampak positif? Yuk lihat beberapa tipsnya berikut ini:

 

#1 Beri Tahu Alasan Mereka Mendapat Hadiah

Saat ingin mendorong anak untuk melakukan sesuatu dengan iming-iming hadiah, pastikan mereka tahu alasan pemberian hadiah ini. Sehingga mereka bisa tahu mana yang benar dan salah.

Tujuan hal ini adalah agar anak mengerti bahwa hal yang dilakukannya adalah hal baik dan bisa diteruskan. Dengan demikian mereka akan selalu berusaha melakukan hal yang baik demi memperoleh hadiah ini.

 

#2 Jangan Berikan Hadiah Berlebihan

Seorang psikolog klinis Christina Tedja mengungkapkan bahwa memberikan anak hadiah saat mencapai prestasi atau kesepakatan tertentu bukanlah hal yang buruk.

Namun Christina menambahkan bahwa yang terpenting adalah orang tua tidak memberikan rewards atau hadiah yang berlebihan sehingga menghilangkan makna dari proses itu sendiri. Christina mengatakan:

“Jika rewards yang diberikan berlebihan, maka anak lebih tertarik akan rewards atau hadiahnya dibandingkan proses belajar atau prestasi yang hendak dicapai.”

 

Anak kecil mendapatkan hadiah dari ayah ibunya, sehingga sering kali mereka tidak paham bahwa untuk menghasilkan uang dan membeli hadiah dibutuhkan usaha.

Mereka mungkin tidak tahu jika ayah ibunya juga bekerja atau berbisnis untuk menghasilkan uang.

Dengan demikian penting untuk memberikan hadiah sepantasnya dan sewajarnya, sehingga anak akan paham akan konsep usaha. Cara sederhana ini akan mengajarkannya bahwa dibutuhkan usaha untuk memperoleh sesuatu.

Iklan Banner Perencanaan Dana Pendidikan Anak - 728x90

Download Aplikasi Finansialku di Google Play Store

#3 Jangan Diberikan Terlalu Sering

Sebisa mungkin hindari memberikan hadiah untuk hal-hal yang memang sudah semestinya mereka kerjakan dan menjadi tanggung jawabnya. Cukup beri pujian jika anak berhasil menunaikan tanggung jawabnya. Jangan berlebihan dengan memberikannya hadiah.

Dengan demikian anak tidak akan menjadi manipulatif dan memanfaatkan setiap kesempatannya untuk mendapatkan sesuatu dari Anda.

 

#4 Berikan Hadiah Tanpa Mengiming-iming Di Awal

Biasakan berikan hadiah di akhir untuk menunjukkan penghargaan bahwa ia telah berhasil menyelesaikan sesuatu dengan baik. Jangan berikan hadiah di awal bahkan sebelum sang anak melakukan apa yang diminta.

Apabila mungkin, jangan juga memberi tahu anak soal hadiah ini. Berikan secara surprise saat anak memang sudah melakukan tugasnya atau mencapai sesuatu.

Dengan demikian, anak melakukan sesuatu bukan hanya demi hadiahnya. Namun mereka akan memperoleh rasa puas di akhir saat ternyata kerja kerasnya membuahkan hasil.

 

#5 Jadilah Panutan yang Baik

Buah hati Anda merupakan sosok peniru, ia akan mencontoh sebagian besar perilaku Anda. Dengan demikian, penting untuk memberikan contoh yang baik dalam hal pamrih.

Sebagai contoh, jika anak meminta sesuatu saat diberi tugas, maka Anda harus menjelaskan bahwa Anda melakukan tugas mengurus rumah sehari-hari pun tanpa ada pamrih.

Buah hati Anda akan lebih memahami bahwa memang tidak seluruh keinginan orang tuanya dapat terpenuhi, begitu juga dengan keinginannya.

 

#6 Ajarkan Perbedaan Keinginan dan Kebutuhan

Buah hati Anda yang masih kecil biasanya masih sulit untuk membedakan keinginan dan kebutuhan.

Bagaimana Dampak Beri Iming-iming Hadiah ke Anak 05 Hadiah Anak 5 - Finansialku

[Baca Juga: Ibu Rumah Tangga Juga Bisa Merencanakan Keuangan dengan Aplikasi Finansialku]

 

Sebagai contoh jika ia mengatakan bahwa ia membutuhkan sepatu baru, dan jika Anda meminta alasannya, maka ia akan berkata “Aku membutuhkannya karena sahabatku juga memiliki sepatu baru”.

Saat ia merengek untuk minta dibelikan sesuatu yang bukan kebutuhannya sebagai hadiah, jelaskanlah bahwa kebutuhan dan keinginan itu berbeda.

Berilah penjelasan bahwa saat ia memiliki banyak sepatu yang kondisinya masih bagus, banyak anak-anak di luar sana yang tidak memiliki sepatu sama sekali.

Atau Anda juga bisa mengajarkan hal tersebut sambil menabung, misalkan setiap ia meminta sesuatu yang ia inginkan namun tidak dibutuhkannya, minta ia untuk menabung sejumlah uang di dalam celengan untuk kemudian didonasikan pada yang membutuhkan.

Iklan Banner Perencanaan Dana Pendidikan Anak - 728x90

Download Aplikasi Finansialku di Google Play Store

Ubah Caranya, Peroleh Hasil yang Lebih Baik

Jangan pernah berpikir bahwa anak Anda masih kecil sehingga tidak masalah menerapkan pemberian iming-iming hadiah yang salah.

Walaupun buah hati Anda masih kecil, berikanlah pendidikan yang tepat sehingga membentuk kebiasaan yang lebih baik pula.

Hindari dampak-dampak negatif pemberian iming-iming hadiah dengan mengaplikasikan beberapa tips di atas.

Apabila Anda memiliki tips lainnya mengenai iming-iming hadiah ini, jangan ragu untuk membagikannya kepada para orang tua lainnya melalui kolom komentar di bawah.

Apakah Anda sudah merencanakan dana pendidikan untuk anak Anda? Anda bisa membaca ebook Cara menyekolahkan Anak dari TK sampai Sarjana tanpa utang di bawah ini secara GRATIS.

Bagaimana Caranya Menyekolahkan Anak dari TK sampai Sarjana, Tanpa Utang!

Download ebook-nya, GRATIS!!!

Ebook Dana Pendidikan Anak - Finansialku Mockup

Download Sekarang

 

Selain itu, Anda dapat dengan mudah merencanakan dana pendidikan anak  dan mengatur keuangan Anda melalui Aplikasi Finansialku. Aplikasi Finansialku dapat Anda download melalui link di bawah ini atau melalui Google Play Store.

Daftar Aplikasi Finansialku

Download Aplikasi Finansialku di Google Play Store

 

Apakah Anda memiliki pertanyaan lain mengenai dampak memberi iming-iming hadiah ke anak? Tinggalkan komentar Anda di bawah.

Jika ada pertanyaan, silakan ajukan pertanyaan Anda pada kolom di bawah ini. Perencana Keuangan kami siap membantu Anda.

Bagikan artikel ini kepada teman dan kerabat Anda agar mendapatkan manfaat dari artikel ini. Terima kasih

 

Sumber Referensi:

  • Admin. 18 Juli 2017. 5 Dampak Buruk Terlalu Sering Memberi Hadiah Kepada Anak. Pelangiblog.com – https://goo.gl/F1p3Mi
  • Admin. 27 April 2012. Dampak Negatif Iming-iming untuk Si Kecil. Tekno.kompas.com – https://goo.gl/pVMpoC
  • Admin. 22 Februari 2018. Kenali Bedanya “Sogokan” Dan Hadiah. Schoolofparenting.id – https://goo.gl/r4ZhEb
  • Haibunda. Dampak Beri Iming-iming Hadiah ke Anak. Wap.mi.baca.co.id – https://goo.gl/aCKrLa

 

Sumber Gambar:

  • Hadiah Anak 1 – https://goo.gl/ZP4Ws6
  • Hadiah Anak 2 – https://goo.gl/b7RBZG
  • Hadiah Anak 3 – https://goo.gl/FQk8xZ
  • Hadiah Anak 4 – https://goo.gl/Lv6rpz
  • Hadiah Anak 5 – https://goo.gl/r1JiNb

About the Author:

Fransiska Ardela, S.T
Fransiska Ardela, S.T. memiliki background pendidikan S1 di Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Katolik Parahyangan. Memiliki ketertarikan dan pengalaman di bidang pendidikan, product management, dan entrepreneurship.

Leave A Comment