Apa itu dividen saham? Perusahaan mana saja yang rajin membagikan dividen sahamnya?

Finansialku sudah merangkum informasi lengkapnya di artikel berikut ini!

 

Summary:

  • Dividen adalah salah satu sumber keuntungan yang investor saham peroleh, bisa dalam bentuk uang tunai atau saham.
  • Ada beberapa cara pembagian dan jenis dividen saham sesuai dengan kondisi dan kebijakan masing-masing perusahaan.
  • Besar kecilnya dividen yang investor saham dapatkan terpengaruh oleh berbagai faktor.

 

Mengenal Dividen Saham

Seorang investor saham akan mendapatkan keuntungan dari dua hal, yaitu capital gain dan dividen.

Capital gain berasal dari selisih kenaikan harga jual dan harga beli saham yang investor miliki.

Sementara dividen sumbernya dari pembagian keuntungan perusahaan dalam suatu periode tertentu.

Istilah lainnya, pembagian saldo laba yang besarannya dapat berubah tergantung kebijakan dan hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Lalu, apa dan bagaimana dividen itu? Berikut penjelasannya!

 

Pengertian Dividen Saham

Dividen adalah sebuah aksi perusahaan membagikan laba dalam periode satu tahun kepada investor pemegang saham, berdasarkan jumlah saham yang investor miliki.

Perusahaan akan membagikan dividen dalam bentuk uang tunai atau saham. Lalu setelahnya, terdapat pajak dividen saham yang harus dibayarkan.

Pajak dividen saham dikenakan PPh 10% yang bersifat final dan dibebankan kepada investor setiap menerima dividen dari perusahaan.

 

Contoh Perhitungan

Pak Ali memiliki 5.000 lot (5.000 lot x 100 lembar = 500.000 lembar saham) perusahaan PT Bukit Asam (PTBA).

Tahun 2021, PTBA membagikan dividen final tahun buku 2020 sebesar Rp 74,69 per lembar.

 

Berapa dividen yang Pak Ali dapatkan?

= 500.000 lembar x Rp 74,69 per lembar

= Rp 37.345.000

 

Pajak Final Dividen = 10%

Dividen yang Pak Ali terima setelah pajak:

= (1 – 10%) x Rp 37.345.000

= Rp 33.610.500

Selanjutnya, dividen tersebut akan ditransfer ke Rekening Dana Nasabah (RDN).

 

Cara Pembagian dan Jenis Dividen

Sobat Finansialku, berdasarkan pengertian di atas, sudah mulai paham apa itu dividen?

Ketika perusahaan membagikan dividennya kepada investor pemegang saham, ada dua cara yang umumnya digunakan, antara lain:

 

#1 Berdasarkan Waktu Pembagian dan Tahun Buku

Cara pertama, dilihat berdasarkan waktu yakni berapa kali perusahaan membagikan dividennya salam satu tahun. Berikut ini beberapa jenisnya:

 

#1 Dividen Interim

Dividen interim yaitu mekanisme pemberian dividen dalam kurun waktu sebelum perusahaan menutup pembukuan keuangannya, atau masih dalam tahun berjalan.

Sehingga dapat berarti dividen sementara atau sebagian karena tidak penuh dalam periode satu tahun.

 

#2 Dividen Final

Dividen final adalah mekanisme pemberian dividen dalam kurun waktu satu tahun (penuh).

Perbedaan dengan dividen interim hanya pada waktu pembagiannya saja, karena keduanya sama-sama memiliki peran dalam hal pembagian dividen.

[Baca Juga: Mendapat Dividen Saham Setiap Bulan, Memangnya Bisa?]

 

#2 Berdasarkan Aset yang Dibagikan

Cara kedua yaitu pembagian dividen berdasarkan aset. Berikut ini beberapa jenisnya:

 

#1 Dividen Tunai

Pembagian keuntungan perusahaan kepada pemegang saham dalam bentuk uang tunai.

 

#2 Dividen Saham

Pembagian keuntungan perusahaan dalam bentuk saham. Sehingga jumlah lembar saham milikmu akan bertambah.

 

#3 Dividen Properti

Selain dalam bentuk uang tunai dan saham, ada juga perusahaan yang membagikan keuntungan dalam bentuk aset atau properti.

Kondisi ini menunjukkan perusahaan sedang kurang baik, karena tidak memiliki uang tunai.

 

#4 Dividen Janji Utang

Terakhir yaitu pembagian keuntungan perusahaan berbentuk penulisan surat janji utang perusahaan kepada pemegang saham.

Isi dari surat janji utang yaitu, menyatakan untuk pelunasan atau pembayaran utang yang sudah terjanjikan beserta waktunya.

 

Studi Kasus Pembagian Dividen Saham

Supaya informasinya lebih jelas, yuk, pelajari studi kasus berikut tentang pembagian dividen saham dari PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI).

Tahun 2022, BBRI akan membagikan dividen tunai tahun 2021 sebesar Rp 26,4 triliun.

Jumlah tersebut setara 85% dari perolehan laba bersih BRI tahun 2021 yang mencapai Rp 31,6 triliun.

Jika kita bagi dengan jumlah saham beredar maka setiap investor akan mendapatkan dividen tunai sebesar Rp 174,23 per saham.

 

Contoh Perhitungan

Pak Wahyu memiliki saham BBRI sebanyak 100 lot atau 10.000 lembar saham.

Ketika ada pembagian dividen BBRI, berapa dividen yang didapat Pak Wahyu?

= 10.000 lembar x Rp 174,23 per lembar

= Rp 1.742.300

 

Jadwal Pembagian Dividen Saham BBRI

FYI, berikut ini jadwal pembagian saham BBRI:

  • Tanggal cum dividen: 10 Maret 2022.
  • Tanggal ex dividen: 11 Maret 2022.
  • Tanggal recording: 14 Maret 2022 pukul 16.15 WIB.
  • Tanggal distribution: 1 April 2022.

 

Keterangan:

  • Cum Date: Tanggal dimana penentuan untuk para investor yang berhak mendapatkan dividen dari sebuah perusahaan.

Lewat dari itu, maka tidak akan mendapatkan pembagian dividen.

  • Ex Date: Tanggal dimana setelah hari cum date. Investor yang membeli saham di harga ex-date maka tidak akan mendapatkan pembagian dividen.

Atau diasumsikan sudah kadaluarsa dari ketentuan tanggal pembagian dividen.

  • Recording Date: Tanggal ketika perusahaan mencatat investor mana saja yang akan mendapatkan dividen.
  • Distribution: Tanggal pembagian/pembayaran dividen ke investor yang memiliki saham perusahaan.

 

Beberapa istilah tersebut penting untuk dipahami dalam pembagian dividen saham. Supaya tidak melewatkan jadwal atau diasumsikan kadaluarsa.

Anda bisa menambah literasi seputar investasi saham, termasuk cara analisis saham dengan berbagai analisis teknikal, lewat ebook Petunjuk Praktis Dapat Keuntungan di Saham dari Finansialku.

Banner Iklan Ebook Petunjuk Praktis Dapat Keuntungan di Saham - HP
Banner Iklan Ebook Petunjuk Praktis Dapat Keuntungan di Saham - PC

 

Nah, selain BBRI, masih banyak perusahaan lain yang rajin membagikan dividen saham kepada para investor. Apa saja?

Simak penjelasan berikutnya!

 

20 Perusahaan yang Rajin Bagi Dividen

IDX 20 High Dividend adalah indeks saham yang berisi 20 saham kapitalisasi besar dengan dividen tertinggi dalam periode tertentu.

Saham-saham yang masuk pada indeks ini, akan ditinjau setiap bulan Januari dan Juli setiap tahunnya.

Update: 28 Januari 2022

20 perusahaan rajin bagi dividen (1)

Sumber: idnfinancials.com

 

Faktor yang Mempengaruhi Besar Kecilnya Dividen

Setiap perusahaan memiliki ketentuan masing-masing dalam membagikan keuntungan kepada investor dalam bentuk dividen tunai atau saham.

Ketentuan tersebut didasari pada beberapa faktor yaitu:

 

#1 Profitabilitas

Profitabilitas adalah kemampuan sebuah perusahaan dalam menghasilkan keuntungan atau laba dalam suatu periode tertentu.

Investor akan mendapatkan dividen lebih besar seiring tinggi profitabilitas yang dihasilkan.

Dengan keuntungan yang lebih besar, membuat perusahaan lebih banyak membagikannya kepada investor, begitupun sebaliknya.

 

Contoh:

  • Perusahaan A menghasilkan keuntungan sebesar Rp 10 miliar dengan Dividend per Share (DPR) 50%.

Maka perusahaan A bisa membagikan Rp 5 miliar dalam bentuk dividen kepada pemegang saham.

  • Perusahaan B menghasilkan keuntungan sebesar Rp 20 miliar dengan DPR 50%. Maka perusahaan B dapat membagikan Rp 10 miliar dalam bentuk dividen.

Sehingga perusahaan B bisa memberikan dividen lebih besar kepada investornya, karena keuntungannya pun lebih besar.

 

#2 Likuiditas

Likuiditas adalah kemampuan perusahaan dalam menyelesaikan kewajiban jangka pendeknya.

Semakin besar likuiditas sebuah perusahaan, maka semakin besar kemampuan perusahaan membagikan dividennya.

Perusahaan yang tingkat likuiditas tinggi, menginformasikan bahwa tidak memiliki kewajiban yang besar. Sehingga bisa fokus memberikan dividen kepada investor.

 

#3 Tingkat Pertumbuhan

Tingkat pertumbuhan sebuah perusahaan juga akan mempengaruhi besar kecil dan kebijakan dividen yang diambil sebuah perusahaan.

Perusahaan dalam fase growing akan lebih memprioritaskan pengelolaan hasil keuntungan untuk kebutuhan operasional perusahaan. Jika dibandingkan dengan perusahaan dalam fase mature.

Sehingga pesatnya tingkat pertumbuhan perusahaan, sejalan dengan besaran dividen yang akan dibagikan. Begitupun sebaliknya.

 

#4 Ukuran Perusahaan

Ukuran perusahaan mempengaruhi jumlah dividen yang akan mereka bagikan.

Perusahaan besar cenderung membagikan dividen dalam jumlah yang besar pula.

Sebab, hal ini mempengaruhi reputasi perusahaan di kalangan investor. Perusahaan yang tergolong ukuran besar akan lebih berfokus pada keinginan investor.

Sedangkan perusahaan lebih kecil, fokusnya pada pengembangan bisnis. Sehingga, ketika mendapatkan profit maka sebagian besar keuntungannya akan mereka alokasikan untuk kebutuhan operasional pengembangan bisnis.

[Baca Juga: Mengenal Apa Itu Dividend Investing, Jenis dan Perhitungannya]

 

Istilah Penting Terkait Dividen Saham

Sobat Finansialku, dalam pembagian dividen saham mungkin terdapat banyak istilah yang wajib Anda ketahui, sebagai berikut:

 

#1 Dividend per Share (DPS)

Dividend per Share (DPS) adalah pembagian laba perusahaan kepada pemegang saham berdasarkan banyaknya jumlah saham yang investor miliki. DPS dapat berarti sebagai hak pemegang saham.

Nilai DPS berasal dari hasil laba dikali rasio pembayaran dividen, kemudian dibagi dengan jumlah lembar saham yang dimiliki.

 

#2 Dividend Yield

Dividend yield adalah cara mengukur berapa banyak arus kas yang Anda peroleh, untuk setiap rupiah yang diinvestasikan dalam posisi ekuitas.

Istilah lainnya, perbandingan antara dividen yang dibagi dengan harga sahamnya.

Sebagai investor saham, tentu sangat menantikan harga saham murah agar bisa mendapat keuntungan yang lebih maksimal.

Anda bisa mendapatkan ‘bocoran’ cara beli saham dengan harga murah melalui video yang tersemat di bawah ini. Tonton sampai akhir, ya.

 

#3 Dividend Payout Ratio (DPR)

Dividend payout ratio adalah suatu kebijakan dividen untuk menggambarkan perhitungan tertentu.

Seperti yang sudah kita ketahui, salah satu tujuan investor untuk berinvestasi adalah mendapatkan pengembalian investasi dan keuntungan berupa dividen.

 

Keypoint

Itulah pembahasan seputar dividen saham. Mulai dari pengertian, cara pembagian dan jenisnya, studi kasus, sampai daftar perusahaan yang rajin membagikan dividennya.

Kira-kira Anda tertarik untuk mendapat dividen saham dari perusahaan mana?

Jika Sobat Finansialku ingin diskusi lebih lanjut seputar investasi saham, silakan hubungi perencana keuangan Finansialku melalui Aplikasi Finansialku atau WhatsApp 0851 5866 2940 untuk buat janji. Terima kasih.

 

Jadi, sudah paham pengertian dividen saham? Semoga informasi ini bermanfaat, ya.

Jangan lupa bagikan juga artikel kepada rekan-rekan investor lainnya.

Editor: Ismyuli Tri Retno