Dividend Payout Ratio adalah salah satu istilah dalam keuangan yang harus Anda ketahui. Lantas, apakah arti istilah tersebut?

Cari tahu jawabannya dalam artikel Finansialku berikut ini.

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Finansialku Planner

 

Pengertian Dividend Payout Ratio

Dividend Payout Ratio atau Rasio Pembayaran Dividen adalah rasio dari jumlah total dividen yang dibayarkan kepada pemegang saham relatif terhadap laba bersih perusahaan.

Ini adalah persentase dari pendapatan yang dibayarkan kepada pemegang saham dalam dividen.

Jumlah yang tidak dibayarkan kepada pemegang saham dipertahankan oleh perusahaan untuk melunasi utang atau untuk berinvestasi kembali dalam operasi inti dan biasanya disebut sebagai ‘rasio pembayaran’ atau payout ratio.

DPR memberikan gambaran tentang berapa banyak uang yang dikembalikan perusahaan kepada pemegang saham versus berapa banyak yang tersisa untuk diinvestasikan kembali dalam pertumbuhan, melunasi utang, atau menambah cadangan kas (laba ditahan).

Menimbang-Keuntungan-Risiko-Investasi-1

[Baca Juga: Apakah Anda Tipe Investor yang Terlalu Percaya Diri? Kenali Gejala “Overconfidence Bias” agar Investasi Anda Aman!]

 

Sebelum membahas lebih jauh, pastikan Anda senantiasa melakukan pengelolaan keuangan bisnis dan pribadi dengan baik.

Agar lebih mudah dan praktis, gunakan Aplikasi Finansialku untuk membuat pencatatan dan perencanaan keuangan bisnis Anda.

Aplikasinya dapat diunduh melalui Google Play Store.

 

Gratis Download Ebook Pentingnya Mengelola Keuangan Pribadi dan Bisnis

Ebook Pentingnya Mengelola Keuangan Pribadi dan Bisnis - Mock Up - Finansialku Jurnal

DOWNLOAD EBOOK SEKARANG

 

Cara Menghitung

Terdapat beberapa cara dalam menghitungnya, yakni:

 

Cara #1 Membagi Jumlah Dividen dengan Laba Bersih

Dividend Payout Ratio dihitung dengan membagi jumlah dividen tunai perusahaan dengan laba bersih perusahaan.

DPR = Dividend : Net Profit (Laba Bersih)

 

Cara #2 Menghitung Berdasarkan “Per Saham”

Dividend Payout Ratio juga dapat dihitung dengan rumus per lembar saham kembali berdasarkan “per saham”.

Jika dividen per saham dan laba per saham diketahui, rasio pembayaran dividen dapat dihitung dengan menggunakan konsep dividen yang sama yang dibayarkan dibagi dengan pendapatan, atau laba bersih.

DPR = Dividend Per Share (DPS) : Earning Per Share (EPS)

 

Cara #3 Menghitung Retention Ratio Dahulu

Dividend Payout Ratio juga dapat dihitung dengan menghitung Retention Ratio (RR) terlebih dahulu.

Retention Ratio adalah rasio yang menunjukkan persentase saldo laba yang ditahan dibandingkan dengan laba bersih perusahaan.

RR = Saldo Laba Ditahan : Net Profit (Laba Bersih)

DPR = 1 – Retention Ratio

 

Dari rumus di atas diketahui bahwa Retention Ratio (RR) atau Rasio Retensi dijumlah dengan DPR sama dengan 1 atau 100% dari laba bersih.

Jumlah yang tidak dibayarkan oleh perusahaan sebagai dividen akan diinvestasikan kembali untuk pengembangan usaha.

 

Contoh Perhitungan

Pembagian dividen saham PT Waskita Beton Precast Tbk tahun 2017 adalah sebagai berikut:

  • Net Profit / Laba Bersih sebesar 635.271.036.798;
  • Dividen yang dibagikan sebesar 317.409.762.446;
  • Jumlah Lembar Saham sebanyak 26.361.157.534 lembar.

Analisa-Fundamental-Rasio-keuangan-2

[Baca Juga: Definisi Kapitalisme Adalah]

 

Cara 1

DPR = Dividend : Net Profit (Laba Bersih)

Rp317.409.762.446 : Rp635.271.036.798 = 49,96%

 

Cara 2

  • Dividend : Lembar Saham = DPS (Dividend Per Share)

Rp317.409.762.446 : 26.361.157.534 = 12,04

 

  • Net Profit : Lembar Saham = EPS (Earning Per Share)

Rp635.271.036.798 : 26.361.157.534 = 24,1

 

DPR = Dividend Per Share (DPS) : Earning Per Share (EPS)

12,04 : 24,1 = 49,96%

 

Cara 3

  • Net Profit – Dividend = Saldo Laba Ditahan (Retention)

Rp635.271.036.798 – Rp317.409.762.446 = Rp317.861.274.352

 

  • Retention : Net Profit (Laba Bersih) = Retention Ratio

Rp317.861.274.352 : Rp635.271.036.798 = 50,04%

 

100% – Retention Ratio = DPR

100% – 50,04% = 49,96%

 

Pihak yang Menggunakan DPR

Umumnya, ada dua pihak yang mempunyai kepentingan untuk menghitung rasio DPR, yaitu pihak investor (pemegang saham yang tertarik untuk menerima dividen, biasanya lebih menyukai rasio pembayaran dividen yang tinggi) dan pihak manajemen.

Turunnya rasio pembayaran dividen akan menyebabkan pemegang saham prihatin, terutama para pemegang saham yang bergantung pada pendapatan tetap (fixed income), seperti para pensiunan.

Melihat kemungkinan ini, para pemegang saham bisa saja akan berpikir untuk menjual saham mereka dalam suatu perusahaan yang memotong dividen-nya.

Manajemen Risiko Saham Sun Tzu 1

[Baca Juga: Definisi Konsinyasi Adalah]

 

Di sisi lain menurut kacamata manajemen perusahaan, suatu perusahaan yang sedang tumbuh akan menahan labanya demi mendukung pertumbuhan di masa mendatang.

Dengan demikian, dividen yang dibagikan jumlahnya sangat minim atau tidak ada sama sekali.

Namun, dengan menginvestasikan kembali labanya ke dalam perusahaan, harga perusahaan tersebut dalam bursa saham bisa meningkat.

 

Faktor yang Mempengaruhi Dividen

Biasanya, dividen hanya akan dibagi jika perusahaan berhasil menciptakan laba bersih.

Apabila perusahaan ternyata menderita kerugian dalam tahun buku berjalan, kemungkinan besar perusahaan tersebut tidak akan membagikan dividen, walaupun masih ada kemungkinan untuk membagikan dividen yang berasal dari laba ditahan di tahun sebelumnya.

Perusahaan biasanya akan mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) sebelum membagikan keuntungan perusahaan atau dividen. Setiap keputusan adalah persetujuan dari mayoritas pemegang saham.

The Basics On How To Start Investing 03

[Baca Juga: Definisi Konsinyasi Adalah]

 

Apabila mayoritas pemegang saham tidak setuju untuk membagikan dividen dan lebih condong untuk melakukan ekspansi, maka manajemen tidak akan membagi dividen meskipun perusahaan berhasil meraih keuntungan besar.

Hal utama yang menentukan besar kecilnya nilai dividen yang akan dibagikan, yakni:

  • Kondisi Likuiditas Perusahaan. Apakah perusahaan memiliki cadangan kas yang berlimpah atau tidak. Jika kas perusahaan likuid, maka manajemen tidak akan ragu membagikan dividen dalam jumlah besar.
  • Rencana Ekspansi Perusahaan. Jika perusahaan memiliki rencana belanja modal atau ekspansi yang membutuhkan pendanaan besar, maka manajemen biasanya akan mementingkan belanja modal, sehingga porsi untuk dividen dikurangi.

 

Bagikan artikel ini kepada teman-teman Anda, agar mereka juga tahu lebih lengkap mengenai Dividend Payout Ratio. Terima kasih.

 

Sumber Referensi:

  • Admin. Dividend Payout Ratio.  Financeformulas.net – http://bit.ly/35GfPSr
  • Admin. 2015. Pengertian Dividend Payout Ratio dan Faktor yang mempengaruhi Kebijakan Deviden. Landasanteori.com – http://bit.ly/35I2BEC
  • Admin. 2016. Rumus Dividend Payout Ratio, Perhitungan & Penggunaannya. Portalinvestasi.com – http://bit.ly/37YvUo9
  • Admin. 2 Juli 2017. Deviden. Galerisaham.com – https://bit.ly/36MmhYY
  • Admin. 2 Juli 2017. Deviden Payout Ratio. Galerisaham.com – https://bit.ly/2sIYZEo
  • Admin. 12 Juli 2018. Serba-servi Dividend Payout Ratio yang Perlu Diketahui Investor. Rivankurniawan.com – https://bit.ly/2PA4P46
  • Hadi Borneo. 2013. Cara Menghitung Dividend Payout Ratio (DPR). Hadiborneo.wordpress.com – http://bit.ly/2TbWCFs
  • Sean Ross. 16 Januari 2019. How the Dividend Yield and Dividend Payout Ratio Differ. Investopedia.com – https://bit.ly/2rNFZot
  • Will Kenton And Adam Hayes. 25 Juni 2019. Dividend Payout Ratio. Investopedia.com – https://bit.ly/2ErYX6K
  • Zulbiadi. 14 November 2018. Dividend Payout Ratio adalah…? (Pengertian, Analisis dan Rumus Dividend Per Share – DPR). Analis.co.id – https://bit.ly/34CPTGx