Apa hal yang paling dibutuhkan oleh seorang mahasiswa tingkat akhir dan fresh graduate? Jawabannya adalah etos kerja.

Ya, etos kerja adalah hal yang amat dicari oleh para HR di luar sana.

Ingin tahu lebih lanjut definisi hingga cara menumbuhkan etos dalam bekerja? Yuk simak artikel berikut ini.

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Lifestyle (rev)

 

Pengertian Etos Kerja

Etos berasal dari bahasa Yunani, ethos, yang artinya sikap, kepribadian, watak, karakter, serta keyakinan atas sesuatu.

Sementara dalam bahasa Inggris, etos dapat diterjemahkan menjadi beberapa pengertian antara lain starting point, to appear, disposition, hingga disimpulkan sebagai character.

Lalu apa itu definisi etos kerja?

Berikut ini adalah definisinya dari para ahli:

 

#1 Etos Kerja Menurut Max Weber (1905)

Perilaku kerja yang etis dan menjadi kebiasaan kerja yang berporos pada etika.

 

#2 Etos Kerja Menurut Nurcholis Madjid (2000)

Karakteristik dan sikap, kebiasaan, serta kepercayaan dan seterusnya yang bersifat khusus tentang seseorang individu atau sekelompok manusia.

 

#3 Etos Kerja Menurut Panji Anoraga (2001)

Pandangan dan sikap suatu bangsa atau umat terhadap kerja, oleh karena itu menimbulkan pandangan dan sikap yang menghargai kerja sebagai suatu yang luhur, sehingga diperlukan dorongan atau motivasi. 

Motivasi-Kerja-Karyawan-01-Finansialku

[Baca Juga: Para Fresh Graduate yang Sedang Cari Kerja, Kenali Cara-cara Jitu ini untuk Mendapatkan Pekerjaan Impianmu!]

 

#4 Etos Kerja Menurut Toto Tasmara (2002)

Etos kerja adalah totalitas kepribadian dirinya serta caranya mengekspresikan, memandang, meyakini dan memberikan makna ada sesuatu, yang mendorong dirinya untuk bertindak dan meraih amal yang optimal sehingga pola hubungan antara manusia dengan dirinya dan antara manusia dengan makhluk lainnya dapat terjalin dengan baik.

 

#5 Etos Kerja Menurut Sinamo (2005)

Seperangkat perilaku positif yang berakar pada keyakinan fundamental yang disertai komitmen total pada paradigma kerja yang integral.

 

Dari paparan di atas, dapat kita peroleh simpulan bahwa etos merupakan seperangkat pemahaman dan keyakinan terhadap nilai-nilai yang secara mendasar mempengaruhi kehidupan, menjadi prinsip-prinsip pergerakan, dan cara berekspresi yang khas pada sekelompok orang dengan budaya serta keyakinan yang sama.

 

Ciri-ciri Etos Kerja

Lalu bagaimana caranya mengidentifikasi seseorang yang memiliki etos dalam kerja dan yang tidak?

Mudah sekali karena dapat tercermin dari sikap dan tingkah laku seseorang dalam bekerja.

Berikut ini adalah beberapa ciri-cirinya:

 

#1 Bekerja Tak Kenal Waktu

Salah satu nilai utama dari etos dalam bekerja adalah bagaimana seseorang menghayati, memahami, dan merasakan betapa berharganya waktu.

Dalam bekerja, orang yang memiliki etos sering kali tidak sadar waktu. Mereka ketagihan bekerja hingga merasa 24 jam dalam sehari masih belum cukup.

 

#2 Ikhlas dalam Bekerja

Poin ini adalah salah satu kompetensi moral seorang pekerja yang mudah diidentifikasi oleh orang lain.

Seseorang dengan etos yang tinggi melakukan pekerjaannya dengan ikhlas.

Ikhlas merupakan bentuk dari cinta, bentuk kasih sayang dan pelayanan tanpa ikatan. Sikap ini bukan hanya output dari cara dirinya melayani, melainkan juga input yang membentuk kepribadiannya didasarkan pada sikap yang bersih. 

Motivasi Kerja Apa Yang Sebenarnya Karyawan Inginkan 01 - Finansialku

[Baca Juga: 10 Tips Sukses Wawancara Kerja atau Interview Kerja untuk Para Fresh Graduate]

 

#3 Memiliki Kejujuran

Pekerja yang memiliki etos tentu akan bekerja dengan jujur dan tidak manipulatif.

Kejujuran tidak bisa dipaksakan, melainkan sebuah panggilan dari dalam hati nurani masing-masing orang.

 

#4 Memiliki Komitmen

Komitmen adalah keyakinan yang membuat seseorang sedemikian kukuhnya sehingga dirinya bergerak menuju arah tertentu yang diyakininya.

Jika seseorang berkomitmen, tentu dirinya memiliki tekad dan keyakinan pada apa yang dikerjakannya sehingga melahirkan sikap kerja yang penuh gairah.

Etos-Kerja-yang-Seharusnya-Dimiliki-2-Finansialku

[Baca Juga: Ada 7 Alasan Fresh Graduate Susah Cari Kerja. Ini Solusinya!]

 

#5 Memiliki Pendirian yang Kuat

Konsisten adalah suatu kemampuan untuk bersikap taat asas, pantang menyerah, dan mampu mempertahankan prinsip walau harus berhadapan dengan risiko yang membahayakan dirinya. Pendiriannya pun tidak akan bisa ditukar oleh apapun.

 

#6 Disiplin

Disiplin merupakan ketaatan pada aturan dan tata tertib.

Sikap ini muncul atas kesadaran dan kesediaan seseorang untuk mematuhi semua peraturan organisasi dan norma-norma sosial yang berlaku. 

Poin ini dapat dilihat dari bagaimana seseorang menghadapi aturan yang berlaku di perusahaannya.

 

#7 Bertanggung Jawab

Tanggung jawab berarti memikul semua kewajiban dan beban pekerjaan sesuai dengan batas-batas yang telah ditentukan.

Pekerjaan bisa dianggap sebagai titipan berharga yang dipercayakan pada kita sehingga secara moral kita harus bekerja dengan sebaik-baiknya.

 

Faktor yang Mempengaruhi Etos Kerja

Etos dalam bekerja ini penting untuk dimiliki, karena semakin tinggi kualitas etos seseorang, semakin orang tersebut dipercaya dan diandalkan oleh atasannya.

Karyawan dengan etos yang tinggi juga akan menjadi energi positif di tempat kerja.

Penasaran apa saja yang faktor yang dapat memengaruhi tumbuhnya etos kerja? Menurut Panji Anoraga dalam bukunya Psikologi Kerja (2001), etos dalam bekerja dipengaruhi oleh faktor-faktor berikut ini:

 

#1 Agama

Pada dasarnya, agama mengatur pola hidup para penganutnya.

Cara berpikir, bersikap, dan bertindak seseorang akan dipengaruhi oleh ajaran agama yang dianut jika orang tersebut bersungguh-sungguh dalam kehidupan beragama.

Contohnya, seseorang yang taat beragama pasti akan menganut nilai kejujuran.

 

#2 Budaya

Sikap mental, tekad, disiplin, dan semangat kerja masyarakat juga disebut sebagai etos budaya dan secara operasional etos budaya ini juga disebut sebagai etos kerja.

Kelompok masyarakat yang tinggal bersama biasanya menganut nilai yang sama.

Dengan demikian, kualitas etos kerja seseorang ditentukan oleh sistem orientasi nilai budaya yang ada di masyarakat sekitar orang tersebut.

 

#3 Sosial Politik

Tinggi rendahnya etos kerja suatu kelompok masyarakat dipengaruhi oleh ada atau tidaknya struktur politik yang mendorong masyarakat untuk bekerja keras dan dapat menikmati hasil kerja keras dengan penuh.

Misalnya di Jepang yang menjunjung tinggi kedisiplinan. Seluruh masyarakatnya memiliki mental yang taat aturan dan tepat waktu karena karakter tersebut telah dibentuk sedari kecil oleh pemerintah negara.

Etos-Kerja-yang-Seharusnya-Dimiliki-4-Finansialku

[Baca Juga: Membuat Profil LinkedIn Tampak Profesional dan Dilirik Para Pencari Kerja untuk Karyawan dan Fresh Graduate]

 

#4 Kondisi Lingkungan/Geografis

Lingkungan alam turut mempengaruhi manusia yang berada di dalamnya untuk menyikapi pekerjaannya.

 

#5 Pendidikan

Etos kerja tidak dapat dipisahkan dengan kualitas sumber daya manusia.

Pendidikan akademis maupun non akademis tentu memiliki andil dalam membuat seseorang menjunjung sikap terpuji yang tercermin juga pada sikapnya saat bekerja.

 

#6 Struktur Ekonomi

Tinggi rendahnya etos kerja suatu kelompok masyarakat dipengaruhi oleh ada atau tidaknya struktur ekonomi yang mampu memberikan insentif bagi anggota masyarakat untuk bekerja keras dan menikmati hasil kerja keras mereka dengan penuh.

Dengan pengupahan yang layak dan jaminan kesejahteraan yang baik, para pekerja tentu akan lebih termotivasi dalam bekerja.

 

#7 Motivasi Intrinsik Individu

Individu yang memiliki etos kerja tinggi adalah individu yang bermotivasi tinggi.

Walaupun banyak faktor di sekitarnya yang tak mendukung peningkatan etos kerja seseorang, bukan tidak mungkin seseorang memiliki etos kerja yang baik.

Kembali lagi pada definisinya, etos kerja merupakan suatu pandangan dan sikap yang didasari oleh nilai-nilai yang diyakini seseorang.

 

Cara Menumbuhkan Etos Kerja

Etos kerja kerap disalahartikan sebagai suatu nilai yang hanya berdasarkan pada kerja keras dan ketekunan seseorang dalam bekerja.

Padahal, etos dalam bekerja meliputi berbagai hal lain yang harus dimiliki oleh seseorang dalam menjalankan pekerjaannya, tidak sebatas hanya bekerja keras.

Tidak benar bahwa bekerja berlebihan akan meningkatkan produktivitas. Hal yang paling penting adalah bekerja dengan pintar demi meningkatkan kualitas produktivitas itu sendiri sehingga memperoleh hasil yang berkualitas pula.

Etos-Kerja-yang-Seharusnya-Dimiliki-3-Finansialku

[Baca Juga: Cara Merencanakan Karir yang Benar untuk Fresh Graduate]

 

Sebelum memasuki dunia kerja, ada baiknya Anda para mahasiswa tingkat akhir serta fresh graduate mengetahui bagaimana cara menumbuhkan etos dalam diri Anda.

DI bawah ini adalah 8 prinsip dan pola pikir yang bisa menumbuhkan etos bekerja dalam diri Anda menurut Jansen H. Sinamo (2011) melalui bukunya 8 Etos Kerja Profesional:

 

#1 Kerja Adalah Rahmat

“Aku bekerja tulus penuh rasa syukur”

 

Apapun pekerjaan kita, baik itu PNS, pedagang, maupun buruh kasar itu adalah rahmat dari Tuhan.

Kita harus menerima anugerah tersebut tanpa banyak mengeluh.

Jadi lakukanlah pekerjaan yang telah disediakan bagi kita dengan penuh rasa syukur dan ikhlas.

 

#2 Kerja Adalah Amanah

“Aku bekerja penuh tanggung jawab”

 

Bekerja merupakan sebuah amanah yang dititipkan dan dipercayakan kepada kita.

Untuk itu, kita harus melaksanakan dengan sungguh-sungguh sesuatu yang telah menjadi tanggung jawab kita.

Adanya rasa bertanggung jawab akan menumbuhkan kehendak kuat dalam diri kita untuk menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya.

Etos-Kerja-yang-Seharusnya-Dimiliki-5-Finansialku

[Baca Juga: Mengapa Fresh Graduate Perlu Memiliki Kartu Kredit Sendiri?]

 

#3 Kerja Adalah Panggilan

“Aku bekerja tuntas penuh integritas”

 

Kerja adalah panggilan suci yang berkaitan dengan kebenaran, kebaikan, dan keadilan.

Kita harus melakukan pekerjaan dengan penuh keadilan dan kebaikan.

 

#4 Kerja Adalah Aktualisasi

“Aku bekerja keras penuh semangat”

 

Kerja adalah aktualisasi diri, yang harus dipercayai sebagai saluran untuk mengembangkan potensi dan mengubah potensi menjadi relasi.

Kerja juga merupakan saluran bagi kita untuk mengaktualisasikan diri pada tanggung jawab.

Para HRD Kenali 10 Tanda Karyawan Bahagia 01 - Finansialku

[Baca Juga: 10 Tips Cara Mengatur Keuangan Fresh Graduation, yang Seharusnya Kamu Lakukan]

 

#5 Kerja Adalah Ibadah

“Aku bekerja serius penuh kecintaan”

 

Apapun kepercayaan dan agama kita, pekerjaan yang sesuai dengan norma dan aturan yang berlaku, serta memberi manfaat pada orang banyak adalah ibadah.

Hal ini yang dapat membuat kita mencintai pekerjaan kita, bukan sekadar mencari uang atau jabatan.

 

#6 Kerja Adalah Seni

“Aku bekerja cerdas penuh kreativitas”

 

Pekerjaan adalah sebuah bidang untuk kita menyalurkan kreativitas kita.

Dalam bekerja, kita berinovasi dan melakukan perbaikan untuk selalu berkembang.

Apapun pekerjaan kita, bahkan seorang peneliti pun, adalah bentuk dari seni.

Untuk itu, kita harus memandang pekerjaan kita sebagai seni dan hobi agar kita bisa bekerja dengan perasaan senang.

 

#7 Kerja Adalah Kehormatan

“Aku bekerja penuh ketekunan dan keunggulan”

 

Kehormatan sama halnya dengan harga diri. Jika kita meremehkan pekerjaan kita sendiri maka kita telah menjatuhkan harga diri kita.

Maka dari itu, seremeh dan serendah apapun pekerjaan kita anggap itu sebagai sebuah kehormatan besar.

 

#8 Kerja Adalah Pelayanan

“Aku bekerja paripurna penuh kerendahan hati”

 

Orang yang melayani adalah orang yang mulia. Dengan bekerja untuk memberikan manfaat bagi orang lain, kita menjadi orang mulia.

 

Bawa Kepositifan di Tempat Kerja Anda

Tanamkan etos dalam bekerja pada diri Anda sebelum melangkah ke dunia kerja.

Etos yang baik akan menjadi energi produktif yang nantinya menghasilkan produktivitas.

Dengan memiliki etos, tentu Anda akan menciptakan iklim kerja yang positif, dan Anda bisa jadi karyawan kebanggaan para atasan.

 

Jika Anda mendapatkan pembelajaran baru, Anda boleh membagikan artikel ini kepada orang-orang disekitar Anda. Tidak ada salahnya memberikan informasi bermanfaat bagi mereka lho!

Semoga sukses untuk Anda!

 

Sumber Referensi:

  • Muchlisin Riadi. 28 September 2016. Pengertian, Ciri-ciri dan Menumbuhkan Etos Kerja. Kajianpustaka.com – https://goo.gl/4ghuP9
  • Satria Hadi Lubis. 21 Mei 2013. Aspek-Aspek Etos Kerja dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya. Pknstan.ac.id – https://goo.gl/3fnr75
  • Admin. Pengertian Disiplin Kerja dan Macam-Macam Disiplin Kerja. Langkahpembelajaran.com – https://goo.gl/ANXcqV
  • Admin. Bagaimana caranya meningkatkan Etos kerja (Job Ethic)? Dictio.id – https://goo.gl/GF1Arz
  • Djajendra. 14 Juli 2016. Workshop “Etos Kerja” Menuntaskan Target, Tugas, dan Tanggung Jawab Dengan Tepat Waktu Program 1 Hari 8 Jam. Djajendra-motivator.com – https://goo.gl/ua6fzr
  • Sona Zhang. 12 Juni 2015. 8 Etos Profesional, Jansen Sinamo, H. Kompasiana.com – https://goo.gl/EjbqoK

 

Sumber Gambar:

  • Etos Dalam Bekerja – https://goo.gl/33BrBu
  • Etos Dalam Bekerja 2 – https://goo.gl/YUbkFQ
  • Etos Dalam Bekerja 3 – https://goo.gl/zJdD8n
  • Etos Dalam Bekerja 4 – https://goo.gl/ajGx6y
  • Etos Dalam Bekerja 5 – https://goo.gl/xmuJYT

 

Free Download Ebook Panduan Investasi Saham Untuk Pemula

Ebook Panduan Investasi Saham untuk Pemula Finansialku.jpg

Download Ebook Sekarang