Apakah Anda pengguna aktif Facebook? Sudah tahu kabar terbaru dari bos besar Facebook, Mark Zuckerberg? Apakah benar dia akan turun jabatan?

Apa yang sebenarnya terjadi dalam bisnis jejaring sosial Facebook? Mari simak ulasan selengkapnya melalui artikel Finansialku berikut ini!

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku and News

 

Kinerja Facebook yang Kian Menurun

Tahun 2018 bisa dikatakan sebagai “tahun petaka” bagi Facebook.

Baru saja di bulan Juli ia dikabarkan dijatuhi denda oleh Inggris sebesar Rp9,4 M terkait kebocoran data yang terjadi di waktu sebelumnya, kini kabar terbaru datang dari para investornya.

Para investor kembali mendesak CEO Facebook, Mark Zuckerberg untuk mundur dari jabatannya di Facebook.

Desakan ini timbul setelah Facebook Global Head of Policy and Communication, Nick Clegg, yang baru bergabung bulan lalu diminta melakukan peninjauan atas kinerja Facebook.

Dilansir dari Tirto.id, salah satu investor, Jonas Kron, yang berinvestasi £8,5 juta atau saat ini setara dengan Rp159,3 miliar di Facebook, meminta Zuck untuk turun jabatan, bahkan hengkang dari posisinya.

“Facebook berlaku layaknya perusahaan spesial. Padahal tidak. Facebook adalah perusahaan, dan perusahaan perlu memisahkan jabatan chairman dan CEO.”

 

Facebook memang tengah berjuang untuk memulihkan nama baiknya. Pasalnya media sosial ini mendapatkan banyak kritik dari banyak pihak.

Salah satunya terkait upayanya menangani keterlibatan Rusia dalam pemilu AS 2016 hingga skandal Cambridge Analytica. Oleh karenanya, Facebook menyewa agensi public relation.

Facebook 02 - Finansialku

[Baca Juga: Gunakan Facebook Sebagai Salah Satu Cara Mengembangkan Bisnis E-Commerce]

 

Meski begitu, saat ditanya jurnalis, Mark Zuckerberg menyangkal Facebook menggunakan agensi PR.

Seperti dikutip dari Telegram, Minggu (18/11/2018), Zuck mengungkapkan:

“Begitu saya tahu masalah ini, saya bicara dengan tim dan kami tidak lagi bekerja dengan agensi PR tersebut.”

 

Zuck dengan posisinya memiliki kontrol yang tinggi terhadap bisnis Facebook. Hal ini dikarenakan peran gabungan yang diembannya.

Gratis Download Ebook Panduan Investasi Saham Untuk Pemula

Ebook Panduan Investasi Saham untuk Pemula Finansialku.jpg

Download Ebook Sekarang

 

Peran Ganda Sebagai CEO dan Chairman Menjadi Salah Satu Penyebab dari Mala Petaka

CEO salah satu perusahaan investor Facebook, Julie Goodridge yang memiliki 50 ribu lembar saham di Facebook mengatakan, upaya Clegg untuk meninjau lobi Facebook merupakan hal konyol.

“Saya tak bisa membayangkan, menunjuk seseorang yang ada di bawah manajemen Facebook untuk meninjau para manajemen tingkat atas. Mungkinkah orang itu bisa melebihi kapasitas Zuckerberg, Sandberg, Peter Thiel, dan anggota dewan lainnya?”

 

Zuckerberg pun mengatakan, dirinya telah meminta Nick Clegg untuk meninjau operasi lobi bisnis Facebook. Nantinya, Clegg akan menyerahkan hasil tinjauannya pada COO Facebook, Sheryl Sandberg.

Investor Facebook lainnya, Natasha Lamb memperingatkan, peran ganda sebagai chairman sekaligus CEO yang dijalankan Zuckerberg membuat Facebook bisa menghindar dari upaya penyelesaian masalah di dalam perusahaan.

“Konsentrasi kekuatan itu menciptakan banyak pertahanan dalam perusahaan. Ini justru menyembunyikan masalah alih-alih mengakui ada masalah dan mencoba memperbaikinya.”

 

Sekadar diketahui, di perusahaan teknologi yang bermarkas di Silicon Valley, jabatan ganda sebagai CEO dan Chairman merupakan hal yang biasa.

Pasalnya, perusahaan teknologi seperti biasa mengizinkan founder-nya mengontrol bisnis secara penuh, bahkan setelah perusahaan go public.

Elon Musk contohnya, memegang kedua jabatan tersebut di Tesla. Setidaknya ini terjadi hingga adanya perjanjian dengan US Securities and Exchange Commission pada Oktober lalu.

Saat itu, perusahaan dipaksa untuk memisahkan antara posisi CEO dengan anggota direksi.

 

Harta yang Kian Terkuras dalam Waktu Singkat

Mala petaka ini ternyata mengantarkan Mark Zuckerberg pada kegelisahan. Dikabarkan harta yang dimilikinya mengalami penurunan setelah penutupan saham pada Rabu, 25 Juli 2018.

Menurut bursa saham, nilai saham Facebook disebut-sebut mengalami penurunan hingga lebih dari 16 persen di bursa saham New York.

Dilansir dari Liputan6.com, kekayaan Zuckerberg terjun bebas sebanyak US$18,8 miliar atau setara Rp274 triliun hanya dalam waktu dua jam.

Kata-kata Motivasi Cara Kaya dan Hidup Sederhana Ala Mark Zuckerberg, Pendiri Facebook 04 - Finansialku

[Baca Juga: Kata-kata Motivasi: Cara Kaya dan Hidup Sederhana Ala Mark Zuckerberg, Pendiri Facebook]

 

Sekedar diketahui, pada pukul 17.30 waktu New York, saham Facebook turun 16 persen ke angka US$181,89 per lembarnya. Dalam waktu singkat, yakni pukul 17.48, saham Facebook turun lagi ke angka US$167 per lembar.

Hal inilah yang membuat nilai kekayaan Zuck langsung meluncur turun dari angka Rp1.191 triliun ke angka Rp919 triliun.

Gara-gara nilai kekayaannya turun drastis, Zuckerberg yang tadinya merupakan orang terkaya nomor empat harus merelakan posisinya.

Forbes Real-Time Rangkings mencatat, kini posisi Zuck menjadi orang terkaya nomor delapan di dunia atau turun empat urutan.

 

Bagaimana pendapat Anda mengenai kasus yang menimpa Facebook? Berikan tanggapan Anda melalui kolom komentar di bawah ini. Bagikan juga artikel ini kepada teman dan saudara yang belum mengetahui informasi ini. Terima kasih.

 

Catatan: £1 = Rp18.749 dan US$1 = Rp14.607.

 

Sumber Referensi:

  • Agustin Setyo Wardani. 27 Juli 2018. Harta Bos Facebook Berkurang Rp 272 Triliun dalam Dua Jam. Liputan6.com – https://goo.gl/1LebWw
  • Yulaika Ramadhani. 18 November 2018. Investor Facebook Kembali Minta Zuckerberg Mundur sebagai Chairman. Tirto.id – https://goo.gl/JNFe6K

 

Sumber Gambar:

  • Facebook 1 – https://goo.gl/3cqpV1
  • Facebook 2 – https://goo.gl/WZSZAz