IHSG saat ini telah mengalami penurunan yang sangat dalam, mengapa? Tentunya kejatuhan IHSG ini bukan tanpa alasan. Berbagai analis di berbagai perusahaan sekuritas pun banyak yang mencari tahu alasan di balik penurunannya. Berikut ini adalah Pembahasan dari Tim Creative Trader. Selamat membaca!

 

Artikel ini dipersembahkan oleh:

 

Menelaah Berita Penyebab Kejatuhan IHSG

Dalam 2 bulan terakhir IHSG mengalami penurunan yang signifikan dan saat ini sempat berada di level 5.700-an.

kejatuhan indeks ini membuat banyak pihak khawatir, dan banyak investor menderita kerugian karena kejatuhan IHSG yang sudah terjadi berulang kali sepanjang 2 bulan terakhir ini. Namun tahukah anda apa yang menyebabkan IHSG mengalami kejatuhan tersebut?

Jika anda rajin mengikuti berita-berita Ekonomi selama 2 bulan terakhir anda kemungkinan akan mengedepankan, beberapa point penting seperti:

  • Perang dagang antara Amerika Serikat dengan Tiongkok,
  • Ketegangan yang terjadi di Syria,
  • Suku bunga The Fed,
  • Pelemahan rupiah,
  • Hingga berbagai pernyataan kontroversial dari Donald Trump.

Alasan itulah yang sering dikedepankan oleh para Analis Sekuritas sebagai penyebab dari kejatuhan IHSG saat ini.

kejatuhan IHSG

Masa Bearish IHSG di Tahun 2008, Akankan Terjadi di 2018?

 

Namun jika kita pikir lebih mendalam, apa sih hubungan antara pernyataan kontroversialnya Donald Trump terhadap kinerja perusahaan-perusahaan seperti Bank BRI, Bank BCA?

Atau efek perang di Syria terhadap penjualan mobil ASII atau penjualan rokok Sampoerna? Atau apa efek ketegangan antara Amerka dan Tiongkok terhadap pemakaian para pengguna Telkomsel? Tentunya tidak ada

Bahkan jika Anda punya kesempatan untuk menanyakan pertanyaan yang sama kepada CEO masing-masing perusahaan di atas pun, mereka akan menjawab hal yang sama bahwa semua itu tidak ada hubungannya.

Padahal kita tahu pergerakan saham-saham unggulan yang dibahas di atas adalah pendorong penggerakan IHSG. Lalu kalau tidak ada hubungannya kenapa selama ini pergerakan IHSG selalu dikait-kaitkan dengan berita-berita tersebut?

Jawabannya sederhana, karena sejak awal para analis sekuritas yang umumnya dijadikan nara sumber dari berbagai berita ekonomi diajarkan untuk membuat analisa seperti itu, itulah pekerjaan mereka.

Para Analis digaji untuk melakukan itu, kehidupan dan masa depan anak-istrinya tergantung dari kemampuan mereka menghubung-hubungkan pergerakan harga saham yang sedang terjadi dengan headline-headline yang sedang ada di media massa di seluruh dunia saat ini.

Tujuan para Analis tentunya bukan untuk mencari keuntungan di bursa. Analis saham umumnya tidak trading saham, sebagian bahkan dilarang untuk trading.

Sekuritas Memiliki Sejumlah Analis, Inilah Tips Memilih Sekuritas

 

Peran dan tugas mereka ada di bursa saham adalah untuk memberikan rekomendasi beli, dan juga memberikan alasan di balik pergerakan harga saham yang ada.

Jika ada satu saham yang harganya sedang turun, adalah tugas mereka untuk mencari berita buruk yang bisa dihubungkan dengan penurunan harga saham tersebut, sebaliknya jika harga saham sedang naik mereka bertugas mencari berita baiknya.

 

Membranding Saham Sebagai Investasi

Jika anda sudah lama berkecimpung di dunia pasar modal, umumnya anda akan semakin skeptis dengan alasan-alasan dibalik kenaikan atau penurunan harga, karena anda sadar hampir semuanya hanya dihubung-hubungkan saja degan pergerakan harga aktual.

Namun kenapa sampai sekarang analis tetap melakukan hal yang sama? Mengapa sekuritas bersedia membayar seorang analis mahal-mahal hanya untuk melakukan hal tersebut?

Ada berbagai jawaban yang pernah saya dengar dari pertanyaan tersebut, dan bagi saya jawaban di bawah adalah yang paling masuk akal.

Karena para pelaku bisnis industri Pasar Modal (pemilik sekuritas, analis, lembaga rating, dll) semuanya sepakat untuk mem-branding pasar modal sebagai sebuah ‘investasi’.

Dalam berivestasi kita harus menggunakan kepintaran dan logika kita untuk menebak investasi mana yang akan memberikan keuntungan.

Itulah sebabnya setiap kenaikan atau penurunan harga saham harus ada alasan dan logika di baliknya untuk memberikan kesan bahwa investasi saham adalah sesuatu yang sesuai dengan berbagai ilmu-ilmu pengetahuan.

Karena itulah setiap sekuritas menggaji analis, dan karena setiap hari harga saham bergerak, sekuritas membutuhkan orang yang terlatih secara logika untuk membahas pergerakan-pergerakan harga tersebut.

 

Jika Anda tertarik untuk memulai membeli saham namun tidak tahu darimana memulainya, tak perlu khawatir, Silahkan download Gratis ebook: Panduan Berinvestasi Saham Untuk Pemula. Dalam Ebook ini akan memberitahukan berbagai hal yang Anda perlukan untuk memulai berinvestasi saham.

Gratis Download Ebook Panduan Berinvestasi Saham Untuk Pemula

Ebook Panduan Investasi Saham untuk Pemula Finansialku.jpg

Download Ebook Sekarang

 

Ok, mari kita kembali ke penurunan IHSG dan saham-saham penggeraknya.

Bagaimana para analis mengkait-kaitkan pergerakan IHSG, kepada faktor-faktor eksternal seperti pernyataan Donald Trump, The Fed, dll, padahal secara logika itu tidak mempengaruhi pergerakan saham-saham yang menjadi penggerak IHSG.

 

Cara Analis Saham Menjelaskan Pergerakan IHSG

Beberapa waktu yang lalu saya mendengar sebuah pertanyaan dari seorang reporter kepada seorang analis dari salah satu sekuritas terkemuka, pertanyaannya kurang lebih seperti ini:

Mengapa kekhawatiran akan kembali dinaikkannya suku bunga The Fed, menyebabkan penurunan IHSG pada hari ini?”

 

Dan jawaban dari Analis tersebut kurang lebih seperti ini:

”Karena dengan adanya potensi kenaikan suku bunga di Amerika sebesar 0.25%, menyebabkan para investor asing menjual sahamnya di beberapa negara emerging market termasuk Indonesia, dan dana tersebut akan kembali diinvestasikan di negara asalnya (Amerika Serikat), karena kenaikan suku bunga The Fed. Aksi jual Investor Asing inilah yang mendorong penurunan IHSG hari ini.”

 

Bagi para newbie di pasar modal, alasan itu cukup masuk akal dan cukup bisa diterima, apalagi jika disampaikan oleh para expert di pasar modal dengan gelar yang panjang.

Namun kalau mau dipikir-pikir lebih dalam ada beberapa hal yang aneh dalam logika tersebut, mari kita telaah beberapa poin dalam pernyataan di atas:

 

#1 ‘potensi kenaikan suku bunga’

Artinya suku bunganya belum naik, baru potensi. Lalu kenapa sahamnya sudah dijual oleh asing?

 

#2 ‘sebesar 0.25%’

Baik di Amerika Serikat atau di negara manapun, kenaikan return 0.25% bukanlah sesuatu yang menggairahkan dalam berinvestasi, artinya kalau investasi 1 M returnnya hanya 2.5 juta selama 1 tahun.

Bayangkan  jika anda memdapat informasi bahwa suku bunga deposito di Bank naik 0.25% minggu ini. Apakah anda akan menjual semua saham anda, dan memasukan uangnya ke Deposito untuk 1 tahun kedepan?

Meskipun kita adalah orang awam dengan pengetahuan yang terbatas mengenai investasi, namun kemungkinan jawabannya adalah tidak.

Pilih Mana Menabung di Deposito Bank atau Menabung di Saham Bank 01 - Finansialku

Pilih Mana? Investasi Saham Bank atau Deposito Bank?

 

Kita tidak mau menjual saham-saham yang kita miliki saat ini, dan semua uang kita ke deposito karena kenaikan suku bungan sebesar 0.25% / tahun.

Jadi sangat aneh kalau Investor Asing yang begitu powerful justru melakukan hal yang sebaliknya.

 

#3 ‘Aksi jual Investor Asing inilah yang mendorong penurunan IHSG hari ini.’

Inilah yang paling menggelitik. Jika yang ditakutkan adalah pergerakan investor asing, kenapa repot-repot membahas suku bunga The Fed, return investasi, dll?

Kenapa tidak langsung aja fokus ke Analisa Foreign Flow itu sendiri? keluar masuknya dana asing ada catatannya di bursa, jadi kita bisa tahu pasti kapan investor asing masuk atau keluar dari bursa kita, tidak perlu berandai dan melakukan prediksi yang rumit.

Jadi kurang lebih yang sedang dilakukan analis tersebut adalah menduga-duga apa yang dilakukan investor asing, dengan menggunakan berbagai data-data dan asumsi dan dari berita-berita di seluruh dunia.

Lalu faktor apakah yang slama ini menjadi penyebab utama naik-turunnya IHSG? Jawabannya sederhana, Investor Asing!

Apakah asing adalah Bandar Saham di IHSG?

 

Pergerakan Investor Asing di IHSG

Mungkin saja Anda masih tidak percaya, tapi yang ingin saya sampaikan adalah, bahwa investor asing adalah penyebab utama dari hampir semua penggerakan di IHSG.

Faktor-faktor lain seperti kondisi ekonomi, politik, sampai bursa global semuanya hanya faktor-faktor tambahan, yang umumnya dijadikan ‘bumbu penyedap’ dan alasan dari pergerakan investor asing di IHSG.

Tapi memang benar, kondisi ekonomi dalam negeri, ketegangan politik, atau kondisi bursa global dapat menjadi alasan di balik aksi yang dilakukan investor asing.

 

Contoh Kasus Pergerakan Asing di 2014-2015

Sebagai contoh pada tahun 2014 ketika Jokowi dicalonkan menjadi Presiden, pada saat itu investor asing terus memborong saham-saham unggulan di bursa kita dan menyebabkan IHSG naik luar biasa pada tahun tersebut.

Karena itu Jokowi Effect diterjemahkan para analis sebagai bentuk optimisme market terhadap pencalonan Jokowi.

Memang benar sosok Jokowi sangat populer pada saat itu baik di dalam dan luar negeri, namun popularitas Jokowi tidak menaikan harga saham, yang menaikan harga saham tetap saja aksi beli investor asing yang pada saat itu.

Dan fakta ini juga berarti meskipun Jokowi sangat populer di kalangan penduduk Indonesia, namun di masa pencalonan tersebut investor lokal justru memilih menjual sahamnya ke asing.

Kalau pada waktu itu yang terjadi sebaliknya, dimana investor lokal yang memborong saham karena optimisme dan investor asing yang jualan, maka yang terjadi pada IHSG akan sebaliknya, yaitu turun.

Kejatuhan IHSG

Kenali Analisis Teknikal Untuk Memaksimalkan Peluang Membeli Saham di Waktu yang Tepat

 

Bukti lainnya yang menunjukan bahwa ‘Jokowi Effect” tidak menaikan harga saham juga bisa kita lihat setelah Jokowi sudah terpilih menjadi Presiden.

Setelah menang pemilu, IHSG bukannya kembali naik malah mengalami penurunan yang signifikan, dan penurunan pada waktu ini menjadi salah satu penurunan paling dalam selama 5 tahun terakhir.

Kenapa IHSG turun? Jawabannya sederhana karena setelah belanja hampir sepanjang tahun 2014 investor asing tersebut perlu melakukan profit taking, jadi di tahun 2015 mereka melakukan aksi jual besar-besaran.

Jika anda ingat penurunan IHSG pada tahun tersebut banyak dikait-kaitkan oleh Analis Sekuritas sebagai akibat dari pembangunan infrastuktur, kebijakan ekonomi yang diambil pemerintah, sampai kenaikan BBM.

Padahal faktor-faktor tersebut adalah faktor yang sama dijadikan alasan kenaikan IHSG di tahun sebelumnya ketika hal tersebut dimasukan ke dalam janji politik Presiden Jokowi.

Analisa-Fundamental-Rasio-keuangan-2

Kenali Analisis Fundamental Untuk Memaksimalkan Peluang Membeli Saham yang Tepat

 

Dalam contoh di atas anda bisa mendapatkan gambaran lebih jelas mengenai apa yang sebenarnya menyebabkan naik-turunnya IHSG, dan tugas seorang analis untuk menghubung-hubungkan naik atau turunnya IHSG dengan headline-headline yang ada pada saat itu.

Hal yang sama juga terjadi pada effect lain seperti Tax Amnesty dan pemberian Investment Grade, efek sebenarnya dari berita tersebut ditentukan oleh pergerakan investor asing menanggapi berita tersebut.

 

Elite 1% Pengendali IHSG

Fakta bahwa investor asing adalah pengendali IHSG sebenarnya bukan hal yang baru.

Jika kita mempelajari ke belakang dalam setiap trend bearish di IHSG dalam 10 tahun terakhir semuanya disebabkan oleh aksi jual investor asing di IHSG. Tidak pernah sekalipun IHSG masih dalam trend bearish jika investor asing tidak melakukan aksi jual.

Jadi bisa kita simpulkan alasan alasan lainnya seperti kebijakan The Fed, Brexit, kelesuan Ekonomi, ketegangan sosial, krisis di Yunani, Krisis di Spanyol, kebijakan Donald Trump dan banyak lagi, semuanya hanya ‘bumbu penyedap’ saja.

Hal yang sama juga terjadi pada kenaikan IHSG, dalam 10 tahun terakhir, IHSG sudah naik dari 1.000-an ke 6.000-an, dan hampir semua trend bullish di IHSG terjadi karena Investor asing melakukan aksi beli.

Analisis-Bandarmologi-Bandar-Saham-3

Kenali Analisis Bandarmologi Untuk Mengetahui Pergerakan Big Player Di Balik Harga Saham

 

Satu-satunya pengecualian hanya terjadi di semeseter kedua tahun lalu, dimana investor asing melakukan profit taking, namun IHSG masih sanggup naik.

Dari data resmi yang dirilis oleh Bursa Efek Indonesia sampai akhir tahun 2017 lalu di bursa kita tercatat ada 7.904 institusi asing di bursa saham Indonesia, jumlah mereka hanya 1% dari jumlah keseluruhan investor di bursa kita.

Namun mereka adalah Elite 1% yang memegang kendali penuh terhadap pergerakan IHSG dalam 10 tahun terakhir. Mereka menguasai setengah dari nilai IHSG, dan saat ini memiliki dana kurang lebih 60 Triliun dalam bentuk CASH dari hasil penjualan mereka sepanjang 1 tahun terakhir.

Institusi-institusi ini mengatur pergerakan IHSG selama ini, jika mereka kompak membeli saham-saham unggulan maka IHSG akan naik, dan jika mereka jualan IHSG akan turun. Sesederhana itu

 

Peran Investor Asing dan Investor Lokal di Bursa Indonesia

Kami sadar artikel ini kemungkinan akan menimbulkan sedikit kontroversi, dan akan ada banyak orang yang meng-kritik pembahasan dari artikel tersebut.

Perbedaan pendapat tersebut sah-sah saja, bahkan sangat-sangat kami syukuri keberadaanya. Pada akhirnya pun, pergerakan harga di bursa saham di Indonesia hanya bisa ada ketika ada perbedaan pendapat. Tanpa adanya perbedaan pendapat dan pengetahuan IHSG justru tidak akan bergerak sama sekali.

Bayangkan jika semua investor lokal punya pandangan seperti kami, yang percaya sepenuhnya kalau investor asing menggerakan IHSG.

Ketika para Elite 1% (Investor Asing) sedang melakukan akumulasi saham di bursa kita, maka para 99% dari investor sisanya (investor lokal) juga sepakat mengikuti Investor Asing dan memilih untuk belanja juga.

Kalau semua investor lokal memahami dan mengikuti Ilmu Foreign Flow, hasilnya malah tidak ada yang jualan, dan kalau tidak ada yang jualan, berarti pembelian pun tidak bisa dilakukan, dan ujungnya IHSG malah tidak bergerak sama sekali.

Demikianlah pembahasan yang dapat kami berikan. Selamat Berinvestasi!

 

Disclaimer: Pembahasan ini merupakan analisis dari Tim Creative Trader, dan bukan untuk rekomendasi saham tertentu. Keputusan beli / jual tetap ada pada masing-masing investor.

 

Sudahkah Anda berinvestasi saham? Apakah Anda mempercayai bahwa Bursa di Indonesia digerakkan oleh investor asing? Atau Anda memiliki pendapat lain? Ceritakanlah pengalaman Anda dengan menulis di kolom komentar di bawah. Terima Kasih!

 

Sumber Referensi:

 

Sumber Gambar:

  • Stopwatch – https://goo.gl/w8NJ9J
  • Crash – https://goo.gl/8oR4Cx
  • Analyst – https://goo.gl/6nz4fC