Obligasi ritel indonesia (ORI)

Tingginya hantu inflasi dan stagnannya bunga deposito membuat investor harus mencari alternatif investasi. Investasi ORI (Obligasi Negara Ritel) menawarkan bunga diatas inflasi dan deposito

frequently asked questions

Surat Utang Negara (SUN) adalah Surat Berharga yang diterbitkan oleh Pemerintah yang digunakan untuk membiayai kebutuhan anggaran pemerintah seperti untuk menutup defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Obligasi Negara Ritel atau ORI adalah salah satu instrumen pembiayaan negara yang ditawarkan kepada individu atau perorangan WNI melalui mitra distribusi di pasar perdana.

Melalui Surat Utang Negara, para investor tidak perlu khawatir atas gagal bayar karena pembayaran pokok maupun kupon (imbal hasil) semuanya dijamin oleh negara 100 persen.

Beberapa syarat yang diperlukan sebelum berinvestasi pada Surat Utang Negara antara lain: KTP, NPWP dan rekening bank.

  • Kupon dan Pokok dijamin oleh Undang-undang.
  • Kupon ditawarkan lebih tinggi dibandingkan rata-rata tingkat bunga deposito bank BUMN.
  • Kupon dengan tingkat bunga tetap sampai pada waktu jatuh tempo.
  • Kupon dibayar setiap bulan.
  • Dapat diperdagangkan di Pasar Sekunder (antar Investor Domestik).
  • Tersedianya kuotasi harga beli (bid price) dari Mitra Distribusi atau Pihak lain yang bekerja sama dengan Mitra Distribusi.
  • Berpotensi memperoleh capital gain.
  • Dapat dipinjamkan atau dijaminkan kepada pihak lain (sesuai dengan kebijakan di masing-masing Mitra Distribusi).
  • Dapat diperdagangkan di organized OTC melalui Electronic Trading Platform (ETP).
  • Masyarakat turut serta mendukung pembiayaan pembangunan nasional.

SUN dan pengelolaannya diatur dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2002 tentang Surat Utang Negara.

Rata-rata bunga ORI dari berkisar antara 5,8 hingga 9 persen per tahun.

Selain untuk membiayai anggaran negara, tujuan diterbitkannya ORI adalah untuk memberi kesempatan kepada investor individual untuk secara langsung memiliki dan memperdagangkan secara aktif dalam perdagangan Obligasi Negara.

Modal awal untuk berinvestasi ORI adalah sebesar Rp1.000.000 (satu juta Rupiah).

Perbedaan Surat Utang Negara ORI dan Surat Utang Negara Ritel terletak pada minimal modal awal yang disetorkan. Surat Utang Negara Ritel memiliki modal awal yang lebih kecil dibandingkan Surat Utang Negara ORI.

Metode pembayaran dapat dilakukan secara online melalui transfer.

ORI dapat diperjualbelikan kembali namun harus sesuai aturan yang berlaku seperti batas minimum holding period dalam pemindahan buku.

Finansialku Podcast

Mau tau gimana caranya merencanakan keuangan? Dengerin aja Finansialku Talk Podcast bersama Melvin Mumpuni

Video Seputar Investasi Terbaru

Berbagi cara memilih investasi terbaik dan tips seputar investasi

mockup audiobook asuransi kesehatan

Audiobook Asuransi Kesehatan

Tambah literasi keuangan Anda dengan mendengarkan audiobook album pertama dengan bahasan “Asuransi” di aplikasi Finansialku

Artikel

© Finansialku.com 2020

Obligasi ritel indonesia (ORI)

Tingginya hantu inflasi dan stagnannya bunga deposito membuat investor harus mencari alternatif investasi. Investasi ORI (Obligasi Negara Ritel) menawarkan bunga diatas inflasi dan deposito

frequently asked questions

Surat Utang Negara (SUN) adalah Surat Berharga yang diterbitkan oleh Pemerintah yang digunakan untuk membiayai kebutuhan anggaran pemerintah seperti untuk menutup defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Obligasi Negara Ritel atau ORI adalah salah satu instrumen pembiayaan negara yang ditawarkan kepada individu atau perorangan WNI melalui mitra distribusi di pasar perdana.

Melalui Surat Utang Negara, para investor tidak perlu khawatir atas gagal bayar karena pembayaran pokok maupun kupon (imbal hasil) semuanya dijamin oleh negara 100 persen.

Beberapa syarat yang diperlukan sebelum berinvestasi pada Surat Utang Negara antara lain: KTP, NPWP dan rekening bank.

  • Kupon dan Pokok dijamin oleh Undang-undang.
  • Kupon ditawarkan lebih tinggi dibandingkan rata-rata tingkat bunga deposito bank BUMN.
  • Kupon dengan tingkat bunga tetap sampai pada waktu jatuh tempo.
  • Kupon dibayar setiap bulan.
  • Dapat diperdagangkan di Pasar Sekunder (antar Investor Domestik).
  • Tersedianya kuotasi harga beli (bid price) dari Mitra Distribusi atau Pihak lain yang bekerja sama dengan Mitra Distribusi.
  • Berpotensi memperoleh capital gain.
  • Dapat dipinjamkan atau dijaminkan kepada pihak lain (sesuai dengan kebijakan di masing-masing Mitra Distribusi).
  • Dapat diperdagangkan di organized OTC melalui Electronic Trading Platform (ETP).
  • Masyarakat turut serta mendukung pembiayaan pembangunan nasional.

SUN dan pengelolaannya diatur dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2002 tentang Surat Utang Negara.

Rata-rata bunga ORI dari berkisar antara 5,8 hingga 9 persen per tahun.

Selain untuk membiayai anggaran negara, tujuan diterbitkannya ORI adalah untuk memberi kesempatan kepada investor individual untuk secara langsung memiliki dan memperdagangkan secara aktif dalam perdagangan Obligasi Negara.

Modal awal untuk berinvestasi ORI adalah sebesar Rp1.000.000 (satu juta Rupiah).

Perbedaan Surat Utang Negara ORI dan Surat Utang Negara Ritel terletak pada minimal modal awal yang disetorkan. Surat Utang Negara Ritel memiliki modal awal yang lebih kecil dibandingkan Surat Utang Negara ORI.

Metode pembayaran dapat dilakukan secara online melalui transfer.

ORI dapat diperjualbelikan kembali namun harus sesuai aturan yang berlaku seperti batas minimum holding period dalam pemindahan buku.

Finansialku Podcast

Mau tau gimana caranya merencanakan keuangan? Dengerin aja Finansialku Talk Podcast bersama Melvin Mumpuni

Video Seputar Investasi Terbaru

Berbagi cara memilih investasi terbaik dan tips seputar investasi

Audiobook Asuransi Kesehatan Finansialku

mockup audiobook asuransi kesehatan

Tambah literasi keuangan Anda dengan mendengarkan audiobook album pertama dengan bahasan “Asuransi” di aplikasi Finansialku

Artikel

Mau Konsultasi Seputar Obligasi Ritel Indonesia?

Tanyakan langsung pada perencana keuangan di Aplikasi Finansialku

© Finansialku.com 2020