Freelance vs kantoran, mana sih yang cocok untuk kamu? Dewasa ini, bisnis online dan freelance telah berkembang hingga mampu berkompetisi dengan pekerjaan full time alias kantoran.

Yuk simak perbandingan keduanya untuk pertimbanganmu disini:

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Finansialku Planner

 

Munculnya Pekerjaan Paruh Waktu (Freelance)

Dahulu, bekerja masih menggunakan sistem yang sangat konvensional. Kita pergi ke kantor, bekerja sesuai jam kerja, kemudian pulang. Demikian seterusnya setiap harinya.

Dahulu banyak alasan mengapa seseorang kesulitan dalam berbisnis atau bekerja jarak jauh. Salah satunya adalah keterbatasan ruang dan waktu.

Namun dewasa ini, perkembangan teknologi memungkinkan bekerja remote alias jarak jauh.

Tujuan Keuangan Freelancer Tahun Baru 2019, Apa Tujuan Anda 01 - Finansialku

[Baca Juga: Para Freelancer, Penghasilan Tidak Tetap Perlukah Berinvestasi?]

 

Terlebih banyak perusahaan multinasional yang mulai menerapkan sistem kerja tersebut belakangan ini, karena lebih praktis dan biayanya lebih murah.

Alhasil, dengan bantuan internet, bekerja freelance bukan lagi hal yang sulit dilakukan. Kamu bisa bekerja freelance sehingga tidak perlu menjadi pekerja penuh waktu yang menghabiskan hidupnya di kantor.

Saat ini sudah sangat banyak sekali yang bisa dilakukan dengan internet, misalnya saja sudah banyak kursus online yang bisa kamu ambil sambil bersantai di rumah.

Salah satunya adalah kursus online Finansialku.

Kamu dapat mengakses 34 video dengan tema pelatihan manajemen keuangan dan pelatihan perencanaan keuangan dalam bahasa Indonesia dengan durasi hingga 2 jam 38 menit.

Kamu juga akan memperoleh membership aplikasi Finansialku versi full premium untuk 1 tahun.

Semua itu dapat kamu peroleh dengan harga Rp350.000 saja loh! Dijamin worth it deh dengan semua benefit yang bisa kamu dapatkan.

Tunggu dulu! Kamu juga bisa menggunakan kode referral POTONG50RIBU untuk mendapatkan potongan Rp50.000 saat upgrade Aplikasi Finansialku versi premium tahunan.

Yuk download Aplikasinya dan upgrade sekarang juga.

Kembali ke topik bahasan mengenai kerja freelance alias paruh waktu, dimana kini banyak yang memilih untuk bekerja freelance dibandingkan pekerjaan kantoran yang penuh waktu.

Tapi sebelum kamu memutuskan untuk bekerja freelance, yuk simak dahulu perbandingan freelance vs kantoran berikut ini:

 

Freelance vs Kantoran: Mana yang Lebih Cocok untuk Kamu?

Mengutip dari Wikipedia, freelance atau tenaga lepas adalah seseorang yang bekerja sendiri dan tidak berkomitmen kepada majikan jangka panjang tertentu.

Melalui definisi tersebut saja kita sudah bisa melihat bahwa seorang freelance adalah tenaga “lepas” artinya tidak terikat. Jadi, tentunya banyak keuntungan dan kekurangan tersendiri dari bekerja lepas seperti ini.

Sedangkan pekerjaan penuh waktu atau kantoran adalah pekerjaan pada umumnya yang dilakukan setiap hari dengan komitmen dalam waktu tertentu.

Nah, sekarang pertanyaannya adalah mana yang cocok untuk kita antara kedua pekerjaan tersebut? Untuk bisa menjawabnya, yuk kita lihat perbandingan freelance vs kantoran dilihat dari beberapa faktor berikut ini:

 

#1 Segi Kebebasan

Perbandingan pertama dari keduanya adalah dari segi kebebasan dalam bekerja. Seperti telah dijelaskan di atas, teknologi modern memungkinkanmu untuk menjalankan pekerjaan di mana saja tanpa repot.

Nah, tentunya kebebasan ini adalah salah satu keuntungan yang sangat jelas dari bekerja freelance. Jadi, disini kamu tidak terikat jam kerja dan ruang kantor. Kamu adalah bos atas dirimu sendiri.

Patut Ditiru! Begini Cara Freelance Menyiapkan Dana Pensiun 01 - Finansialku

[Baca Juga: Jika Ingin Berhasil, Pahami Dulu 6 Syarat Menjadi Freelancer Sukses Ini!]

 

Kebebasan ini dapat menjadi sebuah motivasi untuk bekerja lebih keras, karena kenyataannya jam kerja dan aturan yang membatasi biasanya hanya menjadi pemicu kemalasan dan mengakibatkan pekerjaan tidak efektif.

Kebebasan ini juga sangat sesuai bagi mereka yang berjiwa kreatif, sehingga tidak cocok menjadi pekerja penuh waktu dengan segala aturan yang mengikatnya.

Terkadang, kebebasan justru membuat seseorang lebih berpikir jernih dan kreatif.

Namun perlu diingat bahwa terkadang kebebasan ini jugalah yang membuat seseorang menjadi malas dan justru pekerjaannya malah terbengkalai.

Artinya, menjadi bos atas diri sendiri bukan berarti kamu bisa bekerja sewenang-wenang. Saat Anda memiliki kebebasan, maka kamu perlu mengatur diri. Misalnya saja:

  • Memasang alarm untuk bangun tepat waktu
  • Membuat jadwal untuk menyelesaikan pekerjaan
  • Mendorong diri untuk mulai bekerja pada waktunya
  • Membatasi diri untuk menonton Youtube saat bekerja agar pekerjaan bisa selesai tepat waktu

 

Apabila kamu gagal untuk menekankan disiplin pada diri sendiri di tengah-tengah kebebasan ini, maka kamu akan gagal menepati tenggat waktu dan kamu akan kehilangan kepercayaan dari klien.

Pada akhirnya, disiplin sangatlah berpengaruh kepada kesuksesan dalam menjalani bisnis atau pekerjaan freelance ini.

Jadi, jika kamu termasuk orang yang sering prokrastinasi dan justru malah semakin berantakan jika dibebaskan, sebaiknya kamu kembali mempertimbangkan pekerjaan penuh waktu.

 

#2 Segi Potensi Perkembangannya

Banyak perencana keuangan bilang, menjadi freelance merupakan cara mudah dan tercepat dalam memperoleh kesuksesan.

Perkembangannya yang tumbuh secara eksponensial mungkin terjadi akibat sistem yang mendukungnya secara sempurna.

Cara Mudah Cek Kesehatan Keuangan Freelance 01 - Finansialku

[Baca Juga: 5 Tips Sukses Mengelola Keuangan Sebagai Freelancer di Tahun 2019]

 

Salah satunya akibat adanya dukungan internet tadi, dimana ada beberapa manfaat yang muncul akibat adanya internet antara lain:

  1. Akses cepat ke lebih dari 40% populasi dunia pengguna internet
  2. Biaya yang cenderung murah untuk membentuk website kelas dunia
  3. Integrasi media sosial dan platform marketing yang baik dan praktis
  4. Komunikasi dan feedback konsumen yang mudah dan cepat
  5. Pengurangan biaya di berbagai aspek mengurangi risiko kegagalan

 

Jadi, kini pasar atau ruang kerja sudah tidak terbatas lagi. Kamu bisa bekerja di mana saja, melakukan telepon atau chat saat ada pertanyaan, bahkan melakukan meeting dengan bantuan video call.

Semuanya menjadi lebih mudah dan cepat, yang pastinya membantu perkembangan kariermu juga.

Namun, ini kembali lagi pada dirimu. Apabila kamu tidak memanfaatkan internet ini dengan baik, maka ada kemungkinan pekerjaan freelance-mu tidak berkembang sebagaimana mestinya.

Alhasil, bisa saja kamu lebih sukses saat bekerja kantoran.

 

#3 Segi Uang

Seperti telah diungkapkan sebelumnya, bekerja freelance artinya kamu tidak terikat pada satu majikan saja. Kamu bebas mengambil beberapa pekerjaan sekaligus, yang artinya Anda juga bisa bekerja sebanyak yang kamu mau.

Jadi, kelebihan utamanya tentu kamu bisa mendapatkan penghasilan lebih besar daripada karyawan biasa. Semua tergantung pada kemampuan dan ketekunan diri kita sendiri.

TETAPI, meski pekerjaan freelance yang fleksibel berpotensi memberikan penghasilan lebih besar, namun bisa terjadi juga skenario terburuknya.

Betul sekali, namanya freelancer pasti akan dihadapkan pada suasana dimana pekerjaan dan proyek yang dikerjakan sedang surut sehingga penghasilan per bulan juga tidak menentu.

5 Cara Menghasilkan Uang Untuk Karier Freelance Anda 02 - Finansialku

[Baca Juga: Tujuan Keuangan Freelancer Tahun Baru 2019, Apa Tujuan Anda?]

 

Tidak ada batas atas dan batas bawah penghasilan yang bisa kamu dapatkan.

Penghasilanmu disini tergantung pada dirimu sendiri, bagaimana kemampuan kamu membangun jaringan dan mencari proyek yang bisa dikerjakan.

Dengan kata lain, kamu membutuhkan keseimbangan antara pemasukan dan pengeluaran agar tidak “besar pasak daripada tiang”.

Kini saatnya mulai mengontrol pengeluaran dan MENCATAT, serta MEMBUAT ANGGARAN agar seluruh pemasukan dan pengeluaran dapat dikontrol secara maksimal.

Untungnya kini sudah ada aplikasi Finansialku yang siap membantu Anda. Dengan aplikasi Finansialku, Anda bisa mulai mencatat pengeluaran dan pemasukan, membuat anggaran, dan masih banyak lagi.

Bagi Anda pengguna baru, silahkan download aplikasi Finansialku di Google Play Store atau klik tautan berikut ini:

 

#4 Segi Fasilitas

Pertimbangan selanjutnya dari bekerja freelance adalah dari segi fasilitasnya. Seperti kamu ketahui, bekerja freelance artinya kamu bekerja lepas dan tidak terikat pada perusahaan manapun.

Artinya, kamu juga tidak akan memperoleh fasilitas karyawan yang biasanya diberikan oleh perusahaan. Contohnya saja tidak akan memperoleh tunjangan kesehatan atau program pensiun dari perusahaan.

Ada kalanya sejumlah fasilitas yang diberikan perusahaan sangat terasa manfaatnya, misalnya saja asuransi.

Dengan asuransi, biaya berobat ketika karyawan atau anggota keluarga intinya jatuh sakit, akan ditanggung oleh perusahaan. Mengingat biaya tersebut tidaklah sedikit, maka kehadiran asuransi akan sangat membantu.

Artinya kamu yang memilih bekerja freelance harus bertanggung jawab penuh atas dirimu sendiri dan mandiri. Pengaturan keuangan disini menjadi hal yang vital bagimu.

 

#5 Segi Pengalaman

Dengan bekerja freelance, artinya kamu akan bekerja untuk beberapa klien atau perusahaan sekaligus. Kamu tidak melulu bekerja demi kepentingan satu perusahaan saja.

Dengan demikian, kamu memperoleh pengalaman jauh lebih banyak dibandingkan saat bekerja penuh waktu untuk satu perusahaan. Pengalaman ini tentunya akan meningkatkan kemampuan kamu dari waktu ke waktu.

Selain itu, kamu juga akan memperoleh kesempatan networking yang lebih luas, karena kamu akan terus bertemu klien baru yang memungkinkan promosi dari mulut ke mulut.

Tapi artinya, untuk mendapatkan klien baru dari waktu ke waktu kamu harus mempromosikan diri sendiri. Kamulah yang harus mencari pekerjaanmu sendiri disini.

Tidak banyak orang yang akan mengetahui hasil kerja Anda jika Anda tak meluangkan waktu untuk mempromosikannya. Mempromosikan diri adalah hal yang krusial dalam meningkatkan reputasi freelance.

Sekarang coba bayangkan apabila seseorang membuat produk sepatu yang sangat bagus, namun tak ada satupun orang yang mengetahui keberadaannya karena tidak adanya pemasaran.

Bagaimana sepatu itu bisa laku?

Tidak peduli seberapa bagus kualitasnya, tidak akan ada yang membeli jika mereka tidak mengenalnya.

Dengan demikian kuncinya adalah selalu meng-update portfolio dan mencari cara untuk menyampaikannya. Kamu bisa menggunakan banyak media digital seperti contohnya:

  1. Media sosial (Instagram, Facebook, Twitter, dan sebagainya)
  2. Membuat blog atau vlog (blogspot, Youtube, dan sebagainya)
  3. Membuat situs bisnis sendiri

 

Mana yang Menjadi Pilihanmu: Freelance atau Kantoran?

Setelah mengetahui perbandingan jelas mengenai freelance vs kantoran, mana yang menjadi pilihanmu?

Apapun pilihanmu pastikan kamu dapat mengatur kondisi keuanganmu dengan baik ya! Sama saja jika pada akhirnya penghasilan yang kamu dapatkan tidak dapat dikelola dengan baik.

Kamu bisa tonton video 5 cara mengatur keuangan freelance, agar dapat menabung dan berinvestasi melalui channel Youtube Finansialku di bawah ini:

 

Apakah Anda memiliki pertanyaan mengenai freelance vs. kantoran lainnya? Tinggalkan komentar Anda di bawah.

Jika artikel ini membantumu mengambil keputusan, jangan biarkan informasi berguna ini hanya sebatas kamu baca saja, share artikel ini pada teman-temanmu yang juga terus maju mundur dalam bekerja freelance. Terima kasih!

 

Sumber Referensi:

  • Admin. 12 Maret 2017. 23 Keuntungan dan Kerugian Kerja Freelance. Jurnalweb.com – http://bit.ly/2TiLpAW
  • Admin. July 26, 2016 Keuntungan dan Kerugian Menjadi Seorang Freelancer. Kampuscenter.com – http://bit.ly/2Tjy23C
  • Angelina Donna Senin, 07 Agustus 2017. Pilih yang Mana, Kerja “Freelance” atau Kantoran? Simak Ini Dulu. Suara.com – http://bit.ly/2OKNJlE

 

Sumber Gambar:

  • Freelance – http://bit.ly/31suIWB