Cek 5 Poin Berikut Jika Anda Ingin Gadai Sertifikat Rumah

Memiliki hunian memang menjadi mimpi setiap orang, namun bagaimana jadinya jika Anda terpaksa gadai sertifikat rumah untuk keperluan mendesak?

Tentunya Anda perlu melakukannya dengan hati-hati! Namun jangan khawatir, Finansialku siap memberikan Anda informasi lengkap mengenai apa saja yang harus diperhatikan saat ingin menggadai sertifikat rumah!

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Finansialku Planner

 

Mengapa Gagal Gadai Sertifikat Rumah?

Saat masyarakat membutuhkan dana cepat, biasanya banyak cara dilakukan, salah satu contohnya adalah menggadaikan sertifikat rumah.

Sayangnya karena terburu-buru dan tidak dipersiapkan secara matang, banyak yang akhirnya gagal gadai sertifikat rumah.

Anda tentu tahu bahwa ada banyak syarat untuk dapat menggadaikan sertifikat rumah, misalnya membawa kelengkapan dokumen seperti KTP atau identitas, surat pendukung bukti agunan, dan sebagainya.

Nah, mari kita lihat bersama beberapa alasan yang menggagalkan seseorang dalam menggadai sertifikat rumah:

 

#1 Lokasi Rumah di Kawasan Banjir

Gadai sertifikat rumah bisa gagal jika rumah yang digadaikan berada di kawasan banjir.

Rumah dikategorikan rawan banjir apabila rumah selalu terendam banjir saat hujan deras tiba.

Terendam di sini juga didefinisikan sebagai rumah yang digenangi air lebih tinggi dari 60cm dan mencapai 3m.

Bukan hanya pegadaian, biasanya lembaga keuangan juga selalu menolak agunan rumah dengan kondisi seperti ini.

 

#2 Tusuk Sate

Rumah kedua yang biasanya ditolak oleh pegadaian atau lembaga keuangan adalah rumah dengan posisi tusuk sate. Artinya rumah yang berada tepat di hadapan sebuah jalan yang sejajar.

Hal ini dikarenakan adanya mitos bahwa rumah tusuk sate adalah rentan akan kesialan, sehingga biasanya yang tinggal di rumah itu akan dirundung kesialan terus menerus.

Namun kenyataannya, rumah tusuk sate sebenarnya banyak terlibat kecelakaan karena posisinya yang mudah tertabrak kendaraan.

 

#3 Dekat SUTET (Sambungan Ekstra Tegangan Tinggi)

Saat membeli rumah, pertimbangkan dekat tidaknya rumah Anda dengan SUTET. Mengapa? Karena rumah dekat SUTET biasanya sulit digadaikan.

Hal ini disebabkan anggapan bahwa SUTET memiliki risiko untuk kesehatan mereka yang berada di dekatnya, dan juga besar risiko saat terjadi bencana alam (misal: SUTET roboh atau konslet).

Cek-5-Poin-Gadai-Rumah-03-Rumah-dekat-SUTET

[Baca Juga: Konsultasi: Ingin Membeli Rumah dengan KPR Sekaligus Membuat Bisnis, Apakah Mungkin?]

 

#4 Lokasi Kejadian Perkara

Apabila rumah yang ingin Anda gadaikan merupakan TKP atau tempat kejadian perkara (misalnya: lokasi pembunuhan atau penculikan), maka besar kemungkinan Anda akan kesulitan menggadaikannya.

Hal ini tentu saja masuk akal, mengingat biasanya orang ingin membeli rumah yang bersih dari segala masalah dan mitos.

Rumah bekas lokasi kejadian perkara justru memberikan kesan ngeri dengan berbagai mitos bahwa korban yang sudah meninggal akan mengganggu pemilik rumah.

Tentunya pihak bank atau lembaga keuangan sebisa mungkin menghindari rumah seperti ini.

 

#5 Dekat Makam

Banyak masyarakat yang berpikir bahwa rumah di dekat pemakaman suasananya mencekam.

Selain itu, banyak pula yang beranggapan bahwa kondisi air dan tanahnya buruk dikarenakan pembusukan tubuh yang dikuburkan di daerah tersebut.

Oleh karena itulah, rumah dekat makam biasanya memiliki nilai ekonomi yang rendah dan sulit untuk digadaikan.

Pihak pegadaian dan bank tidak akan mengambil risiko rumah yang akan sulit dijual nantinya.

 

#6 Bangunan Terlalu Tua

Saat bangunan sebuah rumah sudah sangat tua, biasanya sudah jelas bahwa pembelinya harus membangun kembali rumah tersebut.

Proses ini tentu membutuhkan biaya jauh lebih besar daripada rumah yang hanya membutuhkan renovasi ringan.

Oleh karena itu, pihak pegadaian dan lembaga keuangan biasanya menolak pegadaian rumah yang terlalu tua dengan alasan nilai jualnya rendah.

Selain bangunannya yang tua, pihak gadai atau bank juga akan selalu menilai kondisi isi atau fasilitasnya.

Apabila dinilai sangat buruk dan membutuhkan banyak perbaikan, biasanya pengajuan Anda juga kemungkinan ditolak.

Untuk itu, selalu pastikan bahwa rumah dalam keadaan baik luar dan dalam ya.

 

#7 Berada di Gang

Rumah yang terletak di sebuah gang kecil disebut juga dengan rumah helikopter, karena dibutuhkan tenaga ekstra untuk dapat menjangkaunya.

Nah, sayangnya rumah yang berada di gang kecil juga akan sulit untuk digadaikan. Hal ini dikarenakan penjualan rumah akan lebih sulit, mengingat pihak pembeli biasanya tidak dapat mengakses rumah tersebut dengan mobil.

Cek-5-Poin-Gadai-Rumah-04-Rumah-di-Gang

[Baca Juga: Kredit Rumah: Kalkulator KPR, Contoh Produk dan Cara Cepat Lunasi KPR]

 

Nah, 5 poin di atas adalah alasan gagal gadai rumah yang umum terjadi.

Agar Anda juga tidak mengalami kegagalan dalam menggadaikan rumah, cek 5 poin dari Finansialku berikut ini:

 

TIPS Mudah Gadai Sertifikat Rumah

Dewasa ini, kebutuhan manusia semakin bertambah dan bervariasi. Untuk mencukupi kebutuhan tersebut, beberapa orang terpaksa mengajukan pinjaman ke bank atau menggadaikan barangnya, bahkan rumahnya.

Namun, di saat keadaan mendesak, tak jarang gadai rumah ditolak oleh pegadaian atau lembaga keuangan lainnya.

Nah, agar Anda tidak mengalami gagal gadai rumah, yuk cek beberapa tips mudah gadai sertifikat rumah berikut ini:

 

#1 Cek Lokasi Rumah

Rumah merupakan barang yang paling umum digadaikan karena nilainya yang tergolong tinggi. Dengan demikian Anda bisa memperoleh dana lebih banyak dari pegadaian tersebut.

Namun seperti telah dibahas pada kasus gagal gadai rumah tadi, lokasi rumah sangat mempengaruhi kemungkinannya untuk digadaikan.

Oleh karena itu, sangat disarankah agar Anda selalu mengecek bahwa rumah:

  • Tidak berada di dekat SUTET
  • Tidak berada di kawasan rawan banjir
  • Tidak berada di dekat pemakaman
  • Tidak terletak di gang kecil
  • Tidak pernah menjadi lokasi kejadian perkara
  • Terletak di lokasi yang strategi dan mudah dijual

Nah, setelah mengecek seluruh kondisi tersebut, Anda bisa menggadaikan rumah dengan lebih mudah. Terutama apabila rumah Anda memang terletak di lokasi strategis yang banyak dicari pembeli.

 

#2 Pilihlah Lembaga Keuangan Terjamin dan Terpercaya

Saat Anda berniat menggadaikan rumah, artinya Anda butuh uang. Jangan sampai Anda malah tertipu dan kehilangan rumah akibat tidak menggunakan lembaga keuangan yang terjamin.

Selalu pastikan lembaga keuangan yang dipilih memiliki reputasi baik dan sudah berjalan cukup lama. Selain itu, pastikan juga bahwa lembaga keuangan tersebut terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Dengan demikian, Anda akan lebih tenang saat menggadaikan sertifikat rumah karena uang sudah pasti sampai di tangan Anda.

 

#3 Melengkapi Persyaratan

Tidak peduli sebagus apa rumah Anda, apabila tidak disertai surat-surat dan dokumen yang lengkap, pihak bank atau lembaga keuangan akan menolak pengajuan gadai Anda.

Hal ini karena pegadaian mewajibkan Anda untuk selalu memenuhi berbagai persyaratannya, baik persyaratan administrasi dan dokumen.

Tentu saja pihak bank atau lembaga keuangan menetapkan syarat ini bukan untuk merepotkan Anda, tetapi untuk mengantisipasi hal-hal yang bisa terjadi kelak.

Adapun beberapa persyaratan umum yang diberikan bagi pihak yang ingin menggadaikan sertifikat rumahnya adalah sebagai berikut:

  1. Memiliki penghasilan bulanan minimal Rp4 juta
  2. Debitur yang disyaratkan pihak bank adalah mereka yang minimal berusia 21 tahun hingga 65 tahun
  3. Merupakan warga negara Indonesia (WNI) yang berprofesi sebagai karyawan, pengusaha, dan profesional

Cek-5-Poin-Gadai-Rumah-02-Sertifikat-Rumah

[Baca Juga: Mengenal KPR Rumah dan Bunga KPR di Indonesia Serta Informasi Mengenai Kredit Pemilikan Rumah]

 

Nah, selain persyaratan umum, ada juga beberapa kelengkapan dokumen yang harus Anda lengkapi sebagai berikut:

  1. Surat Keterangan Pekerja (SKP)
  2. Slip gaji 3 bulan terakhir
  3. Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP)
  4. Fotokopi Kartu Keluarga (KK)
  5. Fotokopi Akta Nikah (jika sudah nikah)
  6. Fotokopi Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
  7. Fotokopi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) terakhir
  8. Fotokopi rekening tabungan 3 bulan terakhir
  9. Fotokopi sertifikat hak milik (SHM), sertfikat hak guna bangunan (SHGB) dan izin mendirikan bangunan (IMB)
  10. Sertifikat Rumah

 

Jika persyaratan sudah lengkap, Anda tinggal mengisi formulir aplikasi pinjaman. Kemudian pihak bank akan memverifikasi kelengkapan dokumen tersebut.

Setelah itu, bank akan melakukan survei dengan mengunjungi lokasi rumah yang sertifikatnya kamu gadaikan.

Ditambah lagi, biasanya akan ada proses wawancara terhadap Anda selaku pihak yang mengajukan gadai. Pertanyaan dari petugas biasanya seputar soal rencana penggunaan uang yang dipinjam.

Selain itu petugas juga akan menanyakan soal pekerjaan yang sedang kamu jalani dan juga pertanyaan-pertanyaan umum lainnya.

 

#4 Menentukan Nilai Pinjaman

Menjaminkan sertifikat rumah buat dapat pinjaman uang bukanlah hal sepele.

Sebagaimana Anda ketahui, rumah adalah salah satu kebutuhan primer yang sangat berharga.

Oleh karena itu, Anda harus mengecek kondisi finansial Anda sebelum menentukan nilai pinjaman.

Mengapa? Tentunya karena semakin besar nilai pinjaman, semakin besar pula nilai angsuran yang harus Anda bayarkan setiap periodenya. Dan Anda harus yakin mampu membayarnya.

Pihak kreditur biasanya terlebih dahulu akan menilai aset rumah yang diagunkan, kemudian memberikan pinjaman sebesar 70 persen hingga 80 persen dari nilai agunan.

Biaya-Renovasi-Rumah-Minimalis-2-Finansialku

[Baca Juga: Ibu Muda Kenali dan Praktikkan Cara Merencanakan Keuangan Berikut Ini]

 

Sebagai contoh, kreditur menilai aset rumah Anda sebesar Rp300 juta. Maka secara otomatis mereka hanya akan memberi sekitar 210 hingga 240 juta rupiah.

Tapi tak jarang kreditur menawarkan nilai lebih besar dari yang diajukan.

Apabila hal ini terjadi, perhitungkan dahulu kemampuan Anda dalam membayar cicilannya. Jangan mengambil pinjaman lebih besar dari kebutuhan dan kemampuan Anda.

 

#5 Berkomitmen Melunasi Angsuran

Banyak orang kesenangan memperoleh uang, lalu lupa bahwa sebenarnya dirinya hanya MEMINJAM, yang artinya cepat atau lambat harus DIKEMBALIKAN.

Ditambah, setiap pinjaman biasanya disertai bunga yang melekat sebagai tanda balas jasa.

Nah, agar tidak terjadi kredit macet dan rumah Anda disita, Anda perlu menetapkan komitmen untuk melunasi angsurannya hingga selesai.

Karena di sini jaminannya tidak main-main, melainkan tempat tinggal Anda!

Sebagai debitur, jadilah seorang yang bertanggung jawab, sehingga Anda dan pihak bank atau lembaga keuangan sama-sama bisa merasakan keuntungannya.

 

Simulasi Angsuran dengan Menggunakan Kalkulator Kredit

Dewasa ini, semakin banyak aplikasi yang membantu Anda untuk melakukan simulasi kredit.

Selain mudah dan praktis, tentunya sangat membantu Anda dalam mengambil keputusan kredit yang sesuai dengan kebutuhan.

Lalu seperti apakah kalkulator kredit itu? Mari kita lihat kalkulator kredit versi aplikasi Finansialku!

Aplikasi Finansialku memiliki fitur simulasi kredit properti yang dapat digunakan untuk kredit apapun, misalnya Kredit Pemilikan Rumah (KPR), Kredit Kendaraan Bermotor (KKB), dan lain-lain.

Dengan demikian, Anda akan terbantu dalam melakukan simulasi kredit dengan mudah dan praktis.

Jika Anda pengguna baru silakan daftar di sini atau download di Google Play Store.

Setelah Anda terdaftar di aplikasi Finansialku, Anda tinggal pilih menu Rencana Keuangan dan masuk ke Dana Pelunasan Utang.

Lengkapi bagian pokok pinjaman, bunga pinjaman, dan jangka waktu sesuai kebutuhan Anda.

Setelah itu, Anda tinggal mengklik “Hitung” pada bagian kanan bawah dan simulasi Anda akan muncul dalam beberapa saat. Mudah sekali bukan?

Anda juga bisa mencoba Kalkulator Kredit di bawah ini:

 

Sukses dalam Gadai Sertifikat Rumah, tanpa Kehilangan Rumah

Bagaimana? Apakah artikel ini sudah memberi gambaran mengenai langkah mudah menggadaikan sertifikat rumah?

Tentunya Anda juga sudah memahami pentingnya proses gadai ini agar Anda tidak kehilangan rumah.

Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda yang sedang merencanakan untuk menggadaikan sertifikat rumah demi kebutuhan dana mendesak.

Jika Anda merasakan manfaatnya, jangan lupa bagikan artikel ini kepada teman dan kerabat yang juga sedang kebingungan mencari dana cepat.

 

Apakah Anda memiliki pertanyaan mengenai 5 poin jika Anda ingin gadai sertifikat rumah lainnya? Tinggalkan komentar Anda di bawah. Jika ada pertanyaan, silakan ajukan pertanyaan Anda pada kolom di bawah ini. Perencana Keuangan kami siap membantu Anda, terima kasih.

 

Sumber Referensi:

  • Rifzan. 8 Juli 2017. 9 Penyebab Kegagalan Gadai Sertifikat Rumah di Lembaga Keuangan. Carainvestasibisnis.com – https://goo.gl/QZdg43
  • Miko. 25 Januari 2018. Gadai Sertifikat Rumah Buat Dapat Pinjaman? Perhatikan 5 Hal Ini. Blog.duitpintar.com – https://goo.gl/5rcNjv

 

Sumber Gambar:

  • Sertifikat Rumah – https://goo.gl/5rcNjv
  • Gadai Rumah – https://goo.gl/VYE5Mu
  • Rumah Dekat Sutet – https://goo.gl/vEYiuK
  • Rumah di Gang – https://goo.gl/UhgAKm

 

Free Download Ebook Panduan Investasi Saham Untuk Pemula

Ebook Panduan Investasi Saham untuk Pemula Finansialku.jpg

Download Ebook Sekarang

Summary
Cek 5 Poin Berikut Jika Anda Ingin Gadai Sertifikat Rumah
Article Name
Cek 5 Poin Berikut Jika Anda Ingin Gadai Sertifikat Rumah
Description
Memiliki hunian memang menjadi mimpi setiap orang, namun bagaimana jadinya jika Anda terpaksa gadai sertifikat rumah untuk keperluan mendesak?
Author
Publisher Name
Finansialku.com
Publisher Logo

About the Author:

Fransiska Ardela, S.T
Fransiska Ardela, S.T. memiliki background pendidikan S1 di Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Katolik Parahyangan. Memiliki ketertarikan dan pengalaman di bidang pendidikan, product management, dan entrepreneurship.

2 Comments

  1. Rumah Murah Surabaya Timur Minimalis Modern 6 March 2018 at 12:22 - Reply

    Terimakasih atas sharing ilmunya..
    sukses dan bahagia ya..

    • Finansialku
      Finansialku 8 March 2018 at 16:18 - Reply

      Hi Pak
      Terima kasih atas apresiasinya. Semoga artikel kami dapat bermanfaat.

Leave A Comment