Hai Pemilik Bisnis Online, Begini Cara Mengatur Keuangan Anda Agar Tidak Berantakan

Bagaimana cara mengatur keuangan pemilik bisnis online? Bisnis online dapat memberikan keuntungan yang besar. Tetapi keuntungan tersebut tidak akan bisa dimanfaatkan dengan optimal jika keuangan berantakan. Mari simak artikel ini untuk mempelajari cara mengatur keuangan pemilik bisnis online.

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Finansialku Watch

 

Penghasilan Besar, tetapi Tidak Dapat ‘Dinikmati’

Hai pemilik bisnis online, sudahkah Anda mengatur keuangan selama ini? Jika belum maka Anda harus bersiap-siap menghadapi fenomena ‘penghasilan besar, tetapi tidak dapat dinikmati’. Anda memang bisa mendapatkan penghasilan besar hanya dengan mengoperasikan komputer atau gadget Anda. Jika bisnis berjalan lancar, uang terus menerus masuk ke rekening Anda. Tetapi penghasilan besar tersebut tidak akan bisa dinikmati jika Anda tidak mengatur keuangan dengan baik.

Memang bukan hanya pebisnis online yang mengalami fenomena tersebut. Setiap karyawan swasta pun dapat mengalaminya. Tetapi hal ini akan lebih buruk jika terjadi pada pebisnis online. Mengapa? Anda mempunyai peluang mendapatkan uang setiap hari. Jika uang tersebut tidak dikelola dengan baik, Anda akan terus menggunakannya secara sembarangan. Seolah-olah uang yang digunakan hanya sedikit, tetapi sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit juga. Apalagi umumnya Anda menerima pembayaran melalui sistem transfer. Kemungkinan besar Anda sangat terbiasa dengan transaksi tanpa uang tunai, dengan begitu Anda pun akan sering berbelanja dengan sistem transfer atau gesek kartu di toko.

bisnis-online-dropship-affiliate-atau-reseller-mana-yang-paling-menguntungkan-1-finansialku

[Baca Juga: Model Bisnis Online Dropship, Affiliate atau Reseller, Mana yang Paling Untung ?]

 

Tahukah Anda bahwa transaksi non tunai akan membuat Anda secara psikologis ‘menggampangkan’ uang? Jika bertransaksi non tunai, Anda tidak akan menyentuh dan menyerahkan uang secara fisik. Ada kemungkinan Anda tidak akan berpikir panjang ketika mengeluarkan uang dalam bentuk non tunai. Sementara jika harus mengeluarkan uang secara fisik, Anda akan berpikir dua kali sebelum menghamburkannya.

Jika terus menerus menggunakan uang dengan tidak bijaksana, penghasilan sebesar apapun akan seolah-olah lenyap begitu saja. Akhirnya tidak ada uang yang dapat disimpan dan diinvestasikan. Anda mungkin dapat ‘menikmati’ penghasilan tersebut saat ini dengan menghambur-hamburkannya. Tetapi dalam jangka panjang Anda sebenarnya tidak memiliki aset apapun. Keuangan tidak akan berkembang dan Anda tidak akan pernah mendapatkan kebebasan keuangan.

Apakah Karyawan Bisa Memiliki Pendapatan Pasif dengan Bisnis Online - Perencana Keuangan Independen Finansialku

[Baca Juga: Apakah Karyawan Bisa Memiliki Pendapatan Pasif dengan Bisnis Online?]

 

Agar penghasilan bisnis online Anda tidak menghilang tanpa jejak, Anda perlu mengelola keuangan dengan baik. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat Anda lakukan untuk mengelola keuangan bagi pebisnis online:

 

#1 Membuat Anggaran Mingguan, Bulanan dan Tahunan

Pertama-tama Anda harus membuat anggaran mingguan, bulanan dan tahunan. Anggaran ini sangat diperlukan karena Anda tidak memiliki penghasilan yang pasti. Cobalah memprediksi penghasilan per minggu sehingga Anda dapat memproyeksikan penghasilan bulanan dan tahunan. Anggaran akan berfungsi sebagai alat pengendali pengeluaran. Anda harus mengetahui berapa angka yang sewajarnya dapat dihabiskan setiap minggu sehingga keuangan tetap terkendali. Jangan sampai Anda menghamburkan uang yang sebenarnya di luar kemampuan Anda. Jika hal itu terjadi, dapat dipastikan Anda akan terbelit utang ketika ada kebutuhan mendesak yang harus dipenuhi.

Apa_yang_Membedakan_Bisnis_Online

 [Baca Juga: Apa yang Membedakan Bisnis Online Kamu? Branding dan USP]

 

#2 Memisahkan Uang Berdasarkan Keperluan

Jika Anda adalah seorang pemilik bisnis online yang mengelola sendiri keuangannya, penting untuk memisahkan pos-pos keuangan Anda. Penghasilan dan pengeluaran bisnis tidak seharusnya digabungkan dengan keuangan pribadi. Jika Anda memilih untuk menggunakan rekening bank, pisahkanlah rekening bank perusahaan dengan rekening bank pribadi Anda. Jika digabungkan, Anda akan merasa terus memiliki banyak uang. Terkadang uang yang seharusnya digunakan untuk operasional bisnis pun akan ikut terpakai.

Karena itu sebaiknya Anda memisahkan tempat menyimpan uang yang menjadi bagian perusahaan dengan keuangan pribadi. Jangan lupa juga untuk menyediakan dana untuk research and development (R&D) atau pengembangan bisnis. Seringkali biaya untuk R&D disatukan dengan pengeluaran pribadi sehingga keuangan pun menjadi berantakan. Ada baiknya masing-masing kebutuhan tersebut tidak disatukan.

 

#3 Menjadwalkan Pembayaran Rutin

Anda adalah seorang pebisnis yang mendapatkan pemasukan setiap hari. Berbeda halnya dengan karyawan yang menerima gaji di tanggal yang telah ditetapkan setiap bulan. Umumnya karyawan secara otomatis akan melakukan pembayaran rutin setiap menerima gaji. Karena tidak memiliki penghasilan pada tanggal tertentu, Anda harus membuat jadwal pembayaran sendiri. Tetapkanlah tanggal yang tepat untuk membayar seluruh pembayaran rutin Anda. Pembayaran tersebut termasuk pajak, kartu kredit, dll. Dengan begitu Anda akan terhindar dari denda-denda karena keterlambatan pembayaran.

Dijamin Nyesel Kalau Anda Ga Tahu Bisnis Online - Perencana Keuangan Independen Finansialku

 [Baca Juga: 12 Cara Mengenali Calon Customer Bisnis Online Anda]

 

#4 Berinvestasi Secara Rutin

Satu-satunya cara untuk mencapai kebebasan keuangan adalah dengan berinvestasi. Penghasilan Anda mungkin didapatkan setiap hari tetapi tidak selalu dalam jumlah besar di satu saat yang bersamaan. Karenanya terkadang Anda bisa lupa untuk menyimpan dana untuk diinvestasikan. Sebaiknya Anda juga menetapkan tanggal tertentu untuk berinvestasi, baik setiap minggu maupun setiap bulan. Tidak masalah jika Anda ingin berinvestasi dalam jumlah sedikit namun sering. Hal terpenting adalah untuk secara konsisten rutin berinvestasi. Dengan begitu tanpa terasa aset Anda akan menumpuk sehingga semakin mudah memenuhi seluruh tujuan keuangan Anda nantinya.

Memilih Pasar Niche Market yang Tepat untuk Bisnis Online - Perencana Keuangan Independen Finansialku

[Baca Juga: Memilih Pasar Niche Market yang Tepat untuk Bisnis Online]

 

#5 Batasi Cicilan Kebutuhan Konsumtif

Ada baiknya Anda membatasi cicilan yang bersifat konsumtif. Memiliki utang dalam jumlah besar bukanlah masalah selama utang digunakan untuk kegiatan produktif yang menjanjikan keuntungan setimpal. Sayangnya seringkali Anda menggunakan utang untuk hal-hal konsumtif seperti mengikuti trend gadget atau trend fashion terbaru. Utang untuk hal-hal konsumtif sangatlah tidak sehat. Sebaiknya kebiasaan tersebut dibatasi agar keuangan Anda tetap terkendali.

 

Jangan Terlena dengan Penghasilan

Sebagai seorang pemilik bisnis online, ritme pemasukan Anda berjalan dalam hitungan hari. Tetapi sebaiknya Anda tidak terlena untuk menghabiskan penghasilan tersebut secara tidak bijaksana setiap hari. Kebiasaan buruk seperti itu mungkin membuat Anda merasa senang saat ini, tetapi akibatnya baru akan terasa dalam jangka panjang. Jika ingin menikmati penghasilan dalam jangka panjang, Anda harus mengelola keuangan dengan baik.

 

Jangan lupa untuk menyebarkan artikel ini pada pasangan Anda yang memiliki bisnis online, karena kesalahan mengelola keuangan yang terlihat kecil dapat berakibat fatal. Bagaimana dengan pengalaman Anda sebagai pebisnis online? Silakan share pengalaman Anda pada kolom di bawah ini!

 

Sumber Gambar:

  • Businesswoman with laptop – https://goo.gl/QLnMav

 

Download E-Book Perencanaan Keuangan untuk Umur 20 an (GRATIS)

Ebook Perencanaan Keuangan untuk Usia 20 an Perencana Keuangan Independen Finansialku

 

Download Sekarang

About the Author:

Stacia E. H. Sitohang CFP®
Stacia Edina Hasiana Sitohang, S.Mn, CFP® adalah perencana keuangan independen yang bersertifikasi (Nomor 1700 0001). Memiliki background pendidikan S1 di jurusan Business Management dengan konsentrasi Finance, School of Business and Management, Institut Teknologi Bandung (SBM ITB). Memiliki ketertarikan dan pengalaman di bidang Personal Finance dan Entrepreneurship.

2 Comments

  1. Laily Adha Intan Putri 1 January 2018 at 13:00 - Reply

    Saya sangat setuju dengan poin pertama, yaitu membuat anggaran minggu, bulanan, dan tahunan. Dengan terbiasa membuat anggaran, saya jadi bisa mengatur pemasukan dan pengeluaran bisnis dengan baik.

    • Finansialku
      Finansialku 5 January 2018 at 10:35 - Reply

      Hi Ibu Laily
      Terima kasih atas sharringnya, sangat bermanfaat.
      Semoga sharing Ibu, dapat menginspirasi pembaca lainnya.

Leave A Comment