Bagaimana cara mengatur keuangan MUA yang menggunakan KTA sebagai modal? Profesi MUA (Make Up Artist) terlihat mudah untuk dijalankan. Padahal dibutuhkan modal yang besar sehingga seringkali seorang MUA menggunakan utang KTA (Kredit Tanpa Agunan). Mari kita bahas cara mengatur keuangan MUA agar dapat melunasi utang KTA.

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Finansialku Planner

 

Profesi MUA yang Bermodal Sangat Mahal

Para wanita pasti sudah tidak asing dengan istilah MUA (Make Up Artist). Mungkin hampir semua wanita pernah menggunakan jasa MUA, mulai dari yang paling murah hingga yang paling mahal. Seringkali profesi ini terlihat mudah dilakukan sehingga banyak wanita yang merasa dapat langsung terjun untuk mengikuti ‘tren’ menjadi MUA. Dengan modal beberapa alat make up yang dimiliki dan sedikit teknik merias, banyak wanita yang tiba-tiba beralih profesi menjadi seorang MUA.

Padahal menjadi seorang MUA tidaklah sesederhana itu. Anda mungkin pernah mendengar istilah ‘para pria tidak mengerti apa perbedaan antara lipstick dengan harga Rp50.000 dengan lipstick seharga Rp500.000’. Istilah tersebut terdengar seperti candaan, tetapi pada kenyataannya memang ada perbedaan yang signifikan. Bagi orang awam, mengeluarkan uang sebesar Rp500.000 untuk sebuah alat make up yang berukuran sangat kecil adalah konyol.

Ingin Memulai Karier MUA (Make Up Artist) dengan Modal KTA Ini Cara Mengatur Keuangannya 2 - Finansialku

 [Baca Juga: Financial Hacks! Atur Uang Sebelum Uang Mengatur Anda]

 

Itu hanya satu alat make up untuk wanita pada umumnya yang dapat digunakan sehari-hari. Bagaimana dengan seorang MUA? Setiap klien yang ditangani membutuhkan layanan yang berbeda-beda. Riasan untuk seorang tamu pesta pernikahan tentu berbeda dengan riasan pengantin yang menikah.

Begitu juga riasan untuk calon pengantin yang bertunangan akan berbeda dengan riasan hari pernikahan. Selain itu seorang MUA juga harus mempertimbangkan lokasi acara yang akan dihadiri kliennya, riasan untuk acara indoor dan outdoor pun berbeda. Belum lagi seorang MUA harus melayani klien dengan warna kulit yang berbeda-beda. Seseorang yang berkulit gelap tentu tidak bisa diberikan riasan untuk warna kulit cerah.

Dengan begitu banyaknya variabel tersebut bisakah Anda bayangkan berapa banyak alat make up yang harus disediakan untuk melayani seluruh kebutuhan klien tersebut? Alat make up yang digunakan seorang MUA kelas menengah ke atas biasanya lebih mahal dari Rp500.000 setiap produknya.

Tidak hanya itu, seorang MUA juga harus memiliki perlengkapan-perlengkapan lainnya seperti beauty lamp, meja rias, koper make up dan perlengkapan lain sebagainya. Harganya pun tidak kalah mahal dari alat-alat make up yang digunakan. Karena itu tidak heran jika seorang MUA membutuhkan modal hingga ratusan juta rupiah hanya untuk melengkapi koleksi alat make up-nya.

 

Menggunakan KTA sebagai Modal MUA

Tidak semua orang mampu membeli sendiri alat-alat make up yang dibutuhkan seorang MUA. Walaupun harganya ‘seolah’ hanya berkisar ratusan ribu hingga jutaan rupiah, tetapi jika harus dikalikan dengan ratusan alat make up, modal yang diperlukan bisa seharga sebuah mobil juga. Karena itu bagi MUA yang baru memulai kariernya, KTA dapat menjadi salah satu solusi untuk modal membeli alat make up.

6-karir-bergaji-tinggi-yang-sesuai-untuk-wanita-2-finansialku

[Baca Juga: Ini Cara Mengatur Keuangan di Tengah Paksaan Gaya Hidup Glamor]

 

KTA sebaiknya digunakan untuk utang produktif bukan utang konsumtif. Alat make up memang biasanya dapat digolongkan sebagai barang konsumtif. Tetapi dalam hal ini alat make up digunakan sebagai modal usaha yang dapat menghasilkan uang. Seorang MUA bisa mendapatkan bayaran yang mahal untuk satu kali jasa meriasnya jika sudah memiliki reputasi yang baik.

Sayangnya banyak area abu-abu dalam mengatur penghasilan seorang MUA. Jika Anda tidak melakukan langkah cermat untuk mengatur keuangan, maka akan sulit untuk melunasi utang KTA yang digunakan sebagai modal. Karena itu kali ini Finansialku akan membahas beberapa langkah efektif yang dapat Anda gunakan untuk mengatur keuangan MUA.

Berikut adalah beberapa langkah yang dapat Anda gunakan untuk menjaga kestabilan keuangan MUA dan melunasi utang KTA yang digunakan sebagai modal:

 

#1 Sadari Pentingnya Laporan Keuangan

Langkah ini memang terdengar rumit dan merepotkan. Tetapi mau tidak mau Anda harus memilikinya. Mengapa? Alat make up yang digunakan oleh seorang MUA adalah sebuah produk yang dapat habis. Coba kita bandingkan dengan peralatan yang dibutuhkan seorang photographer. Peralatan yang digunakan oleh seorang photographer juga bukan main mahalnya, tetapi barang-barang tersebut bukanlah produk yang habis jika digunakan.

Peralatan tersebut akan terdepresiasi dan perlu biaya untuk perawatannya, tetapi kamera tidak akan habis jika digunakan berpuluh-puluh kali. Berbeda halnya dengan sebuah alat make up. Setiap kali digunakan, alat make up tersebut akan berkurang dan lama-kelamaan habis.

Mengenal Laporan Neraca Keuangan Keluarga - Perencan Keuangan Independen Finansialku

[Baca Juga: Mengenal Laporan Neraca Keuangan]

 

Karena alat make up dapat habis, Anda tidak cukup membeli peralatan tersebut satu kali saja. Setiap kali ada alat yang habis, Anda harus membeli yang baru dengan memutarkan uang penghasilan dari jasa MUA. Jika tidak memiliki laporan keuangan yang jelas, Anda akan kebingungan memperhitungkan berapa keuntungan yang sebenarnya didapatkan dan berapa yang harus digunakan untuk membeli alat make up baru.

Kebingungan tersebut akan semakin buruk karena tidak ada kepastian kapan alat make up tersebut akan habis. Misalnya Anda tidak bisa memastikan setelah berapa kali pemakaiankah sebuah lipstick akan habis. Satu hal yang pasti, setiap sebuah alat make up habis, seorang MUA harus segera membeli yang baru karena tuntutan pekerjaan. Karena ketidakpastian tersebut akhirnya seorang MUA sering membeli alat make up tanpa perhitungan yang jelas.

ini-5-cara-untuk-membuat-terobosan-dalam-kondisi-keuangan-1-finansialku

[Baca Juga: Ini 5 Cara Membuat Terobosan dalam Kondisi Keuangan]

 

Inilah alasan mengapa seorang MUA harus memiliki laporan keuangan yang jelas. Apalagi jika sudah berurusan dengan bank untuk melunasi KTA. Bunga KTA biasanya tidaklah kecil, perlu usaha yang keras untuk melunasi bunga tersebut. Jika Anda terlambat membayar maka akan semakin buruk pengaruhnya bagi keuangan Anda. Karena itu Anda tidak dapat meremehkan pentingnya laporan keuangan bagi seorang MUA.

 

#2 Pisahkan Keuangan Pribadi dengan Keuangan MUA

Walaupun profesi seorang MUA terhitung sebagai freelancer atau pekerja lepas, Anda tetap harus memposisikan karir MUA sebagai sebuah perusahaan. Pisahkan keuangan pribadi Anda dengan keuangan dari MUA. Banyak MUA sering terjebak dalam zona abu-abu keuangan ini, akhirnya keuangan menjadi tidak terkendali dan tidak diketahui berapa keuntungan yang sebenarnya didapatkan.

Kami tidak menyarankan Anda untuk menjadi seorang freelancer yang memiliki pemikiran ‘asal kebutuhan terpenuhi’. Jika Anda tidak mengetahui berapa penghasilan yang sebenarnya diterima dari profesi MUA, Anda tidak akan pernah bisa mengkoreksi kinerja dan harga yang Anda tetapkan. Siapa tahu ternyata uang yang Anda dapatkan selama ini hanya cukup untuk menutupi kebutuhan membeli alat make up baru.

Sementara tidak ada uang yang dapat Anda gunakan sendiri. Namun karena Anda merasa memiliki uang (yang seharusnya diputar untuk modal alat make up baru), Anda menggunakannya untuk keperluan pribadi. Sehingga akhirnya tidak ada lagi modal yang diputar untuk membeli alat make up baru atau bahkan untuk membayar cicilan KTA.

Tips dan Trik Mengelola Keuangan Ketika Harga Naik 2

[Baca Juga: Tips dan Trik Mengelola Keuangan Ketika Harga Naik]

 

Buatlah catatan terpisah untuk keuangan Anda dan keuangan profesi MUA. Perlakukan keuangan dari profesi MUA seperti laporan keuangan perusahaan dimana penghasilan kotor Anda harus dikurangi dengan modal selanjutnya, laba ditahan serta keuntungan bersih Anda. Perbedaannya biasanya pajak yang dibayarkan seorang MUA adalah pajak pribadi, bukan pajak perusahaan. Jangan lupa juga untuk menyertakan pelunasan utang KTA setiap bulannya dalam laporan keuangan tersebut.

Dengan laporan keuangan yang terpisah antara keuangan pribadi dan ‘perusahaan’ MUA, Anda dapat mengetahui berapa modal untuk membeli alat make up yang sebenarnya Anda gunakan dalam profesi tersebut. Selain itu Anda juga bisa mengetahui berapa sebenarnya keuntungan bersih yang dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari Anda.

Dengan mengetahui keuntungan bersih tersebut Anda dapat mempertimbangkan apakah usaha yang dilakukan sesuai dengan hasil yang didapatkan. Hal ini dapat dijadikan ajang koreksi diri. Siapa tahu harga yang Anda tawarkan sebenarnya terlalu murah atau mungkin terlalu mahal. Dengan begitu Anda dapat mengembangkan karier MUA dengan lebih baik dan efektif lagi.

 

#3 Pisahkan Alat Make Up Pribadi dengan Alat Make Up Profesi

Selain memisahkan keuangan pribadi dengan keuangan MUA, Anda juga sebaiknya memisahkan alat make up yang digunakan pribadi dengan alat make up yang digunakan untuk melayani klien. Selain karena alasan kebersihan, tindakan ini juga penting untuk membuat keuangan dan ritme operasional pekerjaan Anda lebih teratur.

Alat make up yang digunakan untuk melayani klien akan sulit diperhitungkan jika Anda menggunakannya untuk diri sendiri juga. Selain itu alat make up akan semakin cepat habis seolah-olah karena digunakan untuk klien, padahal alat make up tersebut habis karena Anda gunakan sendiri. Karena itu sebaiknya Anda memisahkan alat make up yang menjadi modal usaha dan alat makeup pribadi.

8-hal-yang-dapat-membuat-wanita-menjadi-sukses-finansialku

[Baca Juga: Apakah Mengelola Keuangan dengan Amplop Anggaran Masih Efektif di Tahun 2017?]

 

Seperti yang disebutkan sebelumnya ada perbedaan antara lipstick seharga Rp50.000 dengan lipstick seharga Rp500.000. Penghasilan Anda sebagai seorang MUA belum tentu cukup untuk membeli alat make up dengan harga yang sangat mahal untuk keperluan pribadi (konsumtif, tidak menghasilkan uang).

Tetapi sebagai seorang MUA profesional yang sudah sering menggunakan alat make up mahal untuk keperluan pekerjaan, Anda pasti ingin menggunakan standar alat make up yang sama untuk diri sendiri.

Namun harga alat make up yang mahal tersebut harus Anda tanggung sendiri dengan keuntungan bersih yang didapatkan, bukan dengan menggunakan uang ‘perusahaan’. Jika Anda mencampurkan kedua keuangan untuk membeli alat make up tersebut maka uang yang seharusnya digunakan untuk melunasi KTA bisa tersedot juga.

Karena itu Anda harus tertib dalam membeli alat make up yang akan digunakan sendiri. Pastikan Anda tidak menggunakan uang ‘perusahaan’ yang telah dipisahkan dari keuangan pribadi Anda untuk membeli alat make up pribadi.

 

Tertib Mencatat dan Memisahkan

Keuangan seorang MUA memiliki banyak area abu-abu. Biasanya seorang MUA baik wanita maupun pria pasti juga membutuhkan alat make up yang sama dengan yang biasa digunakannya untuk melayani klien. Karena terlihat seperti barang-barang kecil, banyak MUA yang tidak tertib dalam memisahkan kehidupan pribadi dan pekerjaan.

Baik untuk keuangan maupun alat make upnya sendiri. Karena itu Anda harus tertib mencatat dan memisahkan setiap uang yang keluar dan masuk serta alat-alat yang digunakan untuk diri sendiri dan untuk melayani klien. Hal ini sangat penting terutama jika Anda menggunakan KTA sebagai modal usaha. Dengan keteraturan tersebut Anda tidak akan kesulitan untuk mengontrol keuangan dan melunasi utang KTA yang digunakan sebagai modal.

 

Untuk lebih jelasnya, Finansialku sudah merangkum mengenai manfaat mengatur keuangan. Anda bisa mengambil beberapa tips langsung dari video berikut ini:

 

Apakah Anda salah satu orang yang berbisnis dalam Make Up Artist? Bagikan pengalaman Anda dalam mengatur keuangan yang Anda lakukan! Anda dipersilakan untuk mengisi kolom komentar di bawah ini.

 

Sumber Gambar:

  • Make Up Artist – https://goo.gl/QnlLRZ
  • Cosmetics – https://goo.gl/2dyVcs

 

Download E-Book Perencanaan Keuangan untuk Umur 20 an (GRATIS)

Ebook Perencanaan Keuangan untuk Usia 20 an Perencana Keuangan Independen Finansialku

 

Download Sekarang