Pemerintah resmi memperpanjang insentif PPN DTP hingga akhir tahun ini. Sejumlah pengembang properti pun menyambut baik.

Simak informasi selengkapnya dalam artikel berita Finansialku ini.

 

PPN DTP Diperpanjang Hingga Akhir Tahun 2021

Pemerintah memperpanjang masa berlaku insentif fiskal atau perpajakan bagi wajib pajak terdampak Covid-19.

Salah satunya di sektor properti berupa relaksasi perpanjangan Pajak Pertambahan Nilai yang Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) yang semula berakhir Agustus 2021 diperpanjang hingga akhir tahun 2021.

Dalam insentif tersebut, pemerintah memutuskan keringanan PPN DTP 100 persen atas penyerahan rumah tapak atau rusun baru dengan harga jual paling tinggi Rp 2 miliar, serta 50% untuk penyerahan rumah tapak dan rusun dengan harga jual di atas Rp 2 miliar hingga Rp 5 miliar.

Pemerintah memutuskan beberapa fasilitas pajak, beberapa insentif pajak akan diperpanjang sehingga berlaku sampai dengan akhir tahun,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN Kita, Senin 21 Juni 2021.

 

Menanggapi hal itu, Ketua Umum DPP Real Estat Indonesia (REI) Paulus Totok Lusida mengapresiasi kebijakan pemerintah.

Menurutnya perpanjangan insentif PPN DTP ini dapat mendorong semakin tingginya pertumbuhan penjualan properti di Tanah Air.

Saya tentu sangat berterima kasih, sangat bagus orang kita yang minta kok adanya perpanjangan ini sampai akhir tahun, kenapa harus sampai akhir tahun, karena menyangkut tahun anggaran jadi sesuai permintaan kami,” kata Totok dikutip dari Kompas.com, Rabu 23 Juni 2021.

Mengutip dari bisnis.com, menurut Paulus, perpanjangan stimulus PPN akan berdampak pada sektor properti dengan tumbuh 20 persen tahun ini.

Jika dibandingkan dengan tahun ini, penjualan tahun lalu lebih sedikit karena ada pengembang yang tidak berjualan akibat pandemi.

[Baca Juga: Gaduh Soal Wacana PPN Sembako, ini Penjelasan Menkeu Sri Mulyani]

Totok menjelaskan alasan mesti diperpanjangnya insentif di sektor properti, menurutnya saat ini kuota stok rumah yang tersedia sudah mulai habis.

Akibatnya, penjualan properti baik untuk rumah tapak dan rumah susun subsidi ataupun non-subsidi menurun drastis.

Saat ini stok rumah yang tersedia itu habis, sementara yang sedang bangun itu kan kalau tidak diperpanjang insentifnya ya mereka tidak dapat insentif makanya perlu diperpanjang,” ujarnya.

Totok menuturkan, pada kuartal pertama tahun 2021 pertumbuhan penjualan properti mencapai 15% dengan penjualan senilai Rp 200 triliun.

Penjualan terbanyak didominasi oleh rumah tapak seharga mulai dari Rp 200 juta hingga Rp 1 miliar.

Jadi rumah tapak di harga Rp 200 juta sampai Rp 1 miliar itu menguasai 91,6 persen market penjualan properti selama insentif berlangsung,” tuturnya.

Sementara itu, untuk rumah subsidi justru mengalami penurunan penjualan karena stok dan kuotanya yang habis.

 

Totok memperkirakan dengan adanya perpanjangan insentif PPN ini, pertumbuhan penjualan properti naik 20 persen hingga akhir tahun.

Dia juga menegaskan, REI akan mendorong konstruksi dan penjualan properti hingga akhir tahun ini.

Salah satu tujuannya dapat mengerek ratusan industri lainnya yang terkena dampak ikutan dari pertumbuhan industri properti.

Nah supaya target ini bisa menimbulkan multiplier effect terhadap 174 bidang usaha lainnya, misalnya besi, semen, dan usaha lainnya,” tambah dia.

Di sisi lain, beberapa pengembang properti juga menyambut positif kabar ini.

Direktur Keuangan dan Sekretaris Perusahaan Metropolitan Land Olivia Surodjo menyambut baik perpanjangan insentif tersebut.

Saya dan teman-teman developer lain sudah dari beberapa bulan bicara ingin diperpanjang minimal sampai Desember agar kami punya kesempatan membangun. Kami sambut baik langkah pemerintah perpanjangan ini,” ujarnya.

[Baca Juga: Insentif PPnBM Mobil Resmi Diperpanjang Hingga Agustus 2021]

Menurutnya, insentif ini sangat membantu menggairahkan sektor properti. Hal itu terbukti hingga akhir Mei, realisasi penjualan emiten properti PT Metropolitan Land Tbk. mencapai Rp 694 miliar dari target Rp 1,6 triliun untuk 2021.

Angka ini lebih tinggi bila dibandingkan dengan perolehan penjualan pada Mei 2020 yang Rp 467 miliar.

Oleh sebab itu, dengan perpanjangan insentif PPN hingga Desember akan memberikan waktu bagi developer untuk membangun rumah dan melakukan serah terima pada akhir tahun.

Pasalnya, untuk membangun rumah perlu waktu sekitar 6 bulan. Olivia optimistis kondisi properti khususnya untuk sektor perumahan akan lebih baik pada semester II mendatang.

banner -millennials tidak bisa beli rumah, kata siapa

Bagaimana pendapat Anda mengenai informasi ini? Silakan tulis komentar Anda di kolom di bawah. Jangan lupa bagikan artikel ini pada rekan-rekan lainnya. Terima kasih.

 

Sumber Referensi:

  • Ardiansyah Fadli. 23 Juni 2021. Insentif PPN DTP Diperpanjang, REI: Pertumbuhan Penjualan Properti Bisa 20 Persen. Kompas.com – https://bit.ly/3d9lzuh
  • Yanita Petriella. 23 Juni 2021. Insentif PPN Diperpanjang, Bisnis Properti Diprediksi Naik 20 Persen. Ekonomi.bisnis.com – https://bit.ly/3wUPC0G
  • Yanita Petriella. 23 Juni 2021.Insentif PPN Properti Diperpanjang, Ini Masukan Pengembang. Ekonomi.bisnis.com – https://bit.ly/3xLfUmc

 

Sumber Gambar:

  • https://bit.ly/3gZ0K5V