Investasi cryptocurrency menjadi fenomena karena kenaikan harganya yang fantastis. Lantas apakah potensi investasi emas logam sudah mulai surut?

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Learn and Invest

 

2017, Tahun Terbaik Investasi di Indonesia

Pada tahun 2017, ekonomi Indonesia bertumbuh dari 5,02% menjadi 5,05% dibandingkan dengan tahun 2016. Secara keseluruhan, investasi di Indonesia pun mengalami pertumbuhan yang positif.

Tengok saja pasar modal Indonesia. Sepanjang tahun 2017 lalu, IHSG mengalami kenaikan 20.14% dan mencatat rekor tertinggi sepanjang masa di level 6.355,65.

Hal ini juga berimbas pada investasi emas logam mulia yang mengalami peningkatan sebesar 6% sejak awal tahun. Harga emas logam mulia Antam per gram meningkat dari Rp596.000 pada awal tahun menjadi Rp632.000 pada akhir tahun

Sementara itu, investasi cryptocurrency seperti Bitcoin juga mengalami pertumbuhan yang sangat spektakuler, lebih dari 1.200% pada tahun 2017.

Harga Bitcoin pada awal Januari 2017 yaitu US$966,6/1 BTC (setara dengan Rp13,3 juta, dengan kurs Rp13,793) dan di penghujung tahun mencapai US$12.377/1 BTC (setara dengan Rp170,7 juta).

Tak sampai situ, Bitcoin mencatat angka tertinggi dengan US$19.891 (setara dengan Rp274,35 juta) pada bulan Desember 2017.

Harganya Semakin Meningkat, Bank Indonesia Larang Penggunaan Bitcoin 01 - Finansialku

[Baca Juga: Investasi Emas Batangan adalah Sarana untuk Hedging dan Diversifikasi Portofolio Investasi]

 

Jika melihat dari data tersebut, investasi emas logam mulia menjadi terlihat kurang menarik.

Terutama jika dibandingkan dengan investasi cryptocurrency yang naiknya bisa gila-gilaan dalam hitungan jam.

Lantas apakah investasi emas logam mulia ini sebaiknya Anda tinggalkan?

Jawabannya: tidak. Kedua investasi ini memiliki karakteristik yang berbeda dan bukan merupakan substitusi.

Prinsip investasi “high risk high return, low risk low return” akan tetap berlaku apapun itu instrumen investasinya.

 

Kemunculan Bitcoin sebagai “Digital Gold”?

Banyak yang menyebut Bitcoin sebagai “digital gold” karena lemahnya hubungan dengan aset lain – terutama saham.

Pada tahun 2017, harga Bitcoin bahkan sempat melewati harga emas per troy ounce.

Pembentukan harga Bitcoin sendiri sama dengan mekanisme aset lainnya yaitu demand dan supply.

Seperti emas, jumlah Bitcoin terbatas. Bitcoin perlu ditambang, meskipun tidak dengan mesin pengebor.

Cara-Menambang-Bitcoin-1-Finansialku

[Baca Juga: TERNYATA! Begini Cara Menambang Bitcoin (Cara Mining Bitcoin) yang Dapat Dilakukan oleh Orang Awam]

 

Para penambang (miners) Bitcoin mengandalkan peranti keras chip ASIC Bitcoin atau melalui jaringan cloud, meskipun penambangan melalui jaringan cloud rawan dengan penipuan.

Setelah itu, para penambang perlu mendapat peranti lunak untuk menambang Bitcoin (Cgminer dan BFGminer) dan bergabung dengan kumpulan penambang Bitcoin lainnya.

Untuk penjelasan lebih lengkap mengenai cryptocurrency dan Bitcoin, silakan baca artikel berikut ini: Sifat Cryptocurrency: Sifat Transaksional dan Sifat Moneter

 

Perbandingan Investasi Emas Logam Mulia dan Cryptocurrency

Selama bertahun-tahun, investasi emas logam mulia telah menjadi aset “safe haven” utama, dan belum diketahui apakah investasi cryptocurrency dapat mengalahkannya sebagai “safe haven”.

Menurut situs Coinmarketcap.com (06/03/2018), ada sebanyak 1.531 jenis cryptocurrency dan yang paling terkenal adalah Bitcoin dengan harga per satuan paling tinggi saat ini.

Harga Bitcoin saat ini (06/03/2018) tercatat US$11.269 atau Rp154.954.388.

Mari kita coba bandingkan investasi emas logam mulia dengan investasi cryptocurrency seperti Bitcoin berikut ini:

 

#1 Transparansi, Keamanan, dan Aspek Hukum

Sistem perdagangan emas logam mulia di Indonesia berjalan sudah lama, sehingga tergolong mudah, stabil, aman, dan transparan.

Anda dapat melakukan investasi emas logam mulia melalui banyak cara, bisa membelinya di Pegadaian, Kantor Pos, PT. Antam, perusahaan emas swasta (UBS, King Halim), bank syariah, maupun toko emas.

Emas juga bisa dibeli di online marketplace. Tapi hati-hati akan keasliannya.

Hal yang terpenting saat Anda investasi emas logam mulia adalah memeriksa keasliannya.

Investasi-Logam-Mulia-Emas-VS-Bitcoin-2-Finansialku

[Baca Juga: TTS: Kenali Istilah Investasi Emas Sebelum Anda Berinvestasi]

 

Anda mungkin bisa lebih tenang bila membeli emas di kantor Pegadaian, Kantor Pos, serta PT. Antam, yang secara hukum merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Bila emas yang Anda beli asli, Anda akan mendapat lampiran sertifikat dan Anda bisa membandingkan nomor seri pada sertifikat dengan nomor seri pada emas fisik.

Untuk tips lebih jelas membedakan logam mulia palsu dapat dilihat di artikel berikut ini: Awas, Logam Mulia Palsu! Tips Membeli Logam Mulia untuk Pemula

Emas logam mulia murni mudah disimpan dan tidak mudah rusak. Anda bisa menyimpan emas logam mulia Anda di rumah maupun di safe deposit box di bank. Meskipun banjir atau kebakaran, emas tidak akan rusak.

Sementara itu jika ditinjau dari segi keamanan, Bitcoin sulit untuk dipalsukan dan dicuri karena adanya sistem enkripsi dan algoritma yang rumit.

Jaringan Bitcoin yang disebut sebagai blockchain, berisi semua transaksi yang pernah diproses, memungkinkan komputer pengguna untuk memverifikasi kebsahan tiap transaksi.

Meskipun demikian, para trader Bitcoin perlu waspada dengan insiden Mt. Gox pada tahun 2014.

Agen perdagangan Bitcoin tersebut mengalami pembajakan yang mengakibatkan sistem menjadi offline.

Total pencurian Bitcoin diperkirakan mencapai US$460 juta (Rp6,3 triliun). Hampir seluruh Bitcoin itu dicuri langsung dari Mt. Gox sedikit demi sedikit sejak 2011. Mt. Gox sendiri telah mendeklarasikan pailitnya.

Investasi-Logam-Mulia-Emas-VS-Bitcoin-3-Finansialku

[Baca Juga: Haramkan Penggunaan Bitcoin, BI Akan Buat Mata Uang Pesaing]

 

Secara legal, pencurian digital sulit untuk ditelusuri. Berbeda dengan transaksi bank yang transparan, transaksi di Bitcoin tergolong anonim dengan tujuan melindungi privasi pengguna. Namun buruknya, jika terjadi pencurian, pelaku akan sulit untuk ditelusuri.

Bitcoin maupun cryptocurrency lainnya mengandalkan sistem internet. Meskipun setelah insiden Mt. Gox, Bitcoin maupun cryptocurrency lainnya mengaku telah meningkatkan faktor keamanan mereka, namun tetap tak ada bank sentral atau lembaga hukum yang mengawasi dan bertanggung jawab atas nilainya.

Di Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan jelas menolak penggunaan cryptocurrency sebagai alat pembayaran yang sah.

Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappepti) saat ini masih melakukan kajian mengenai penambahan Bitcoin dalam komoditas berjangka.

Kesimpulannya, transparansi, keamanan, dan aspek hukum untuk investasi cryptocurrency masih terlalu mentah untuk dapat dipertanggungjawabkan.

 

#2 Kelangkaan

Jumlah Bitcoin di seluruh dunia terbatas, hanya sejumlah 21 juta koin.

Berdasarkan perhitungan algoritma, persediaan Bitcoin rata-rata meningkat 4% per tahun, dan pada tahun 2140 pasokan Bitcoin diperkirakan akan habis.

Faktor kelangkaan Bitcoin ini dispekulasikan akan menyebabkan bubble.

Sementara emas dapat terus ditambang tanpa batas waktu, dengan jumlah produksi yang kecil dan stabil setiap tahun. Rata-rata 2.500 – 3.000 ton emas ditambang setiap tahunnya.

Dan sampai saat ini, jumlah emas yang telah ditambang dan sukses terdokumentasi telah mencapai 187.200 ton emas.

Jumlah emas yang tersedia dalam bumi belum dapat diketahui dengan jelas karena terus adanya penelitian baru mengenai sumber tambang emas.

 

#3 Nilai Dasar

Emas memiliki nilai dasar yang telah diterima secara umum sebagai perhiasan dan industri, namun penerapan Bitcoin belum jelas.

Beberapa negara masih pro dan kontra mengenai penerapan Bitcoin sebagai mata uang digital.

 

#4 Fluktuasi Harga

Bitcoin memiliki fluktuasi yang lebih tinggi dibandingkan dengan emas.

Koreksi harga Bitcoin yang tajam tercermin mulai dari 2017 (harga tertinggi US$19.891/Rp274,3 juta) hingga Februari 2018 (menyentuh harga terendah US$6.000/Rp82,7 juta).

Bitcoin tidak memiliki nilai intrinsik karena tidak ada cadangan devisa atau underlying asset yang secara objektif menentukan nilainya.

Oleh karena itu harga bisa menjadi sangat fluktuatif karena tidak ada intervensi dari bank sentral.

Investasi yang memiliki fluktuasi tinggi kurang cocok dijadikan sebagai “safe haven”.

 

#5 Likuiditas

Dibandingkan dengan Bitcoin, emas jauh lebih mudah ditukarkan dengan uang tunai (lebih likuid).

Pasar masih memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi dengan karena kehandalannya sebagai “safe haven” selama bertahun-tahun.

Dari sisi permintaan, kegunaan emas juga bervariasi, yakni individu, industri, maupun bank sentral.

Berdasarkan data permintaan emas secara global pada tahun 2016-2017, sejumlah 54% dari permintaan emas merupakan konsumsi untuk perhiasan, 10% untuk industri teknologi, 30% untuk investasi emas logam mulia, dan 6% untuk cadangan kas bank sentral.

Kegunaan yang bervariasi seperti ini tidak dapat ditemukan pada Bitcoin. Seandainya Bitcoin akan digunakan sebagai alat pembayaran digital ke depannya, permintaan emas akan tetap ada dan likuid.

 

Bitcoin dan Emas Menghadapi Tahun 2018

Pada tahun 2018, ini ada 2 tantangan besar yang akan dihadapi perekonomian Indonesia antara lain:

 

#1 Tahun Politik

Pada tahun 2018 ini, pemilihan kepala daerah akan diadakan serentak di 17 provinsi dan 153 kota/kabupaten.

Situasi politik tahun 2018 akan berpengaruh terhadap pemilihan umum pada tahun 2019.

Tentunya situasi politik yang tidak kondusif akan dapat memberikan efek negatif pada tingkat kepercayaan investor dan kondisi ekonomi Indonesia.

Investasi-Logam-Mulia-Emas-VS-Bitcoin-4-Finansialku

[Baca Juga: Investasi Emas Putih, Apakah Lebih Menguntungkan Dibanding Emas Batangan Biasa?]

 

#2 Siklus Krisis 10 Tahun

Setelah siklus krisis ekonomi yang berdampak domino pada banyak negara pada tahun 1998 dan 2008, dunia juga dikhawatirkan akan menghadapi krisis ekonomi yang besar pada tahun 2018. 

Kondisi ekonomi dan politik global akan mempengaruhi kondisi ekonomi Indonesia. Contohnya: isu nuklir Korea Utara, ketidakpastian kebijakan ekonomi Amerika Serikat, serta penurunan pertumbuhan ekonomi Tiongkok.

Meskipun secara fundamental, ekonomi Indonesia saat ini akan jauh lebih solid dan kuat dibandingkan pada tahun 1998 dan 2008, Anda tetap harus mengantisipasi prediksi ini.

Menghadapi kemungkinan akan adanya krisis ekonomi pada tahun 2018, sebagai investor Anda perlu menyeimbangkan portofolio investasi Anda.

Lindungi nilai portofolio Anda dengan melakukan lindung nilai (hedging) pada investasi “safe haven” yang telah terbukti yaitu emas.

 

5 Alasan Investasi Emas 2018 (dan Bukannya Investasi di Cryptocurrency)

Meskipun secara perspektif teknis, potensi investasi emas kelihatan tidak selincah investasi lain seperti Bitcoin, namun berikut ini beberapa pertimbangan mengapa Anda perlu investasi emas di tahun 2018:

 

#1 Momentum Jangka Pendek

Sampai dengan awal Maret 2018, harga emas Antam per gram sempat mengalami level harga terendah Rp609.000 pada tanggal 25 Januari 2018.

Sejak tanggal tersebut hingga (06/03/2018), harga emas Antam per gram telah mengalami kenaikan 5.4%.

Anda bisa memanfaatkan momentum jangka pendek untuk menghadapi risiko ketidakpastian ekonomi pada tahun 2018  ini dengan melakukan hedging.

 

#2 Rotasi Aset

Pada saat terjadi ketidakpastian ekonomi, investor cenderung akan memilih tindakan proteksi dengan menghindari investasi agresif seperti saham.

Investor akan mengalihkan dana mereka pada investasi “safe haven”. Oleh karena itu, emas akan mengalami kenaikan harga karena meningkatnya permintaan.

 

#3 Permintaan Global yang Kuat

Sejak tahun 2017, permintaan fisik emas sendiri mulai mengalami peningkatan di pasar global contohnya di India dan Tiongkok.

Berdasarkan riset yang dilakukan World Gold Council, seiring dengan meningkatnya pendapatan, maka permintaan akan investasi emas logam mulia dan perhiasan juga ikut meningkat.

Pada tahun 2017, permintaan akan emas di Tiongkok telah meningkat sekitar 12%. Industri perhiasan di Amerika Serikat juga mencatat permintaan tertinggi selama tujuh tahun terakhir.

Jenis-Investasi-yang-Disukai-1-Finansialku

[Baca Juga: Mau Bisnis Investasi Emas? Ketahui Dulu Cara Perhitungan Pajak Penghasilan Beli Emas]

 

#4 Soft Dollar

Ada hubungan terbalik antara harga komoditi dengan nilai tukar dolar Amerika, karena secara mayoritas nilai komoditi diperjualbelikan dalam nilai mata uang tersebut.

Nilai dolar Amerika saat ini sedang berbalik melemah terhadap sejumlah mata uang global, sebagai akibat respon negatif pasar terhadap aksi proteksionisme Presiden AS Donald Trump.

Melihat hal ini, Anda bisa mulai melakukan watchlist terhadap pergerakan harga emas.

 

#5 Tingkat Kepercayaan Pasar

Di tengah arus besar Bitcoin pada tahun 2017, harga emas logam mulia mengalami kenaikan terhadap US$.

Hal ini mengindikasikan bahwa emas logam mulia memiliki ketahanan dan tingkat kepercayaan pasar di tengah maraknya investasi cryptocurrency.

Bahkan setelah lembaga perdagangan derivatif Chicago Board Options Exchange (CBOE) meluncurkan produk baru derivatif atas Bitcoin di tahun 2017, tidak ada arus keluar investasi emas yang signifikan dari para trader dan investor institusi.

Emas sampai saat ini masih “safe haven terbaik”, dan belum ada yang dapat menandinginya.

 

Apakah Anda Sudah Memutuskan akan Pilih Berinvestasi Emas atau Bitcoin?

Walaupun investasi cryptocurrency Bitcoin terlihat lebih agresif dan menggiurkan daripada emas, Anda harus waspada karena bubble Bitcoin bisa pecah kapan saja.

Jadi, sudahkah Anda memutuskan akan investasi Bitcoin sebagai “digital gold” atau emas sebagai “safe haven”?

Semoga artikel ini dapat membantu Anda untuk memilih instrumen investasi yang dapat melindungi portofolio investasi Anda dari risiko ekonomi yang mungkin akan terjadi di tahun 2018!

 

Bagikan artikel ini kepada rekan Anda yang membutuhkan informasi investasi emas logam mulia dan investasi cryptocurrency.

 

Apabila Anda memiliki kesulitan dalam perencanaan keuangan, Anda dapat menghubungi Konsultan Perencana Keuangan Finansialku yang siap membantu Anda.

 

Jika Anda memiliki saran, tanggapan atau pertanyaan, Anda dapat menuliskannya pada kolom yang telah tersedia di bawah ini. Terima kasih!

 

Sumber Referensi:

  • Joe Liebkind. 7 Desember 2017. Should You Buy Gold Or Bitcoin? Investopedia.com – https://goo.gl/nejsSJ
  • Jeff Reeves. 7 Januari 2018. Opinion: 7 reasons why investors should go for gold in 2018. Marketwatch.com – https://goo.gl/hYHHr1
  • Admin. 16 Januari 2018. The gold market in 2018. Gold.org – https://goo.gl/Euj6Y4
  • Admin. Cryptocurrency Market Capitalizations. Coinmarketcap.com – https://goo.gl/hcNpUW

 

Sumber Gambar:

  • Emas – https://goo.gl/Ne2bF3
  • Mt Gox – https://goo.gl/xnBCxA
  • Kotak Pemilu – https://goo.gl/3FEGah

 

Free Download Ebook Panduan Investasi Saham Untuk Pemula

Ebook Panduan Investasi Saham untuk Pemula Finansialku.jpg

Download Ebook Sekarang

Summary
Apa Bedanya Investasi Emas Logam Mulia VS Investasi Cryptocurrency? Dan Kenapa Pilih Investasi Emas di Tahun 2018?
Article Name
Apa Bedanya Investasi Emas Logam Mulia VS Investasi Cryptocurrency? Dan Kenapa Pilih Investasi Emas di Tahun 2018?
Description
Investasi cryptocurrency menjadi fenomena karena kenaikan harganya yang fantastis. Lantas apakah potensi investasi emas logam sudah mulai surut?
Author
Publisher Name
Finansialku.com
Publisher Logo