Seperti yang kita ketahui, Investasi Reksadana adalah salah satu instrument investasi yang menjadi perhatian masyarakat. Fakta yang terjadi di lapangan, masih ada masyarakat yang percaya bahwa harga reksadana yang baru (murah) akan lebih baik, semakin mahal reksadana akan semakin sulit untuk naik dan lain sebagainya. Untuk itu, kali ini kita akan membahas hal yang mendasar tentang bagaimana reksadana terbentuk.

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Learn and Invest

 

Investasi Reksadana

Reksadana menjadi salah satu instrumen investasi yang diminati oleh masyarakat. Karena selain dapat memberi keuntungan lebih daripada inflasi, reksadana juga memiliki risiko yang relatif lebih aman. Tetapi pengetahuan tentang investasi reksadana masih banyak dipengaruhi oleh informasi yang beredar di masyarakat yang biasanya banyak terjadi misinformation atau salah informasi. Masyarakat awam yang baru ingin melakukan investasi reksadana akhirnya memiliki pemahaman yang kurang tepat ketika berinvestasi.

Oleh karena itu, ada baiknya untuk dapat memahami bagaimana reksadana terbentuk dan dari mana harga unit penyertaan tersebut. Dengan memahami bagaimana reksadana terbentuk, diharapkan para masyarakat yang menginvestasikan dananya di reksadana akan mengerti apa saja yang harus diperhatikan dan apa yang tidak dalam berinvestasi di reksadana.

 

Memahami Bagaimana Reksadana Terbentuk

Proses terbentuknya reksadana sampai dengan terbentuknya NAB/Unit Penyertaan secara sederhana terdiri dari 5 tahap sebagai berikut:

Investasi Reksadana Memahami Bagaimana Reksadana Terbentuk 03 - Finansialku

[Baca Juga: Apa Aja yang Anak Muda Harus Ketahui Tentang Investasi Reksadana]

 

Tahap 1:

Manajer Investasi mengikat Kontrak dengan Bank Kustodian untuk melakukan pengelolaan dana masyarakat. Kontrak tersebut disebut Kontrak Investasi Kolektif dan produk turunan dari kontrak tersebut adalah reksadana. Hal ini menjelaskan mengapa dalam prospektus, nama agen penjual tidak dicantumkan.

Selain itu, investor juga tidak menandatangani kontrak dengan Manajer Investasi. Dalam hal ini investor berpartisipasi dalam kontrak dengan membeli reksadana.

 

Tahap 2:

Investor yang tertarik kepada reksadana tersebut kemudian berinvestasi pada reksadana dengan mentransfer uangnya ke rekening atas nama reksadana yang berkaitan. Uang tidak ditransfer ke rekening Manajer Investasi ataupun Bank Kustodian.

Oleh karena itu, hati-hati bagi Anda apabila ada yang mengklaim reksadana, namun meminta Anda mentransfer ke nomor rekening perusahaan. Hal ini tidak diperbolehkan. Transfer hanya boleh dilakukan kepada nomor rekening atas nama reksadana di rekening bank kustodian, atau rekening bank lain yang ditunjuk sebagai bank penampung.

 

Tahap 3:

Salah satu kewajiban bank kustodian adalah menerbitkan unit penyertaan. Harga unit penyertaan untuk pertama kali reksadana terbentuk adalah Rp1.000. Maka masing-masing investor yang membeli unit reksadana pada penjualan pertama kali, akan mendapat unit penyertaan sebesar nilai investasi dibagi dengan Rp1.000. Selanjutnya, harga unit reksadana akan mengikuti harga pasar yang berlaku.

Investasi Reksadana Memahami Bagaimana Reksadana Terbentuk 02 - Finansialku

[Baca Juga: Bagaimana Cara Investasi Reksadana Untuk Karyawan?]

 

Tahap 4:

Dana yang diperoleh kemudian dikelola oleh Manajer Investasi sesuai dengan kebijakan yang ada dalam prospektus. Dalam contoh ini, Manajer Investasi menginvestasikan dana yang terkumpul ke dalam saham, obligasi dan deposito. Hasil pemilihan investasi yang menjadi portofolio inilah yang selanjutnya akan menentukan baik buruknya kinerja reksadana, bukan tinggi rendahnya harga reksadana sendiri.

 

Tahap 5:

Selanjutnya Bank Kustodian akan menjalankan kewajiban yang satu lagi yaitu administrasi dan perhitungan NAB/Up. Administrasi mencakup administrasi unit penyertaan dengan nasabah pada langkah 2 dan administrasi jual beli efek beserta pembayaran dan penyimpanannya. Setelah itu, pada setiap akhir hari, Bank Kustodian akan menghitung NAB/Up reksadana seperti yang terlihat dalam tabel.

Cara perhitungannya adalah pertama, seluruh portofolio investasi dijumlahkan. Hasil penjumlahan disebut Jumlah Aktiva. Selanjutnya angka tersebut akan dikurangi dengan segala biaya dan kewajiban seperti biaya manajer investasi, biaya bank kustodian, biaya transaksi pembelian efek, dan biaya lain-lain seperti yang diatur dalam ketentuan prospektus. Hasil pengurangan selanjutnya disebut Nilai Aktiva Bersih (NAB). Untuk memudahkan, biaya dan kewajiban diasumsikan 0 karena reksadana baru dibentuk.

Kiat Memilih Reksa Dana Terbaik 01 - Finansialku

[Baca Juga: Kiat Memilih Reksadana Terbaik]

 

NAB juga sering disebut AUM (Asset Under Management) yang sekaligus menunjukkan jumlah dana yang dikelola. Pembagian antara NAB dengan Unit Penyertaan (bukti kepemilikan reksadana) disebut NAB/Up atau lazimnya dikenal sebagai harga reksadana. Karena pertama kali dibentuk reksadana harus diharga Rp1.000, maka unit penyertaan dihitung sedemikian rupa sehingga menghasilkan pembagian yang sama dengan Rp1.000.

Dalam contoh sebelumnya adalah 100.000 unit. Ketentuan ini hanya berlaku pada saat pertama kali reksadana diterbitkan, selanjutnya unit penyertaan akan mengikuti harga pasar.

 

Miliki Pengetahuan Sebelum Berinvestasi

Sebagai investor reksadana, kita harus memiliki pengetahuan yang benar tentang reksadana tersebut. Dengan memiliki pengetahuan yang benar sebelum berinvestasi, maka kita tidak akan terpengaruh dengan tinggi atau rendahnya harga unit reksadana yang ada di pasar, sehingga Anda tidak lagi memilih reksadana berdasarkan hal tersebut, tetapi berdasarkan portofolio reksadana tersebut dan kinerja reksadana tersebut.

Download Ebook Investasi Reksa Dana untuk Pemula

Download Panduan Berinvestasi Reksa Dana untuk Pemula Finansialku.com

Download Ebook Reksa Dana

 

Semoga informasi ini dapat menambah pengetahuan Anda tentang instrumen investasi reksadana.

 

Apakah informasi ini membantu Anda? Bagaimana pemahaman Anda sebelum membaca artikel ini? Silahkan bagikan pengalaman Anda dalam berinvestasi reksadana.

 

Sumber Referensi:

  • Rudiyanto. 1 Oktober 2012. Back to Basic: Memahami Proses Terbentuknya Reksa Dana. Kontan.co.id – https://goo.gl/HVDT3d

 

Sumber Gambar:

  • Orang Sukses – https://goo.gl/CcKbYT
  • Orang Asia – https://goo.gl/H84ASq