Apakah penyakit jantung koroner merupakan salah satu penyakit yang ditanggung asuransi?  Penyakit apa saja yang ditanggung asuransi?

Cari tahu jawabannya dalam artikel Finansialku berikut ini.

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Learn and Secure

 

Asuransi vs Penyakit Jantung Koroner

Asuransi kesehatan berperan penting saat Anda sedang jatuh sakit.

Tanpa asuransi kesehatan, banyak pengeluaran besar-besaran yang harus Anda keluarkan dari kantong pribadi.

Sayangnya, banyak masyarakat yang gagal menikmati benefit-nya karena tidak mengetahui kebijakan, fungsi, serta cakupan pelayanannya.

Untuk mengatasi hal semacam ini, penting bagi Anda untuk memahami isi polis secara menyeluruh agar mengetahui penyakit dan kondisi apa yang di-cover oleh asuransi yang Anda pilih.

Setiap asuransi kesehatan memiliki cakupan yang berbeda-beda, sehingga tidak bisa dipatok rata apakah semua asuransi tersebut meng-cover penyakit jantung koroner.

Namun menurut beberapa informasi, umumnya penyakit jantung koroner tidak di-cover dalam asuransi kesehatan biasa.

Penyakit ini umumnya di-cover dalam asuransi penyakit kritis.

Asuransi penyakit kritis pada dasarnya adalah bagian dari asuransi kesehatan.

Namun memiliki manfaat tambahan lebih spesifik, yaitu untuk penyakit yang berbahaya, membutuhkan biaya besar dan punya akibat fatal sampai kematian.

Tips Memilih Asuransi Jiwa - Finansialku

[Baca Juga: Konsultasi: Dengan Adanya Kewajiban Menggunakan BPJS Kesehatan, Apakah Kita Harus Tetap Memiliki Asuransi Swasta?]

 

Asuransi penyakit kritis ini pertama kali ditemukan di Afrika Selatan pada 1983 oleh Marius Marnard.

Produk ini diaplikasikan dan diterima di banyak negara, termasuk di Indonesia.

Biasanya asuransi penyakit kritis ini memberikan manfaat tambahan untuk penyakit berbahaya yang membutuhkan biaya besar dan penyakit yang dapat berakibat fatal atau dapat menyebabkan kematian.

Terdapat beberapa kondisi atau penyakit kritis yang menjadi “pembunuh” utama di Indonesia.

Tujuh penyakit itu adalah stroke, jantung koroner, diabetes mellitus, influenza dan pneumonia, tuberkolosis, liver, penyakit paru-paru.

Melansir dari kreditgogo.com, terdapat 9 fungsi asuransi penyakit kritis (critical illness), yaitu:

  1. Membiayai pengobatan/perawatan penyakit kritis, baik di dalam maupun di luar rumah sakit.
  2. Mengganti biaya pengobatan/perawatan penyakit kritis.
  3. Mengganti biaya lain di luar pengobatan/perawatan.
  4. Mengganti penghasilan yang hilang karena tidak bisa bekerja, yang dijadikan sebagai Dana Pengganti Penghasilan.
  5. Melindungi dan mencegah kehilangan aset dan jeratan utang.
  6. Membiayai cicilan/utang yang masih ada atau masih belum terlunaskan.
  7. Mengurangi beban biaya kehidupan sehari-hari keluarga.
  8. Menambah dana aset keluarga untuk kebutuhan sehari-hari demi masa depan yang lebih jelas.
  9. Mengganti sebagai dana pendidikan anak ke depan, dikarenakan putusnya dana pendidikan yang sedang disiapkan akibat orang tua yang mengalami penyakit kritis.

Gejala Penyakit Jantung, Biaya Berobat dan Asuransi yang Dapat Digunakan 01 - Finansialku

[Baca Juga: Apakah Kartu BPJS Kesehatan Bisa Dipakai untuk Pelayanan Kesehatan Gigi?]

 

Asuransi memberikan manfaat berupa uang pertanggungan sesuai dengan perhitungan penjaminan.

Asuransi penyakit kritis memberikan uang tunai (lump sum) sekaligus saat tertanggung membutuhkan perawatan.

Hal ini karena penderita penyakit kritis membutuhkan perawatan berkelanjutan yang lebih lama, sehingga uang pertanggungan diberikan sekaligus, sesuai diagnosa, agar memudahkan pasien dalam membayar biaya perawatannya.

Selain itu, hal ini juga dilakukan sebagai upaya penanganan segera, agar tertanggung tidak terlambat dirawat.

 

Nikmati Benefit Asuransi Kesehatan secara Maksimal

Jadi, kesimpulannya penyakit jantung koroner dapat di-cover oleh asuransi penyakit kritis.

Namun, pastikan Anda membaca polis untuk memperjelas kondisi dan batasan penyakit.

Contoh, meski penyakit kanker ditanggung oleh asuransi penyakit kritis, definisi kanker disini mengecualikan kanker stadium awal dan tumor otak jinak yang mensyaratkan gejala neurology yang permanen seperti kelumpuhan yang menetap.

Alasan menerapkan definisi ini adalah perkembangan dalam cara mendiagnosis suatu penyakit, sehingga tetap saja ada pengecualian tertentu dalam setiap asuransi.

Kuncinya adalah selalu teliti dalam memilih asuransi dan mengulas polis dengan sejelas-jelasnya, sehingga Anda bisa memanfaatkannya dengan maksimal.

Selain itu, jangan lupa untuk mempersiapkan dana untuk pembayaran asuransi.

Persiapkan dananya melalui perencanaan keuangan setiap bulan agar kondisi keuangan Anda dapat tetap stabil.

Manfaatkan Aplikasi Finansialku yang bisa Anda unduh melalui Google Play Store agar lebih mudah dan praktis.

 

Gratis Download Ebook Perencanaan Keuangan untuk Usia 30 an

Perencanaan Keuangan Untuk Usia 30 an - Finansialku Mock Up

Download Ebook Sekarang

 

Apakah Anda memiliki pertanyaan mengenai penyakit jantung koroner dicover asuransi lainnya? Tinggalkan komentar Anda pada kolom bawah ini. Perencana Keuangan kami siap membantu Anda, terima kasih.

 

Sumber Referensi:

  • Admin. 18 Desember 2016. Masalah-Masalah yang dapat Timbul pada Asuransi Penyakit Kritis dan Cara Mengatasinya. Indonesiare.co.id – http://bit.ly/2tBzENn
  • Reny Widya Astari. 13 November 2015. 9 Alasan Kenapa Asuransi Penyakit Kritis Itu Penting. Kreditgogo.com – http://bit.ly/2SaewYL
  • Bamandhita Rahma Setiaji. 20 Agustus 2018. Bagaimana Saya Tahu Apa Saja yang Ditanggung Oleh Asuransi Kesehatan?. Hellosehat.com – http://bit.ly/35F543n

 

Sumber Gambar:

  • Jantung Koroner – http://bit.ly/2PIJPIJ