Mau ambil kuliah S2 tapi dengan Jurusan S2 yang berbeda saat S1?

Ga perlu kuatir karena 5 jurusan S2 ini terima lulusan S1 yang berbeda jurusan. Simak juga 5 pertimbangan penting sebelum kamu kuliah S2 yang berbeda jurusan.

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Finansialku Watch

 

Jurusan S2 Berbeda Dengan Jurusan S1

“Tuntutlah ilmu setinggi langit”

Demikian sebuah pepatah nenek moyang kerap menjadi sebuah pedoman bagi orang-orang-orang sukses.

Bagi mereka yang sudah merampungkan gelar sarjana, tak jarang mereka ingin melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi.

Diantaranya, ada juga yang melanjutkan studi berbeda jurusan dikarenakan berbagai alasan, entah karena tuntutan bidang pekerjaan yang mereka lakoni atau berbagai alasan lainnya.

Buat kamu yang mau ambil jurusan S2 berbeda dengan jurusan S1, berikut ini 5 daftar jurusan S2 yang tetap menerima jurusan S1 yang tidak linear atau berbeda.

 

#1 Magister Arsitektur (M.Arch.)

Dilansir dari laman hotcourses.co.id, ada banyak program arsitektur di tingkat Magister, termasuk diantaranya yang ditawarkan oleh University of Washington di Seattle, dan University of Pennsylvania.

Beberapa universitas bergengsi tersebut menerima kandidat dengan kualifikasi sarjana yang tidak linear dengan bidang Arsitektur.

hemat-biaya-bangun-rumah-gunakan-jasa-arsitek-gratis-1-finansialku

[Baca Juga: Mahasiswa, Lakukan Tips dan Cara Mengatur Keuangan Supaya Terhindar Bokek]

 

Selain itu, University of Colorado-Denver juga mengungkapkan bahwa hampir sebagian besar dari mahasiswa yang berkuliah mengambil jurusan Arsitektur di tingkat Magister memiliki latar belakang S1 yang berbeda.

Mereka yang memiliki jurusan S2 tidak linear diharuskan untuk merampungkan program Magister Arsitektur setidaknya selama 3 tahun. Sementara mereka yang memiliki jurusan S1 yang linear, rata-rata dapat merampungkan kuliah selama 2 tahun.

 

#2 Magister Bisnis (MBA)

USC Marshall School of Business termasuk salah satu kampus yang menawarkan program Magister Bisnis (MBA) dengan kandidat mahasiswa dari jurusan yang tidak linear, termasuk mereka dengan pengalaman kerja yang bervariasi.

Selain itu, mahasiswa program Magister Bisnis (MBA) di Pepperdine University di California yang berasal dari jurusan S1 non bisnis pun mencapai 66% persen.

Biasanya program MBA ini memiliki kualifikasi dimana kandidatnya memiliki pengalaman kerja yang relevan selama 2 tahun sebelumnya.

Tiru Mindset Pengusaha Ini, Dijamin Makin Sukses! 02 - Finansialku

[Baca Juga: Lakukan Dari Sekarang! 10 Tips Agar Anda Menjadi Kandidat Promosi Jabatan]

 

Program MBA dirancang untuk memberikan skill dan pengetahuan yang berguna untuk meningkatkan jenjang karir di bisnis dan manajemen bagi para mahasiswanya.

Sekolah lain yang menawarkan jurusan bergengsi ini diantara seperti Kellogg School of Management, Northwestern University di Evanston dengan jumlah 16 SKS mata kuliah yang relevan.

Salah satu universitas lainnya yang tak kalah unggul di Eropa adalah  The University of Edinburgh di Inggris yang mendapatkan ranking ke-18 dalam QS World University Rankings 2019 dengan jurusan MBA yang disebut-sebut paling populer di universitas bergengsi ini.

 

#3 Magister Counseling Psychology

Mahasiswa yang melanjutkan studi S2 dengan jurusan S1 yang tidak linear biasanya akan dikenakan 12 hingga 15 SKS mata kuliah lebih banyak dari mereka yang memiliki jurusan yang linear.

Mata kuliah ini disebut sebagai mata kuliah matrikulasi yang setidaknya terdiri dari 4 hingga 5 mata kuliah dasar S1.

Demikian juga dalam Program Magister Psikologi, para kandidat mahasiswa akan menempuh mata kuliah matrikulasi tersebut, tergantung spesifikasi yang diinginkan.

Para Investor, Kenali 2 Jebakan Psikologis yang Dapat Menggagalkan Investasi Anda! 02 - Finansialku

[Baca Juga: 10 Tips Sukses Wawancara Kerja atau Interview Kerja untuk Para Fresh Graduate]

 

Bagi kalian yang ingin berkarier di bidang psikologi namun memiliki latar belakang S2 non psikologi, kamu perlu memillih jurusan yang tepat.

Beberapa universitas pilihan diantaranya adalah di University of Westminster dan University of West London.

Dilansir dari laman ehef.id, setelah lulus dari program ini maka kalian sudah diakui oleh British Psychological Society (BPS).

 

#4 Magister di Bidang Human Resources

Universitas of Rhode Island menjadi salah satu universitas dengan program Magister di Bidang Human Resources, yang menerima kandidat dengan kualifikasi S1 dari jurusan manapun.

Universitas lainnya adalah Michigan State University yang menerima kandidat jurusan S1 yang berbeda dengan menempuh 3 mata kuliah wajib di bidang ekonomi makro, behavioral science, dan statistika.

9 Cara Menghadapi Wawancara Kerja Menggunakan Psikologi. Buktikan! 01 - Finansialku

[Baca Juga: Sedang Mencari Asuransi Terbaik? Inilah Kriteria Memilih Perusahaan Asuransi]

 

Selain itu, para kandidat telah mengantongi pengalaman kerja selama 3 tahun di bidang yang relevan dapat mendaftar tanpa harus menyerahkan tes GRE atau GMAT.

Salah satu universitas yang menyediakan jurusan ini seperti yang dilansir dari ehef.id adalah Ludwig-Maximillians Universitat Munchen, yang berada di Jerman. Universitas ini berada pada urutan ke-62 dalam QS rankings 2019.

 

#5 Magister Jurnalisme

Senang berkarier di ranah jurnalisme namun memiliki kualifikasi S1 yang tidak linear? Kamu masih bisa melanjutkan studi S2 kok!

Magister Journalism atau Media Studies akan memberikan pengetahuan dan skill dalam memahami media di era globalisasi.

Universitas yang bisa menjadi pilihanmu salah satunya di Columbia University yang menyatakan bahwa program magister Jurnalisme mereka tidak mensyaratkan kualifikasi S1 di bidang tertentu.

Mau Dapat Pekerjaan Dengan Gaji Besar Hindari Pekerjaan ini! 03 Wartawan - Finansialku

[Baca Juga: Mahasiswa, Lakukan Tips dan Cara Mengatur Keuangan Supaya Terhindar Bokek]

 

Columbia University juga tidak mengharuskan para kandidatnya untuk mengambil mata kuliah tertentu sebelum mendaftar.

Selain Columbia University, kamu juga bisa mempertimbangkan untuk menuntut ilmu di University of Helsinki, yang terletak di Finlandia dan University of Sheffield serta University of Glasgow di Inggris

 

5 Pertimbangan Penting Sebelum Kuliah S2 Beda Jurusan S1

Yakin mau melanjutkan kuliah S2 meski jurusannya tidak linear dengan jurusan S1?

Simak dulu berbagai pertimbangan penting sebelum membulatkan tekadmu untuk melamar di universitas dengan jurusan S2 yang berbeda berikut ini:

 

GRATISSS Download!!! Ebook Panduan Sukses Atur Gaji Ala Karyawan

Mockup Ebook Karyawan

Download Ebook Sekarang

 

#1 Sesuaikan Minat

Mereka yang sudah merampungkan jenjang S1 tak jarang ingin melanjutkan studi ke jenjang S2.

Bagi kamu yang ingin melanjutkan studi S2 namun tidak linear dengan jurusan S1-mu, kamu harus mempertimbangkan masak-masak keputusanmu, jangan sampai berakhir dengan penyesalan.

Sesuaikan dengan minatmu, apakah nanti kamu benar-benar serius menjalani kuliahmu di jenjang lebih tinggi? Sanggupkah kamu dengan mata kuliah yang jauh berbeda dengan mata kuliah yang telah kamu lalui di jurusan S1?

 

#2 Ketahui Tujuanmu Dengan Jelas

Apa yang menjadi motivasimu untuk melanjutkan studi di jenjang S2? Apalagi jurusan S2 ini berbeda dengan jurusan S1 yang telah kamu rampungkan sebelumnya.

Dengan motivasi yang kuat dan tujuan yang jelas, kamu akan mampu menyelesaikan studi di jenjang S2-mu ini hingga memperoleh gelarnya.

Simak Simulasi Perencanaan Biaya Kuliah S2 Buat Kamu yang Sudah Berkeluarga 03 - Finansialku

[Baca Juga: 8 Kiat Jitu Bekerja Sambil Kuliah S2, Anti Gagal Patut Dicoba]

 

Bagi mereka yang telah bekerja, mengambil kuliah S2 di jurusan yang berbeda biasanya sengaja dilakukan karena tuntutan pekerjaan dan jenjang karier yang akan meningkatkan prestasi dan performa mereka di ranah pekerjaan.

Selain itu, merambah bidang keilmuan lain juga menjadi salah satu alasan kuat bagi mereka yang haus akan pengetahuan yang menjadi motivasi mereka melanjutkan studi S2 berbeda jurusan.

 

#3 Buat Rencana Jangka Panjang

Jika tujuan dan motivasimu sudah jelas dan kuat, maka langkah selanjutnya kamu perlu membuat rencana jangka panjang setelah kamu lulus dari gelar S2-mu ini.

Apakah kamu akan melamar di pekerjaan baru dengan titel-mu yang lebih tinggi atau berencana untuk apply jabatan yang lebih tinggi di perusahaan tempat kamu bekerja saat ini?

Atau mungkin di tengah jalannya perkuliahan, kamu malah ingin segera melanjutkan studi doctoral S3 setelah membereskan kuliah S2?

Simak Simulasi Perencanaan Biaya Kuliah S2 Buat Kamu yang Sudah Berkeluarga 05 - Finansialku

[Baca Juga: Mau Lanjut S2? Ini Contoh Surat Rekomendasi Kuliah yang Benar!]

 

Beberapa pertimbangan itu bisa masuk dalam daftar perjalanan panjang studimu untuk meningkatkan kualifikasi dan wawasan keilmuanmu.

Selain itu rencana keuangan untuk studi S2 juga sangat penting untuk kamu pikirkan. Kamu harus menghitung segala kebutuhan untuk kuliah nanti dengan baik.

Jangan ragu untuk berkonsultasi tentang masalah keuangan untuk studimu. Di Finansialku, kamu bisa berkonsultasi tentang masalah keuanganmu kepada Certified Financial Planner.

Agar lebih mudah, kamu bisa mengakses fitur konsultasi di aplikasi Finansialku yang bisa kamu download di Google Play Store atau Apple App Store.

 

#4 Pelajari Program Studi S2 Yang Akan Diambil

Secara garis besar, kamu perlu tahu gambaran singkat tentang berbagai mata kuliah yang akan kamu pelajari di jenjang magister yang akan kamu ambil.

Kamu juga bisa menanyakan kepada para kakak senior atau kenalanmu yang telah merampungkan studi di program yang kamu tuju supaya kamu bisa mengetahui gambaran secara luas dari setiap mata kuliah yang akan kamu hadapi.

Setidaknya, kamu bisa sedikit “mencuri” start dari teman-teman mahasiswa lainnya. Tidak salah kan jika demikian?

 

#5 Pertimbangkan Reputasi Kampus

Kampus tempat kamu akan menimba ilmu juga harus menjadi salah satu pertimbangan yang matang.

Ga mungkin dong kamu kuliah S2 di tempat yang bermasalah dan bahkan mahasiswanya merupakan jebolan yang rata-rata tidak sukses?

Gelar master yang kamu peroleh dari kampus tertentu akan menjadi titel yang kamu bawa seumur hidup.

Mengapa, karena nama universitas atau kampusmu itu tentu akan menempel pada daftar riwayat hidup atau CV yang umumnya kamu berikan kepada bagian HRD perusahaan.

Menjadi Mahasiswa Baru yang Berhasil di Kampus 01 - Finansialku

[Baca Juga: 10 Kisah Inspirasi Usaha Para Pengusaha Sukses di Indonesia. 5 Diantaranya Usia 20 an – 30 an]

 

Reputasi dan prestasi kampus akan memberikan kebanggaan tersendiri bagi para lulusannya.

Itulah sebabnya, kamu perlu memilih kampus yang memang memiliki reputasi yang baik agar kamu pun dapat berbangga ketika lulus dari universitas tersebut dengan menyandang gelar yang kamu telah capai.

 

 

 

Sudah tahu jurusan S2 yang akan kamu ambil berikut dengan universitas yang kamu tuju?

Kamu dapat membagikan informasi dari artikel di atas dan berbagai artikel Finansialku kepada rekan atau kenalan yang membutuhkan!

Kamu juga dapat menuliskan komentar, saran dan tanggapanmu pada kolom yang tersedia di bawah ini!

 

Sumber Referensi:

  • Dian Sifra. 2 Mei 2019. 8 Jurusan S2 Yang Menerima Lulusan S1 Beda Jurusan. Hotcourses.co.id – https://bit.ly/3elgX2I
  • Aidy. Ingin Melanjutkan S2 Beda Jurusan? Bisa Nggak Ya? Virtueducation.org – https://bit.ly/2zJdaNW
  • Quora. Apakah bisa mengambil S2 yang berbeda jurusan dengan S1? Id.quora.com – https://bit.ly/3ftkBrJ
  • Mia Angeline. 17 Jun 2020. Kuliah S2 di Eropa dengan Jurusan Berbeda dari S1, Siapa Takut? Ehef.id – https://bit.ly/2YF9XaE
  • Dian Septi Arthasalina. 10 Agustus 2018. 5 Pertimbangan Penting Sebelum Ambil Program S2 Lintas Jurusan. Idntimes.com – https://bit.ly/3ea97ZW