Tahukah Anda bahwa banyak orang yang melakukan kebohongan keuangan yang dikatakan pada diri sendiri? Apakah Anda juga melakukannya pada diri sendiri? Sadari sejak dini dan ketahui 7 kebohongan keuangan yang dikatakan pada diri sendiri melalui artikel berikut ini yang disajikan oleh Tim Finansialku. Selamat membaca dan segera akhiri kebohongan yang Anda lakukan pada diri Anda sendiri!

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Finansialku Planner

 

Apakah Anda Menyadarinya?

Apakah Anda pernah berbohong? Pertanyaan ini agak sedikit klise karena data seperti yang Anda ketahui bahwa setiap orang pasti pernah berbohong, entah itu kepada teman, orangtua, pacar atau siapapun itu. Intinya, setiap orang pasti pernah berkata tidak jujur dan berbohong kepada orang lain.

Tetapi sadarkah Anda bahwa ternyata kita pun melakukan kebohongan kepada diri kita sendiri mengenai hal keuangan. Apakah Anda akan menjawab tidak? Sebelum Anda memastikan jawaban Anda, mari simak pemaparan berikut ini.

Bahaya! Ketahui 7 Kebohongan Keuangan yang Dikatakan Kepada Diri Sendiri 02 - Finansialku

[Baca Juga: Aplikasi Finansialku: Hati-Hati Keuangan Berantakan Karena Lupa Membayar Tagihan Rutin]

 

Berbagai Kebohongan Mengenai Keuangan pada Diri Sendiri

Sadar atau tidak, setidaknya ada 7 kebohongan yang kita lakukan pada diri kita sendiri mengenai keuangan. 

 

Kebohongan 1: Uang Saya Tidak Cukup untuk Menabung Setiap Bulannya

Masih banyak orang yang memiliki pemikiran bahwa menabung adalah menyisihkan uang bulanan setelah dipotong dengan berbagai kebutuhan pokok yang harus dibayarkan setiap bulannya. Tahukah Anda bahwa uang tabungan Anda akan dapat digunakan sebagai alat investasi di kemudian hari dan menjadi mesin pembuat uang sendiri suatu waktu (passive income)?

Banyak orang tidak menyadarinya sehingga tidak memprioritaskan dana untuk menabung. Sekecil apapun uang yang ditabungkan, tetap prioritaskan untuk menabung. Memang diperlukan komitmen ketika Anda mendapatkan gaji setiap bulannya, Anda perlu memotong langsung atau mentransfernya ke rekening khusus tabungan Anda.

 

Jangan Menyisihkan Uang tapi Prioritaskan untuk Menabung Click to Tweet

 

Kebohongan 2: Saya Senang dengan Pekerjaan Saya dan Tidak Perlu Pensiun

Cinta akan pekerjaan dan melakukan sebaik mungkin untuk pekerjaan yang dilakukan memang sangatlah baik, namun akan menjadi suatu paradigma yang salah ketika para workaholic tidak berpikir bahwa suatu saat mereka butuh pensiun karena keterbatasan fisik dan kesehatan menurun di usia yang semakin bertambah sehingga tidak mempersiapkan berbagai hal yang diperlukan untuk masa-masa pensiun tersebut.

Kesadaran ini perlu disadari sejak dini dan terutama dalam persiapan dana yang diperlukan untuk masa-masa pensiun dimana pada masa tersebut, kondisi fisik manusia akan semakin menurun sehingga produktivitas pun tidak sebaik saat masa-masa usia produktif.

 

Kebohongan 3: Investasi itu Tidak Perlu karena Tabungan Saja Sudah Cukup

Tahukah Anda bahwa musuh keuangan kita yang utama adalah inflasi? Inflasi membuat nilai uang kita semakin menurun setiap tahunnya. Masih ingatkah Anda pada tahun 1990, kita dapat membeli permen dengan uang sebesar Rp25, namun saat ini, tidak ada permen yang seharga Rp100 bahkan minimal Anda perlu mengeluarkan Rp500 untuk permen yang sangat murah. Anda dapat melihat bahwa inilah sisi jahat dari inflasi sehingga kita perlu menyadari bahwa inflasi adalah musuh utama kita.

Gaji UMR, Bagaimana Cara Mengatur Keuangannya dan Cara Investasi 01 - Finansialku

[Baca Juga: Gaji UMR, Bagaimana Cara Mengatur Keuangannya dan Cara Investasi?]

 

Oleh sebab itu, tabungan saja tidaklah cukup. Investasi sangat diperlukan untuk kebutuhan-kebutuhan kita di masa mendatang. Kendaraan investasi cukup banyak variannya dan bagi Anda yang masih awam, Anda dapat mencoba investasi Reksa Dana.

 

Download Ebook Investasi Reksa Dana untuk Pemula

Download Panduan Berinvestasi Reksa Dana untuk Pemula Finansialku.com

Download Ebook Reksa Dana

 

Jika Anda memerlukan konsultasi dalam perencana keuangan, Konsultan Finansialku dapat menolong Anda untuk membereskan masalah perencanaan dan penataan keuangan Anda. Anda juga dapat download aplikasi Finansialku di Google Play Store.

 

Kebohongan 4: Investasi Sangat Berisiko dan Ribet

Setiap alat investasi memang memiliki prosedur dan tata cara tersendiri dalam pengelolaannya. Investasi memang perlu pengalaman dan pembelajaran tersendiri namun bukan berarti tidak dapat dipelajari dan bukan berarti tidak perlu dilakukan.

Semakin cepat Anda melakukan investasi, semakin cepat Anda berpengalaman dan mempelajari tata cara pengelolaannya sehingga kita dapat meminimalkan risiko yang ada. Selalu ada risiko dari setiap keputusan investasi yang kita lakukan, namun tetap saja Anda memiliki risiko yang besar ketika Anda tidak memulai investasi sejak dini karena keputusan Anda saat ini mempengaruhi kehidupan Anda di kemudian hari. Mulailah dari alat investasi yang sederhana seperti Reksa Dana atau Deposito.

Hancurkan Mitos Keuangan Yang Menyesatkan 01 - Finansialku

[Baca Juga: Hancurkan Mitos Keuangan Yang Menyesatkan]

 

Kebohongan 5: Hanya Orang Kayalah yang Memiliki Aset yang Banyak

Banyak orang yang kurang yakin bahwa mereka bisa menjadi kaya dari tabungan yang mereka alokasikan untuk investasi. Mereka berpikir hanya orang kaya sajalah yang akan memiliki aset yang banyak. Sebuah kutipan mengatakan bahwa, tidak masalah jika kita terlahir dalam keadaan miskin, namun adalah suatu kesalahan ketika kita mati dalam keadaan miskin. Setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk berusaha.

Pernahkah Anda mendengar tentang bunga majemuk atau bunga berbunga alias compounding? Investasilah jalan keluarnya. Investasi dengan jumlah sekecil apapun apabila dilakukan secara rutin dan disiplin, makan dalam jangka panjang akan terlihat hasilnya dan membuat Anda menjadi kaya. Dengan demikian Anda akan memiliki aset juga.  

 

Kebohongan 6: Gunakan Uang Tabungan atau Dana Darurat untuk Kebutuhan Konsumtif, Setelah Terpakai, Nanti Akan Dikembalikan

Terkadang kita merasa bahwa kita dapat menggunakan dana darurat dan tabungan investasi untuk keinginan dan pengeluaran yang bersifat konsumtif, kemudian bermaksud untuk mengembalikannya di kemudian hari.

Perlu diingat bahwa dana darurat hanya digunakan untuk keadaan-keadaan yang bersifat emergency seperti ketika Anda mendapatkan pemutusan hubungan kerja atau diberhentikan dari pekerjaan Anda. Tabungan investasi dapat kita gunakan hanya untuk tujuan-tujuan kebutuhan kita di masa mendatang dan sebaiknya tidak digunakan untuk tujuan yang bersifat konsumtif. Hindari pemikiran bahwa Anda dapat “meminjam” dana tersebut untuk kebutuhan konsumtif Anda.

Mudah! Cara Mengurus Keuangan Berdasarkan Psikologi Kepribadian 01 - Finansialku

[Baca Juga: Mudah! Cara Mengurus Keuangan Berdasarkan Psikologi Kepribadian]

 

Kebohongan 7: Gunakan Saja Kartu Kredit Saat Tidak Ada Uang Cash

Tahukah Anda kegunaan kartu kredit? Kartu kredit sebaiknya digunakan untuk hal-hal yang memang diperlukan seperti memanfaatkan promo, poin reward dan bonus yang diberikan. Namun bukan artinya kita menggunakannya hanya sekedar untuk keinginan tetapi untuk kebutuhan. Misalnya ketika Anda perlu membeli baju dan ternyata di sebuah toko memberikan fasilitas promo buy 2 get 3 dengan kartu kredit tertentu, Anda dapat menggunakannya karena Anda akan mendapatkan baju lebih banyak dan potongan harga. Memanfaatkan fasilitas yang diberikan dan sesuaikan dengan kebutuhan Anda.

Harap diperhatikan untuk tidak menarik dana tunai dari kartu kredit Anda dan jangan biarkan utang kartu kredit menumpuk. Selain itu, dalam penggunaan kartu kredit, sadari terlebih dahulu bahwa Anda mampu untuk membayar tagihannya dan pastikan uang cash Anda tersedia untuk membayarnya.

 

Segera Berbalik pada Jalan yang Benar

Sengaja ataupun tidak sengaja, setiap jenis kebohongan tentang keuangan yang Anda lakukan tersebut akan membuat kesulitan tersendiri bagi Anda untuk meraih kesuksesan dalam hal finansial. Sadari dan jangan lagi berbohong pada diri sendiri.

 

Sudahkah Anda menyadari akan kebohongan keuangan yang Anda lakukan? Bagikan tanggapan Anda melalui kolom yang tersedia di bawah ini dan jangan lupa untuk membagikan setiap artikel dari Finansialku kepada rekan-rekan dan kenalan Anda. Terima kasih!

 

Sumber Referensi:

  • Aidil Akhbar. 30 Januari 2017. Berbohong Keuangan Pada Diri Sendiri (1). DetikFinance.com – https://goo.gl/vr62Hj
  • Aidil Akhbar. 7 Februari 2017. Berbohong Keuangan Pada Diri Sendiri (2). DetikFinance.com – https://goo.gl/S7Fmdi
  • Aidil Akhbar. 14 Februari 2017. Berbohong Keuangan Pada Diri Sendiri (3-Tamat). DetikFinance.com – https://goo.gl/XrYhzE
  • Ramit Sethi. 7 Lies We Tell Ourselves About Money. Iwillteachyoutoberich.com – https://goo.gl/MJWVE8

 

Sumber Gambar:

  • Kebohongan – https://goo.gl/hPKvbt
  • Topeng – https://goo.gl/wnG3Ac