Untuk apa membayar BPJS Ketenagakerjaan? Apa manfaat yang akan dirasakan? Kartu BPJS Ketenagakerjaan tentu dimiliki oleh Anda yang bekerja sebagai seorang pegawai atau karyawan di suatu perusahaan, baik itu perusahaan besar maupun perusahaan kecil.

Tentu saja, Anda yang memiliki kartu ini perlu membayar biaya iuran BPJS setiap bulannya. Lalu, untuk apa sih sebenarnya iuran tersebut? Untuk apa sih Anda perlu bayar biaya BPJS Ketenagakerjaan? Jangan khawatir, kali ini Finansialku akan menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Learn and Invest

 

BPJS Ketenagakerjaan? Apaan tuh?

Seperti namanya, BPJS Ketenagakerjaan (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan) merupakan hasil akumulasi berbagai undang-undang (UU) dan peraturan yang bertujuan untuk memberikan jaminan dan perlindungan sosial bagi para pekerja di Indonesia.

Sebelum BPJS Ketenagakerjaan dibentuk, jaminan dan perlindungan sosial Ketenagakerjaan di Indonesia ditangani oleh PT Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) berdasarkan UU No 3 Tahun 1992 yang akhirnya bertransformasi menjadi BPJS Ketenagakerjaan yang bertanggung jawab langsung ke presiden berdasarkan mandat dari UU No 24 Tahun 2011.

Kenali Program BPJS Ketenagakerjaan dan Rasakan Manfaatnya! 1 - Finansialku

[Baca Juga: Badan Penyelenggara Jaminan Sosial: BPJS Ketenagakerjaan]

 

BPJS Ketenagakerjaan Untuk Siapa Saja?

Semua pekerja di Indonesia wajib menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, baik itu pekerja di sektor formal maupun non-formal.

Untuk Anda yang bekerja di sektor formal, pihak perusahaan Anda harus mendaftarkan setiap pegawainya menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan sekaligus menanggung sejumlah iuran BPJS Ketenagakerjaan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Itulah sebabnya setiap kali Anda menerima gaji bulanan, perusahaan tempat Anda bekerja akan memotong sekian persen dari gaji Anda untuk membayar iuran tersebut.

Oleh karena itu, pastikan ya kalau Anda sudah didaftarkan oleh perusahaan tempat Anda bekerja!

Sementara itu, untuk Anda yang bekerja di sektor non formal juga bisa mendapatkan BPJS ketenagakerjaan dengan membayar sendiri uang kepesertaan Anda sesuai dengan Upah Minimum Provinsi (UMP).

 

Buat apa bayar BPJS Ketenagakerjaan?

BPJS Ketenagakerjaan sangat diperlukan karena BPJS Ketenagakerjaan menyediakan program-program perlindungan dasar yang dapat menjamin masa depan Anda sebagai seorang pekerja.

Contohnya adalah sebagai solusi atas risiko yang mungkin terjadi ketika Anda bekerja, seperti sakit, kecelakaan kerja, pemutusan hubungan kerja, pensiun, kematian, dan lain-lain.

Dengan terdaftarnya Anda sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan, Anda tidak lagi menanggung beban atas risiko kerja tersebut seorang diri, tetapi akan dibantu oleh adanya program-program BPJS Ketenagakerjaan.

Kenali Program BPJS Ketenagakerjaan dan Rasakan Manfaatnya! 2 - Finansialku

[Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan Adopsi Model Bisnis Sharoushi Jepang]

 

Apa saja program-program dan manfaat BPJS Ketenagakerjaan?

Saat ini, terdapat enam buah program BPJS Ketenagakerjaan, yaitu Program Jaminan Hari Tua (JHT), Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Program Jaminan Kematian (JKM), Bukan Penerima Upah (BPU), Jasa Konstruksi dan Program Jaminan Pensiun.

 

#1 Program Jaminan Hari Tua (JHT)

Untuk program JHT, iuran yang perlu dibayarkan setiap bulannya adalah sebesar 5,7% dari total upah/gaji.

Dalam hal ini, 3,7% dari total iuran tersebut akan dibayar oleh perusahaan tempat Anda bekerja, sehingga Anda hanya perlu membayar 2% sisanya.

Manfaat JHT adalah berupa uang tunai yang besarnya merupakan nilai akumulasi iuran ditambah hasil pengembangannya, yang dibayarkan secara sekaligus apabila peserta mencapai usia pensiun atau meninggal dunia atau mengalami cacat total tetap.

Yang dimaksud usia pensiun termasuk peserta yang berhenti bekerja karena mengundurkan diri, terkena PHK, dan sedang tidak aktif bekerja di manapun atau peserta yang meninggalkan wilayah Indonesia untuk selamanya.

 

#2 Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)

JKK akan memberikan kompensasi dan rehabilitasi bagi tenaga kerja yang mengalami kecelakaan pada saat mulai berangkat kerja sampai kembali ke rumah atau menderita penyakit akibat hubungan kerja.

Iuran untuk JKK ini dibayarkan sepenuhnya oleh perusahaan, yang nilainya 0,24% hingga 1,74% sesuai dengan kelompok usaha.

Manfaat yang diberikan JKK antara lain pelayanan kesehatan, santunan berupa uang, program kembali bekerja (return to work) berupa pendampingan mulai dari peserta masuk perawatan di rumah sakit sampai peserta tersebut dapat kembali bekerja dan lain sebagainya.

kebijakan-baru-pencairan-jht-bpjs-ketenagakerjaan-100-persen-1-finansialku

[Baca Juga: Kebijakan Baru Pencairan JHT BPJS Ketenagakerjaan 100 Persen]

 

#3 Program Jaminan Kematian (JKM)

Jaminan Kematian diperuntukkan bagi ahli waris dari peserta program BPJS Ketenagakerjaan yang meninggal dunia bukan karena kecelakaan kerja.

Peserta program JKM yang merupakan pegawai atau karyawan suatu perusahaan (penerima upah) perlu membayar iuran bulanan sebesar 0,3% dari total upah/gaji setiap bulannya. Sementara bagi peserta yang bukan penerima upah, perlu membayar iuran bulanan sebesar Rp6.800.

Jumlah jaminan yang akan diberikan adalah sebesar Rp24 juta. Uang tersebut terdiri dari santunan kematian sebesar Rp16,2 juta, biaya pemakaman sebesar Rp3 juta dan santunan berkala sebesar Rp4,8 juta yang dibayar sekaligus.

Selain itu, kepada setiap peserta yang meninggal dunia bukan akibat kecelakaan kerja dan telah memiliki masa iuran paling singkat 5 (lima) tahun diberikan uang jaminan sebanyak Rp12 juta sebagai beasiswa pendidikan anak.

 

#4 Program Bukan Penerima Upah

Pekerja Bukan Penerima Upah (BPU) adalah pekerja yang melakukan kegiatan atau usaha ekonomi secara mandiri untuk memperoleh penghasilan dari kegiatan atau usahanya tersebut yang meliputi pemberi kerja, pekerja di luar hubungan kerja atau pekerja mandiri, misalnya petani, tukang ojek, supir angkot, pedagang keliling, dokter, pengacara/advokat, artis, dan lain-lain.

Nilai iuran yang perlu dibayarkan untuk program ini adalah 1% untuk jaminan kecelakaan kerja (berdasarkan nominal tertentu sesuai kemampuan penghasilan), Rp6.800 untuk jaminan kematian, dan 2% untuk jaminan hari tua.

Kenali Program BPJS Ketenagakerjaan dan Rasakan Manfaatnya! 3 - Finansialku

[Baca Juga: 4 Jaminan BPJS TK yang Harus Diketahui oleh Para Karyawan]

 

#5 Program untuk Sektor Jasa Konstruksi

Karena memiliki potensi biaya yang cukup tinggi, para pekerja konstruksi didaftarkan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Hal itu berlaku untuk semua pekerja termasuk tenaga kerja harian lepas, tenaga borongan atau tenaga kerja yang terikat perjanjian kerja tertentu.

Jaminan sosial untuk program ini biasanya kombinasi antara Jaminan Keselamatan Kerja dan Jaminan Kematian dengan jumlah iuran 0,24% dari total proyek.

 

#6 Program Jaminan Pensiun

Jaminan pensiun adalah jaminan sosial yang bertujuan untuk mempertahankan derajat kehidupan yang layak bagi peserta dan/atau ahli warisnya dengan memberikan penghasilan setelah peserta memasuki usia pensiun, mengalami cacat total tetap, atau meninggal dunia.

Manfaat jaminan pensiun berupa sejumlah uang yang dibayarkan setiap bulan kepada peserta yang memasuki usia pensiun, mengalami cacat total tetap, atau kepada ahli waris bagi peserta yang meninggal dunia.

Kenali Program BPJS Ketenagakerjaan dan Rasakan Manfaatnya! 4 - Finansialku

[Baca Juga: Bedanya Jaminan Hari Tua dan Jaminan Pensiun BPJS Ketenagakerjaan]

 

Pentingnya BPJS Ketenagakerjaan

Dari penjelasan di atas, sangat jelas bahwa BPJS Ketenagakerjaan sangat penting untuk dimiliki para pekerja karena hal ini akan meringankan beban Anda ketika menghadapi risiko terkait pekerjaan yang kerap kali terjadi di luar kendali Anda.

Selain manfaat-manfaat di atas, ada juga manfaat berupa bantuan pinjaman uang muka ketika membeli rumah, beasiswa pendidikan untuk anak pekerja atau karyawan yang tidak mampu, berbagai pelatihan untuk menurunkan risiko pada kecelakaan kerja, dan manfaat lainnya.

Oleh karena itu, Anda tidak perlu khawatir dan merasa rugi ketika memiliki kartu BPJS!

 

Semoga artikel ini memberikan informasi yang bermanfaat untuk Anda. Dari artikel tersebut, menurut Anda, apa yang membuat pekerja enggan untuk mendaftarkan dirinya sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan? Silakan Anda dapat menjawab pada kolom di bawah ini. Terima kasih.

 

Sumber Referensi:

  • BPJS Ketenagakerjaan. April 2016. Mengenali Semua Manfaat Ketenagakerjaan. https://goo.gl/oJ2Lgf
  • Rizki Abadi. 27 Juni 2015. 6 Hal yang Sering Ditanyakan Soal BPJS Ketenagakerjaan. https://goo.gl/qLKxqa

 

Sumber Gambar:

  • Kartu BPJS – https://goo.gl/Eg4AH3
  • Jamsostek kini BPJS Ketenagakerjaan – https://goo.gl/X5hB5Q
  • Kecelakaan Kerja – https://goo.gl/m66u7K
  • Pensiun Bahagia – https://goo.gl/87DYwO

 

Download E-Book Perencanaan Keuangan untuk Umur 20 an (GRATIS)

Ebook Perencanaan Keuangan untuk Usia 20 an Perencana Keuangan Independen Finansialku

 

Download Sekarang