Pernahkah kamu mendengar tentang gaya kepemimpinan free-rein? Pengen tau lebih banyak soal gaya kepemimpinan free-rein ini?

Pastikan kamu menyimak artikel ini sampai selesai ya! Selamat membaca…

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Lifestyle (rev)

 

Gaya Kepemimpinan

Tidak sedikit orang yang berharap akan menjadi pemimpin suatu saat nanti. Bahkan ketika sudah menjadi pemimpin dalam sebuah organisasi atau lembaga pemerintahan pun, masih banyak yang ingin menjadi pemimpin yang lebih besar lagi atau memiliki jabatan yang lebih tinggi.

Tentu saja ini bukan sesuatu yang salah, tetapi malah semangat yang seperti inilah yang kamu butuhkan agar menjadi sosok yang lebih baik dari waktu ke waktu.

Yuk, Cari Tahu Kepemimpinan Free-rein di Sini! 02 - Finansialku

[Baca Juga: Cari Tahu Yuk Apa Itu Kepemimpinan Profetik!]

 

Hanya saja, untuk menjadi pemimpin yang baik kamu pastinya tidak cukup dengan hanya memiliki semangat yang tinggi saja, tetapi disamping itu kamu perlu memiliki kualitas yang baik dan perlu melatih diri agar memiliki kepemimpinan yang tepat.

Dan salah satu hal yang harus kamu perhatikan adalah gaya kepemimpinan yang kamu terapkan!

Mengapa demikian?

Pasalnya, gaya kepemimpinanmu akan menentukan bagaimana caramu untuk memimpin, mengendalikan, mempengaruhi pikiran, mempengaruhi perasaan dan tingkah laku dari orang-orang yang menjadi pengikutmu untuk mencapai tujuan tersebut.

 

Gaya Kepemimpinan Free-rein

Nah, salah satu gaya kepemimpinan yang lumayan sering kita temui di Indonesia adalah gaya kepemimpinan free-rein, atau free-rein leadership.

Gaya kepemimpinan Free-rein adalah pemimpin yang akan menyerahkan sepenuhnya atau 100% kebijakan pengoperasian manajemen sumber daya kepada para bawahannya yang dianggap berkompeten, dan hanya berpegang pada setiap ketentuan pokok yang telah ditetapkan oleh atasan.

 

Kepada orang yang telah ditunjuknya, pemimpin-pemimpin free-rein ini juga akan mendelegasikan wewenang untuk pengambilan keputusan dengan agak lengkap.

Dengan begitu, ketika orang-orang yang ditunjuk ini menghadapi suatu situasi yang memaksa mereka untuk mengambil keputusan, maka mereka tidak perlu bertanya kepada pemimpin terlebih dahulu.

Tentu saja, pendelegasian wewenang ini sangat berguna dan akan sangat efisien apabila diterapkan dalam organisasi, perusahaan atau pun dalam pemerintahan yang wilayah kepemimpinannya tergolong sangat besar atau luas.

Hanya saja, apabila ke depannya keputusan yang diambil oleh orang yang telah diberi wewenang ternyata tidak sesuai dengan apa yang diharapkan oleh pemimpin, maka beberapa masalah baru bisa saja muncul dalam organisasi tersebut.

Pemimpin free-rein juga dapat disebut sebagai pemimpin yang menginginkan agar para bawahannya dapat mengendalikan diri mereka sendiri dan dapat menyelesaikan tugas yang diberikannya dengan cara mereka sendiri.

Karenanya, pemimpin hanya akan menyerahkan tanggung jawab kepada para bawahannya, dan tidak terlibat langsung dalam proses pengerjaannya itu.

Biasanya mereka tidak akan terlalu peduli atau pun memberi perhatian pada metode kerja yang digunakan oleh para anak buahnya, karena bagi mereka yang terpenting adalah bawahannya dapat menyelesaikan pekerjaan tersebut dengan baik.

Hal ini sebenarnya tidak berarti pemimpin kehilangan fungsinya, mengingat seorang pemimpin memang harus berperan sebagai seorang komunikator, yaitu menentukan tugas, memberi tahu waktu dan tempat pelaksanaan, dan juga memberi wewenang.

Hanya saja, mungkin pemimpin free-rein ini kurang terlihat perannya dalam hal penyusunan strategi, karena hal ini bisa saja akan dilakukan oleh orang-orang yang telah menerima wewenang dari pemimpin tersebut.

Yuk, Cari Tahu Kepemimpinan Free-rein di Sini! 03 - Finansialku

[Baca Juga: Pengertian dan Sifat Kepemimpinan Inovatif. Apa Kamu Tipe Ini?]

 

Begitu juga untuk fungsi partisipasi, pemimpin free-rein biasanya jarang terlibat dalam hal pelaksanaan keputusan, karena dirinya sibuk melakukan pengawasan.

Demikian juga halnya dalam menyusun taktik, biasanya seorang pemimpin akan merancang taktik yang tepat guna mencapai tujuan organisasi dan kemudian barulah menyampaikannya kepada para bawahannya.

Tetapi jika melihat karakter dari free-rein, kemungkinan hal ini juga akan lebih banyak diambil oleh orang-orang kepercayaannya.

Kendati demikian, ketika para bawahan dan orang-orang yang diberi wewenang mengalami masalah atau pun kesulitan dalam menjalani tugasnya, maka pemimpin tetap akan menjalankan fungsi konsultatifnya, dan akan membantu orang-orang kepercayaannya itu dalam mengambil keputusan.

Selain itu, kalau biasanya pemimpin telah membuat lusinan peraturan untuk dipatuhi oleh para bawahannya, maka kamu tidak akan menemukan hal yang serupa pada pemimpin dengan gaya free-rein.

Pemimpin tidak akan membuat ataupun menetapkan peraturan-peraturan yang terkait dengan pelaksanaan pekerjaan para bawahannya.

Untuk para pengikutnya, pemimpin hanya menuntut agar mereka semua memiliki kemampuan dan skill yang mumpuni untuk menyelesaikan setiap masalah yang mereka hadapi dan juga untuk menyelesaikan misi yang diberikannya.

 

Kelebihan dan Kekurangan Kepemimpinan Free-rein

Setiap gaya kepemimpinan memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, termasuk gaya kepemimpinan free-rein.

Kelebihan yang dihasilkan oleh kepemimpinan free-rein adalah para bawahan kebanyakan berkembang menjadi orang-orang yang professional, karena selalu dituntut untuk mampu menunjukkan karya terbaiknya, dituntut untuk berkreasi, dan juga dituntut untuk memiliki inisiatif dalam bekerja.

Berkembangnya kemampuan para bawahan ini tentu saja akan sangat mempengaruhi kemajuan organisasinya juga, karena sumbangsih yang diberikan akan menjadi meningkat.

Jadi, gaya kepemimpinan free-rein ini bisa memberikan dampak positif bagi karyawan, sekaligus bagi organisasi yang dipimpin.

Adapun kelemahan yang ditunjukkan oleh gaya kepemimpinan yang satu ini adalah, karyawan yang tidak mampu menyesuaikan diri bisa saja menyerah dan memilih untuk keluar dari organisasi tersebut.

Jika hal ini terjadi pada sebuah perusahaan, maka perusahaan tersebut mengalami pengurangan Sumber Daya Manusia.

Selain itu karena pemimpin free-rein tidak terlibat secara langsung dalam pekerjaan yang telah ditetapkan, maka pemimpin bisa saja dianggap sebagai sosok yang tidak bertanggung jawab dan pemalas.

Anggapan seperti ini khususnya akan muncul pada organisasi-organisasi yang masih kecil.

 

Download Sekarang! Ebook PERENCANAAN KEUANGAN Untuk USIA 20-an, GRATIS!

15 Ebook Perencanaan Keuangan 20an

 

Tentukan Gaya Kepemimpinanmu

Setiap pemimpin perlu memahami dengan betul soal bagaimana ia akan memimpin organisasinya, dengan begitu tujuan-tujuan yang ingin dicapai oleh organisasi akan menjadi mungkin untuk dicapai.

Dan tanpa adanya kepemimpinan yang baik, tujuan yang bukan hanya tidak akan tercapai, tetapi organisasi bisa saja tidak dapat bertahan.

Maka dari itu, sebagai pemimpin kamu perlu membenahi diri dan mengetahui dengan baik bagaimana kamu akan mengelola organisasimu.

Jika memang memungkinkan, kamu juga bisa menerapkan gaya kepemimpinan free-rein ini.

 

Oke sobat Finansialku, semoga artikel ini dapat membantu kamu ya!

Jangan lupa untuk membagikan artikel ini kepada teman yang lain, biar mereka juga tau lebih banyak soal kepemimpinan.

 

 

Sumber Referensi:

  • Khofi Yati. 12 Oktober 2010. Gaya Kepemimpinan. Kompasiana.com – https://bit.ly/3gPAM4z
  • Admin. 19 Desember 2014. Pemimpin dan Kepemimpinan Kita. Djkn.kemenkeu.go.id – https://bit.ly/2Ku9HaS
  • Admin. Leadership Style. Sites.google.com – https://bit.ly/38nYJfB

 

Sumber Gambar:

  • Free-rein 01 – https://bit.ly/3nXWV3h
  • Free-rein 02 – https://bit.ly/3mQNmBP
  • Free-rein 03 – https://edut.to/3mQNstb