Bagi Anda yang menjalankan organisasi/perusahaan, sudahkah Anda tahu apa yang dimaksud dengan organisasi?

Jika belum, yuk simak pembahasan mengenai organisasi serta berbagai serba serbinya melalui artikel berikut ini:

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Finansialku Planner

 

Definisi Organisasi

Pertama-tama mari membahas asal usul kata organisasi yang sudah sangat familiar di telinga Anda ini.

Secara etimologi, organisasi berasal dari bahasa latin organizare, kemudian  bahasa inggris organize yang artinya membentuk suatu kumpulan dari bagian-bagian yang berkaitan satu sama lainnya.

Jadi, secara sederhananya organisasi adalah wadah/tempat di mana terjadi perkumpulan antara dua orang atau lebih yang ingin bekerja sama secara sistematis dalam sebuah ikatan dan terpimpin dengan tujuan yang sama.

Terdapat beberapa teori dan perspektif mengenai definisi organisasi, seperti dikemukakan oleh beberapa ahli berikut ini:

SumberDefinisi
Prof. Dr. Sondang P. SiagianOrganisasi ialah setiap bentuk persekutuan antara dua orang atau lebih yang bekerja bersama serta secara formal terikat dalam rangka pencapaian suatu tujuan yang telah ditentukan dalam ikatan yang mana terdapat seseorang atau beberapa orang yang disebut atasan dan seorang atau sekelompok orang yang disebut dengan bawahan.
Drs. Malayu S.P HasibuanOrganisasi ialah suatu sistem perserikatan formal, berstruktur dan terkoordinasi dari sekelompok yang bekerja sama dalam mencapai tujuan tertentu. Organisasi hanya merupakan alat dan wadah saja
Prof. Dr. Mr Pradjudi ArmosudiroOrganisasi ialah struktur pembagian kerja dan struktur tata hubungan kerja antara sekelompok orang pemegang posisi yang bekerjasama secara tertentu untuk bersama-sama mencapai tujuan tertentu.
James D MooneyOrganization is the form of every human, association for the assignment of common purpose (organisasi ialah setiap bentuk kerjasama untuk pencapaian suatu tujuan bersama).
Chester L Bernard (1938)Organisasi ialah sistem kerja sama antara dua orang atau lebih (organization as a system of cooperative of two or more persons) yang sama-sama memiliki visi dan misi yang sama.
Ralp Currier Davis (1951)Organisasi ialah sesuatu kelompok orang-orang yang sedang bekerja ke arah  tujuan bersama di bawah kepemimpinan.
Daniel E. Griffths (1959)Organisasi ialah seluruh orang-orang yang melaksanakan fungsi-fungsi yang berbeda tetapi saling berhubungan dengan yang dikoordinasikan agar sebuah tugas dapat diselesaikan. Dengan demikian di antara ketiga macam pandangan tentang pengertian organisasi, pandangan yang tepat adalah yang menganggap organisasi sebagai suatu sistem kerja sama, sistem hubungan, sistem sosial.
Daft (2001)Organisasi merupakan sebuah kesatuan sosial dari sekelompok individu yang saling berinteraksi, sehingga setiap anggota memiliki tugas dan fungsinya masing-masing. Sebagai satu kesatuan, organisasi mempunyai batas-batas yang jelas sehingga organisasi dapat dipisahkan dari lingkungan di luar organisasi tersebut.

 

Daftar Aplikasi Finansialku

Download Aplikasi Finansialku di Google Play Store

 

Tujuan yang dicita-citakan sebuah organisasi biasa dinamakan sebagai visi. Visi berisi pandangan mengenai bagaimanakah sebuah organisasi akan menjadi di masa mendatang.

Misi menjabarkan makna visi yang seringkali berada pada tataran pemikiran yang terlalu abstrak menjadi lebih mudah mengerti.

Dalam jangka waktu yang relatif lebih pendek daripada visi, sebuah organisasi juga memiliki tujuan. Tujuan ini biasa disebut sebagai sasaran.

Pencapaian sasaran biasanya dapat terukur secara kuantitatif dan terdapat tenggat waktu untuk pencapaiannya. Sasaran biasanya dicanangkan untuk tercapai dalam 1-5 tahun (Thompson,1998).

Organisasi-02-Finansialku

[Baca Juga: 20 Cara Seorang Pemimpin Meningkatkan Semangat Kerja Tanpa Mengandalkan Uang. Silakan Anda Buktikan Sendiri!]

 

Dalam sebuah organisasi akan ada perkembangan hingga dalam satu titik di mana pemilik selaku pemimpin organisasi sudah tidak mungkin lagi melakukan seluruh kegiatan dalam organisasi demi mencapai visinya.

Akibat adanya keterbatasan pemilik tersebut sebagai manusia, maka akan ada pendelegasian atau pelimpahan pengelolaan organisasi kepada orang lain (karyawan). Pelimpahan tersebut diatur dalam sebuah jenjang atau hierarki.

Di sisi lain, sudahkah melakukan perencanaan keuangan di usia Anda saat ini? Jangan sampai tujuan keuangan Anda menjadi sulit dicapai akibat cara yang salah saat melakukan perencanaan keuangan.

Miliki panduan perencanaan keuangan yang tepat dengan men-download ebook Finansialku berikut ini:

 

Gratis Download Ebook Perencanaan Keuangan untuk Usia 30 an

Perencanaan Keuangan Untuk Usia 30 an - Finansialku Mock Up

Download Ebook Sekarang

 

Lakukan sekarang juga untuk menjaga kondisi keuangan Anda dan mencapai tujuan keuangan Anda.

 

Jenjang Organisasi (Hierarki)

Jenjang organisasi atau disebut juga hierarki merupakan bagan struktur organisasi, digambarkan dengan kotak-kotak yang menunjukkan jabatan dan dihubungkan dengan garis komando atau garis koordinasi.

Jenjang organisasi timbul karena adanya pembagian tugas dan pembagian wewenang dalam organisasi.

Jenjang organisasi yang baik dan jelas akan memberikan beberapa benefit berikut bagi organisasi/perusahaan:

  1. Memudahkan untuk mengetahui di mana letak lokasi kerja seorang pegawai,
  2. Memudahkan untuk mengetahui siapa yang membawahinya,
  3. Memudahkan untuk mengetahui dari siapa harus menerima perintah, dan
  4. Memudahkan untuk mengetahui kepada siapa ia harus memberikan laporan atas hasil

 

Contoh jenjang organisasi dapat dilihat pada bagan berikut ini:

Organisasi-03a-Finansialku

*Sumber: CHR. Jimmy L. Gaol. 2014. A to Z Human Capital (Manajemen Sumber Daya Manusia)

 

Jenis-Jenis Hubungan Wewenang dalam Organisasi

Dalam sebuah organisasi yang sudah memiliki hierarki, akan muncul wewenang yang terbagi atas beberapa jenis berikut:

 

#1 Hubungan Wewenang Lini

Hubungan wewenang lini terjadi apabila ada wewenang langsung antara setiap atasan dan bawahan.

Setiap manajer melaksanakan wewenang sepenuhnya kepada bawahannya, dan bawahannya hanya melapor kepada manajer tersebut. Aliran wewenangnya bersifat langsung dan tidak terhalang.

 

#2 Hubungan Wewenang Staf

Staf memberikan pelayanan dan nasihat khusus kepada eksekutif lini. Dengan demikian, staf harus menjadi spesialis (contoh: ahli hukum, direktur riset, dan lain-lain).

Namun, walaupun ada nasihat, keputusan terakhir tetap berada di tangan pimpinan.

Organisasi-04-Finansialku

[Baca Juga: Sudahkah Anda Tahu: Tunjangan dan Kompensasi Kerja? Dan Bagaimana Cara Memanfaatkan dengan Benar?]

#3 Hubungan Wewenang Fungsional

Hubungan ini tidak terbatas pada para manajer/departemen; menyediakan spesialis bagi setiap fungsi utama tertentu (disebut struktur fungsional) di manapun di dalam perusahaan fungsi tersebut dilaksanakan.

Misalnya, seorang manajer personalia melaksanakan wewenang fungsional terhadap semua orang yang terlibat dalam hubungan personel, di manapun mereka berada dalam organisasi.

 

Bentuk-bentuk Organisasi

Secara umum, organisasi terbagi menjadi 2 bentuk yakni sebagai berikut:

 

#1 Organisasi Formal

Organisasi formal adalah organisasi yang sistem pekerjaan, hubungan wewenang, tanggung jawab, dan pertanggung jawabannya dirancang oleh manajer agar dapat mendukung tercapainya tujuan
yang telah ditetapkan.
Prinsip-prinsip organisasi yang efektif adalah sebagai berikut:

  1. Kesatuan tujuan (Unity of Objectives).
  2. Kesatuan perintah (Unity of Command).
  3. Adanya garis wewenang dan tanggung jawab yang tegas.
  4. Pembagian kerja (Division of Labor) yang jelas.
  5. Adanya koordinasi yang baik.
  6. Adanya pendelegasian wewenang.
  7. Rentang kendali (Span of Control)
  8. Bersifat fleksibel.

 

Organisasi-05-Finansialku

[Baca Juga: Para HRD Ketahui 5 Hal yang Harus Dibahas Pada Pelatihan Persiapan Pensiun Karyawan]

 

#2 Organisasi Informal

Organisasi informal adalah hubungan pribadi atau sosial yang tidak memungkinkan adanya hubungan dengan wewenang formal.

Organisasi informal terdapat di setiap organisasi/perusahaan karena munculnya pergaulan manusia sebagai makhluk sosial.

Meski bersifat informal, tapi bentuk organisasi seperti inilah yang paling efektif dalam penyampaian informasi untuk melaksanakan pekerjaan demi tercapainya tujuan perusahaan.

 

Bentuk Organisasi Lainnya

Karena sebuah organisasi memiliki sifat yang dinamis, maka umumnya akan dibuat bentuk organisasi sesuai dengan kepentingan organisasi tersebut. Maka ada juga pengklasifikasian bentuk organisasi sebagai berikut:

 

#1 Organisasi Divisional

Pembagian organisasi divisional berdasarkan pelanggan, produk, atau geografi dipimpin oleh direktur.

Setiap direktur bertanggung jawab atas seperangkat produk yang dikelompokkan sesuai dengan jenis pelanggan yang membeli barang atau produk tersebut.

 

  • Divisi Menurut Pelanggan

Divisi ini berfokus pada kebutuhan suatu kelompok pelanggan yang berbeda.

Organisasi-06-Finansialku

 

  • Divisi Menurut Produk

Produk-produk dikelompokkan ke dalam divisi yang terpisah, berdasarkan kemiripan atau perbedaannya.

Organisasi-07-Finansialku

  • Divisi Menurut Geografi

Divisi-divisi di mana orang diorganisasikan berdasarkan permintaan-permintaan dari lokasi yang berbeda di mana orang tersebut beroperasi.

Organisasi-07-Finansialku

Keuntungan penerapan organisasi divisional adalah:

  1. Cocok untuk menghadapi perubahan yang cepat.
  2. Adanya kejelasan tanggung jawab.
  3. Pelatihan kepada para manajer yang pada umumnya masih berusia muda.
  4. Adanya konsentrasi penuh peda tugas.

 

Di samping keuntungannya, penerapan organisasi divisional juga memiliki beberapa kerugian, yaitu sebagai berikut:

  1. Prioritas jangka panjang organisasi/perusahaan menjadi terabaikan.
  2. Timbul konflik antara tugas dengan prioritas.
  3. Sulitnya melakukan koordinasi antar bagian.

 

9 Jenis Gaya Kepemimpinan dalam Organisasi Berdasarkan Teori Kepemimpinan yang Harus Anda Ketahui 02 - Finansialku

[Baca Juga: Ini Dia Hak Karyawan Berdasarkan UU Ketenagakerjaan yang Perlu Diketahui]

 

#2 Organisasi Lini dan Staff

Bentuk organisasi ini dipakai oleh organisasi besar, cakupan kerjanya luas, bidang tugas yang dikerjakan beraneka ragam dan rumit untuk perusahaan dengan jumlah karyawan tinggi.

Sifat-sifat dari organisasi lini dan staf antara lain sebagai berikut:

  1. Organisasinya besar dan rumit.
  2. Memiliki jumlah karyawan yang banyak
  3. Tidak memungkinkan terjadinya hubungan langsung bagi seluruh karyawan perusahaan.
  4. Terdapat dua kelompok besar karyawan di dalam organisasi dan memiliki kemampuan/spesialisasi yang beraneka ragam.

 

Keuntungan dari organisasi lini dan staf adalah:

  1. Memungkinkan ahli menasihati eksekutif.
  2. Mempertahankan unity of command.

 

Sedangkan kerugian dari organisasi lini dan staf adalah:

  1. Spesialis (staf) sering melampaui batas sehingga timbul perselisihan.
  2. Biaya overhead perusahaan meningkat.

 

#3 Organisasi Fungsional

Bentuk organisasi fungsional adalah suatu bentuk departementalisasi yang di dalamnya setiap orang terlibat dalam satu aktivitas fungsional atas dasar fungsi-fungsi yang dijalankan.

Misalnya pemasaran atau keuangan, dikelompokkan dalam satu unit agar pembagian tugasnya dapat dibedakan secara jelas.

Keuntungan dari organisasi fungsional adalah:

  1. Seorang manajer bekerja sendiri-sendiri sesuai dengan keahlian.
  2. Kegiatan usaha dibagi ke dalam fungsi-fungsi dan ditugaskan kepada spesialis.
  3. Setiap karyawan dapat menggunakan nasihat berbagai spesialis bila timbul masalah.

 

Kerugian dari organisasi fungsional adalah:

  1. Terlalu banyak spesialis.
  2. Sulit untuk melakukan koordinasi.

 

Cara Mengukur Tingkat Kompensasi 01 Karyawan - Finansialku

 [Baca Juga: Tahukah Anda Apa itu Sistem Perencanaan Sumber Daya Manusia? Yuk Cari Tahu Sekarang!]

 

#4 Organisasi Matriks

Organisasi matriks merupakan sebuah organisasi yang dipimpin oleh seorang manajer proyek. Apabila proyek telah terselesaikan, kelompok ini bubar dan para anggotanya kembali ke bagian masing-masing.

Pada intinya, struktur organisasi matriks menggabungkan dua bentuk pembagian departemen yaitu berdasarkan fungsi dan produk.

Keuntungan dari organisasi matriks adalah sebagai berikut:

  1. Memungkinkan organisasi menangani proyek khusus.
  2. Memungkinkan digunakan pengetahuan khusus dalam organisasi.

 

Sedangkan kerugian dari penerapan organisasi matriks adalah sebagai berikut:

  1. Diperlukan manajer khusus agar pekerjaan menjadi efektif.
  2. Mengabaikan kesatuan perintah (Unity of Command)
  3. Bisa menimbulkan masalah bagi karyawan bila kembali ke posisi semula (apabila proyek sudah selesai), ada kemungkinan posisi tersebut sudah ditempati orang lain.

Organisasi-09-Finansialku

 

Kesimpulan

Kesimpulannya, secara sederhana organisasi adalah wadah/tempat di mana terjadi perkumpulan antara dua orang atau lebih yang ingin bekerja sama secara sistematis dalam sebuah ikatan dan terpimpin dengan tujuan yang sama.

Dalam sebuah organisasi akan ada perkembangan hingga dalam satu titik di mana pemilik selaku pemimpin organisasi sudah tidak mungkin lagi melakukan seluruh kegiatan dalam organisasi demi mencapai visinya.

Akhirnya, muncul pendelegasian atau pelimpahan pengelolaan organisasi kepada orang lain yang diatur dalam sebuah jenjang atau hierarki.

Dalam hierarki tersebut akan diatur hubungan wewenangnya, antara lain dengan hubungan wewenang lini, hubungan wewenang staf, dan hubungan wewenang fungsional.

Struktur atau bentuk organisasi juga kemudian akan dibentuk, dengan beberapa contohnya sebagai berikut:

  1. Organisasi divisional,
  2. Organisasi lini dan staff,
  3. Organisasi fungsional, dan
  4. Organisasi matriks

 

Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda yang masih kebingungan dengan konsep organisasi.

 

Apakah Anda memiliki pertanyaan mengenai apa yang dimaksud dengan organisasi serta mengenal serba-serbinya lainnya? Tinggalkan komentar Anda di bawah. Perencana Keuangan kami siap membantu Anda, terima kasih.

 

Sumber Referensi:

  • Jimmy L. Gaol. 2014. A to Z Human Capital (Manajemen Sumber Daya Manusia).
  • Jones, Gareth R. 2007. Organizational Theory, Design, and Change. 5th Edition. Pearson Prentice Hall, New Jersey.
  • Robbins, Coulter.M. 2012. 5th Edition. Pearson Prentice Hall, New Jersey.

 

Sumber Gambar:

  • Jimmy L. Gaol. 2014. A to Z Human Capital (Manajemen Sumber Daya Manusia).
  • Jones, Gareth R. 2007. Organizational Theory, Design, and Change. 5th Edition. Pearson Prentice Hall, New Jersey.
  • Organisasi 1 – https://goo.gl/WKDr1v
  • Organisasi 2 – https://goo.gl/R5HyAH
  • Organisasi 4 – https://goo.gl/8HQFzs
  • Organisasi 5 – https://goo.gl/iUwbQW