Kegagalan bukanlah hal yang baru bagi perusahaan, dan ternyata perubahan strategi bisnis dapat mengembalikan pijakan mereka.

Hanya beberapa perusahaan yang berhasil berdiri kembali setelah mengubah strategi bisnisnya. Penasaran?

Simak kisahnya berikut ini.

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Start It Up

 

Kenapa Bisnis Seringkali Gagal?

Banyak alasan mengapa para pebisnis kerap mengurungkan niat untuk memulai bisnis, salah satunya adalah karena kemungkinannya untuk gagal cukup besar.

Banyak hal yang bisa menjadi penyebab kegagalan bisnis, misalnya saja karena ramainya persaingan dewasa ini, sehingga jika produk atau jasa yang ditawarkan tidak memiliki kelebihan, tentunya bisa kalah bersaing.

Ada juga permasalahan dari dalam perusahaan, misalnya perselisihan paham internal hingga strategi bisnis yang tidak tepat.

Kabar baiknya bagi Anda adalah banyak pebisnis yang ingin berbagi kisahnya agar Anda tidak jatuh ke lubang yang sama dengan mereka.

Dan bisa dibilang pengalaman ini sangatlah mahal karena menyangkut keberlangsungan perusahaan mereka.

Untuk mengantisipasi kegagalan dan mempersiapkan solusinya, mari kita lihat 5 kisah perubahan strategi bisnis perusahaan yang sudah dirangkum oleh Finansialku.

 

#1 Lego

Siapa tidak kenal Lego?

Perusahaan blok plastik yang satu ini sudah menunjukkan betapa teknologi mereka bisa memudahkan user dalam melakukan segala sesuatu. Mulai dari masa kecil hingga dewasa.

Namun nyatanya semua itu tidak dicapai dengan mudah.

Pada awal tahun 2000 an, Lego sempat goyah karena tingkat penjualannya turun hingga 30% di tahun 2003.

Lego kemudian mengupayakan diversifikasi ke permainan video games dan theme parks, dengan dukungan penuh konsultan profesional.

 

Perubahan strategi bisnis:

Permasalahan di perusahaan Lego bukanlah kurangnya inovasi. Terbukti perusahaan ini selalu memberikan ide baru yang lebih baik dari sebelumnya. Sayangnya, ide tersebut tidak dimasak hingga matang, dan dibiarkan mentah.

Lego kemudian menjual saham theme parks-nya, karena menilai bahwa perusahaan tidak memiliki spesialisasi di bidang tersebut.

Mereka juga meminimalisasi biaya dengan pindah ke lokasi produksi yang lebih terjangkau, serta mengurangi varian blok plastik yang diproduksi.

5 Kisah Perubahan Strategi Bisnis Yang Dilakukan Oleh Perusahaan 02 Lego - Finansialku

[Baca Juga: Bagaimana Cara Mendapatkan Uang dari Mobil Pribadi? 9 Start Up Indonesia Tawarkan Uang untuk Pasang Iklan di Mobil]

 

Yang paling penting adalah mereka mulai berinteraksi dengan konsumen, sehingga dapat berinvestasi dengan tepat untuk meningkatkan pemahaman mengenai cara anak bermain.

Hasilnya adalah pancaran kreativitas yang tidak mengabaikan nilai-nilai inti perusahaan Lego, serta mengamankan perusahaan sebagai salah satu merek paling bernilai.

Kini bahkan mereka berhasil mencoba bidang baru yakni pembuat film The Lego Movie and The Lego Batman Movie.

 

#2 Apple

Apple menghabiskan tahun 1980 an sebagai perusahaan underdog paling keren yang mendesain Apple Macs dengan operating system yang berhasil menyaingi IBM.

Tetapi, dikarenakan pemasangan harga yang cukup tinggi, mereka gagal bersaing dalam pasar.

Pada tahun 1985, salah satu pendiri perusahaan, Steve Jobs dipaksa untuk mengubah strategi agar bisa meningkatkan penjualan.

5 Kisah Perubahan Strategi Bisnis Yang Dilakukan Oleh Perusahaan 03 Apple - Finansialku

[Baca Juga: Konsultasi: Bisnis Startup itu Sebenarnya Apa? Apakah Menguntungkan?]

 

Perubahan strategi bisnis:

Pada tahun 1996, Steve Jobs kembali sebagai CEO perusahaan.

Setelah mendukung Apple dengan investasi bernilai US$150 juta, Jobs berkomitmen untuk tetap mengembangkan Microsoft Office bagi Mac, meski ini merupakan inovasi pesaing terbesarnya.

Jobs menghasilkan teknologi komputerisasi tercanggih yang bisa dilihat dari iMac, iTunes, iPod dan iPhone. Seluruhnya dikemas secara elegan dengan harga yang masuk akal.

Pada Juli 2008, Apple “the App Store”, yang memperkenalkan third-party app berikut pengembangan dan pendistribusiannya, menghasilkan pendapatan senilai 70 juta dollar pada Juni 2017.

Menginjak tahun 2010, Apple berhasil menyaingi Microsoft dan dinobatkan sebagai ”the most valuable publicly traded company of all time”. 

 

#3 General Electric (GE)

General Electric tidak mengalami kegagalan yang berarti, namun sejak tahun 1981 perusahaan berjalan dengan lambat.

Terlebih pengambilan keputusan dan birokrasinya sangatlah kompleks dan besar. Meski perusahaan ini sudah sangat besar, nyatanya tidak berhasil menyelamatkan kondisi tersebut.

Setelah industri berkembang, satu masalah dihadapi oleh General Electric: “sesuatu untuk diberikan kepada masyarakat”.

 

Perubahan strategi bisnis:

Jack Welch merupakan chairman dan CEO termuda dari General Electric, serta mengubah bagaimana jalannya perusahaan. Beliau terkenal akan tanpa basa basinya serta sederhana dalam berpakaian.

Berdasarkan Jacked Up oleh Bill Lane, Welch berhasil menelaah inti birokrasi GE dan membuat rencana untuk mengubahnya.

Praktiknya, Welch berhasil memajukan perusahaan dengan memotong tenaga kerja yang menurutnya tidak penting.

Welch memecat 10% manager yang berada di posisi terbawah, dan memberi reward bagi 20% dari mereka yang berada di puncak.

5 Kisah Perubahan Strategi Bisnis Yang Dilakukan Oleh Perusahaan 04 General Electric - Finansialku

[Baca Juga: Kenali Strategi Pemasaran Produk Yang Efektif Dan Efisien Dalam Bisnis Anda]

 

Strategi ini terbukti menghasilkan kesuksesan luar biasa, dimana penjualan meningkat hingga 50 kali dalam kurun waktu tahun 20 tahun.

Pemasukannya juga meningkat dari US$26,8 juta hingga US$130 juta dalam 20 tahun tersebut.

Sayangnya setahun kemudian setelah perusahaan sukses berdiri, Welch meninggalkan GE. Namun peninggalannya akan selalu diingat banyak orang.

 

#4 Burberry

Kembali ke akarnya, itulah yang dilakukan oleh Burberry. Burberry merupakan sebuah merek keluaran Inggris yang menciptakan Gabardine, trench coat tahan air yang legendaries.

Ide ini diperoleh dari perjalanan Ernest Shackleton’s ke Antartika yang tetap ingin tampil stylish.

Pada tahun 1990 perusahaan Gucci berhasil melisensi pola kain ikonik ini ke belasan produsen.

Namun Gucci mulai berinovasi dan menghasilkan banyak produk baru, seperti Burberry dog coats (dan scarves).

Untuk memperburuk semua ini, Burberry kemudian menimbulkan kesan asosiasi dengan konsep football hooliganism.

Perusahaan mulai kehilangan arahnya.

5 Kisah Perubahan Strategi Bisnis Yang Dilakukan Oleh Perusahaan 05 Burberry - Finansialku

[Baca Juga: 40 Kata-kata Bijak untuk Startup dan Entrepreneur yang Memotivasi dan Penuh Inspirasi]

 

Perubahan strategi bisnis:

Burberry menyadari minat masyarakat menurun dan kembali ke akarnya dengan membawa kembali produk ikonik mereka. Penekanan peninggalan dan tradisi dengan kualitas tinggi menarik kembali pelanggan lamanya.

Produk favorit seperti raincoat legendaries kembali muncul dengan pola yang serupa, namun dengan pengembangan desain terkini. Intinya, desain kembali diutamakan sehingga mereka mampu menjual produk berkualitas tinggi yang meningkatkan nilai perusahaan.

Marketing strategy juga diperbaiki dimana mereka berusaha mengomunikasikan keunikan Burberry.

Pada waktu yang sama, Burberry juga mulai memanfaatkan media sosial yang berkembang pesat.

Hasilnya, Burberry kini kokoh secara finansial dan dikenal masyarakat luas.

 

#5 Vivendi

Transformasi Vivendi dari perusahaan water utility di Perancis menjadi bisnis entertainment global terjadi akibat akuisisi spektakuler, termasuk Universal Studios, pada akhir 1900 an dan awal 2000 an.

Pada tahun 2003, perusahaan ini hampir mengalami kebangkrutan dan menghadapi banyak tuntutan hukum dari pemilik saham dan rekan bisnisnya.

5 Kisah Perubahan Strategi Bisnis Yang Dilakukan Oleh Perusahaan 06 Vivendi - Finansialku

[Baca Juga: Temukan Cara Hebat untuk Menjadi Entrepreneur Kreatif dalam Mencapai Kesuksesan]

 

Perubahan strategi bisnis:

Dibawah kendali Jean-René Fourtou, dan sejak 2005 dipegang oleh pewarisnya yakni Jean-Bernard Levy, Vivendi mulai menjual banyak cabang bisnisnya, Universal Pictures.

Pada akhir masa kekuasaan Levy, yang terjadi akibat perbedaan pendapat, Vivendi memfokuskan bisnisnya pada industri musik, perusahaan TV Eropa Canal Plus, dan penerbit video games Activision Blizzard.

Namun Levy berhasil mengambil kembali perusahaannya dan memperbaikinya dalam kondisi hampir hancur. Selanjutnya, hasilnya bisa dilihat dari kestabilan bisnis Vivendi sekarang ini.

 

Belajar dari Kisah Perubahan Spektakuler

Setelah melihat beberapa contoh kisah perubahan strategi bisnis perusahaan, tentunya Anda melihat bahwa terkadang dibutuhkan sebuah perubahan untuk dapat mengubah arah perusahaan menjadi lebih baik.

Berbisnis memang harus fokus, namun bukan berarti Anda menolak melihat dunia luar yang mungkin berbeda.

Kuncinya adalah lakukan yang menjadi spesialisasi Anda, namun jangan abaikan minat dan kebutuhan masyarakat.

Jika Anda tertarik memulai bisnis, Anda bisa download ebook bisnis Finansialku. Dengan beberapa informasi penting soal bisnis, pastinya ebook ini bisa menjadi panduan awal dalam berbisnis.

Download ebook-nya secara GRATIS dengan klik tautan berikut ini:

Free Download Ebook Pentingnya Mengelola Keuangan Pribadi dan Bisnis

Ebook Pentingnya Mengelola Keuangan Pribadi dan Bisnis - Mock Up - Finansialku Jurnal

DOWNLOAD EBOOK SEKARANG

 

Disclaimer: Penyebutan merek pada artikel ini hanya bertujuan sebagai sarana edukasi, bukan untuk tujuan-tujuan lainnya.

 

Apakah Anda memiliki pertanyaan mengenai 5 kisah perubahan strategi bisnis yang dilakukan oleh perusahaan lainnya? Tinggalkan komentar Anda di bawah.

Jika ada pertanyaan, silakan ajukan pertanyaan Anda pada kolom di bawah ini. Perencana Keuangan kami siap membantu Anda, terima kasih.

 

Sumber Referensi:

  • ING. Five business strategy changes – and why they worked. View. Ingwb.com – https://goo.gl/CKsWJo
  • Asoke K. Laha. 26 April. #7 Reasons Why Start-ups Fail (An example of a start-up that was considered ahead of its time, but ultimately failed miserably was Webvan). Entrepreneur.com – https://goo.gl/rRPndR

 

Sumber Gambar:

  • Perubahan Strategi Bisnis – https://goo.gl/5B4nBE
  • Lego – https://goo.gl/79CkiX
  • Apple – https://goo.gl/tmysJJ
  • General Electric (GE) – https://goo.gl/TTjrt9
  • Burberry – https://goo.gl/VzickH
  • Vivendi – https://goo.gl/9TAk2Q