Sebelum berinvestasi, kamu perlu mengetahui kapan kondisi terbaik investasi agar kamu tidak merugi.

Memang, investasi disarankan untuk dilakukan sejak dini. Hal ini mengingat, pentingnya Anda memiliki kemapanan dan kesejahteraan finansial di masa mendatang. Setuju?

Evaluasi keadaan finansialmu dan ketahui kapan kondisi terbaik investasi buatmu melalui rubrik berikut ini!

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Learn and Invest

 

Bukannya Untung Tapi Buntung! Kenali Kondisi Terbaik Investasi

Investasi memang sebuah kendaraan yang menjanjikan untuk kesejahteraan dan kemapanan finansial, terlebih bagi mereka yang menyadari akan pentingnya mempersiapkan dana hari tua.

Melalui “senjata keuangan” ini, kesejahteraan finansial manusia semakin dapat diperjuangkan. Itulah kenapa investasi dipercaya mampu menyelamatkan uang kita di masa depan dari musuh terbesar, yaitu inflasi.

Bagaimana Hubungan Inflasi dan Harga Komoditas 01 - Finansialku

[Baca Juga: 12 Cara Menghindari Stress akibat Masalah Keuangan bagi Anda yang Single Parents]

 

Tapi, melakukan investasi tidak bisa sembarang asal memulai. Butuh pengetahuan yang tidak sedikit, pengertian yang cukup dalam, pemahaman serta pembelajaran yang tidak sebentar dan konsisten, juga keberanian untuk mengambil risiko sebagai pembelajaran seumur hidup.

Itulah sebabnya, para investor pemula perlu tahu hal-hal penting berkaitan dengan memulai sebuah perjalanan investasi yang tidak bisa dianggap sepele.

Jika tidak, bukannya untung malah buntung!

 

Kondisi Terbaik Investasi Bagi Investor Pemula

Sederhananya, berikut ini beberapa poin penting yang tidak boleh disepelekan oleh para investor, terutama para investor pemula yang akan menginvestasikan uangnya untuk kepentingan-kepentingan finansial di masa mendatang.

 

#1 Masih Samar Dengan Tujuan Investasi

Tujuan adalah sebuah titik yang menjadi acuan kita untuk pergi, bertindak dan melakukan sesuatu sesuai target dengan rentang waktu yang diperlukan.

Selain itu, dengan tujuan, kita bisa mengetahui setiap risiko yang akan terjadi dan menemukan cara bagaimana untuk meminimalkan risiko yang ada serta memaksimalkan keuntungan atau mendapatkan benefit lebih sehingga tujuan bisa tetap tercapai.

Sederhananya, jika kamu memiliki janji di hari Senin untuk bertemu dengan orang yang kamu anggap penting seperti pacarmu, jam 10 pagi di Jakarta, sementara kamu berada di Bandung.

5 Manfaat Investasi yang Jangan Kamu Lewatkan, Kamu Bisa Beli iPhone Terbaru Lho! 01 - Finansialku

[Baca Juga: Para Manajer! Ketahui Cara Mengawasi dan Mengontrol Psikologi Kepribadian Karyawan]

 

Tentu kamu akan mempersiapkan diri dari malam hari untuk hal-hal yang perlu kamu bawa termasuk dengan kendaraan apa yang akan kamu gunakan untuk menuju ke sana.

Apakah kamu akan menggunakan kendaraan darat seperti bus, mobil pribadi, travel atau kereta, atau menggunakan jalur udara seperti pesawat.

Tentu jarak tempuh dari setiap kendaraan itu akan berbeda-beda. Jika menggunakan bus, kendaraan pribadi atau travel, tentu kamu harus mengetahui risiko macet di jalan dan harus mengantisipasi waktu keberangkatan agar tidak terlambat tiba di tempat tujuan.

Jika menggunakan kereta api, biasanya menjadi salah satu pilihan yang tepat mengingat kondisi jalan tol ke Jakarta yang padat sehingga kereta api merupakan moda transportasi yang lebih tepat waktu, termasuk pesawat terbang.

Moda transportasi pilihanmu itulah yang menjadi gambaran tentang investasi yang akan kamu gunakan untuk menuju kepada tujuan keuanganmu.

Tentu Bisa! Berinvestasi Saham untuk Dana Pendidikan dan Dana Pensiun 01 - Finansialku

[Baca Juga: 2 dari 100 Orang Bisa Mencapai 5 Level Leadership John C Maxwell, Apakah Anda Salah Satunya?]

 

Investasi memang sangat disarankan untuk dimulai sedini mungkin, tapi tentu juga harus dibarengi dengan tujuan keuangan yang jelas.

Misalnya, kamu bisa menjabarkan ada tujuan keuangan jangka pendek, jangka menengah dan panjang.

Tujuan keuangan jangka pendek biasanya berkisar 1-2 tahun:

  • Membeli kendaraan bermotor atau mempersiapkan uang muka kendaraan roda empat.
  • Membeli laptop, gadget.
  • Mempersiapkan dana liburan.
  • Mempersiapkan dana renovasi dapur atau bagian-bagian rumah.

 

Tujuan keuangan jangka menengah biasanya berkisar 3-5 tahun:

  • Membeli kendaraan bermotor roda dua atau roda empat.
  • Menyiapkan dana pernikahan.
  • Menyiapkan uang muka membeli rumah baru.

 

Tujuan keuangan jangka panjang biasanya berkisar diatas 10 tahun:

  • Menyiapkan dana perjalanan ibadah.
  • Menyiapkan dana pensiun.
  • Menyiapkan dana pendidikan anak dari TK hingga Sarjana.

Beberapa contoh dari penetapan tujuan keuangan berdasarkan jangka waktu di atas dapat berbeda untuk setiap orang tergantung kebutuhan dan juga prioritas yang ingin dicapai.

Tahukah kamu perencanaan keuangan setiap orang akan berbeda-beda berdasarkan segmen usia masing-masing?

Kenali Perencanaan Keuangan Sesuai Usiamu dengan mengunduh ebook Gratis Panduan Perencanaan Keuangan Sesuai Usia dari Finansialku berikut ini:

 

#2 Belum Mengetahui Pondasi Piramida Keuangan

Apa itu Pondasi Piramida Keuangan?

Untuk menolong kamu mencapai tujuan keuangan yang kamu impikan, kamu tentu harus memiliki Pondasi Piramida Keuangan yang bisa digambarkan sebagai berikut!

Pondasi Piramida Keuangan (dari paling dasar hingga paling puncak):

  1. Dana Darurat & Arus Kas
  2. Manajemen Risiko
  3. Tujuan-tujuan Keuangan
  4. Dana Hari Tua
  5. Distribusi Kekayaan Waris
JANGAN INVESTASI Kalau Kamu Sedang Dalam Kondisi Seperti Ini! Ketahui Kondisi Terbaik Investasi Supaya Untung! 02 - Finansialku

Piramida Keuangan

 

Sebelum memiliki rencana tujuan keuangan, ternyata jika ingin memiliki kesehatan finansial, kita perlu memiliki dana darurat dan mengatur kesehatan arus kas yang positif.

Kenapa dana darurat harus dipersiapkan? Dana darurat sesuai namanya adalah sebuah dana yang diperuntukkan untuk hal-hal genting yang harus mengeluarkan biaya, misalnya seperti ban kendaraan bocor, membayar biaya-biaya musibah karena kecelakaan, dan lain sebagainya.

Itulah kenapa dana darurat sangat diperlukan agar dana yang kita alokasikan untuk tujuan keuangan yang kita impikan (misalnya dana untuk pernikahan) tidak terganggu atau terambil.

Sudah tahu besarnya dana darurat yang harus dipersiapkan?

Karyawan Milenial Siapkan Dana Darurat 01 - Finansialku

[Baca Juga: 10 Cara Melepaskan dari Kebiasaan Judi untuk Anak Muda, Sebelum Terlambat!]

 

Sambil mengisi pundi-pundi dana darurat, kamu bisa mengatur arus kas positif dengan pencatatan keuangan harian. Untuk sebagian orang, kegiatan ini memang merepotkan.

Untuk membantumu mencatat arus kas harianmu, kamu dapat menggunakan Aplikasi Finansialku yang dapat kamu download melalui Google PlayStore.

Nikmati asisten pencatatan keuangan pribadi melalui gadget pintarmu setiap hari dan mengingatkanmu untuk setiap alokasi dana yang telah melebihi anggaran.

Selanjutnya, kamu dapat merencanakan tujuan keuangan yang menjadi impianmu untuk dicapai. (ikuti Pondasi Piramida Keuangan di atas)

Karyawan Milenial Siapkan Dana Darurat 03 Dana Darurat 3 - Finansialku

[Baca Juga: Apakah Edukasi Keuangan di Tempat Kerja Dapat Meningkatkan Employee Engagement?]

 

Masih suka tercampur antara uang bisnis dan uang pribadi?

Agar tidak kelimpungan dalam mengatur keuangan bisnis pribadi, segera pisahkan laporan keuangan pribadi dengan laporan keuangan bisnis melalui E-Book gratis dari Finansialku yang berjudul Pentingnya Mengelola Keuangan Pribadi dan Bisnis.

 

#3 Belum Tahu Instrumen Investasi yang Akan Diambil

Instrumen investasi layaknya kendaraan yang akan mengantar kita untuk mencapai tujuan keuangan. Seperti ilustrasi pada bagian atas, apakah kamu akan ke Jakarta menggunakan bus, travel, mobil pribadi, kereta api atau pesawat.

Itu semua tergantung daripada jangka waktu tempuh yang ingin kamu tempuh, termasuk ketersediaan dana (dalam hal ini dana investasi) yang Anda miliki.

Demikian juga instrumen investasi ada beragam pilihan dengan jangka waktu pengembalian (return) beragam, risiko yang harus ditanggung dan juga dana awal yang dibutuhkan sebelum berinvestasi.

Tentu kamu sudah pernah dengar berbagai instrumen investasi seperti Deposito, Reksa Dana, Emas atau bahkan Saham.

Quiz Sebelum Berinvestasi, Ketahui Dulu 3 Jenis Transaksi Reksa Dana! 01 - Finansialku

[Baca Juga: Ketahui 5 Tantangan Seorang Pemimpin yang Akan Anda Hadapi dan Bagaimana Cara Menghadapinya]

 

Sebelum kamu memasukkan setiap uangmu ke beberapa keranjang investasi yang ada, tentu kamu harus tahu seperti apa jenis investasi tersebut bukan?

Kamu perlu niat untuk belajar dan mencari informasi terkait setiap instrumen investasi tersebut. Di sinilah kamu perlu mengeluarkan biaya termasuk mengalokasikan waktu untuk mempelajarinya.

Kamu dapat mencari informasi seputar instrumen investasi yang cocok untukmu melalui buku, ulasan seminar tentang keuangan, atau E-Book seperti yang Finansialku berikan untuk kamu dapat unduh secara gratis berikut ini:

 

Selain itu, untuk mencapai tujuan keuangan, tentu kamu perlu panduan dari orang-orang yang telah berpengalaman dan mengerti seluk-beluk tentang perencanaan keuangan termasuk instrumen investasi yang efektif yang bisa kamu gunakan untuk mencapai tujuan keuangan sesuai prioritas dan jangka waktu.

Perencana Keuangan Finansialku dapat kamu andalkan sebagai penasihat keuangan pribadi hanya dengan berlangganan PREMIUM Aplikasi Finansialku.

Dengan biaya investasi sebesar Rp350.000 per tahun, kamu dapat berkonsultasi seputar tujuan keuanganmu dan bagaimana kamu dapat berinvestasi serta mencapai setiap impian-impian finansialmu.

Semakin kamu mengetahui soal investasi dengan belajar melalui setiap tools yang ada dan bantuan dari Konsultan Keuangan Pribadimu, kamu dapat melakukan manajemen risiko, karena setiap instrumen investasi tentu akan selalu ada risiko yang menyertainya.

Konsultan Pajak Apa Saja Jasa, Layanan serta Bagaimana Perhitungan Tarifnya 01 - Finansialku

[Baca Juga: Para Pebisnis Wanita, Simak 6 Strategi Bisnis yang Akan Mendatangkan Pertumbuhan]

 

Jika saat ini uang sekolah per bulan mencapai Rp500 Ribu per bulan (untuk jenjang SD- SMP), bagaimana dengan uang sekolah anak kamu 10 tahun mendatang? Apakah kamu yakin dapat membiayai pendidikan anakmu hingga lulus kuliah kelak?

Rencanakan dari sekarang dan jangan menunda dengan Panduan Menyiapkan Dana Pendidikan Anak Hingga Kuliah yang dapat kamu unduh secara gratis dari Finansialku.

Bagaimana Caranya Menyekolahkan Anak dari TK sampai Sarjana, Tanpa Utang!

Silakan download ebook-nya, GRATIS!!!

Ebook Dana Pendidikan Anak - Finansialku Mockup

Download Sekarang

 

#4 Masih Punya Utang Numpuk

Hal terakhir yang perlu kamu sadari sebelum berinvestasi adalah kamu perlu menjabarkan setiap utang yang menjadi kewajibanmu untuk melunasinya.

Jika utang yang harus kamu bayarkan cukup banyak, sebisa mungkin atur untuk melunasinya satu persatu menurut standar prioritas dan urgensinya.

Apakah Berutang Bikin Miskin Ketahui Jawabannya Disini! 03 Utang Konsumtif - Finansialku

[Baca Juga: HR: Top 6 Permasalahan Keuangan Karyawan yang Perlu Diselesaikan dengan Program Kesejahteraan Karyawan]

 

Jangan gegabah untuk langsung berinvestasi jika utangmu masih banyak dan belum terlunasi. Jika ini terjadi, tujuan keuanganmu akan terganggu dan tidak akan tercapai.

Apabila utang sudah sedikit demi sedikit terlunasi dan dirasa keuanganmu sudah cukup longgar, kamu dapat melakukan investasi dalam jumlah yang kecil atau cukup sambil melunasi utang-utangmu.

Libatkan Penasihat Keuangan Pribadimu untuk mengatur dan mengelola keuangan termasuk memprioritaskan utang mana yang harus dibayar terlebih dahulu dan keluar dari lingkaran setan lilitan utang.

 

Ketahui Kondisi Terbaik Investasi Bersama Perencana Keuangan Profesional

Belajar sendiri dan mencari tahu segala informasi terkait perencanaan keuangan itu baik, tapi jika kamu termasuk seorang yang sibuk dan tidak cukup bayak waktu, kamu dapat mempercayakannya pada Perencana Keuangan Profesional.

Pastikan bahwa orang tersebut sudah mengantongi sertifikasi profesional dengan gelar CFP® (Certified Financial Planner). Kamu bisa kok mengeceknya melalui website FPSB Indonesia.

Lantas, berapa harga yang harus kamu bayar untuk memakai jasa perencana keuangan? Sebagai gambaran, kalau kamu berpenghasilan Rp10 juta (Rp120 juta tiap tahun), biaya untuk perencana keuangan adalah maksimal 5% x Rp120 juta yaitu sebesar Rp6 juta.

 

Bagaimana kondisi keuangan? Apakah inilah saatnya kamu sudah harus berinvestasi, atau haruskah kamu menyelesaikan setiap beban utangmu terlebih dahulu? Lantas, jenis investasi apa yang menjadi pilihan kendaraan untuk mencapai tujuan keuanganmu?

Berikan komentar dan tanggapanmu pada kolom yang tersedia di bawah ini!

Kamu juga dapat membagikan setiap artikel Finansialku kepada rekan atau kenalanmu yang membutuhkan!

 

Sumber Referensi:

  • Bambang Priyo Jatmiko. 15 Juni 2019. Jangan Berinvestasi Bila Kondisi Anda Seperti Ini. Kompas.com – https://bit.ly/2Yvfyhk
  • Admin. 6 September 2017. Yuk, Buat Perencanaan Keuangan untuk Masa Depan dan Tujuan Keuanganmu! Swara.tunaiku.com – https://bit.ly/2ynCS67

 

Sumber Gambar:

  • Waktu investasi – http://bit.ly/2OLhAdF