Lada, bumbu masakan yang paling banyak diminati kabarnya akan masuk ke Bursa Berjangka. Lantas bagaimana peluang kontrak berjangka lada?

Simak ulasannya dalam artikel Finansialku berikut ini!

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Learn and Invest

 

Profil Komoditas Lada

Lada, salah satu rempah kebanggaan Indonesia yang sering diperebutkan berbagai negara karena perannya yang sangat besar di setiap masakan dunia.

Kabarnya, tidak lama lagi komoditas lada akan meramaikan transaksi di Bursa Berjangka Jakarta (BBJ).

KBI (Kliring Berjangka Indonesia) dan BBJ telah menandatangani surat perjanjian kerja sama yang selanjutnya dapat juga ditransaksikan di pasar berjangka fisik.

Indonesia sendiri merupakan negara pengekspor lada terbesar nomor 2 di dunia setelah Vietnam.

Menurut data Direktorat Jenderal Perkebunan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berkontribusi sebagai produsen lada terbesar di Indonesia dengan nilai mencapai 1,25 ton per hektar atau 39 persen dari total produksi lada Nasional.

Adapun jenis yang diproduksi adalah lada putih atau Muntok White Pepper.

Selain itu, Lampung juga merupakan produsen lada terbesar dengan jenis lada hitam, Lampung Black Pepper.

Kontrak Berjangka Lada 02 - Finansialku

[Baca Juga: Definisi Wesel Adalah]

 

Dari tahun ke tahun produksi lada terus mengalami peningkatan yang signifikan. Dalam kurun waktu 2015-2019, produksinya menunjukkan tren yang positif.

Data BPS mengungkapkan:

  • Tahun 2016, produksi lada mencapai 86.334 ton, naik 5,93 persen dari tahun 2015 (81.501 ton).
  • Tahun 2017, produksi lada sebesar 87.991 ton, hanya naik 1,92 persen dari tahun 2016.
  • Tahun 2018, produksi lada sebesar 88.715 ton, hanya naik 0,82 persen dari tahun 2017.
  • Tahun 2019, produksi lada diperkirakan akan meningkat 89.617 ton, atau sebesar 1,07 persen dari tahun 2018. 

 

Risiko dan Peluang Komoditas Lada

Peningkatan produksi lada nasional justru berbanding terbalik dengan harga lada di pasaran. 

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Perkebunan, harga lada mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir.

Di tahun 2016, harga rata-rata bulanan di pasar domestik adalah Rp143.867 (lada putih) dan Rp121.000 (lada hitam).

Sedangkan di tahun 2017, harga rata-rata bulanan mencapai Rp85.349 (lada putih) dan Rp 59.500 (lada hitam).

Terlebih lagi dari tahun ke tahun lahan yang digunakan untuk memproduksi lada menyusut 0,2 hektar.

Hadirnya transaksi kontrak berjangka lada diharapkan dapat melancarkan transaksi terhadap cadangan lada selama ini agar memudahkan para investor untuk memperoleh komoditas lada.

Selain itu, transaksi kontrak berjangka juga bisa memberi kepastian harga bahan baku lada dan meminimalisasi risiko bisnis.

Pemerintah berkomitmen untuk semakin mengembangkan bidang usaha komoditas lada setelah lada terdaftar pada komoditas BBJ.

Kontrak Berjangka Lada 03 - Finansialku

[Baca Juga: Definisi Koperasi Adalah]

 

Masuknya komoditas lada putih Muntok ini dapat mendorong dan memberikan nilai tambah bagi para petani serta perekonomian Nasional.

Transaksi berjangka sendiri dilakukan dengan tujuan mengelola risiko melalui kegiatan lindung nilai atau dikenal hedging dan berperan dalam pembentukan harga komoditas.

Dengan hedging melalui kontrak berjangka, maka risiko ini dapat diminimalisasi baik di sisi produsen maupun konsumen.

 

Kontrak Berjangka Lada

Setelah berbagai pertimbangan, akhirnya komoditas lada mendapat kepastian untuk dilakukan transaksi berjangka pada 22 November 2019.

Penandatanganan nota kesepahaman resmi dilakukan antara Fajar Wibhiyadi selaku Dirut KBI, Direktur Bursa Berjangka Jakarta Donny Raymond dan Direktur PT Wahana Inspirindo Sejahtera Dede Iswanto, serta disaksikan oleh Kepala Bagian Penguatan dan Pengawasan Pasar lelang komoditas (Bappebti) Himawan Purwadi.

Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan dapat menjadi solusi terhadap permasalahan yang dihadapi petani dan industri yang membutuhkan komoditas lada.

Ke depan, komoditas lada akan diperdagangkan dalam bentuk pasar fisik di BBJ, dan KBI akan bertindak sebagai lembaga kliring dan penjaminan transaksi.

Komoditas Delisting 02 - Finansialku

[Baca Juga: Definisi Aset Adalah]

 

Sedangkan PT Wahana Inspirindo Sejahtera akan menyediakan sarana dan prasarana komoditas lada dalam hal ini Merk Muntok White Pepper (WMP).

Selain kontrak berjangka lada, Agustus 2019 lalu kontrak komoditas timah murni batangan telah resmi di BBJ. Hal ini tersedia dalam bentuk pasar fisik timah murni batangan.

Langkah ini bersinergi dengan BUMN yakni PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI).

Dengan begitu, harapannya harga timah yang terbentuk pada bursa nasional mampu menjadi acuan internasional. Mengingat Indonesia merupakan produsen timah terbesar kedua di dunia.

 

BBJ Terus Berinovasi

BBJ di masa depan akan terus berinovasi untuk menambah variasi komoditas Indonesia pada perdagangan berjangka.

Semoga kontrak berjangka lada bisa mengikuti kesuksesan transaksi kontrak berjangka timah.

Jadi, jangan ragu dengan komoditas yang baru melantai di BBJ ya.

Selain itu, jangan ragu juga untuk melakukan perencanaan keuangan menggunakan Aplikasi Finansialku yang bisa diunduh melalui Google Play Store.

 

Gratis Download Ebook Perencanaan Keuangan untuk Usia 30 an

Perencanaan Keuangan Untuk Usia 30 an - Finansialku Mock Up

Download Ebook Sekarang

 

Apakah Anda tertarik dengan kontrak berjangka lada? Berikan tanggapan dan komentar pada kolom bawah ini. Bagikan artikel ini kepada kerabat Anda.

 

Sumber Gambar:

  • Kontrak Berjangka Lada 1 – http://bit.ly/2YbkGIZ
  • Kontrak Berjangka Lada 2 – http://bit.ly/37WcQrb
  • Kontrak Berjangka Lada 3 – http://bit.ly/2P83gZJ