Penyakit Hepatitis adalah salah satu penyakit menular yang menjadi penyebab kematian jika tidak ditangani secara tepat.
Oleh karena itu, setiap orang perlu tahu pengertian dan klasifikasi tentang Hepatitis. Kali ini Finansialku akan membahas tentang Hepatitis dan bagaimana cara menanganinya.
Rubrik Finansialku
Apakah Penyakit Hepatitis Itu?
Hepatitis menjadi salah satu penyakit yang menjadi banyak ancaman kesehatan utama di dunia, begitu juga di Indonesia.
Negara Indonesia merupakan negara dengan endemisitas tertinggi Hepatitis B terbesar kedua di Asia Tenggara setelah Myanmar.
Berdasarkan hasil Riskedas (Riset Kesehatan Dasar), studi dan uji saring darah donor PMI maka diperkirakan diantara 100 orang Indonesia, 10 di antaranya telah terinfeksi Hepatitis B dan Hepatitis C.
Saat ini diperkirakan ada 28 juta penduduk Indonesia yang terinfeksi Hepatitis B dan C, dan sekitar 1,4 jutanya bahkan berpotensi untuk menderita kanker hati.
Siapa yang Berisiko Terkena Penyakit Hepatitis?
Siapa saja bisa terkena Hepatitis termasuk orang-orang yang melakukan kegiatan dibawah ini:
- Orang yang berbagi jarum dengan orang lain seperti jarum untuk tindik, tato ataupun jarum untuk pengobatan medis.
- Melakukan hubungan seks tanpa kondom.
- Penularan dari ibu ke anak.
- Serta orang yang baru melakukan prosedur medis seperti kemoterapi transfusi darah, terapi penekanan sistem kekebalan tubuh.
Gejala Hepatitis
Tidak semua orang yang terkena Hepatitis menimbulkan gejala, bahkan jika ada gejalanya pun tidak terlalu terlihat dan akan samar-samar.
Sekitar 80% kasus penderita Hepatitis tidak menimbulkan gejala. Karena biasanya penderita Hepatitis bersifat asimptomatis (pasien tidak menyadari gejala adanya penyakit). Sisanya menunjukan gejala yang bervariasi.
Berikut ini adalah gejala dari Hepatitis:
- Kelelahan.
- Kehilangan nafsu makan.
- Mual atau muntah.
- Nyeri sendi atau nyeri otot.
- Perasaan gatal.
- Pendarahan dalam.
Macam-Macam Jenis Hepatitis
Penyakit Hepatitis merupakan peradangan hati yang disebabkan oleh virus Hepatitis, yang dapat mengacu pada peradangan liver.
Hepatitis juga dapat disebabkan oleh infeksi virus, bahan kimia, penyalahgunaan obat, dan gangguan kekebalan tubuh. Berikut ini macam-macam jenis Hepatitis yang harus diantisipasi.
#1 Hepatitis A
Penyebabnya adalah virus Hepatitis A, dan merupakan salah satu penyakit peradangan akut pada liver dan merupakan penyakit yang perkembangannya terbatas dengan gejala yang bertahan selama beberapa minggu, sebelum si penderita pulih seutuhnya.
[Baca Juga: Biaya Persalinan yang Ditanggung BPJS Kesehatan dan Cara Menggunakan Kartu BPJS Kesehatan untuk Melahirkan]
#2 Hepatitis B
Ini merupakan Hepatitis yang paling umum. Sebagian besar orang Indonesia banyak yang terinfeksi virus Hepatitis B dan biasanya akan sembuh, kemudian menjadi kebal terhadapnya.
Namun Hepatitis yang berkepanjangan menyebabkan komplikasi serius, termasuk Hepatitis serius, sirosis liver, gagal liver bahkan kanker liver.
[Baca Juga: Apakah Obesitas di Cover BPJS Kesehatan?]
#3 Hepatitis C
Penyebab utama dari Hepatitis C adalah sirosis dan kanker hati. Hepatitis C mengalami masa inkubasi selama 2-24 minggu.
Penularan Hepatitis C dapat melalui darah dan cairan tubuh. Sebagian besar yang telah terinfeksi Hepatitis C tidak dapat menghilangkan virusnya.
[Baca Juga: Layanan BPJS Kesehatan: Kenali Ciri-ciri Penyakit Tipes dan Gejala Tipes]
Apa Komplikasi Hepatitis yang Mungkin Saja Terjadi?
Jika Hepatitis dibiarkan tanpa pengobatan, maka akan menyebabkan sirosis atau kerusakan yang permanen pada hati dan akan mengakibatkan gagal hati.
Jika pada pemeriksaan rutin kesehatan terdapat virus Hepatitis maka sebaiknya segera lakukan pengobatan.
Tahap pertama dari kerusakan hati merupakan fibrosis yakni adanya pengerasan pada jaringan hati (kerusakan jaringan).
Dalam jangka waktu yang lama fibrosis akan berubah menjadi sirosis yaitu kerusakan yang parah pada hati.
Beberapa penelitian menunjukkan ada 20% penderita Hepatitis C kronis yang akan mengalami sirosis. Begitu sirosis terjadi, maka sekitar 50% penderita akan mengancam nyawa pada waktu 5 sampai 10 tahun berikutnya.
Selain itu ada juga kemungkinan bahwa kanker hati akan dialami oleh penderita yang mengalami sirosis tadi.
Gratis Download Ebook Panduan Investasi Reksa Dana untuk Pemula
Cara Mengetahui Diagnosis Hepatitis yang Tepat
Banyak orang yang salah dalam mendiagnosis Hepatitis. Cara terbaik untuk mengetahui adanya penyakit Hepatitis adalah dengan tes darah. Jika kadar bilirubin darah meningkat maka orang tersebut terserang Hepatitis.
Bilirubin diangkut menuju hati untuk diekstrak, dan kadar bilirubin yang tinggi berarti adanya faktor pembekuan darah yang lumayan tinggi dan peningkatan risiko kecenderungan pendarahan dan mudah memar.
Selain melakukan tes darah Anda juga dapat mengetahui diagnosis penyakit Hepatitis melalui pemeriksaan gejala fisik beserta dengan pemeriksaan riwayat.
[Baca Juga: Jika Karyawan Resign atau Kena PHK, Bagaimana Status Kepesertaan BPJS Kesehatan?]
Bagaimana Pengobatan untuk Penyakit Hepatitis?
Berikut merupakan obat-obatan yang dapat digunakan untuk pengobatan Hepatitis.
#1 Interferon
Anda bisa menggunakan interferon sebagai salah satu pengobatan Hepatitis.
Interferon merupakan kombinasi dari obat-obatan virus, obat ini dapat mengurangi efek samping dan memungkinkan obat untuk tetap berada di dalam tubuh.
Interferon dapat memasok protein bagi tubuh untuk melawan infeksi terutama dalam sistem kekebalan tubuh.
#2 Obat Antivirus Protease Inhibitor
Obat ini digunakan untuk mencegah penyebaran virus-virus dengan menghentikan reproduksinya. Obat ini dapat dikonsumsi secara oral. Contoh beberapa protease inhibitor, misalnya Telaprevir, Boceprevir, dan Paritaprevir.
[Baca Juga: BPJS Kesehatan Tak Lagi Tanggung Pembayaran 100% Untuk 8 Penyakit Ini]
Mengobati Pasien Hepatitis
Banyak orang mengatakan untuk mengobati Hepatitis dibutuhkan waktu yang lama, lalu bagaimana cara pengobatan pasien Hepatitis yang tepat agar penyembuhan pasca sakit tidak terlalu lama?
- Beristirahatlah, karena pasien pasca Hepatitis dianjurkan untuk bed rest, tidak boleh mengerjakan pekerjaan fisik yang berat.
- Untuk mengatasi nafsu makan yang berkurang karena perasaan mual pasca Hepatitis, Anda bisa memilih makanan seperti buah-buahan yang tubuh Anda bisa sera dengan baik.
- Istirahatkan hati, jangan mengkonsumsi alkohol, karena mengkonsumsi alkohol akan membuat hati Anda bekerja lebih berat.
- Cuci tangan dengan bersih setelah dari toilet dan perhatikan kebersihan.
- Jangan menyediakan makanan untuk orang lain ketika Anda sakit, karena ditakutkan virus Hepatitis akan menyebar melalui makanan.
Itulah informasi penting mengenai penyakit Hepatitis. tuliskan pertanyaan dan tanggapan Anda pada kolom komentar di bawah.
Jangan lupa juga untuk membagikan informasi ini kepada orang lain di sekitar Anda ya, terima kasih.
Sumber Referensi:
- Lika Aprilia Samiadi. Informasi Lengkap Seputar Penyakit Hepatitis yang Wajib Anda Ketahui. Hellosehat.com – https://goo.gl/fDBLq1
- Admin. Hepatitis (A, B, C). Gleneagles.com- https://goo.gl/QYyELT
Sumber Gambar:
- Hepatitis 1 – https://goo.gl/5U1FTg
- Hepatitis 2 – https://goo.gl/Qvrbwq


















Leave A Comment