Apa betul Bank Indonesia memberikan lisensi uang elektronik alias e-money?

Seperti yang telah Anda ketahui bahwa PayTren dan beberapa platform lainnya sempat dibekukan. Lalu benarkah kini Bank Indonesia sudah resmi mengeluarkan lisensinya?

Cari tahu disini!

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Finansialku Planner

 

Mari Mengenal Uang Elektronik (e-money)

Dewasa ini, instrumen pembayaran semakin variatif, dimana tujuannya adalah memudahkan penggunanya dan membuat proses pembayaran semakin praktis. Salah satu instrumen pembayaran baru yang sedang beredar di tanah air adalah uang elektronik alias e-money.

Melansir dari situs Bi.go.id, uang elektronik didefinisikan sebagai alat pembayaran dalam bentuk elektronik dimana nilai uangnya disimpan dalam media elektronik tertentu dengan beberapa unsur berikut terkandung di dalamnya:

  1. Diterbitkan atas dasar nilai uang yang disetor terlebih dahulu oleh pemegang kepada penerbit;
  2. Nilai uang disimpan secara elektronik dalam suatu media seperti server atau chip;
  3. Digunakan sebagai alat pembayaran kepada pedagang yang bukan merupakan penerbit uang elektronik tersebut; dan
  4. Nilai uang elektronik yang disetor oleh pemegang dan dikelola oleh penerbit bukan merupakan simpanan sebagaimana dimaksud dalam undang-undang yang mengatur mengenai perbankan.

 

Gratis Download Ebook Pentingnya Mengelola Keuangan Pribadi dan Bisnis

Ebook Pentingnya Mengelola Keuangan Pribadi dan Bisnis - Mock Up - Finansialku Jurnal

DOWNLOAD EBOOK SEKARANG

 

Menurut Bank Indonesia, jenis uang elektronik terbagi menjadi 2, berdasarkan tercatat atau tidaknya data identitas pemegang pada penerbit Uang Elektronik yakni sebagai berikut:

  1. Uang Elektronik registered: Uang Elektronik yang data identitas pemegangnya tercatat/terdaftar pada penerbit Uang Elektronik. Dalam kaitan ini, penerbit harus menerapkan prinsip mengenal nasabah dalam menerbitkan Uang Elektronik Registered. Batas maksimum nilai Uang Elektronik yang tersimpan pada media chip atau server untuk jenis registered adalah Rp5.000.000 (lima juta rupiah).
  2. Uang Elektronik unregistered: Uang Elektronik yang data identitas pemegangnya tidak tercatat/terdaftar pada penerbit Uang Elektronik. Batas maksimum nilai Uang Elektronik yang tersimpan pada media chip atau server untuk jenis unregistered adalah Rp1.000.000 (satu juta Rupiah).

Apa manfaat dari diciptakannya uang elektronik ini?

Keberadaan uang elektronik awalnya diharapkan akan mendorong terwujudnya cashless society, yaitu sebuah mekanisme dalam masyarakat untuk menjalankan ekonominya tanpa harus menggunakan uang fisik atau kontan dalam berbagai macam transaksi atau pembayarannya.

Selain-Kartu-Kredit,-Ini-Alat-Bayar-Belanja-Online-yang-Aman-Digunakan-2-Finansialku

[Baca Juga: 11 Fakta Unik Tentang Uang yang akan Membuat Anda Terperangah]

 

Bi.go.id mengungkapkan beberapa manfaat uang elektronik sebagai instrumen pembayaran sebagai berikut:

  • Memberikan kemudahan dan kecepatan dalam melakukan transaksi transaksi pembayaran tanpa perlu membawa uang tunai.
  • Tidak lagi menerima uang kembalian dalam bentuk barang (seperti permen) akibat padagang tidak mempunyai uang kembalian bernilai kecil (receh).
  • Sangat applicable untuk transaksi massal yang nilainya kecil namun frekuensinya tinggi, seperti: transportasi, parkir, tol, fast food, dan lain sebagainya.

 

Perkembangan uang elektronik diharapkan pula dapat digunakan sebagai alternatif alat pembayaran non tunai yang dapat menjangkau masyarakat yang selama ini belum mempunyai akses kepada sistem perbankan.

Di samping berbagai manfaatnya, tentu ada risiko yang melengkapi uang elektronik ini. Beberapa risikonya antara lain adalah sebagai berikut:

  • Hilang dan digunakan oleh pihak lain, karena pada prinsipnya uang elektronik sama seperti uang tunai yang apabila hilang tidak dapat diklaim kepada penerbit.
  • Kurang pahamnya pengguna dalam menggunakan uang elektronik, seperti pengguna tidak menyadari uang elektronik yang digunakan ditempelkan 2 (dua) kali pada reader untuk suatu transaksi yang sama sehingga nilai uang elektronik berkurang lebih besar dari nilai transaksi.

 

Yang Perlu Anda Pahami Tentang Penipuan Kartu Kredit 02 - Finansialku

[Baca Juga: Belajar Meningkatkan Keterampilan Keuangan bagi Buah Hati Anda dengan Menggunakan Koin]

Dalam pemanfaatan uang elektronik, Anda terlebih dahulu harus menyetorkan uang kepada pihak penerbit. Uang tersebut kemudian akan disimpan dalam media elektronik dan siap digunakan untuk keperluan bertransaksi.

Saat Anda menggunakannya, secara otomatis nilai uang elektronik yang tersimpan dalam media elektronik akan berkurang sebesar nilai transaksi yang dilakukan. Anda kemudian dapat mengisi kembali (top-up) untuk mengisi saldo lagi.

Media elektronik untuk menyimpan nilai uang elektronik dapat berupa chip atau server.

Melansir dari Bi.go.id, ada 7 pihak yang terkait dalam penyelenggaran uang elektronik ini, yakni sebagai berikut:

  • Pemegang kartu adalah pengguna yang sah dari Uang Elektronik.
  • Prinsipal adalah bank atau lembaga selain bank yang bertanggung jawab atas pengelolaan sistem dan/atau jaringan antar anggotanya, baik yang berperan sebagai penerbit dan/atau acquirer, dalam transaksi Uang Elektronik yang kerjasama dengan anggotanya didasarkan atas suatu perjanjian tertulis.
  • Penerbit adalah bank atau lembaga selain bank yang menerbitkan Uang Elektronik.
  • Acquirer adalah bank atau lembaga selain bank yang melakukan kerjasama dengan pedagang (merchant), yang dapat memproses Uang Elektronik yang diterbitkan oleh pihak lain.
  • Pedagang (merchant) adalah penjual barang dan/atau jasa yang menerima pembayaran dari transaksi penggunaan Uang Elektronik.
  • Penyelenggara kliring adalah bank atau lembaga selain bank yang melakukan perhitungan hak dan kewajiban keuangan masing-masing penerbit dan/atau acquirer dalam rangka transaksi Uang Elektronik.
  • Penyelenggara penyelesaian akhir adalah bank atau lembaga selain bank yang melakukan dan bertanggungjawab terhadap penyelesaian akhir atas hak dan kewajiban keuangan masing-masing penerbit dan/atau acquirer dalam rangka transaksi Uang Elektronik berdasarkan hasil perhitungan dari penyelenggara kliring.

 

 

Dasar Hukum dan Peraturan Uang Elektronik (e-money

Penyelenggaraan uang elektronik sebelumnya telah diatur dalam 2 Peraturan Bank Indonesia (PBI) berikut:

  1. Peraturan Bank Indonesia Nomor 11/12/PBI/2009 tanggal 13 April 2009 tentang Uang Elektronik (Electronic Money).
  2. Surat Edaran Bank Indonesia No.11/11/DASP tanggal 13 April 2009 perihal Uang Elektronik (Electronic Money).

 

Namun baru-baru ini, Bank Indonesia kembali merilis sebuah peraturan (PBI) baru, yaitu Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 20/6/PBI/2018.

Dalam peraturan ini dilakukan beberapa penyesuaian dari peraturan sebelumnya.

Lisensi Uang Elektronik 02 e-Money - Finansialku

[Baca Juga: Uang Tidak Dapat Dilihat dengan Menggunakan Mata, Latihlah Pikiran Anda dari Sekarang agar Dapat Melihat Uang]

 

Secara umum, PBI Nomor 20/6/PBI/2018 mengatur perihal:

  1. Tata cara pengajuan dan penerbitan izin penyelenggara uang elektronik.
  2. Pembatasan minimal modal disetor.
  3. Pembatasan porsi pemegang saham asing dalam perusahaan penyedia layanan uang elektronik.

 

PBI ini akan berlaku per tanggal 4 Mei 2018 dengan pihak yang diatur adalah bank, dan lembaga selain bank yang sedang dalam proses perizinan maupun yang sudah memiliki izin.

Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran, Onny Wijanarko mengungkapkan bahwa Bank Indonesia akan menyesuaikan hingga 15 poin aturan demi memenuhi peningkatan kebutuhan masyarakat.

Onny mengungkapkan di Gedung BI, Jakarta (7/5/18):

“Memang yang pertama bisnis uang elektronik ini semakin bervariasi seiring peningkatan teknologi dan peningkatan kebutuhan masyarakat.”

 

Daftar Aplikasi Finansialku

Download Aplikasi Finansialku di Google Play Store

Beliau mengungkapkan beberapa perubahan utama yang dilakukan adalah sebagai berikut:

  • Batas maksimal saldo uang elektronik dimana yang tidak memiliki data pemilik atau unregistered akan dinaikkan batas maksimumnya dari Rp1 juta menjadi Rp2 juta.
  • Minimal modal disetor yakni minimal Rp3 miliar saat pertama mengajukan izin (besaran modal yang wajib disetor juga akan meningkat berdasarkan nilai floating fund, alias akumulasi dari seluruh dana mengendap yang belum digunakan konsumen).
  • Adanya holding period izin selama lima tahun, dan masih banyak lagi.

 

Slide Do’s and Don’ts Penggunaan Kartu Kredit yang Benar 02 - Finansialku

[Baca Juga: Kasus Mega Korupsi e-KTP Triliunan Rupiah, Menurut Anda Mengapa Korupsi Masih Terjadi?]

 

Yang terbaru adalah perilisan perizinan uang elektronik (e-money) kepada beberapa penyelenggara oleh Bank Indonesia.

Perizinan terbaru dilakukan pada 5 perusahaan, yakni:

  1. PT Verita Sentosa Internasional (pengusung platform PayTren)
  2. PT Ezeelink Indonesia (pengusung platform Ezeelink)
  3. PT Solusi Pasti Indonesia (pengusung platform PayPro)
  4. PT Cakra Ultima Sejahtera (pengusung platformid)
  5. PT E2Pay Global Utama (pengusung platform Kocek)

 

Dengan demikian, sudah ada 28 perusahaan yang mengantongi lisensi uang elektronik BI per 8 Juni 2018, yakni sebagai berikut:

Daftar Penyelenggara Uang Elektronik yang Telah Memperoleh Izin dari Bank Indonesia

Per 8 Juni 2018

NoNamaAlamatSurat dan Tanggal IzinTanggal Efektif OperasionalKeterangan
1PT Artajasa Pembayaran ElektronisGrha Artajasa, Jl. Letnan Sutopo Blok B.1 No. 3 Sektor Komersil III B, Lengkong Gudang Timur, Serpong, Kota Tangerang Selatan, Banten 15310No. 14/327/DASP tanggal 9 Mei 201221 Nov 2012Penerbit
2

PT Bank Central Asia Tbk

Menara BCA, Grand Indonesia, Jl. MH. Thamrin No. 1, Jakarta 10310No. 11/424/DASP tanggal 3 Juli 20093 Jul 2009Penerbit
3PT Bank CIMB NiagaGraha Niaga/Niaga Tower, Jl. Jend. Sudirman Kav. 58, Jakarta 12190No. 15/119/DASP tanggal 13 Februari 201327 Mar 2013Penerbit
4PT Bank DKIJl. Suryopranoto No. 8, Jakarta Pusat 10130No. 11/429/DASP tanggal 3 Juli 20093 Jul 2009Penerbit
5PT Bank Mandiri (Persero) TbkPlaza Mandiri, Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 36 – 38, Jakarta 12190No. 11/434/DASP tanggal 3 Juli 20093 Jul 2009Penerbit
6PT Bank Mega TbkMenara Bank Mega, Jl. Kapten Tendean Kav. 12-14A, Mampang Prapatan, Jakarta 12790No. 11/443/DASP tanggal 3 Juli 20093 Jul 2009Penerbit
7PT Bank Negara Indonesia (Persero) TbkGedung BNI, Jl. Jend. Sudirman Kav. 1, Jakarta 10220No. 11/438/DASP tanggal 3 Juli 20093 Jul 2009Penerbit
8PT Bank NationalnobuNobu Center, Plaza Semanggi, Jl. Jend. Sudirman Kav 50, Jakarta 12930No. 15/148/DASP tanggal 26 Februari 201323 Apr 2013Penerbit
9PT Bank PermataGedung World Trade Center (WTC) II, Jl. Jend. Sudirman Kav. 29-31 Jakarta 12920No. 15/26/DASP tanggal 11 Januari 20123 Jan 2013Penerbit
10PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) TbkJl. Jend. Sudirman No. 44-46, Jakarta 10210No. 12/691/DASP tanggal 13 Agustus 201029 Des 2010Penerbit
11PT Finnet IndonesiaMenara Bidakara Lt. 21, Jl. Jend. Gatot Subroto Kav 71-73, Pancoran, Jakarta 12870No. 14/277/DASP tanggal 16 April 20121 Jun 2012Penerbit
12PT Indosat TbkGedung Indosat Lt. 19, Jl. Medan Merdeka Barat No. 21, Jakarta 10110No. 11/512/DASP tanggal 3 Juli 20093 Jul 2009Penerbit
13PT Nusa Satu Inti ArthaPlaza Asia Office Park Unit 3, Jl. Jend. Sudirman Kav. 59, Jakarta 12190No. 14/898/DASP tanggal 20 Desember 20125 Mar 2013Penerbit
14PT Skye Sab IndonesiaJl. Pangeran Antasari No. 18A, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan 12150No. 11/431/DASP tanggal 3 Juli 2003 Jul 2009Penerbit
15PT Telekomunikasi Indonesia TbkJl. Japati No. 1 BandungNo. 11/432/DASP tanggal 3 Juli 20093 Jul 2009Penerbit
16PT Telekomunikasi SelularKomplek Telkom Landmark Tower, Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 52, Jakarta 12710No. 11/513/DASP tanggal 3 Juli 20093 Jul 2009Penerbit
17PT XL Axiata TbkXL Axiata Tower, Jl. H.R. Rasuna Said X5 Kav. 11 – 12, Kuningan Timur, Setiabudi, Jakarta Selatan 12950No. 12/816/DASP tanggal 6 Oktober 201029 Mar 2011Penerbit
18

PT Smartfren Telecom Tbk

Jl. H. Agus Salim No. 45, Menteng, Jakarta 10340No. 16/85/DKSP tanggal 26 Mei 201416 Jun 2014Penerbit
19PT Dompet Anak Bangsa (d/h PT MVCommerce Indonesia)Gd. Pasaraya Blok M, Gd. B Lt. 6 & 7, Jl. Iskandarsyah II, No. 2, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan 12160No. 16/98/DKSP tanggal 17 Juni 201429 Sep 2014Penerbit
20PT Witami Tunai MandiriGran Rubina Business Park, Generali Tower Lt. 19, Jl. HR Rasuna Said Kav. C-22, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12940No. 16/129/DKSP tanggal 18 Juli 20145 Jan 2015Penerbit
21PT Espay Debit Indonesia KoeGedung Capital Place Lt. 18, Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 18, Kuningan Barat, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan 12710No. 18/262/DKSP/Srt/B tanggal 29 Februari 201620 Jul 2016Penerbit
22PT Bank QNB Indonesia TbkQNB Tower, 18 Parc SCBD, Jl. Jend. Sudirman Kav.52-53, Jakarta PusatNo. 19/129/DKSP/Srt/B tanggal 13 Februari 20171 Mar 2017Penerbit
23PT BPD Sumsel BabelJl. Gubernur H. Ahmad Bastari No. 07, Kel. Silaberanti, Kec. Seberang Ulu I, Jakabaring, PalembangNo. 19/250/DKSP/Srt/B tanggal 13 Maret 20172 Apr 2017Penerbit
24PT Buana Media TeknologiJl. Ciputat Raya No. 28B, Kebayoran Lama Selatan, Jakarta Selatan 12240No. 19/468/DKSP/Srt/B tanggal 23 Mei 201729 Mei 2017Penerbit
25PT Bimasakti Multi SinergiGraha Bimasakti, Jl. Delta Raya Utara Kav. 49-51, Deltasari Baru Sidoarjo, Jawa Timur 61256No. 19/467/DKSP/Srt/B tanggal 23 Mei 201714 Jun 2017Penerbit
26PT Visionet InternasionalLippo Kuningan Lantai 21 Jl. H. R. Rasuna Said Kav. B-12 Jakarta Selatan 12940No. 19/661/DKSP/Srt/B tanggal 7 Agustus 201722 Ags 2017Penerbit
27PT Inti Dunia SukseJl. Ancol Barat I No.9-10 Kelurahan Ancol, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara 14430No. 19/672/DKSP/Srt/B tanggal 10 Agustus 201710 Okt 2017Penerbit
28PT Veritra Sentosa InternasionalThe Suites Metro Blok E5-E7, Jl. Soekarno Hatta No. 693, RT/RW 06/06, Kelurahan Jatisari, BandungNo. 20/207/DKSP/Srt/B tanggal 22 Mei 20181 Jun 2018Penerbit

*Sumber: Bi.go.id

 

Kesimpulan: Adanya Perubahan dan Penyesuaian

Melalui penjabaran di atas, dapat disimpulkan bahwa sudah dilakukan beberapa perubahan dan penyesuaian dalam Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 20/6/PBI/2018.

Perubahan dan penyesuaian itu dilakukan semata-mata demi memenuhi peningkatan kebutuhan masyarakat akan uang elektronik, dimana jumlah pemegang lisensi uang elektronik pun terus bertambah per Juni 2018 ini.

Bagaimana menurut Anda? Apakah Anda juga pro dengan uang elektronik? Atau malah kontra? Berikan pendapat Anda pada kolom komentar di bawah ini, terima kasih.

Jika artikel ini bermanfaat bagi Anda, bagikan sekarang juga kepada teman-teman Anda yang menantikan kabar bahagia soal uang elektronik ini. Anda bisa share artikel ini.

 

Apakah Anda memiliki pertanyaan mengenai Bank Indonesia memberikan lisensi uang elektronik lainnya? Tinggalkan komentar Anda di bawah.

Jika ada pertanyaan, silakan ajukan pertanyaan Anda pada kolom di bawah ini. Perencana Keuangan kami siap membantu Anda, terima kasih.

 

Sumber Referensi:

  • Admin. Edukasi (Uang Elektronik). Bi.go.id – https://goo.gl/VpHjck
  • Admin. Informasi Perizinan Penyelenggara dan Pendukung Jasa Sistem Pembayaran. Bi.go.id – https://goo.gl/HzhQqX
  • Randi Eka. 21 Juni 2018. Bank Indonesia Rilis Lisensi Uang Elektronik untuk Lima Perusahaan Baru (Di antaranya adalah perusahaan pengusung layanan PayTren, Ezeelink, PayPro, Duwit.id, dan Kocek). Dailysocial.id – https://goo.gl/pakTLN
  • Fadhly Fauzi Rachman. 8 Mei 2018. Aturan Baru Uang Elektronik Dirilis, Ini Rinciannya. Detik.com – https://goo.gl/mBvoqg

 

Sumber Gambar:

  • Lisensi Uang Elektronik 01 – https://goo.gl/2MqFyG
  • Lisensi Uang Elektronik 02 – https://goo.gl/nYDa8N