Uang tidak dapat dilihat dengan menggunakan mata, latihlah pikiran Anda dari sekarang agar dapat melihat uang. Banyak hal dalam investasi yang dapat dilihat dan terukur, namun siapa sangka yang terpenting adalah hal-hal yang tidak dapat Anda lihat. Lalu bagaimana cara mengetahui manakah transaksi yang menguntungkan atau tidak?

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Finansialku Planner

 

Melihat Uang dengan Pikiran

Ayah kaya Robert T. Kiyosaki selalu mengajarkan bahwa “Yang penting bukanlah apa yang dilihat matamu”. Memang saat membeli sebuah apartemen Anda akan melihat sertifikat hak milik dan seluruh surat-suratnya, namun Anda tidak melihat hal yang penting dari transaksi tersebut. Persetujuan finansial, pasar, pengelolaan, faktor risiko, arus kas, hukum pajak, struktur korporat, dan masih banyak lagi hal yang menentukan apakah sebuah investasi itu baik atau buruk. Dari sini Anda mulai menyadari bahwa dibutuhkan keahlian untuk melihat uang dengan pikiran dan bukan hanya dengan mata. Melalui artikel berikut, Finansialku akan menjelaskan mengapa uang tidak dapat dilihat dengan menggunakan mata, dan mari latihlah pikiran Anda dari sekarang agar dapat melihat uang.

Uang Tidak Dapat Dilihat dengan Menggunakan Mata, Latihlah Pikiran Anda dari Sekarang agar Dapat Melihat Uang 02 - Finansialku

[Baca Juga: 6 Aturan Dasar Berinvestasi, Ala Ayah Kaya Robert T. Kiyosaki]

 

Belajar Banyak dari Sebuah Kesalahan

Saat Robert memutuskan untuk membeli sebuah kondominium di Waikiki dengan harga US$56.000, dimana apartemen tersebut berisi 2 kamar tidur dan 1 kamar mandi dengan bangunan berukuran sedang, ayah kaya langsung memberikan puluhan pertanyaan atas keputusannya itu.

Ayah kaya menganggap bahwa investasi tersebut hanya sebuah kesalahan besar yang akan memberikan kerugian sangat banyak setiap bulannya walaupun agen real estate yakin bahwa transaksi tersebut bagus dan modal dapat kembali dengan cepat. Namun, ayah juga menjelaskan bahwa tindakan ini merupakan suatu pelajaran yang baik, dimana banyak orang hanya berpikir tanpa melakukan sesuatu, dan akhirnya menghindari kesalahan padahal dari kesalahanlah kita belajar banyak.

Hal yang penting tidak dapat hanya dipelajari, namun harus disertai dengan tindakan. Anda akan belajar dengan melakukan kesalahan dan mencari solusi untuk memperbaikinya dan disinilah kebijaksanaan terbentuk sedikit demi sedikit. Ayah kaya juga memberi tahu bahwa mayoritas investor berinvestasi 95% dengan menggunakan mata dan hanya 5% menggunakan pikiran, sehingga pembelian kerap kali terjadi akibat emosi dan bukan berdasarkan pertimbangan rasional. Inilah mengapa 9 dari 10 investor sering gagal menghasilkan uang.

Fakta Membuktikan Belanja Impulsif dan Hedonisme adalah - Finansialku

[Baca Juga: Fakta Membuktikan: Belanja Impulsif dan Hedonisme adalah Tanda Seseorang Tidak Tahu Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga]

 

Anda Bisa Melakukannya

Ayah kaya mengajarkan Robert untuk belajar mencari keuntungan dengan cara negosiasi, dan itulah yang diterapkan Robert. Dengan bernegosiasi mengenai syarat-syarat investasi, dengan harga yang sama, Robert mengubah kerugian sebanyak US$100 setiap bulan menjadi keuntungan sebanyak US$80 setiap bulannya hanya dengan negosiasi tingkat bunga, syarat pembayaran, dan periode amortisasi.

Lalu dimanakah perbedaannya? Di saat harga real estate di Waikiki naik pesat, Robert tidak hanya memperoleh keuntungan dari 1 unit saja, namun 7 unit karena ia membeli lebih banyak dari keuntungan 1 unit awal tersebut. Namun tentunya Anda sering mengalami kasus seperti ini: saat Anda memberi penawaran atau bernegosiasi dengan agen real estate, kebanyakan dari mereka akan menjawab, “Anda tidak dapat melakukannya.” Saat banyak orang berkata seperti itu, kenyataan yang tersembunyi adalah sebenarnya Anda bisa melakukannya, namun merekalah yang tidak bisa. Mereka tidak mau berusaha dan mengupayakan penawaran Anda, sehingga dengan mudahnya mereka menolak penawaran Anda.

Namun ingatlah, tidak ada yang tidak mampu Anda lakukan dan jangan pernah mendengarkan perkataan orang lain bahwa Anda tidak mampu melakukan sesuatu, justru buktikanlah dengan tindakan bahwa Anda bisa melakukannya.

Kunci Sukses Investasi Real Estate menurut Kiyosaki (Website)

[Baca Juga: Kunci Sukses Investasi Real Estate menurut Kiyosaki]

 

95% Mata dan 5% Pikiran

Seperti telah dijelaskan sebelumnya, kebanyakan orang menggunakan 95% mata dan hanya 5% pikiran dalam berinvestasi. Namun kenyataannya Anda perlu melatih mata sebanyak 5% dan melatih pikiran sebanyak 95% untuk dapat menjadi seseorang yang sukses dan profesional di sisi kanan kuadran. Mengapa demikian? Pernahkah terpikir oleh Anda, bahwa selama ini, triliunan uang terus berpindah dan nilainya semakin besar? Namun dimana uang tersebut? Uang bersifat kasat mata, dimana sebagian uang dan transaksinya bersifat elektronik. Maka jika Anda mencari uang hanya dengan menggunakan mata, Anda tidak akan pernah kaya. Namun jika Anda mengelola uang dengan menggunakan pikiran, maka uang akan senantiasa menghampiri dan mengejar Anda.

Kecerdasan finansial seperti inilah yang dicari banyak orang, dimana yang penting bukanlah seberapa banyak uang yang Anda hasilkan, namun berapa banyak uang yang Anda simpan dan seberapa keras uang bekerja untuk Anda. Lalu mengapa lebih banyak orang yang mengalami kesulitan finansial daripada kebebasan finansial? Hal tersebut dikarenakan mereka mendengarkan saran dari orang-orang yang sama-sama buta mental terhadap uang. Sehingga kasus yang kerap terjadi adalah orang buta menuntun orang buta.

Menuju Kesuksesan dalam Kebebasan Finansial Ala Robert Kiyosaki 01 - Finansialku

[Baca Juga: Jembatan Menuju Kebebasan Finansial: Berpindah dari Sisi Kiri ke Sisi Kanan Kuadran]

 

Melatih Pikiran untuk Melihat Uang

Jika Anda tidak memahami sistem kata-kata dan angka kapitalisme, maka sama saja Anda berbicara dalam bahasa asing tanpa memahaminya sama sekali. Lalu bagaimana cara melatih otak agar dapat memahami itu semua? Sesungguhnya jawabannya sangatlah sederhana, Anda harus melek finansial. Anda perlu memahami bahasa-bahasa dalam setiap kuadran, karena tiap kuadran memiliki bahasa asingnya masing-masing. Awal dari melek finansial ditunjukkan dengan pemahaman Anda dalam kata-kata dan angka dalam setiap kuadran.

Sebagai contoh saat Anda pergi ke dokter dan dokter berkata bahwa, “Sistolik Anda 120 dan diastolik 80.” Apakah Anda memahaminya? Berapa seharusnya sistolik dan diastolik agar dapat dinyatakan normal dan sehat? Dokter tersebut berbicara dalam kuadran S, sedangkan Anda berbicara dengan bahasa kuadran I, maka Anda tidak dapat saling memahami satu sama lain. Oleh karena itulah, kemampuan menghasilkan uang diawali dengan pengertian dan pemahaman mengenai kata-kata dan angka.

HR Apakah Karyawan Anda Menghadapi Permasalahan Keuangan Ini 5 Tandanya 01 - Finansialku

[Baca Juga: HR: Apakah Karyawan Anda Menghadapi Permasalahan Keuangan? Ini 5 Tandanya]

 

Mengurangi Risiko dengan Belajar

Pertanyaan yang sering kali muncul adalah, “Mungkinkah saya berinvestasi tanpa melati pikiran saya terlebih dahulu?” Jawabannya adalah mungkin, namun Anda tidak akan mengetahui risiko yang sesungguhnya. Tanpa pengetahuan dan proses belajar, berinvestasi seperti mengendarai mobil tanpa kemampuan berkendara, yaitu melakukan sesuatu dengan penuh ketakutan dan risiko yang sangat banyak. Berinvestasi sebenarnya tidak berisiko tinggi, namun yang berisiko tinggi adalah jika Anda melakukannya tanpa mempelajarinya terlebih dahulu. Jika Anda ingin memulai pelajaran mengenai investasi dan bagaimana melihat uang, ingatlah untuk mencari saran yang baik.

Apa bedanya saran yang baik dan buruk? Saran yang buruk sangatlah berisiko dan sebagian besar saran buruk disampaikan di keluarga melalui contoh, dimana anak-anak lebih mudah belajar melalui contoh daripada kata-kata. Oleh karena itu, carilah saran yang baik dan tepat, kemudian berilah saran dan contoh yang baik kepada generasi penerus Anda, agar ia dapat memperoleh proses pembelajaran yang baik sedari kecil untuk menghadapi masa depannya kelak.

Peluang-Investasi-Saham-Bulan-Ramadhan

[Baca Juga: Peluang Investasi di Bulan Puasa, Inilah Saham yang Berpotensi Naik di Bulan Ramadhan]

 

Baik atau Tidaknya Saran Bergantung Kepada Diri Anda Sendiri

Ayah kaya juga menyampaikan pikirannya terhadap proses mencari saran, “Penasihat Anda hanya bisa sepandai Anda. Jika Anda tidak pandai, maka mereka tidak bisa memberi banyak saran. Jika Anda naif secara finansial, maka penasihat Anda hanya akan memberi strategi finansial yang aman dan terjamin. Jika Anda bukanlah seorang investor yang canggih, mereka hanya menawarkan jenis investasi dengan risiko yang rendah dan hasil yang cenderung rendah juga.”

Anda harus menyadari bahwa hanya jika Anda memiliki pengetahuan finansial yang cukup dalam, maka Anda dapat memperoleh saran finansial yang lebih baik. Mereka tidak akan hanya menawarkan strategi diversifikasi yang sangat standar. Jika Anda memiliki pengetahuan lebih, maka penasihat akan lebih meluangkan waktunya demi Anda, karena mereka sadar mereka tidaklah hanya membuang-buang waktunya dengan sia-sia. Oleh karena itu, jika Anda ingin melek secara finansial, kerjakanlah terlebih dahulu tugas pribadi Anda, yakni belajar dan membekali diri dengan pengetahuan finansial. Setelah Anda melakukan tugas Anda, barulah Anda dapat mencari seorang penasihat yang kompeten untuk membagikan saran-saran canggihnya kepada Anda.

Mengapa Memilih Aman Keuangan Jika Bisa Menjadi Bebas Keuangan 01 - Finansialku

[Baca Juga: Mengapa Memilih Aman Keuangan Jika Bisa Menjadi Bebas Keuangan?]

 

Melek Finansial Tanpa Menggunakan Mata

Melalui artikel ini Anda akan menyadari bahwa Anda dapat menjadi seseorang yang sukses dalam sisi kuadran sebelah kanan dengan cara melatih pikiran Anda dan bukanlah memfokuskan pelatihan mata saja. Mulailah berinvestasi tanpa takut akan risiko dengan menjadi melek secara finansial. Satu yang perlu Anda ingat, melek secara finansial harus dimulai dari diri sendiri terlebih dahulu, sebelum Anda bisa belajar dari orang lain.

 

Apakah Anda memiliki pertanyaan mengenai melihat uang dengan menggunakan pikiran? Tinggalkan komentar Anda di bawah. Jika ada pertanyaan, silakan ajukan pertanyaan Anda pada kolom di bawah ini. Perencana keuangan kami siap membantu Anda, terima kasih.

 

Sumber Referensi:

  • Robert T. Kiyosaki. 2001. The Cashflow Quadrant (Panduan Ayah Kaya Menuju Kebebasan Finansial)

 

Sumber Gambar:

  • Binocular – https://goo.gl/dvTueB
  • Girls Looking with Binocular – https://goo.gl/zqQsGw

 

Download Ebook Investasi Reksa Dana untuk Pemula

Download Panduan Berinvestasi Reksa Dana untuk Pemula Finansialku.com

Download Ebook Reksa Dana