Cara Membantu Teman Shopaholic: Mengerem Kebiasaan Belanja Impulsif

Apakah kamu memiliki teman yang shopaholic? Bagaimana cara membantunya untuk bisa keluar dari kebiasaan belanja impulsif?

Kali ini, Finansialku akan membahas tentang cara membantu teman shopaholic: mengerem kebiasaan belanja impulsif.

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Finansialku Planner

 

Membantu Teman Shopaholic yang Kecanduan Berbelanja

Belanja adalah sebuah kegiatan membeli barang-barang. Belanja bisa dikaitkan dengan kebutuhan maupun keinginan.

Jika seseorang sudah terlalu banyak berbelanja hingga hampir seluruh waktunya dilakukan untuk belanja atau berpikir tentang apa yang ingin dibeli, maka bisa jadi gejala kecanduan pun telah mulai menjalar.

Bagaimana cara membantu teman shopaholic yang kecanduan berbelanja?

Tentunya, ketika memiliki teman yang kecanduan belanja, sedikit banyak akan berpengaruh pada kamu. Bisa jadi, kantong kamu pun menjadi semakin tipis karena kerap diajak berbelanja.

Oleh karena itu, setidaknya kehadiran dan dukungan untuk menjauh dari perilaku tersebut sangat mereka butuhkan karena kadang teman kamu tidak sadar tengah berada dalam ketidakstabilan kondisi seperti itu.

Cara Membantu Teman Shopaholic 02 Belanja - Finansialku

[Baca Juga: Pekerja Sosialita, Ini Cara Mengatur Keuangan di Tengah Paksaan Gaya Hidup Glamor]

 

Ciri-ciri Teman Kamu adalah 100% Shopaholic

Jika kamu memiliki teman yang selalu berpikir tentang belanja hampir di setiap waktunya, maka kecenderungan menjadi shopaholic sangat dimilikinya. Mengapa demikian?

Karena pada umumnya, mereka yang sekadar suka belanja tetapi tidak mencanduinya akan berpikir soal belanja ketika perlu saja.

Kecanduan belanja juga ditandai dengan gemarnya seseorang menghubungkan hampir semua hal dalam aspek kehidupan dengan belanja.

Misalnya, bisa jadi mereka berpikir bahwa belanja bersama bisa meningkatkan hubungan pertemanan dan menolaknya adalah tanda tidak ingin melanjutkan hubungan lebih dekat.

Padahal penolakan belanja bisa saja terjadi karena gaya hidup hemat atau memang sedang tidak membutuhkan apapun untuk dibeli.

 

Cara Membantu Teman yang Shopaholic

Sebagai teman, tentu ada perasaan iba ketika melihat seseorang yang teman dekat sedang mengalami masalah shopaholic.

Ada beberapa cara untuk mengurangi kecanduan belanja yang dialami seseorang. Karena kecanduan yang satu ini belum ada tempat rehabilitasinya. Shopaholic akan mengakibatkan efek negatif yang besar.

Sebaiknya lakukan beberapa usaha di bawah ini sehingga tingkat keparahan masalah shopaholic bisa berkurang.

Hedonisme dan Gaya Hidup Konsumtif yang Dapat Merusak Keuangan Anda 01 - Finansialku

[Baca Juga: Hedonisme dan Gaya Hidup Konsumtif yang Dapat Merusak Keuangan Anda]

 

Yang perlu digarisbawahi, ketika membantu teman yang kecanduan belanja, perisai diri kamu harus sudah kuat. Jangan sampai pola perilaku itu bukan berkurang justru malah menular ke lingkungan sekitar.

5 cara di bawah ini bisa dilakukan seluruhnya bersamaan atau satu persatu sesuai dengan situasi dan kondisi, baik untuk orang yang bersangkutan maupun orang lain yang berada di sekitarnya.

Berikut adalah ulasan cara tersebut.

 

#1 Identifikasi Pemicu Belanja

Motivasi atau pemicu seseorang melakukan sesuatu bisa dikurangi sehingga perilakunya pun dapat diminimalisasi.

Misalnya, jika seseorang sering berbelanja akibat memiliki banyak waktu luang dan bingung akan dipakai untuk apa, maka sebaiknya gunakan waktu luang untuk kegiatan lain.

Atur sedemikian rupa agar waktu tersebut tidak akan terbuang percuma apalagi untuk berbelanja yang menghabiskan banyak biaya. Jumlah uang yang banyak juga bisa menjadi penyebab seseorang terlalu suka belanja sampai berlebihan.

Tips Berbelanja Hemat dan Aman Saat Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 01 - Finansialku

[Baca Juga: Pekerja Sosialita, Gaji Rp 4 Juta Sebulan Ingin Beli Tas Louis Vuitton, Apakah Bisa?]

 

Jika ada kasus seperti ini, maka keterlibatan konsultan keuangan atau perencana keuangan akan sangat membantu dalam mengalokasikan kelebihan uang bulanan untuk tabungan atau investasi.

Perilaku seorang shopaholic seringkali tidak mengacu pada masa depan.

Hal ini bisa diminimalisasi dengan memaksimalkan tabungan dan investasi yang dipotong langsung dari rekening dan tidak dapat diambil sampai jangka waktu tertentu.

 

#2 Buat Catatan Belanja yang Diperlukan Saja

Banyak orang yang memiliki masalah tidak bisa mengendalikan diri untuk membeli barang-barang yang tidak dibutuhkannya. Hal ini dapat diminimalisasi dengan membuat catatan belanja dari kebutuhan-kebutuhan primer saja.

Membuat Anggaran dan Catatan Pengeluaran - Perencana Keuangan Indpenden Finansialku

[Baca Juga: Sebelum Tergiur, Ketahui 4 Fakta Gelap Barang Diskonan!]

 

Dengan list ini, minimal akan ada pandangan bahwa barang-barang lainnya hanya dibeli karena keinginan.

Selain itu, hindari waktu-waktu banyak diskon di pusat perbelanjaan ketika ada momen hari besar atau liburan. Karena pada waktu itu, banyak sale dan diskon heboh yang memang menggiurkan.

 

#3 Ganti Kegiatan Belanja Dengan Sesuatu yang Lebih Sehat

Sehat di sini bukan hanya berarti secara fisik, tetapi juga mental dan finansial.

Bagaimanapun juga, kecanduan belanja sering menjadi penyebab seseorang terjerat tindakan kriminal untuk memperoleh uang lebih. Hal ini jelas sangat berbahaya karena sudah mulai mengarah ke tindakan berbahaya bagi kesehatan mental.

Olahraga adalah kegiatan yang bisa menggantikan belanja. Selain menyehatkan olahraga juga membuat seseorang lebih bisa berpikir rileks karena metabolisme tubuh menjadi lancar.

5 Biaya Kesehatan dan Olahraga yang Harus Selalu Dipersiapkan - Perencana Keuangan Independen Finansialku

[Baca Juga: Lebih Hemat Mana: Beli Alat Fitness Sendiri Atau Ikut Membership Gym?]

 

Selain berolahraga, memasak dan berkebun juga bisa menjadi salah satu cara mengurangi kebiasaan belanja.

Namun, sebaiknya hindari traveling untuk para shopaholic. Karena di tempat-tempat wisata akan lebih banyak hal yang menarik untuk dibeli. Bisa jadi, ketika menggunakan waktu untuk traveling justru kegiatan belanjanya semakin parah.

 

#4 Ubah Lingkungan

Mengubah lingkungan bersama teman-teman yang hobi belanja dan suka pamer adalah cara efektif untuk mengurangi tingkat kecanduan. Karena jika ada teman, tentunya seseorang akan lebih bersemangat untuk bisa membeli barang-barang yang tidak dibutuhkan.

Berteman dengan orang-orang seperti demikian tentu tidak baik dan justru memberikan banyak dampak negatif.

Oleh karena itu, hindari lingkungan yang konsumtif dan cari tempat, dimana kegiatan hobi positif lebih sering dilakukan.

Hedonisme dan Gaya Hidup Konsumtif yang Dapat Merusak Keuangan Anda 02 - Finansialku

[Baca Juga: Gaya Hidup dan Cara Menghabiskan Uang ala Miliarder Dunia]

 

Komunitas menulis, melukis, atau komunikasi fotografi biasanya akan dapat membantu seseorang mengurangi kecanduan terhadap berbelanja.

Memang hobi-hobi ini akan membuat temanmu membeli beberapa keperluan untuk hobinya tetapi tidak sampai berlebihan.

Dengan berkurangnya keinginan membeli terlalu banyak hal, maka kecanduan ini bisa diminimalisasi.

Jika sudah memiliki pasangan, diskusikan juga komunitas yang positif dan lebih tepat sesuai karakteristik orang itu.

 

#5 Berilah Dukungan dan Cari Dukungan Itu

Sebagai teman, berikan dukungan pada korban kecanduan belanja tersebut. Selain memberikan dukungan secara personal, akan lebih baik jika ada konsultan, psikolog, atau anggota keluarga dari orang yang bersangkutan untuk bisa memberikan dukungan secara penuh.

Jadi, usaha untuk menghilangkan kebiasaan buruk tersebut lama-lama akan berkurang bahkan hilang sama sekali.

Orang yang kecanduan apapun termasuk belanja harus tetap dirangkul meskipun kebiasaannya buruk. Apalagi dalam usia remaja, dukungan dari teman dan keluarga akan sangat mempengaruhi terhadap masa depannya.

Jangan sampai ia merasa dikucilkan dan justru mengambil langkah negatif yang tidak diinginkan semua orang.

 

Kamu Bisa Membantu Teman Shopaholic

Yakinlah bahwa kamu bisa membantu teman kamu yang mengalami shopaholic. Buatlah mereka sadar dan memahami bahwa melakukan tindakan tersebut tidak membuat hidupnya menjadi lebih baik. Dampak buruklah yang akan mereka alami.

Selamat membantu teman shopaholic! Semoga sukses selalu untuk Anda.

 

Dukungan mana yang akan Kamu berikan untuk mengurangi kecanduan belanja teman?

Share info bermanfaat ini bersama teman yang suka belanja secara berlebihan, terima kasih!

 

Sumber Referensi:

  • Robert Pagliarini. 27 November 2012. 5 Ways to Beat Your Shopping Addiction. Cbsnews.com – https://goo.gl/9514di
  • Admin. How to Find Help Treating a Shopaholic. Psychguides.com – https://goo.gl/UnTukb

 

Sumber Gambar:

  • Shopaholic – https://goo.gl/8oNYmy
  • Membantu Teman Shopaholic – https://goo.gl/UBvy49

 

Free Download Ebook Perencanaan Keuangan untuk Usia 30 an

Perencanaan Keuangan Untuk Usia 30 an - Finansialku Mock Up

Download Ebook Sekarang

Summary
Cara Membantu Teman Shopaholic: Mengerem Kebiasaan Belanja Impulsif
Article Name
Cara Membantu Teman Shopaholic: Mengerem Kebiasaan Belanja Impulsif
Description
Apakah kamu memiliki teman yang shopaholic? Bagaimana cara membantunya untuk bisa keluar dari kebiasaan belanja impulsif?
Author
Publisher Name
Finansialku.com
Publisher Logo
By | 2018-03-09T13:36:53+00:00 March 13th, 2018|Categories: Keuangan, Lifestyle|Tags: , , , |2 Comments

About the Author:

Ike Nofalia, S.Kom
Ike Nofalia, S.Kom adalah seorang ibu rumah tangga yang saat ini bekerja sebagai penulis freelance. Memiliki background S1 Teknik Informatika, di Universitas Nusantara PGRI Kediri. Sejak tahun 2013 sampai saat ini bekerja sebagai content writer, dan mempunyai pengalaman sebagai admin web, marketing web online, admin sosmed, dan sedang menggeluti bisnis online.

2 Comments

  1. Yudha Kusuma 13 March 2018 at 10:48 - Reply

    Sepertinya kebiasaan tersebut membuat rasa ingin selalu belanja akan terus menerus sampai mungkin kalau uang habis baru menyadari.

    • Finansialku
      Finansialku 2 April 2018 at 16:44 - Reply

      Hi Pak Yudha
      Terima kasih atas sharingnya, sangat bermanfaat.
      Semoga sharing Bapak, dapat menginspirasi pembaca lainnya.

Leave A Comment