Mengenal Investasi Reksa Dana Pasar Uang di Indonesia. Perencana Keuangan Independen Finansialku akan membahas salah satu jenis investasi yaitu reksa dana pasar uang (RDPU).

 

Apa itu Reksa Dana Pasar Uang (RDPU)?

Reksa Dana Pasar Uang atau RDPU sering juga disebut dengan money market funds. RDPU mengelola dana investor pada produk-produk pasar uang.

 

Reksa Dana Pasar Uang - Perencana Keuangan Independen Finansialku 

Apa saja yang dimaksud dengan produk pasar uang?

  1. Sertifikat Bank Indonesia (SBI): produk pasar uang yang dibuat oleh Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas jumlah uang beredar. SBI hanya dapat dibeli oleh bank umum. Investor individu tidak diizinkan membeli SBI.
  2. Surat Berharga Pasar Uang (SBPU): produk pasar uang yang dikeluarkan oleh Bank Umum jika bank kekurangan likuiditas. SBPU hanya dapat dijual ke Bank Indonesia.
  3. Sertifikat Deposito: Sama seperti deposito pada bank umum. Investor individu juga boleh membeli produk-produk deposito. Produk deposito dijamin oleh pemerintah melalui Lembaga Penjamin Simpanan (syarat dan ketentuan berlaku).
  4. Prolongisasi: kredit jangka pendek yang jatuh tempo kurang dari 1 bulan.
  5. Blenning: kredit jangka pendek yang jatuh tempo kurang dari 3 bulan.
  6. Kertas-kertas Perbendaharaan Negara: surat utang jangka pendek yang dikeluarkan oleh Negara.
  7. Kredit Jangka Pendek kredit yang jatuh tempo kurang dari 12 bulan. Ada beberapa jenis kredit jangka pendek, misal kredit harian (on day notice), kredit mingguan (seven day notice) dan kredit yang dapat ditarik setiap saat (on call).

 

Jadi RDPU ini isinya adalah produk-produk pasar uang: deposito dan surat utang jangka pendek (di bawah 12 bulan).

 

Apa Karakteristik Investasi Reksa Dana Pasar Uang?

Gambar di bawah ini menunjukkan perbandingan antara reksa dana pasar uang dengan reksa dana jenis lainnya.

 

Potensi Return Risiko dan Komposisi Reksa Dana - Revisi - Perencana Keuangan Independen Finansialku.png

 

RDPU memiliki karakteristik yang potensi risiko dan return-nya lebih kecil di bandingkan dengan reksa dana jenis lainnya. Tujuan utama dari RDPU adalah untuk menjaga likuiditas dan pemeliharaan modal.

 

Berapa potensi return Reksa Dana Pasar Uang?

Untuk menjawab pertanyaan di atas, Finansialku akan menggunakan beberapa data dan contoh produk yang ada di Indonesia. Penggunaan contoh ini bukan sebagai rekomendasi atau justifikasi produk. Contoh di bawah ini hanya sebagai media edukasi.

 

REKSA DANA MEGA DANA KAS

Anda dapat melihat prospectus dan fund fact sheet pada website www.megainvestama.co.id atau menggunakan link http://goo.gl/hZ6uR8.

 

Dana kelolaan: Rp 302.933.016.919

Penempatan investasi: Deposito, Sertifikat Deposito, Negotiable Certificate Of Deposit (NCD), Sertifikat Bank Indonesia, Promissory Note, Medium term Note yang akan jatuh tempo dalam waktu 1 tahun atau kurang, obligasi yang akan jatuh tempo dalam waktu 1 tahun atau kurang serta perjanjian jual dan beli kembali (REPO).

 

Return 

Waktu Return
1 Bulan 0,80%
3 Bulan 2,20%
6 Bulan 4,22%
YTD (year to date) 4,44%
1 tahun 8,27%
2 tahun 15,43%

Catatan:

  • YTD = perhitungan dari awal tahun hingga tanggal hari ini.
  • Data diolah dari sumber www.Bareksa.com pada tanggal 13 Juli 2015.

 

Setahun potensi return-nya hingga 8,27%. Kok mirip-mirip, ya, sama deposito? Banyak kontroversi terkait dengan lebih baik investasi RDPU atau menabung di deposito.

Satu hal yang perlu diketahui jika Anda berinvestasi di reksa dana, return 8,27% adalah net (tanpa potongan pajak tetapi terkadang ada fee penjualan kembali).

Bunga pada deposito biasanya bunga yang belum terkena pajak. Pajak bunga deposito di Indonesia adalah 20%. Jika ditulis bunga 10% per tahun, maka setelah dipotong pajak Anda akan menerima 10% x (100% – 20%) = 8%.

Finansialku akan mencoba memberikan perbandingan lebih detil mengenai investasi reksa dana pasar uang dengan deposito pada artikel selanjutnya.

Jika Anda merasa masih membutuhkan informasi mendalam terkait RDPU atau pun Reksa Dana jenis lainnya, Anda bisa mencari tahu lewat referensi audiobook yang sudah disediakan oleh Finansialku berikut ini:

banner -mudah cara memilih reksa dana yang tepat

 

Siapa yang Cocok Berinvestasi di RDPU?

RDPU cocok untuk investor individu yang memiliki profil risiko konservatif dan memilki tujuan jangka pendek (di bawah 12 bulan)

 

Bagaimana cara kerja investasi RDPU?

Berikut ini ilustrasi investasi RDPU:

 

Pada tanggal 5 Febuari 2015, Pak Ronald membeli Reksa Dana Pasar Uang XYZ sebesar Rp 5.000.000 NAB/unit Reksa dana XYZ pada hari itu adalah Rp. 1.589,65. Maka unit penyertaan yang Pak Ronald miliki adalah Rp 5.000.000/1.589,65 = 3.145,346 unit penyertaan.

 

Pada tanggal 29 Mei 2015, Pak Ronald menjual kembali seluruh Reksa Dananya. NAB/unit Reksa Dana XYZ pada hari itu adalah Rp. 1.663,59. Maka total investasi yang Pak Ronald dapatkan adalah 3.145,346 x 1.663,59 = Rp 5.232.881

 

Berapa keuntungan Pak Ronald?

Modal saat membeli reksa dana Rp 5.000.000

Investasi yang didapat saat menjual reksa dana Rp 5.232.881

Keuntungan: 5.232.881 – 5.000.000 = 232.881 atau 4,66%

 

Di mana Saya dapat Membeli RDPU?

Kita dapat membeli reksa dana pasar uang di beberapa tempat:

  1. Perusahaan Aset Manajemen: Kita dapat membeli langsung reksa dana pasar uang di perusahaan aset manajemen yang mengelolanya. Daftar perusahaan Aset Manajemen dari BAPEPAM.
  2. Bank: Kita juga dapat membeli investasi reksa dana pasar uang di Bank Umum.
  3. Online: Kita juga dapat membeli investasi reksa dana pasar uang secara online. Finansialku akan membahas mengenai pembelian reksa dana melalui online pada artikel selanjutnya.

 

Saran dari Finansialku

Sebelum Anda membeli produk investasi reksa dana atau produk investasi apapun, sebaiknya Anda:

  1. Mengenal dengan baik produk investasi tersebut. Berinvestasilah terlebih dahulu pada waktu untuk mempelajarinya.
  2. Memiliki tujuan-tujuan keuangan dan rencana keuangan. Jangan sampai berinvestasi tanpa tujuan. Hal tersebut akan membuat Anda bingung dan tidak fokus.