Apakah Anda mau mengetahui bagaimana cara menilai grafik saham dari Money Flow Index? Yuk, mari ketahui caranya di artikel berikut.

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Learn and Invest

 

Money Flow Index

Money Flow (arus uang) merupakan harga tipikal (typical price) dikalikan dengan volume yang merupakan salah satu bentuk dari taksiran terhadap nilai uang pada hari perdagangan.

Lain hal nya dengan Money Flow Index (indeks arus uang) adalah suatu osilator (alat analisis teknis) yang dihitung berdasarkan suatu periode tertentu (N-hari) dengan rentang nilai antara 0 – 100 yang menunjukkan money flow di hari dimana harga mengalami kenaikan sebagai suatu persentase dari total hari kenaikan penurunan.

Dalam kata lain, MFI adalah osilator yang menggunakan harga dan volume untuk mengukur tekanan beli dan jual.

5+ Tips Investasi Saham Untuk Karyawan yang Super Sakti 01 - Finansialku

[Baca Juga: Mana yang Lebih Menguntungkan: Yuk Nabung Saham VS Yuk Investasi Reksa Dana]

 

Dalam menggunakan MFI, terdapat beberapa hal yang perlu Anda perhatikan. Berikut beberapa hal yang perlu Anda perhatikan saat menggunakan Money Flow Index.

  • Indikator biasanya dihitung menggunakan 14 periode data
  • Pembacaan MFI diatas 80 dianggap overbought (jenuh beli) sedangkan MFI dibawah 20 dianggap oversold (jenuh jual)
  • Overbought dan oversold tidak selalu berarti harga akan berbalik, hanya saja harga dekat dengan tinggi atau rendah dengan harga kisaran terbaru
  • Pembuat indeks, Gene Quong dan Avrum Soudack merekomendasikan menggunakan 90 dan 10 sebagai level overbought dan

 

Level-level tersebut memang jarang tercapai. Namun, jika itu sering maka harga dapat jatuh tempo karena sebuah perubahan arah.

  • Perbedaan antara indikator dan harga perlu diperhatikan. Misalnya, apabila indikatornya naik ketika harga turun atau datar maka harga dapat mulai naik.

 

Rumus Menghitung Money Flow Index (MFI)

Kali ini rubrik Finansialku akan berbagi langkah-langkah untuk menghitung Money Flow Index. Berikut langkah-langkahnya.

 

#1 Menghitung Harga Tipikal (Typical Price)

Untuk menghitung harga tipikal untuk setiap harinya adalah nilai rata-rata dari harga tertinggi, terendah, serta harga penutupan. Berikut formula dari harga tipikal.

#1

 

#2 Menghitung Money Flow (Arus Uang)

Money flow adalah hasil perkalian dari harga tipikal dengan volume transaksi pada hari itu. Dengan begitu maka, terbentuk total dari nilai arus uang pada N-hari.

#2

 

Arus uang ini merupakan volume uang pada hari dimana harga mengalami kenaikan yang menunjukkan antusias dari pembeli serta pada hari dimana harga mengalami penurunan maka ini menunjukkan antusias penjual.

Proporsi yang terlalu besar dalam suatu arah ataupun sebaliknya menyatakan bahwa sudah tampak terjadinya suatu gejala pembalikan arah atau tren.

 

#3 Menghitung Rasio Uang

Rasio uang adalah arus uang positif dibagi dengan arus uang negatif. Arus uang positif adalah jumlah dari hari tersebut dimana harga tipikal lebih tinggi daripada harga pada hari sebelumnya.

Arus uang negatif terjadi jika harga tipikal lebih rendah (jika harga tipikal tidak mengalami perubahan maka nilai pada hari tersebut dikesampingkan).  

#3

 

#4 Menghitung Money Flow Index (MFI) atau Indeks Arus Uang

Setelah itu, Anda dapat menghitung Money Flow Index (MFI). Terdapat 2 cara untuk menghitung indeks arus uang dengan rentang nilai antara 0 – 100.

Cara 1:

Cara 01

 

Cara 2:

Cara 02

 

Lalu setelah mendapatkan MFI, bagaimana cara menggunakannya? Salah satu cara utama untuk menggunakan MFI adalah ketika terdapat perbedaan.

Perbedaan terjadi ketika osilator bergerak berlawanan arah dengan harga. Hal ini merupakan sinyal potensi pembalikan dalam tren harga yang berlaku.

Sebagai contoh, apabila MFI yang sangat tinggi yang mulai turun dibawah angka 80 sementara keamanan yang mendasarinya terus naik merupakan sinyal pembalikan harga ke sisi negatifnya.

Sebaliknya, pembacaan MFI yang sangat rendah yang naik diatas pembacaan 20 sementara keamanan yang mendasarinya terus menjual adalah sinyal pembalikan harga ke atas.

Para trader juga mengamati perbedaan yang lebih besar menggunakan beberapa gelombang dalam harga dan MFI. Sebagai contoh, saham mencapai US$10, kembali ke US$8 dan kemudian naik ke US$12.

Harga sudah membuat 2 tertinggi berturut-turut yakni pada US$10 dan US$12. Apabila MFI membuat lebih tinggi ketika harga mencapai US$12 maka indikator tidak memastikan harga tinggi baru. Hal ini dapat memberi pertanda penurunan harga.

5+ Tips Investasi Saham Untuk Karyawan yang Super Sakti 01 - Finansialku

[Baca Juga: Yuk! Kenalan dengan Investasi]

 

Level overbought dan oversold juga digunakan untuk memberi sinyal kemungkinan peluang perdagangan. Pergerakan dibawah 10 dan diatas 90 biasanya jarang terjadi.

Para traders mengamati MFI untuk bergerak diatas 10 untuk memberi sinyal perdagangan panjang. Sedangkan untuk turun dibawah 90 untuk memberi sinyal perdagangan pendek.

Pergerakan lain dari area overbought (jenuh beli) atau oversold (jenuh jual) juga dapat bermanfaat.

Misalnya, ketika aset berada pada tren naik, penurunan dibawah 20 (atau bahkan 30) dan kemudian reli kembali diatas itu dapat menunjukkan pullback sudah berakhir dan tren kenaikan harga mulai lagi.

Reli jangka pendek dapat mendorong MFI ke 70 atau 80 tapi, ketika turun kembali dibawah itu bisa menjadi waktu untuk memasuki perdagangan pendek dalam persiapan untuk penurunan lainnya.

Bahaya Investasi Forex yang Perlu Kamu Waspadai 03 - Finansialku

[Baca Juga: Risiko dari Investasi]

 

Namun, bagaimanapun MFI juga memiliki keterbatasan. Dimana MFI dapat menghasilkan sinyal yang palsu.

Ini terjadi ketika indikator melakukan sesuatu yang menunjukkan ada peluang perdagangan yang baik namun, kemudian harga tidak bergerak sesuai dengan yang diharapkan.

Alhasil, dapat mengakibatkan perdagangan bahkan merugi. Misalnya, perbedaan yang ada mungkin tidak menghasilkan pembalikan harga.

Tips Investasi Mahasiswa 02 - Finansialku

[Baca Juga: Tips Mudah Investasi Untuk Mahasiswa: Belajar Berinvestasi Dari Sekarang!]

 

Selain itu, indikator juga mungkin gagal untuk memperingatkan sesuatu yang penting. Misalnya, sementara perbedaan dapat mengakibatkan harga membalikkan sebagian waktu, perbedaan tidak akan ada untuk semua pembalikan harga.

Oleh karena itu, trader disarankan untuk menggunakan bentuk analisis lain dan pengendalian risiko serta tidak bergantung hanya pada satu indikator saja. 

 

Bisa Menilai Grafik Saham dari MFI

Dalam menggunakan MFI terdapat beberapa hal yang perlu Anda perhatikan. Sekarang Anda sudah mengetahui bagaimana cara menghitung MFI serta cara penggunaannya.

Dari berbagai kelebihan yang diberikan dari hasil MFI tentunya MFI juga memiliki keterbatasan. Oleh karena itu, Anda disarankan untuk tidak hanya menggunakan satu indikator saja ya.

Anda masih bingung menilai grafik saham Anda? Aplikasi Finansialku dapat membantu Anda untuk berkonsultasi kepada ahlinya. Anda dapat download pada aplikasinya di Play Store dan AppStore atau pada link berikut ini.

 

Jadi, apakah Anda sudah mencoba menggunakan MFI? Silahkan berikan komentar dan pendapat Anda di kolom yang telah tersedia. Semoga artikel ini bermanfaat. Terima kasih.

 

Sumber Referensi:

  • Admin. Money Flow Index (MFI). Stockcharts.com – https://bit.ly/2SeAp8T
  • Cory Mitchell. 13 Juli 2019. Money Flow Index – MFI Definition and Uses – https://bit.ly/2uCoQi