Dibaca Normal : 8 Menit

Negara yang Menganut Sistem Ekonomi Syariah

By |2022-10-04T15:14:51+07:007 Juli 2021|

Cari tahu yuk, negara mana saja sih yang menganut sistem ekonomi syariah. Simak sampai selesai dalam artikel Finansialku berikut ini.

Selamat membaca…

 

Sistem Ekonomi Syariah (Islam)

Jika kita mendengar frasa ekonomi Islam, apa yang pertama kali muncul di benak kita? Kemungkinan besar pikiran kita langsung tertuju pada zakat, wakaf, dan perbankan serta keuangan syariah.

Mungkin juga kita akan membayangkan mengenai hal-hal yang berkaitan dengan fiqih muamalah. Ilmu ekonomi Islam bukan sedekar ilmu ekonomi konvensional, yang aspek normatifnya diganti dengan ajaran-ajaran Islam.

Tetapi lebih jauh dari itu, ilmu ekonomi Islam memandang apa yang ada dan yang terjadi sebagai sebuah fenomena dalam dunia yang tunduk pada sunatullah.

Serta menempatkannya dalam kacamata tauhid.

Sistem Ekonomi Syariah

Sistem Ekonomi Syariah. Viva.co.id – https://bit.ly/3jVt38y

 

Hal ini tentu saja berbeda dengan ilmu ekonomi konvensional, yang meskipun tidak dinyatakan secara eksplisit, mendasarkan dirinya pada filsafat materialisme, yaitu bahwa segala yang ada adalah dunia materi atau kebendaan.

Sobat Finansialku, apakah Anda juga menerapkan ekonomi syariah dalam keseharian Anda dalam bertransaksi ekonomi? Apapun jenis sistem ekonomi yang Anda anut tetap yang terpenting adalah bagaimana Anda mengelola keuangan pribadi Anda. 

Namun sebelum kita lanjutkan topik kita hari ini, dan masih seputar syariah, ada baiknya Anda mendengarkan audiobook berikut ini. 

banner- investasi syariah yang menguntungkan

Tentunya dalam audiobook ini, Anda akan menemukan satu pembelajaran baru, jadi selamat mendengarkan.

 

Dasar Hukum Ekonomi Syariah

Ada beberapa dasar hukum yang menjadi landasan pemikiran dan penentuan konsep dasar ekonomi Islam, antara lain:

 

#1 Al Quran

Alquran merupakan dasar hukum utama konsep ekonomi syariah, karena Al Quran merupakan ilmu pengetahuan yang berasal langsung dari Allah.  Beberapa ayat dalam Al Quran merujuk pada perintah kepada manusia untuk mengembangkan sistem ekonomi yang bersumber pada hukum Islam.

Di antaranya terdapat pada Al Quran surah Fussilat: 42, Az-Zumar: 27 dan Al-Hasyr: 22.

 

#2 Hadis dan Sunnah

Hadis dan sunnah merupakan perkataan, perbuatan dan takrir dari Nabi Muhammad SAW. Kedua sumber ini dapat dijadikan dasar penetapan ekonomi syariah.

 

#3 Ijtihad

Ijtihad merupakan sumber hukum yang ketiga setelah Al Quran dan hadis. Yang berfungsi untuk menetapkan suatu hukum apabila hukum tersebut tidak dibahas di dalam Al-Qur’an.

Dan hadis dengan syarat menggunakan akal sehat dan pertimbangan yang matang.orangyang melakukan ijtihad disebut dengan  mujtahid. Sumber hukum hasil dari metodologi ijtihad adalah ijma’, qiyas, maslahah mursalah, sad adz-dzariah, ‘urf, istihsan, istishab dan lain-lain

 

Fundamental Ekonomi Syariah

Berikut ini adalah tujuh fundamental utama Sistem Ekonomi Syariah.

 

#1 Konsumsi

Konsumsi dasar adalah bagian fundamental dari semua ekonomi, termasuk mereka yang mengikuti Islam. Orang-orang memiliki kebutuhan dan bisnis yang ada untuk memenuhinya baik melalui barang atau jasa. 

Sobat Finansialku juga bisa baca artikel terkait berikut ini, Sudah Lakukan Perencanaan Keuangan Syariah yang Benar?

#2 Layanan Pemerintah

Pemerintah berfungsi untuk mencegah aktivitas yang dianggap non-Islam seperti pasar gelap, perjudian, penyelundupan, dan kegiatan serupa.

Selain itu, kaum miskin memiliki kebutuhan dasar mereka terpenuhi dalam hal kebutuhan hidup dasar seperti makanan, kesehatan, dan pakaian.

Juga, ada persyaratan untuk kesempatan kerja dan keamanan yang setara, sehingga setiap orang memiliki kesempatan untuk bekerja dan berkembang.

 

#3 Tanpa Bunga

Ekonomi negara Islam harus berjalan tanpa bunga.

Yang berarti bahwa sistem keuangan tidak menggunakan bunga sebagai bagian dari prosedur peminjaman ketika menjalankan bank dan lembaga keuangan mereka ketahui juga kelebihan dan kekurang sistem ekonomi tradisional.

[Baca juga: Apa Itu Keuangan Syariah Global?]

 

#4 Properti Pribadi

Ini didorong, meskipun properti itu sendiri tidak dapat digunakan untuk kepentingan publik. Pembayaran Zakat untuk kepemilikan properti adalah wajib.

 

#5 Produksi

Seperti halnya sistem kapitalistik, produksi merupakan elemen penting karena tidak hanya memenuhi kebutuhan konsumen, tetapi juga menyediakan lapangan kerja dan peluang.

Di bawah Sistem Ekonomi Islam, produksi adalah bagian dari struktur sosial yang membuatnya penting bagi masyarakat dan termasuk sistem harga.

 

#6 Kekayaan

Akuisisi kekayaan tidak berkecil hati, meskipun itu termasuk pembayaran zakat. Perlu dicatat bahwa pembelian barang-barang mewah juga tidak dianjurkan.

Jadi fokus kekayaan lebih sesuai dengan garis kebaikan yang lebih besar bagi keluarga dan masyarakat.

 

#7 Zakat

Ini adalah sumber utama bagi stabilitas masyarakat miskin di masyarakat Islam.

Ini dianggap sebagai jenis ibadah, di mana sebagian kekayaan dikumpulkan dari orang kaya dan diberikan kepada orang miskin setiap tahun.

Ini juga memberikan dukungan kepada negara dengan mengurangi jumlah orang yang membutuhkan.

 

Negara Yang Menganut Sistem Ekonomi Syariah

Berikut daftar dari negara yang menganut dan menerapkan sistem ekonomi islam, yaitu:

 

#1 Malaysia

Perbankan Islam tumbuh layaknya perbankan konvensional di negeri jiran.

Tahun 1963 adalah awal diperkenalkannya sistem keungan Islam di Malaysia, yang berbentuk lembaga, lembaga itu dikenal dengan nama Lembaga Tabung Haji.

Berbekal dari lemabaga inilah, kemudian pada era tahun 1970 an banyak yang menyerukan agar didirikannya Bank Islam di Malaysia, oleh para intelektualnya.

Sehingga dapat memenuhi kebutuhan kaum Muslimin di Malaysia.

[Baca juga: Peranan Keuangan Syariah dalam Memperkuat Perekonomian Indonesia]

Sebagai jawaban dari seruan tersebut, pemerintah Malaysia menunjuk suatu komite yang ditugaskan untuk mempelajari pengoprasian Faisal Islamic Bank of Egypt dan Faisal Islamic Bank of Sudan.

Hasil dari tugas terebut kemudian dilaporkan kepada pemerintah Malaysia.

Di antaranya usulan agar didirikan Bank berbasis syariah di Malaysia yang dimasukan sebagai perusahaan di bawah Companies act 1965 dan agar setiap bank mempunyai Dewan pengawas Syairah (Syariah Supervisory Board), sebagai pengawas kegiatan bank.

Setelah terbentuknya undang-undang yang menegaskan tentang regulasi yang wajib dipatuhi oleh bank-bank Islam di Malaysia.

Undang-undang tersebut yaitu, The Islamic Banking Act 1983.

Dan pada tahun yang sama Government Investment Act 1983 diundangkan.

Kemudian pemerintah Malaysia mempunyai wewenang untuk mengeluarkan Government Investment Sertificates berbasis syariah.

 

#2 Brunei Darusalam

Ada dua perbankan yang menawarkan jasa-jasa perbankan Syariah, yaitu Islamic Bank of Brunei (IBB) dan Tabungan Amanah Islam Brunei (TAIB).

Tumbuh dan berkembangnya ekonomi Islam di Brunei Darussalam, ditandai dengan berdirinya TAIB pada tahun 1992.

Dan yang kedua ialah IBB yang didirikan pada tahun 1993 menggantikan posisi International Bank of Brunei.

[Baca juga: Tantangan Pengembangan Keuangan Syariah Indonesia]

TAIB adalah lembaga milik pemerintah yang tujuan utamanya adalah menawarkan jasa-jasa keuangan Islam dan meningkatan status sosio-ekonomi penduduk Brunei.

Dan IBB melaksanakan kegiatan tabungan dan keuangan berdasarkan hukum Islam. Kedua bank ini terintegrasi menjadi satu pada tanggal 2016 menjadi Bank Islam Brunei Darussalam Bhd (BIBD), hal ini dilakukan demi memperkuat lembaga keuangan Islam di negara ini.

 

#3 Singapura

Perkembangan ekonomi Islam di Singapura mengandung dua hal yang amat mendasar.

Pertama adalah tumbuhnya ekonomi Islam yang progresif dalam persaingannya dengan ekonomi konvensional.

Kedua adalah tantangan maupun kontestasi nilai ideologis ekonomi Islam sebagai ekonomi alternatif di tengah keterpurukan sistem ekonomi kapitalisme.

Penerapan Ekonomi Islam di Singapura berkembang pesat diawali dengan dibukanya Islamic Window pada bank-bank tertentu serta kemudahan regulasi yang diberikan oleh Monetary Authority of Singapore (MAS) terbukti dengan didirikannya Islamic Bank of Asia di Singapura atas persetujuan MAS.

[Baca juga: Kenapa Bank Syariah Kalah Dengan Bank Konvensional?]

Sistem ekonomi Singapura yang campuran antara kapitalis dan sosialis sangat berpengaruh terhadap kemajuan ekonominya.

Kontrol pemerintah dan penerapan sistem pasar bebas adalah kekuatan utama ekonomi negara Singapura.

Untuk memperluas jaringan kerjasama ekonomi, pemerintah Singapura menciptakan keseimbanagan antar para investor lokal maupun asing dalam hal investasi asing.

Singapura juga memiliki kerjasama dengan negara-negara Timur Tengah, dimana Singapura dituntut untuk bekerjasama berdasarkan hukum Islam.

Pemerintah Singapura semakin serius memantau perkembangan sistem ekonomi Islam dengan berhasilnya SWF, FDI, Petrodolar yang kemudian menarik minat bisnis yang tinggi dalam ekonomi Islam di Singapura.

Berkembangnya Sektor Perbankan Islam, Kebijakan Singapura untuk menjadi pusat industri keuangan Islam (Islamic Financial) ternyata tidak main-main untuk mencenangkan tekadnya tersebut.

 

#4 Kuwait

Ada perubahan besar di industri perbankan Kuwait. Sebagian besar bank di negeri Teluk tersebut telah mengubah status dari ribawi menjadi lembaga berprinsip syariah.

Perubahan ini memperlihatkan industri keuangan syariah telah mengambil alih perbankan konvensional di negara tersebut. Terakhir, Commercial Bank of Kuwait (CBK) adalah salah satu bank konvensional yang mengubah diri menjadi lembaga syariah.

[Baca juga: Alasan Cicilan Bank Syariah Lebih Mahal]

CBK mengumumkan perubahan itu setelah regulator menyetujui penerbitan obligasi senilai 120 juta Dolar Kuwait (425,16 juta dolar AS).

Penerbitan ini dalam rangka proses transisi CBK menjadi bank syariah. Perubahan CBK diperkirakan akan memperkuat posisi Kuwait. Lebih tepatnya Kuwait akan menjadi salah satu pusat dan penyedia layanan keuangan syariah.

Saat ini ada lima lembaga perbankan syariah di negeri tersebut. Kelimanya antara lain, Kuwait Finance House (KFH), Boubyan Bank, Al Ahli United Bank, Kuwait International Bank, dan Warba Bank.

 

Jika Anda memiliki masalah dalam mengatur keuangan, Anda bisa berkonsultasi juga dengan Perencana Keuangan Finansialku yang telah bersertifikat. Namun, sebelumnya lakukan dahulu cek kesehatan keuangan supaya konsultasi Anda bisa selesai tepat sasaran, ya. Tenang! Cek kesehatan keuangan bisa Anda lakukan melalui aplikasi Finansialku juga, kok.

Anda dapat mengunduh Aplikasi Finansialku di Apps Store atau Play Store dan manfaatkan potongan harga Rp 50 ribu dengan kode promo: WEBTAHUNAN untuk biaya member PREMIUM yang lebih ekonomis selama satu tahun.

 

Finansialku juga memiliki video rangkuman detail mengenai prinsip keuangan syariah, yuk tonton video dibawah ini! Jangan lupa untuk subscribe Youtube Finansialku untuk update tips keuangan lainnya.

 

Jadi Sobat Finansialku, itulah lima negara yag menganut ekonomi islam. Jadi sobat, sekarang Anda sudah tahu bukan…?!

Nah waktunya untuk membagikan artikel ini kepda banyak teman dan sahabat Anda.

Jangan lupa tinggalkan komentar Anda pada kolom yang tersedia, terima kasih.

 

Editor: Rincani Sinaga

Sumber Referensi:

  • Artike Nessa. 9 Negara Yang Menganut Sistem Ekonomi Islam. Dosenekonomi.com – https://bit.ly/3wpOu47 

Sumber Gambar:

  • https://bit.ly/2Uu98mC

1 Step 1

Pastikan Sobat Finansialku Tak Ketinggalan Informasi Terbaru​

Subsribe sekarang untuk dapatkan analisis prediksi pasar mingguan, perencanaan keuangan, serta analisis saham, reksa dana, dan produk investasi lainnya.

keyboard_arrow_leftPrevious
Nextkeyboard_arrow_right

About the Author:

Seorang blogger yang saat ini membagi peran sebagai pekerja bidang digital marketing salah satu perusahaan financial technology dan mahasiswa magister minat studi Islamic Economy and Halal Industry.

Leave A Comment

Go to Top