Sobat Finansialku pasti sudah tidak asing dengan istilah Masyarakat Ekonomi Asean atau MEA. Tapi sudah tahu belum bagaimana sejarah dan apa tujuannya?

Yuk, cari tahu selengkapnya di artikel Finansialku satu ini! Selamat membaca!

 

Pengertian dan Sejarah MEA (Masyarakat Ekonomi Asean)

Masyarakat Ekonomi Asean atau yang dalam bahasa Inggris disebut ASEAN Economy Community (AEC), secara sederhana dapat kita pahami sebagai sebuah bentuk integrasi ekonomi diantara semua negara yang termasuk ke dalam asosiasi ASEAN.

MEA memungkinkan seluruh negara yang ada di kawasan Asia Tenggara untuk menerapkan sistem perdagangan bebas. Sistem ini pertama kali tercetuskan di perjanjian Konferensi Tingkat Tinggi pada 1997 di Kuala Lumpur, Malaysia.

Pada Konferensi tersebut kemudian timbul sebuah visi yang sama antara negara ASEAN untuk menjadikan ekonomi di negara-negara ASEAN menjadi lebih makmur, merata, dan berkembang, yang tertulis dalam ASEAN vision 2020.

Kemudian pada Konferensi Tingkat Tinggi pada 2003 yang dilaksanakan di Bali, para pemimpin yang hadir setuju dengan narasi pentingnya untuk membuat sebuah integrasi perilaku ekonomi di kawasan ASEAN, yang nantinya akan diterapkan pada 2020.

Integrasi antar negara inilah yang kemudian disebut dengan istilah Masyarakat Ekonomi Asean.

Pada Konferensi Tingkat Tinggi di Malaysia tahun 2006 silam, muncul sebuah konsesus yang meminta kalau pemberlakukan MEA sebaiknya dimajukan 5 tahun lebih cepat, yaitu 2015.

Dari ide ini kemudian muncul deklarasi CEBU, yang juga menandakan kalau keputusan konsesus dari tahun ke tahun ini adalah sebuah langkah nyata yang bertujuan untuk menjadikan ASEAN sebagai daerah perdagangan bebas.

Hal ini tentunya meliputi seluruh komponen aktivitas ekonomi.

 

Latar belakang dibentuknya MEA ini adalah agar daya saing ASEAN jadi meningkat dan bisa menyaingi negara Cina dan India untuk bisa menarik investor asing.

Hal ini sangat dibutuhkan oleh negara-negara di Asia Tenggara untuk meningkatkan lapangan pekerjaan dan kesejahteraan rakyat dari negara-negara yang tergabung di ASEAN.

MEA ini juga memungkinkan satu negara untuk menjual barang dan jasa ke negara-negara lain di seluruh Asia Tenggara.

Usaha-usaha itu sendiri tertuang secara tertulis dalam 4 pilar utama MEA, sebagaimana yang dikutip dari laman merdeka.com, yang terdiri dari:

  • ASEAN menjadi suatu kawasan dengan pengembangan ekonomi yang merata antara negara anggota. Adanya pengembangan usaha kecil menengah dan prakarsa integrasi ASEAN, terutama untuk negara-negara Kamboja, Myanmar, Laos, dan Vietnam.
  • ASEAN menjadi suatu pasar tunggal dan berbasis produksi internasional, dengan pengembangan aliran investasi dan modal yang lebih bebas, bebas barang dan jasa, serta mengembangkan tenaga kerja terdidik.
  • ASEAN menjadi kawasan yang memiliki daya saing ekonomi yang tinggi, dengan adanya perlindungan konsumen, peningkatan infrastruktur, kebijakan kompetisi, e-commerce, kebijakan perpajakan, serta hak atas kekayaan intelektual bagi negara anggota ASEAN.
  • ASEAN secara penuh menjadi suatu kawasan yang terintegrasi perekonomian global, dengan beberapa usaha pendakatan hubungan ekonomi dengan luar kawasan Asia Tenggara, serta peningkatan peran dalam jejaring produksi ekonomi global.

[Baca Juga: Peringati Hari ASEAN: Sejarah dan Fakta Unik ASEAN, Baca Yuk!]

 

Tujuan MEA (Masyarakat Ekonomi Asean)

Setelah mengetahui garis besar pengertian dan sejarah dari MEA, juga latar belakang dibentuknya MEA, kini saatnya kita mengetahui tentang Tujuan MEA yang juga secara resmi dituliskan dalam Deklarasi Cebu:

Pengertian, Sejarah, dan Tujuan Dibentuknya Masyarakat Ekonomi Asean - 02 - Finansialku

Sumber: stiepasim.ac.id – https://bit.ly/3BvPve6

 

Menciptakan Pasar Tunggal Untung Seluruh Masyarakat ASEAN

Tujuan dibentuknya MEA yang pertama, merujuk pada Deklarasi Cebu adalah, menciptakan pasar tunggal untuk seluruh masyarakat ASEAN dengan elemen produk aktivitas ekonomi bebas. 

Aktivitas yag dimaksud seperti arus keluar masuknya barang antar negara anggota ASEAN menjadi bebas Bea cukai atau pajak, termasuk juga tenaga kerja, modal dan investasi, sehingga menciptakan pusat produksi untuk negara-negara ASEAN.

 

ASEAN menjadi Kawasan yang Memiliki Daya Saing Ekonomi Tinggi

ASEAN menjadi sebuah kawasan yang memiliki daya saing ekonomi yang tinggi dan ditandai bertambah kuatnya peraturan dalam hal ekonomi (kompetisi ekonomi), perlindungan konsumen, HAKI, perpajakan, aktivitas e-commerce serta pengembangan infrastruktur.

[Baca Juga: Indeks Daya Saing Indonesia Ke-4 ASEAN, Turun 5 Peringkat Dunia]

 

Pemberdayaan Ekonomi

Meratakan pemberdayaan ekonomi kawasan ASEAN dengan sasaran utama revitalisasi Usaha Kecil dan Menengah (UKM), terutama bagi negara Kamboja, Myanmar, Laos, dan Vietnam.

 

Integrasi Ekonomi Kawasan Dengan Ekonomi Global

Mengintegrasikan ekonomi kawasan dengan ekonomi global, yang mana usaha ini bermaksud untuk meningkatkan peran ASEAN dalam kompetisi ekonomi dan percaturan kebijakan global.

Hal ini dilakukan melalui peningkatan hubungan antara ekonomi regional dengan ekonomi global, yang anntinya akan menjadikan negara anggota ASEAN memiliki posisi yang diperhitungkan di kancah internasional.

Pengertian, Sejarah, dan Tujuan Dibentuknya Masyarakat Ekonomi Asean - 03 - Finansialku

Sumber: pajakonline.com – https://bit.ly/3tc8Y0j

 

Manfaat MEA untuk Indonesia

Lalu, apa manfaat nyata dari MEA untuk Indonesia? Sebenarnya ada beberapa dampak baik yang dirasakan oleh Indonesia melalui kehadiran MEA ini. Diantaranya adalah:

 

Meningkatkan Laba Negara

Keuntungan pertama adalah, negara bisa mendapatkan keuntungan yang lebih besar.

Karena dengan berjalannnya sistem MEA ini, maka ekspor produk ke negara tetangga pun tidak akan lagi dikenai bea cukai dan pajak, sehingga bisa memberikan keuntungan buat produk tersebut.

Bukan cuma itu, produk yang diekspor juga tidak akan lagi mengalami berbagai hambatan, karena MEA sudah sepenuhnya mendukung sistem ekspor antara negara di kawasan Asia Tenggara.

Dengan begitu, ekonomi negara yang mulanya tidak stabil karena terhambat perdagangan internasional, menjadi jauh lebih stabil.

[Baca Juga: Urutan 5 Negara Terkaya Asean Tahun 2018 Berdasarkan Pendapatan Per Kapita]

 

Keuntungan untuk Ekspor dan Impor

Melanjutkan poin pertama, ekspor dari Indonesia ke negara lain tidak lagi terhambat oleh birokrasi yang kadang menyulitkan, juga terhindar dari biaya bea cukai, serta pajak.

Sehingga, selain bisa memangkas harga produk, MEA juga memungkinkan para pengekspor bisa mengirim barang tersebut dengan lebih cepat dan aman.

Hal ini berlaku juga untuk impor. Negara lain juga kini sudah memiliki izin untuk mengirimkan produk-produk mereka ke Indonesia dan negara Asia Tenggara lainnya dengan mudah.

 

Industri Kreatif jadi Bintang, Masyarakat jadi Sejahtera

Semakin majunya zaman, maka industri perdagangan tidak hanya terbatas pada perdagangan-perdagangan yang itu-itu saja.

MEA memungkinkan negara-negara di Asia Tenggara termasuk Indonesia mencetuskan berbagai inovasi dalam industri kreatif dan menciptakan lapangan kerja baru yang jauh lebih masif dibandingkan zaman dulu.

Dengan banyaknya kemunculan lapangan kerja baru yang jauh lebih masif, maka ini juga secara tidak langsung meningkatkan tingkat kesejahteraan masyarakat, karena tidak perlu lagi mengeluhkan sulitnya mencari pekerjaan.

Ini juga berhubungan dengan ekspor serta impor, dimana dengan diberlakukannya MEA, para pengusaha industri kreatif bisa dengan mudah memasarkan produk mereka ke negara-negara tetangga di Asia Tenggara.

[Baca Juga: Ekonomi Digital Indonesia Terbesar di ASEAN: Peluang dan Tantangannya]

 

Menarik Investor Lebih Banyak

Terakhir, berkat semua kemudahan transaksi antara negara Asia Tenggara, maka industri-industri baru juga akan lebih mudah mendapatkan kucuran dana segar dari para investor.

Sehingga mereka bisa terus melakukan ekspansi bisnis mereka, dan akhirnya, mendatangkan lapangan kerja yang lebih besar lagi.

 

MEA Bukan Ancaman

Melihat banyaknya manfaat yang dirasakan oleh Indonesia, maka kita perlu menyadari kalau sebenarnya MEA bukan sebuah ancaman, pun bukan lah sebuah hal baru yang harus ditakuti.

Karena pada akhirnya, keputusan ini adalah sebuah langkah wajar dan perlu dilakukan untuk mensejajarkan langkah negara-negara Asia Tenggara di ranah global.

Tentunya dibentuknya masyarakat ekonomi ASEAN inti utamanya adalah untuk mendongkrak perekonomian. Bicara soal perekonomian tentu erat kaitannya dengan keuangan.

Apalagi di zaman millennial seperti sekarang ini tentu saja banyak sekali tantangan baru yang harus dihadapi.

Nah Sobat Finansialku, sebagai generasi millennial kita juga harus bisa mengatur dan mengelola keuangan kita dengan baik. Sobat Finansialku bisa mempelajarinya secara gratis melalui audiobook Finansialku di bawah ini.banneraudiobook_millennials_ini_loh_pentingnya_merencanakan_dan_mengatur

 

Bagaimana pendapat Sobat Finansialku mengenai MEA ini? Yuk, kita diskusikan lebih jauh di kolom komentar!

Kalau informasi ini menarik, Sobat Finansialku bisa membagikan artikel dari Finansialku ke teman-teman lainnya lewat pilihan platform media sosial yang tersedia di bawah ini. Terima kasih!

 

Editor: Maria Christianti

Sumber Referensi:

  • Admin. 20 Oktober 2020. Apa itu Masyarakat Ekonomi ASEAN?. Greatdayhr.com – https://bit.ly/3Dan2vZ
  • Hanan Kuncoro. 21 Februari 2021. Masyarakat Ekonomi Asean; Sejarah & Tujuan Dibentuknya. Jojonomic.com – https://bit.ly/3mw0CPM
  • Edelveis Lararenjana. 16 September 2020. 4 Tujuan MEA atau Masyarakat Ekonomi ASEAN, Pasar Tunggal di Regional Asia Tenggara. Merdeka.com – https://bit.ly/3zplT12
  • Admin. 27 November 2019. MASYARAKAT EKONOMI ASEAN. Bbs.binus.ac.id – https://bit.ly/3yn7yRP

 

Sumber Gambar:

  • Cover – https://bit.ly/3mP19fZ